
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 192
(Hati yang mulia)
...•...
...•...
Sesudah memasuki gerobak ke dalam rumah, Lyota mengajak Reno untuk masuk dan bertemu dengan ibunya di dalam sana.
"Reno, yuk masuk!" ucap Lyota.
"Eh sebentar deh! Aku mau nanya sama kamu," ucap Reno menahan tangan Lyota.
"Tanya apa?" Lyota penasaran.
"Kakak kamu kuliah sambil kerja ya?" tanya Reno.
"Hah? Enggak kok, kak Reva tuh cuma kuliah dan belum kerja. Emang kenapa lu tanya begitu?" ucap Lyota masih penasaran.
"Oh kirain, soalnya baju yang dipake kakak kamu itu kan merk mewah. Terus aku lihat juga gayanya mewah semua, makanya aku pikir mungkin dia udah kerja dan hasilin uang sendiri!" ucap Reno.
"Enggak lah, itu semua uang dari ibu. Ya emang sih kak Reva selalu minta uang sama ibu setiap hari, untuk keperluan sehari-hari dia itu!" ucap Lyota.
"Serius? Jahat amat sih kakak kamu, harusnya kan uang hasil jualan itu dipake buat berobat ibu kamu! Bukannya malah foya-foya gak jelas begitu, apa kakak kamu gak pernah mikir begitu?" ucap Reno.
"Udah lah, Ren! Percuma juga lu bilang begitu, kakak gue gak bakal mau denger!" ucap Lyota.
"Kenapa?" tanya Reno.
"Iya, dia merasa paling tua di keluarga ini sejak papa pergi gak ada jejak. Makanya dia gak mau denger kata-kata siapapun, termasuk ibu." jawab Lyota.
"Kasian juga ibu kamu, saya jadi makin gak sabar buat nikahin kamu dan bantu kamu!" ucap Reno tersenyum sembari mengusap wajah gadisnya.
"Apaan sih? Udah yuk masuk!" ucap Lyota.
__ADS_1
Reno hanya senyum-senyum saja lalu merangkul Lyota dari samping dan berjalan seirama dengannya masuk ke dalam rumah itu.
"Assalamualaikum...." Lyota mengucap salam.
Reno terkejut karena kondisi dalam rumah Lyota cukup memprihatinkan, terlebih ia melihat wanita tua tengah duduk pada kursi kayu yang usang dan tidak ada sofa seperti di rumahnya.
Namun, Reno sangat bangga pada Lyota karena gadis itu masih bisa terlihat bahagia dikala kondisi tempat tinggalnya yang kurang bagus begini.
"Waalaikumsallam, kamu udah pulang sayang? Gimana jualannya hari ini, nak?" ucap sang ibu tersenyum menyambut putrinya sambil berusaha untuk bangkit dari duduknya.
"Eh Bu, jangan!" ucap Lyota menahan ibunya yang ingin berdiri lalu mencium tangan sang ibu.
"Alhamdulillah, jualanku abis Bu. Oh ya, kenalin Bu ini sahabat—"
"Pacar! Saya pacarnya Lyota anak ibu, nama saya Reno!" ucap Reno memotong ucapan Lyota dengan cepat lalu juga mencium tangan ibu gadis itu.
"Jadi kamu sudah punya pacar, sayang?" tanya sang ibu sambil tersenyum.
"Eee..." Lyota tampak gugup sekaligus kesal pada Reno, ingin sekali ia meninju wajah pria tersebut karena sudah berbicara seenaknya barusan.
Sementara Reno hanya terkekeh melihat ekspresi dari Lyota saat ibunya bertanya seperti itu.
"Pacar kamu ganteng banget loh! Pasti dia orang kaya ya? Tampilannya beda banget sama kita, sayang!" ucap sang ibu.
"Enggak kok, Bu. Saya juga orang biasa sama seperti ibu dan Lyota!" ucap Reno merendah.
"Memangnya kamu gak perlu sesuatu?" tanya ibu.
"Enggak kok, Bu. Udah ini ibu aja yang simpan, siapa tau ibu butuh kan? Terus kalo adek ada keperluan buat sekolahnya nanti, insyallah Lyota bisa cari yang lain lagi!" ucap Lyota.
Reno terharu mendengar perkataan Lyota pada ibunya disana, baru kali ini ia melihat langsung sosok wanita yang benar-benar menyayangi ibunya.
"Gak salah saya pilih Lyota!" batin Reno.
...•••...
Disisi lain, Tania bersama Revan datang kembali ke sekolah Rania untuk menjemput gadis kecil itu karena sekarang sudah waktunya pulang sekolah dan Tania tak ingin Velove mendahuluinya lagi seperti kemarin dan membawa Rania.
"Tuh kan belum keluar semua, kamu sih buru-buru banget!" ujar Revan ngomel pada Tania di mobil.
"Ish, yaudah biarin sih! Yang penting kita udah stay di depan sini, supaya Velove gak ada kesempatan buat bawa kabur Rania lagi!" ucap Tania.
"Iya iya, aku mah nurut aja sama kamu dah!" ujar Revan geleng-geleng.
__ADS_1
Tania terdiam menyandarkan tubuhnya dengan bibir mengerucut ngambek, ia terus memperhatikan gerbang sekolah menanti adiknya keluar dari dalam sana lalu segera menghampirinya.
Sementara Revan tampak bingung pada kelakuan gadisnya sendiri, ia akhirnya mengambil ponsel miliknya lalu membuka sosmed supaya tidak gabut menunggu disana cukup lama.
"Kamu kok malah main hp sih? Padahal aku ada disini, bukannya diajak ngobrol malah dicuekin!" ucap Tania kesal.
"Hah? Gimana mau ajak ngobrol? Kamunya aja buang muka gitu, aku sih gak mau ngobrol sama kepala kamu!" ucap Revan.
"Ish, nyebelin!" ujar Tania.
"Kok jadi aku yang dibilang nyebelin? Kan harusnya aku yang bilang begitu buat kamu, karena kamu udah cuekin aku pake buang muka segala lagi!" ucap Revan.
"Udah ah! Jangan dibahas lagi!" ujar Tania.
"Iya iya..." Revan memilih diam karena tidak mau ribut dengan gadisnya.
Tak lama kemudian, akhirnya Rania sudah keluar dari dalam sekolahnya karena memang sekarang sudah tiba waktunya untuk pulang. Namun, Tania terkejut karena Rania terlihat bersama seorang anak laki-laki.
"Itu Rania sama siapa ya?" tanya Tania heran.
"Mana aku tau!" jawab Revan jutek.
"Ish, siapa yang nanya kamu? Orang aku ngomong sendiri kok, dasar ge'er!" ujar Tania.
"Yeh kamu masih ngambek?" ucap Revan.
"Gak kok, cuma kesel aja!" ucap Tania singkat kemudian membuka pintu dan turun dari mobilnya tanpa basa-basi lagi.
Tania pun menghampiri Rania adiknya itu sambil tersenyum lalu memeluknya erat, Tania sangat senang bisa kembali bertemu dengan Rania tanpa ada hambatan dari Velove.
Sementara Revan juga menyusul turun dari mobilnya berjalan mendekati Tania yang sudah lebih dulu pergi menghampiri Rania, Revan juga nampak kaget saat melihat ada anak lelaki di samping Rania.
"Rania sayang, gimana sekolahnya?" tanya Tania.
"Lancar dong kak! Oh ya kak, aku punya temen baru loh! Kenalin kak, ini namanya Athar! Dia murid kelas satu yang sekarang jadi temen aku juga," ucap Rania mengenalkan temannya pada Tania.
"Ohh, jadi ini temen kamu?" tanya Tania.
"Iya dong kak! Athar, kenalin ini kakak aku!" ucap Rania.
"Iya, halo kakaknya Rania!" ucap Athar menyapa Tania sambil melambaikan tangan.
"Aduh, kamu tuh lucu banget sih! Sama lucunya kayak Rania adik kakak, semoga kalian bisa temenan terus ya sampe nanti pas udah dewasa!" ucap Tania tersenyum sembari mencolek hidung Athar serta Rania secara bergantian.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...