Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 160 (Terjebak)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 104


(Terjebak)


...•...


...•...


Reno masih berada di cafe bersama putrinya, ia terus mengerutkan kening merasa heran mengapa Tania malah menghindar darinya padahal ia ingin sekali berbicara pada wanita itu walau hanya sebentar. Reno berharap Tania bisa menerimanya dan menjadi pengganti Rosa sebagai istrinya sekaligus ibu untuk Tania kecil, namun yang terjadi justru Tania malah pergi dan tak mau berbicara dengannya.


Tania kecil yang tengah menikmati makanannya bersama Indira, tiba-tiba merasa sedih karena papanya terus diam tanpa berbicara apapun padanya. Ia cemas kalau papanya kenapa-napa, maka dari itu Tania kecil berusaha mengajak bicara papanya dan menatap wajah sang papa dengan tatapan kasih sayang yang tulus dan penuh arti.


"Pah, papa kenapa?" tanya Tania kecil.


Reno yang sedang melamun langsung terkejut karena putrinya tiba-tiba berbicara padanya, ia pun tersenyum mencubit pipi Tania sembari menunjukkan pada gadis kecil itu kalau dirinya baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Gapapa, sayang! Papa itu cuma kepikiran oma sama opa yang lagi pergi, kira-kira kalo papa bungkusin makanan dari sini mereka senang gak ya? Menurut Tania gimana, setuju gak?" ucap Reno.

__ADS_1


"Umm, aku setuju pah! Oma sama opa pasti seneng banget karena makanan disini tuh enak-enak semua, jadi papa beliin aja buat oma sama opa!" ujar Tania kecil tersenyum.


"Hahaha, benar kamu sayang! Yaudah papa mau pesenin makanan dulu buat oma sama opa ya, Tania disini dulu sama tante Indira! Eh ya Indira, kamu tolong jaga putri saya ya!" ucap Reno.


"Baik, pak!" ucap Indira.


Reno pun bangkit dari duduknya untuk memesan makanan, ia meninggalkan putrinya disana bersama sang sekretaris.


Setelah memesan, Reno pergi ke kamar mandi yang berada di dekat sana untuk memikirkan sesuatu tentang bagaimana caranya agar bisa mendapatkan hati Tania dan menjadikan gadis itu sebagai istrinya.


Sungguh Reno sangat menginginkan Tania untuk dapat menggantikan Rosa di kehidupannya, apalagi Rosa sendiri juga meminta pada Reno untuk menikahi Tania bila dia meninggal.


"Bagaimana ini? Bahkan untuk sekedar bicara saja Tania tidak mau, apa mungkin dia bisa menjadi pengganti Rosa di hidupku?" batin Reno tampak frustasi sembari mengusap wajahnya kasar.


Reno benar-benar bingung harus melakukan apa untuk mendekati Tania kembali, berkali-kali ia membasuh mukanya berharap otaknya bisa terasa dingin sehingga ia dapat menemukan ide baru.


"Apa mungkin Tania emang gak mau sama gue? Seharusnya gue gak berharap terlalu lebih sama Tania, pasti dia bakal risih kalo gue terus deketin dia!" batin Reno menatap dirinya di cermin toilet.


Reno seperti sudah putus asa pada dirinya sendiri yang tidak dapat mendekati Tania, walau ia baru mencoba satu kali yaitu tadi ketika selesai menjalani rapat bersama gadisnya tersebut.


"Oh ya Tania kan udah tanda tangan kontrak, berarti gue sama dia bakal terus ketemu setelan ini! Gue harus bisa manfaatin ini untuk deketin dia, iya bagaimanapun itu Tania harus jadi sama gue! Gue gak boleh nyerah gitu aja, selagi Tania masih single maka kesempatan gue juga masih besar!" batin Reno kembali bersemangat.


Akhirnya Reno keluar dari toilet setelah mendapat semangatnya kembali, ia menghampiri putrinya dan terus tersenyum sembari berjalan.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Joshua masih terbaring di ranjang bersama Felicia setelah permainan hebat mereka sebelumnya yang penuh gairah dan menguras tenaga serta mengeluarkan banyak cairan. Kedua makhluk itu tampak lemas hingga tak bisa bangkit dari ranjangnya, Felicia terdiam menatap langit-langit dengan kondisi tubuh penuh keringat.


Air mata mulai mengalir membasahi pipi gadis itu, ia sangat bersedih karena sekarang tidak bisa menjalani kehidupan seperti biasanya. Felicia yang tadinya adalah gadis ceria kini berubah menjadi gadis pendiam yang menderita, ia sungguh tak menyangka kalau ini akan terjadi pada hidupnya.


Joshua menoleh menatap wajah gadis itu dari samping, ia meletakkan tangannya di atas perut rata Felicia yang diselimuti selimut tebal. Joshua juga membelai rambut gadisnya dengan lembut sembari mengecup kening berkeringat milik Felicia, ia tersenyum melihat Felicia nampak terengah setelah bermain dengannya.


"Kamu capek ya? Tapi nikmat kan? Buktinya lenguhan kamu tadi panjang banget, kalo kamu mau lagi tinggal bilang aja oke!" ucap Joshua menggoda Felicia, tangannya menelusup masuk melewati selimut merabaa tubuh mulus gadisnya.


Jari-jarinya memutar serta memilin titik sensitif pada bagian dada gadisnya, Felicia masih terdiam walau pria itu semakin gada memainkan titiknya. Rupanya gadis tersebut sudah sangat pasrah pada hidupnya yang berubah drastis ini, seorang Felicia kini harus terjebak pada hubungan gelap dengan seorang pria asing yang bahkan belum dikenalnya.


"Mau lagi? Aku bisa kok lakuin itu untuk muasin kamu, mau ya kita main sekali lagi?" ucap Joshua menggoda Felicia.


Gadis itu akhirnya bergerak menoleh ke wajah Joshua perlahan, matanya berkaca-kaca menatap pria tersebut penuh emosi. Rasanya ingin sekali Felicia memukul wajah pria yang telah merusak hidupnya, namun apa daya kondisinya saat ini sungguh lemas dan lemah tak dapat berbuat apa-apa.


Felicia hanya bisa menggeleng pelan tanda iya tidak mau melanjutkan permainan itu lagi, tenaganya sudah terkuras cukup banyak akibat permainan sebelumnya yang melelahkan. Joshua pun memaklumi itu dan tidak memintanya lagi, ia hanya mengecup bibir Felicia sekilas lalu membelainya menggunakan ibu jari.


"Thanks, kalo gitu aku pergi dulu! Kamu kalau mau mandi silahkan aja, aku udah siapin baju-baju buat kamu di dalam lemari! Terus nanti aku bakal suruh pembantu aku buat anterin makanan kesini, kamu pasti lapar habis layani aku?" ucap Joshua.


"Iya...." ucap Felicia singkat mengukir senyum tipis di wajahnya.


Setelah Joshua pergi dari kamarnya, Felicia berusaha bangkit walau area miliknya terasa begitu nyeri dan perih akibat permainan Joshua yang ganas. Ia menyibakkan selimut yang menutupinya kemudian perlahan dua kakinya ia turunkan ke lantai, gadis itu berhasil bangkit sempurna kemudian langsung menuju kamar mandi dengan perlahan.


Saat di dalam toilet, Felicia menangis sejadi-jadinya di bawah guyuran air shower yang dingin. Ia sungguh merindukan keluarganya serta sang kekasih yang hendak melamarnya, sayang sekali ia harus terjebak disana bersama Joshua yang over sekss.


"Apa yang bisa aku perbuat sekarang? Bagaimana caranya untuk bisa keluar dari sini? Aku sangat tidak betah ada disini, aku ingin pulang ke rumah dan bertemu kembali dengan keluargaku! Ya Tuhan, bantulah aku agar bisa lepas dari pria gila itu!" batin Felicia sambil menitikkan air mata.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2