Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 112 (Dikerjai)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 56


(Dikerjai)


...•...


...•...


Cukup lama Tania menunggu di depan rumah mafia tersebut, sampai es dung dung nya habis dan ia merasa mengantuk karena hari sudah semakin sore dan matahari sudah hampir terbenam setelah melaksanakan tugasnya.


Berkali-kali Tania menguap bahkan hampir memejamkan mata akibat kantuk yang melandanya sore ini, namun ia tetap berusaha terjaga sampai ada seseorang yang keluar dari dalam rumah itu.


"Maaf non, kalau non Tania ngantuk, silahkan tidur aja non! Biar kami yang mengawasi rumah itu dan nanti akan memberitahu non jika ada mobil yang keluar dari dalam sana, kasihan non kalo ditahan-tahan begitu ngantuknya!" ucap Riko menoleh ke kursi belakang, ia tau kalau nona nya itu mengantuk sejak tadi.


"Eee saya udah gak ngantuk kok pak, lagian tadi tuh cuma nguap aja bukan berarti saya ngantuk terus kepengen tidur pak! Udah gapapa saya masih bisa ngawasin rumah itu juga kok, jadi kita sama sama aja ngawasin nya ya pak!" ucap Tania mengucek-ngucek matanya agar rasa kantuknya menghilang.


"Baik non!" ucap Riko mengalah saja karena ia hanyalah seorang ajudan yang bertugas mengawal nona nya itu setiap hari.


Tania menyandarkan tubuhnya kembali sambil terus menatap ke arah rumah besar itu, ia sebenarnya merasa bosan terus menunggu disana apalagi tidak ada siapapun yang keluar dari sana sejak tadi.


Tak lama kemudian, akhirnya ada sebuah mobil sedan hitam keluar dari sana... sontak Tania langsung sumringah dan memerintahkan supirnya untuk bergerak mengejar mobil tersebut.


"Pak, ayo cepat kejar mobil itu! Kita harus bisa cegat mereka sebelum jauh!" ucap Tania berteriak panik meminta supirnya melaju.


"Siap non!" ucap Rusli lalu mulai menginjak pedal gas dan mengejar mobil tersebut.


Setelah mobil Tania serta Hendi di belakangnya lewat, ada mobil lainnya yang keluar dari dalam rumah itu berukuran lebih besar dan panjang.


Rupanya Cakra sengaja mengelabui Tania, ia tau kalau sedari tadi ada yang sedang mengawasinya dari jauh.


"Hahaha, kamu tidak akan bisa menyelamatkan Rania karena gadis kecil ini sekarang sudah menjadi milikku!" gumam Cakra tersenyum licik memandangi Rania yang berada disampingnya.


Cakra mengelus lembut kepala Rania yang tengah memakan es krim itu, gadis kecil itu tampak bahagia tak seperti ketika awal ia bertemu dengan Cakra kemarin.


Sementara mobil Tania akhirnya berhasil mencegat mobil sedan hitam yang tadi keluar dari rumah Cakra, gadis itu pun langsung turun dari mobilnya mendekati mobil tersebut.


"Woi, turun lu!" teriak Tania menunjuk ke arah supir mobil itu sambil memukul-mukul kaca mobil sedan tersebut memaksa orang di dalamnya untuk keluar.

__ADS_1


Seseorang lelaki pun keluar dari sana menemui Tania, ia merupakan pengemudi mobil itu dan tidak mengerti mengapa Tania mencegatnya.


"Ada apa ini teh?" tanya orang itu kebingungan.


"Mana adik gue sama si mafia itu?" ujar Tania.


"Waduh saya kurang tau mbak, saya sendirian ini gak bawa siapa-siapa..." ucap orang itu.


Tania pun coba mengecek ke kursi belakang mobil itu, memang benar tak ada siapa-siapa disana karena mobil itu tampak kosong.


"Sial! Jangan-jangan gue dikerjain sama mafia bodoh itu, kurang ajar emang dia! Rania kamu dimana sayang???" gumam Tania tampak gusar mengusap wajahnya kasar.


...•••...


Disisi lain, Lionel hendak pulang dari kantornya karena hari sudah sore dan semua pekerjaannya juga telah selesai. Ia pun tampak sumringah karena tidak sabar bertemu dengan istrinya di rumah lalu makan malam bersama.


Namun, kebahagiaan itu sirna seketika saat pintu ruangannya terbuka dan seorang wanita seksi aduhai masuk kesana berjalan mendekatinya sambil menatapnya menggoda.


Ya wanita itu ialah Shani, seorang gadis yang sudah dinodai oleh Lionel kemarin dan membuat pria itu menyesal sekali.


"Selamat sore, sayang! Kamu udah mau pulang ya?" ucap Shani menggoda sambil melingkarkan tangannya di sela-sela lengan Lionel dan mengelus dada bidang pria itu.


Lagi-lagi Lionel harus dihadapkan dengan wanita penggoda yang membuatnya merasa bersalah itu, ia sebenarnya tidak mau berdekatan lagi dengan Shani akan tetapi perusahaan papanya sudah menggelontorkan dana cukup besar bagi perusahaannya.


"Sayang, gimana kalo kita makan malam berdua sekarang? Kayaknya asyik deh ya kan?" ucap Shani tersenyum mengusap wajah Lionel.


"Cukup Shani! Jangan harap kamu bisa deketin aku hanya karena papa kamu sudah banyak berjasa di perusahaan aku, bagaimanapun juga aku lebih memilih bersama istriku dibanding kamu wanita penggoda!" ujar Lionel.


"Apa? Kenapa kamu bicara begitu sih sayang? Setelah kamu renggut kesucian aku, sekarang kamu mau mengusir aku? Apa ini yang disebut seorang laki-laki sejati sayang?? Oh aku yakin kalau istri kamu tau tentang ini, dia pasti bakal sangat kecewa sama kamu sayang!" ucap Shani.


"Dengar Shani, semua ini bukan karena kesalahan aku! Kamu sendiri yang terus memancing mancing aku untuk melakukan itu, sekarang lebih baik kamu pergi dari sini Shani sebelum saya kehabisan kesabaran!" ujar Lionel berteriak mengusir Shani.


"Aku gak mau pergi sayang, sebelum kamu mau temenin aku makan malam berdua! Ingat loh, aku bisa aja laporin tindakan kamu ke istri kamu itu dan mungkin juga polisi..." ucap Shani mengancam Lionel.


"Cih memangnya kamu punya bukti apa Shani? Aku yakin tidak akan semudah itu Rianti bisa percaya dengan omong kosong kamu, dia wanita hebat yang hanya percaya sesuatu jika ada buktinya!" ujar Lionel berusaha tenang.


Shani tersenyum menyeringai, ia membuka tasnya dan mengambil ponselnya dari dalam sana. Dengan cepat Shani menunjukkan rekaman perlakuan keji Lionel terhadap dirinya kemarin, yang mana itu telah merenggut kesucian milik Shani.


...•••...


Sementara itu, Olivia baru ingin pulang dari rumah Joshua setelah puas mengobrol sambil menikmati cukup banyak minuman beralkohol.


Bahkan saat ini Olivia tampak setengah mabuk dan jalan sempoyongan, beruntung Joshua masih cukup kuat membantu gadis itu berjalan keluar rumahnya.


"Cantik, kamu yakin bisa pulang sendiri?" tanya Joshua cemas melihat kondisi gadisnya itu.

__ADS_1


"Iya, tenang aja Jos! Aku udah pengalaman kok, mungkin kalo jalan agak susah tapi nyetir doang mah kecil..." jawab Olivia.


"Bagus deh, hati-hati di jalan ya cantik!" ucap Joshua mengusap kepala Olivia.


Olivia hanya tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya, namun sebelum itu ia sempat mendengar suara pecahan gelas dari dalam rumah Joshua.


PRAANGGG...


"Jos, itu suara apa ya?" tanya Olivia bingung.


"Ohh paling cuma tikus, udah tenang aja biar nanti aku yang periksa terus tangkap tikusnya!" jawab Joshua santai.


"Oke deh, aku pulang dulu ya! Bye Jos, sampai jumpa besok!" ucap Olivia melambaikan tangannya ke arah Joshua sambil tersenyum.


"Iya cantik!"


Olivia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tak mau ambil resiko mengendarai mobil dengan cepat karena dirinya juga setengah mabuk.


Sementara Joshua sangat yakin kalau suara tadi berasal dari kamar tamunya, ia khawatir wanita yang ditemuinya semalam sudah bangun dan mengetahui tindakannya.


"Syukurlah Olivia gak curiga, sekarang gue harus cek itu cewek!" gumam Joshua.


Joshua pun berlari ke dalam rumahnya, ia langsung menuju pintu kamar tamu tempat ia menaruh tubuh wanita yang ditemuinya semalam.


Ceklek... Joshua membuka pintu lalu melihat ke dalam kamar itu, ia heran karena disana sepi dan tidak ada orang.


"Kemana gadis itu?" tanya Joshua terheran-heran.


BUGH... tiba-tiba seseorang memukulnya dari belakang dengan gelas beling yang ada disana.


Sontak Joshua meringis memegangi kepala bagian belakangnya yang mengeluarkan darah, Joshua sempat melihat sekilas wanita itu sedang memegang gelas di tangannya sebelum akhirnya ia pingsan.


"Itu balasan karena lu udah berani kurang ajar sama gue! Dasar laki-laki mesum!" ujar wanita itu emosi pada Joshua lalu meletakkan gelas itu di meja dan pergi dari sana.


Wanita itu kabur dengan terpincang-pincang karena bagian vitalnya masih terasa nyeri akibat perlakuan Joshua semalam, ia berjalan ke arah pintu depan dan berusaha membukanya tapi terkunci.


"Ah sial, dikunci lagi!" umpat wanita itu kesal.


Akhirnya wanita itu kembali ke kamar tadi berusaha mencari kunci rumahnya, ia tak melihat kalau kuncinya padahal menggantung di pojok dekat pintu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_1


...Foto-foto dulu guys📷📸...


...❤️❤️❤️...


__ADS_2