
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 94
(Calon suami)
...•...
...•...
Di pagi hari yang cerah ini, Rania berlari keluar dari kamarnya dengan perasaan gembira menuju kamar kakaknya yang berada di seberang kamarnya. Rania tampak sudah memakai seragam sekolahnya karena hari ini adalah hari pertama sekolah dalam semester genap, Rania juga tak sabar untuk segera pergi ke sekolah dan bertemu kembali dengan temannya.
TOK TOK TOK...
Rania langsung mengetuk-ngetuk pintu kamar Tania sembari berteriak memanggil kakaknya dengan penuh semangat, ia memang anak yang aktif dan banyak perubahan di dalam dirinya begitu bertemu serta mengenal Tania. Ya kehidupan Rania berubah 180 derajat berkat kepiawaian Tania dalam mengajarkan kebaikan padanya, Rania pun sekarang tumbuh menjadi gadis kecil yang periang.
"Kak, kak Tania keluar dong! Ini aku Rania udah siap loh kak mau pergi ke sekolah, ayo bangun dong kak!" ucap Rania memanggil kakaknya sembari terus mengetuk pintu dengan keras.
Ceklek...
Pintu terbuka memperlihatkan Tania yang juga sudah wangi dan cantik, ia langsung berjongkok menyamai tinggi Rania lalu mengusap wajah gadis itu. Tania tampak senang dengan semangat adiknya untuk pergi ke sekolah, ya walau untuk saat ini niatnya hanya untuk bertemu teman-teman.
"Wah adik kakak ini udah rapih aja, kakak kaget loh ternyata Rania pinter bisa ganti baju sendiri! Padahal baru aja kakak mau ke kamar kamu buat bangunin kamu, kakak ngiranya kamu masih tidur loh! Eh malah ternyata udah rapih begini, salut kakak sama semangat Rania!!" puji Tania sembari mencolek hidung Rania.
__ADS_1
"Hehehe, iya dong kak! Aku kan mau jadi anak pintar makanya aku harus pergi sekolah lebih awal, aku juga gak sabar mau ketemu temen-temen aku disana terus ceritain kalau aku punya dua papa!" ucap Rania tersenyum lebar menunjukkan gigi putihnya.
"Bagus, kakak yakin kamu bisa jadi anak pintar dan sukses di saat dewasa nanti! Jangan pernah menyerah ya buat belajar, karena masa depan kamu masih panjang dan kamu harus terus berusaha demi menggapai cita-cita kamu! Oh ya kakak mau tanya nih sama Rania, cita-cita Rania itu apa?" ucap Tania mengusap pucuk kepala gadis kecil itu.
"Umm, cita-cita itu maksudnya apa kak? Aku baru denger kata itu, sebelumnya kakak atau ayah kan gak pernah bilang begitu ke aku..." tanya Rania tak mengerti apa yang dikatakan kakaknya.
"Iya, cita-cita itu keinginan kamu sayang buat di masa depan! Misalnya gini, kakak waktu kecil tuh cita-citanya pengen jadi artis dan model terkenal! Nah Rania ngerti kan? Sekarang cita-cita Rania mau jadi apa kalau sudah besar nanti??" ucap Tania.
"Ohh, kalo gitu aku mau jadi guru kak! Kayaknya seru kalau aku besar nanti bisa ngajar anak-anak kecil di sekolahan, soalnya aku ngeliat guru-guru di sekolah aku itu semuanya pada ramah dan baik banget! Mereka sabar ajarin aku sama temen-temen tentang pelajaran yang belum kami mengerti, apalagi bu guru cantik!" ucap Rania sembari tersenyum manis.
"Wah cita-cita kamu mulia banget, sayang! Kakak makin bangga deh sama kamu, yaudah kakak doain semoga cita-cita kamu itu bisa terwujud ya nanti! Tapi, kalau emang Rania mau jadi guru berarti mulai sekarang Rania harus lebih rajin lagi belajarnya! Karena buat jadi seorang guru itu gak mudah dan diperlukan ilmu yang tinggi, selain itu Rania juga harus dituntut sabar dan gak boleh marah-marah!" ucap Tania.
"Iya dong kak, aku banyak belajar dari bu guru cantik buat jadi seorang guru yang baik dan penyabar! Aku juga doain kakak deh semoga kakak bisa jadi artis terkenal, kakak itu kan cantik banget pasti bisa kok jadi artis kayak yang di tv!" ucap Rania sambil nyengir.
"Hahaha, bisa aja kamu! Iya aamiin, makasih ya sayang! Tapi, kakak udah gak terlalu kepengen kok buat jadi artis apalagi masuk tv! Soalnya sekarang kakak udah terlalu tua, kakak pengennya tuh bisa dapet suami yang baik dan sayang sama kakak!" ucap Tania tersenyum.
"Kalo gitu kenapa kakak gak sama kak Revan aja? Dia kan baik tahu kak, pasti cocok kalo kakak nikah sama kak Revan terus jadi pasangan suami-istri!" ucap Rania asal bicara.
"Kamu ini ada-ada aja sih, Rania! Udah ya jangan bahas soal begitu lagi, sekarang mending kita ke bawah sarapan bareng-bareng ya!" ucap Tania.
"Iya, kak!" ucap Rania manggut-manggut.
Tania pun mengajak adiknya ke meja makan menuruni tangga, mereka akan menikmati sarapan pagi bersama dengan William yang sudah menunggu disana lebih dulu.
"Selamat pagi, pah!" ucap Tania & Rania bersamaan sembari menghampiri William.
"Eh anak papa udah pada cantik-cantik banget ini, wah Rania pasti mau sekolah ya? Bagus nih Rania harus sekolah biar pinter dan bisa jadi orang sukses!" ujar William tersenyum.
"Iya dong, pah!" ucap Rania.
__ADS_1
"Yaudah Rania, yuk kita duduk di samping papa!" ucap Tania dibalas anggukan dari Rania.
Kedua gadis itu pun duduk disana lalu mulai menyantap sajian yang sudah disediakan di atas meja, Rania tampak lahap sekali menghabiskan makanannya karena sudah tidak sabar untuk pergi ke sekolah.
Sementara Tania malah bengong melamun sepertinya memikirkan perkataannya sendiri tentang mencari lelaki yang pas untuk dijadikan suami, ya sampai saat ini Tania memang belum bisa menemukan seorang lelaki yang benar-benar mencintai dan menyayanginya.
"Umur gue udah mau genap kepala 3, tapi sampe sekarang juga gue belum bisa nemu calon suami yang bisa gue kenalin ke papa! Apa gue terlalu santai ya selama ini, harusnya gue seriusin buat cari cowok!" batin Tania sembari mengunyah makanan di mulutnya.
Melihat putrinya sedang melamun begitu, William tampak penasaran lalu coba menegurnya.
"Hey, Tania!" tegur William pada putrinya.
"Ah iya pah, kenapa?" ujar Tania terkejut.
"Kamu kenapa malah ngelamun begitu? Bukannya makan, lihat tuh adik kamu makannya lahap!" ujar William penasaran.
"Eee iya pah, maaf! Ini aku juga mau lanjut makan kok!" ucap Tania tersenyum tipis.
"Ada apa, Tania? Apa yang lagi kamu pikirkan sampai saat makan saja kamu melamun??" tanya William.
"Gak ada kok, pah!" jawab Tania gugup.
"Jangan bohong kamu!" bentak William.
"Pasti kak Tania lagi mikirin mau nyari calon suami ya...??" serobot Rania.
"Hah?" ujar William kaget.
Tania pun sontak memerah wajahnya akibat perkataan Rania yang seperti itu, ia langsung dipandang oleh papanya sambil tertawa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...