
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 136
(Nikah yuk!)
...•...
...•...
"Lama banget sih lu, ngomong tinggal ngomong pake acara diem segala terus garuk-garuk pala!" ujar Tania emosi karena Reno sedari tadi hanya diam padahal sebelumnya pria itu mengatakan kalau dia ingin berbicara dengan Tania berdua.
"Umm... sabar dong, Tania!" ucap Reno pelan sembari tersenyum manis.
Ya saat ini mereka berdua sudah berada di taman dekat sekolahan itu yang memang sengaja dibuat untuk tempat penghijauan agar anak-anak yang bersekolah di dekat situ bisa menghirup udara segar bukannya asap rokok ataupun knalpot kendaraan yang melintas ya walau gak ada.
Reno tampak gugup sekaligus senang karena Tania mau diajak mengobrol berdua dengannya disini, padahal sebelumnya ia sudah cemas serta khawatir kalau Tania akan menolaknya dan tidak mau berbicara dengannya atau malah pergi begitu saja meninggalkan dirinya seperti dulu.
Bahkan sangking gugupnya Reno sampai kebingungan sendiri harus mulai bicara darimana, ya sedari tadi ia hanya diam sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung memikirkan kalimat pembuka yang tepat agar Tania bisa tenang dan tidak emosi duluan.
"Dih malah diem lagi, mana lama banget! Cepetan dong ngomong, gue gak punya banyak waktu!" bentak Tania dengan raut kesal.
Sontak Reno kaget dibentak seperti itu apalagi nada suara Tania cukup keras hingga membuat telinganya pengang, ia pun reflek menoleh ke arah Tania dan malah terpukau dengan kecantikan wajah gadis tersebut yang saat ini duduk di sampingnya sembari menatapnya juga tapi dengan raut kesal.
"Cantik...." ucap Reno spontan sambil tersenyum renyah memperlihatkan gigi-giginya.
"Hah? Lu stress ya?" ujar Tania terkejut hebat.
"Gak kok, kalo gue stress mah udah gue bilang lu jelek kali! Buktinya gue bilang kalo lu cantik kan? Itu artinya gue masih waras dan belum stress!" ucap Reno masih tersenyum saja.
__ADS_1
"Itu udah tanda-tandanya mendekati kegilaan!" ujar Tania sangat kesal.
Akhirnya Tania membuang muka menghindari tatapan mata Reno dan memandang ke arah lain dengan melipat kedua tangannya di depan, ia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya untuk menahan emosi atas kelakuan Reno barusan.
"Lu kalo lagi nahan emosi gitu tambah gemes deh, jujur gue suka sama lu..." ucap Reno.
Kali ini Tania makin dibuat terkejut sekaligus kesal dengan perkataan Reno yang terucap secara spontan melalui bibirnya itu, ya Tania kembali menoleh ke arah Reno dan menatapnya tajam.
"Maksud lu apa ngomong gitu ke gue, ha?" tanya Tania penasaran dan terheran-heran.
"Ya masa gak ngerti sih? Padahal udah jelas banget loh gue ngomongnya tadi!" ujar Reno tersenyum.
Pria itu menaik-turunkan kedua alisnya secara cepat dan mendekatkan wajah pada Tania untuk menggoda gadis itu, bahkan ia juga menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan tubuh Tania dan bisa lebih leluasa berbicara.
"Gue suka sama lu, Tania....!!" desis Reno di telinga gadis itu sembari menggenggam telapak tangan Tania dengan erat.
"Hah?"
"Lu-lu serius...??" tanya Tania terkejut sekali.
"Ma-maksudnya...??"
"Lu nikah sama gue, dan kita berdua jadi pasangan suami-istri yang saling menyayangi serta mencintai satu sama lain!" ucap Reno.
Tania tercengang bukan main, bahkan ia sampai kesulitan menelan saliva nya akibat terlalu kaget dengan ucapan Reno yang dengan santainya mengajak ia menikah disana tanpa rasa malu atau ragu sedikitpun.
"Yang Reno bilang ini serius gak sih?" gumam Tania kebingungan di dalam hatinya.
...•••...
Disisi lain, Rianti bersama suami dan anak-anaknya kini tengah berada di restoran dalam hotel tempat mereka tinggali sekarang untuk sementara selagi Lionel mencari-cari rumah yang cocok untuknya dan juga keluarganya di kota ini.
Ya karena tidak ada Aliyah, kini Rianti menyuapi bubur untuk putrinya yakni Christy seorang diri tanpa bantuan pengasuh bayinya itu karena dia memilih untuk tetap di Kalimantan bersama keluarganya sehingga tak bisa ikut dengan Rianti & Lionel.
"Sayang, kamu bisa makan sendiri kan?" tanya Lionel pada putrinya yakni Athar sambil mengelus puncak kepala pria kecil itu.
__ADS_1
"Bisa dong, pah! Aku kan udah gede bukan anak kecil lagi kayak dedek Christy...." jawab Athar dengan raut menyombongkan diri.
"Hahaha, pintar kamu!" puji Lionel.
Rianti pun tersenyum-senyum saja melihat suami dan putranya itu tampak akrab, ia masih fokus menyuapi Christy dengan perlahan supaya bayi berusia 12 bulan itu tidak tersedak.
"Rianti, kamu kenapa gak sambil sarapan juga sih? Itu makanannya keburu dingin loh, gak enak nanti!" ujar Lionel menatap istrinya.
"Iya sebentar mas, ini nanggung loh! Nanti abis itu kan Christy dipegang sama kamu, baru deh aku bisa makan dengan tenang!" ucap Rianti.
"Ohh begitu cara main kamu...." ujar Lionel.
"Apa sih, mas? Kan kamu sendiri yang bilang kita ganti-gantian ngurus Christy sama Athar, jangan ingkar janji loh mas!" ucap Rianti.
"Iya sayang iya, aku gak bakal gitu kok!" ucap Lionel.
Setelah bubur Christy habis dan putrinya itu juga sudah diberi minum, Rianti pun kini beralih ke makanan yang ada di meja hadapannya dan tampak lezat serta menggugah selera itu. Ya Rianti mulai memakan makanan itu dengan lahap karena perutnya sudah tak bisa menahan rasa lapar lagi, mungkin akibat anak ketiganya juga.
"Pelan-pelan dong, sayang! Nanti kalo kamu keselek kan gak enak...!!" ucap Lionel mengingatkan Rianti.
"Hehe, iya mas iya!" ucap Rianti tersenyum tipis.
Akhirnya mereka semua lanjut makan dengan santai dan tak ada lagi yang bicara, sedangkan Christy tampak anteng duduk di stroller miliknya dan tidak rewel apalagi menangis bahkan sesekali malah tertawa tapi gak tahu kenapa.
Setelah semuanya selesai sarapan, kini mereka kembali ke kamar tempat mereka istirahat karena mereka juga masih bingung hendak melakukan kegiatan apa lagi saat ini.
"Mas, kapan kamu mau cari rumah sekitar sini?" tanya Rianti memandang penuh heran.
"Iya ini aku mau langsung keluar buat cari rumah, kamu sekalian ikut aja yuk! Supaya bisa lebih gampang gitu milihnya, kan kalo gak sesuai nanti kita bisa keliling-keliling lagi cari yang lain!" ucap Lionel.
"Ya boleh deh, mas! Sekalian kita bawa Athar sama Christy jalan-jalan juga keliling Bogor!" ucap Rianti.
Lionel mengangguk pelan sembari mengusap kepala sang istri dengan lembut, ia juga mengecup kening Rianti sekilas dan membelai bibir mungil yang membuat candu itu tapi tak berani mengecupnya karena disana ada Athar & Christy.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...