
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 229
(Gemesin kayak papanya)
...•...
...•...
Lionel masih penasaran dengan sosok Reno yang ada di hadapannya saat ini, ia belum tahu mengenai siapa Reno sebenarnya dan apa hubungan Reno itu dengan istrinya, karena ia melihat jika Reno dan Rianti tampak saling kenal bahkan Rianti terlihat gugup ketika bertemu dengan Reno disana, yang membuatnya semakin curiga.
Reno juga masih diam saja dan belum berbicara kembali setelah tadi berkenalan dengan Lionel, ya tampaknya ia masih ragu untuk meminta maaf pada Rianti saat ini, tentu karena kehadiran Lionel yang merupakan suami dari Rianti disana membuatnya ragu untuk berbicara lagi pada Rianti dan meminta maaf kepada wanita tersebut atas kelakuannya dulu.
"Oh ya, anda ini ada urusan apa ya dengan istri saya? Dan mengapa anda menemui istri saya disini?" tanya Lionel dengan nada dingin penasaran.
Reno tersenyum tipis sembari melirik sekilas ke arah Rianti yang ada di depannya, tampak wanita itu membuang muka karena tak mau menatap langsung wajah Reno disana, Rianti tentu tidak mau membuat Lionel alias suaminya salah sangka. Reno memang masih bingung harus menjawab apa, ia juga menyesal karena sudah menemui Rianti sekarang.
"Eee saya ini cuma ingin menyapa Rianti kok, kebetulan kami udah lama gak ketemu. Makanya tadi pas lihat Rianti ada disini, saya langsung samperin kalian. Oh ya, ini abis pada ngapain?" ujar Reno.
"Ohh, saya baru anterin istri saya periksa kandungannya." jawab Lionel.
"Oalah, jadi kamu lagi hamil Rianti? Udah masuk bulan ke berapa?" tanya Reno berusaha akrab.
"Eee..." Rianti gugup untuk berbicara.
"Baru empat bulan." jawab Lionel menyerobot.
"Wah, selamat ya! Semoga sehat-sehat terus dan lancar nanti pas lahirannya!" ucap Reno.
"Aamiin!" ucap Rianti dan Lionel bersamaan.
__ADS_1
"Oh ya, kamu sendiri lagi ngapain disini, Reno?" tanya Rianti kini mulai berani lepas dan berbicara untuk bertanya kepada pria di depannya itu.
"Eee saya lagi anterin calon istri saya dan ibunya buat cek kesehatan, selagi nunggu makanya saya kesini dan ketemu sama kamu." jawab Reno sambil mencium menatap wajah Rianti.
"Ohh, kamu baru mau nikah?" tanya Rianti lagi.
"Iya, ini pernikahan kedua saya. Kebetulan yang pertama saya udah punya satu anak, tapi naas istri saya itu meninggal dalam kecelakaan." jawab Reno menjelaskan dengan sedikit sedih.
"Ya ampun, kita turut berdukacita ya! Semoga istri anda itu diterima segala amal ibadahnya!" ucap Lionel mendoakan Rosa alias almarhumah istri Reno.
"Aamiin, terimakasih!" ucap Reno tersenyum.
"Iya, sama-sama. Oh ya, kami permisi dulu ya? Saya harus antarkan istri saya ini pulang, dia butuh istirahat dan juga saya belum jemput anak saya pulang sekolah." ucap Lionel.
"Oh, iya iya. Silahkan!" ucap Reno.
"Reno, kita pergi dulu ya?" ucap Rianti pamit.
"Iya..." Reno tersenyum.
Sementara Reno masih tetap berdiri disana memandangi kepergian Rianti serta suaminya yang perlahan menjauh, ia belum mampu memang untuk meminta maaf secara langsung pada Rianti tadi. Namun, ia berjanji tidak akan berhenti berusaha untuk mendapatkan maaf dari wanita itu.
"Reno!"
Tiba-tiba saja ada yang memanggil namanya dari arah belakang dan tentu saja membuatnya terkejut, ia pun menoleh ke belakang untuk memastikan siapakah yang memanggilnya itu. Ya ternyata itu ialah Lyota bersama ibunya yang sudah selesai cek kesehatan di ruangan tadi.
"Eh sayang, udah selesai?" tanya Reno tersenyum.
"Udah, Alhamdulillah kondisi ibu makin membaik!" jawab Lyota sambil mengusap lembut pundak ibunya itu yang mulai agak sehatan.
"Alhamdulillah! Syukur deh kalo gitu! Semoga ibu bisa semakin membaik dan gak sakit lagi ya!" ucap Reno ikut senang mendengarnya.
"Aamiin...!!" ucap Lyota dan ibunya bersamaan.
"Oh ya, tadi kamu abis bicara sama siapa? Aku gak sengaja lihat, kamu disini sama dua orang cowok cewek gitu. Temen-temen kamu apa gimana?" tanya Lyota penasaran.
"Iya, mereka teman lama aku. Yaudah, kita langsung aja yuk pulang ke rumah! Ibu kan butuh istirahat, supaya bisa semakin enakan badannya!" ucap Reno mengajak mereka pulang.
__ADS_1
"Iya bener, ayo Bu!" ucap Lyota.
"Iya sayang..." Julia tersenyum setuju.
Mereka bertiga pun lanjut berjalan menuju pintu luar rumah sakit dan masuk ke dalam mobil Reno yang ada di tempat parkir bagian luar, kali ini masih tetap Lyota duduk di belakang menemani ibunya dan Reno lagi-lagi terpaksa duduk di depan sendirian.
Saat dalam perjalanan, tiba-tiba terlintas dalam pikiran Lyota untuk meminta Reno sekalian saja menjemput putrinya saat ini. Ya karena ia melihat jam sudah menunjukkan waktu Tania kecil pulang dari sekolahnya dan khawatir Tania akan kenapa-napa jika mereka telat menjemputnya.
"Ren, gimana kalau kita sekalian langsung jemput Tania aja? Ini udah waktunya pulang sekolah loh, aku takut dia kenapa-napa!" ucap Lyota.
"Gausah takut! Aku udah titipin Tania kok ke gurunya di sekolah, tapi kalo emang kamu mau minta aku jemput Tania ya gapapa sih. Cuman emangnya ibu gapapa kalau kita harus jemput Tania dulu?" ucap Reno.
"Gapapa, nak Reno. Justru ibu senang kalau bisa ikut jemput anak kamu, soalnya Tania itu anaknya lucu dan gemesin! Bikin ibu selalu ketawa dan senyum-senyum sendiri tiap kali ketemu dia!" ucap Bu Julia sambil tersenyum.
"Hahaha, ya gitu deh Bu! Emang udah turunan dari bapaknya ini," ujar Reno senyum-senyum.
"Hah? Kamu gak salah ngomong gitu? Emang kamu gemesin darimana nya, Reno?" ujar Lyota.
"Lah kamu gak percaya? Bukannya kamu pernah bilang sendiri ya waktu itu, kalau aku ini lucu dan gemesin?" ucap Reno.
"Hah? Kapan? Ngaco aja kalo ngomong! Mana ada aku bilang begitu??" ujar Lyota.
"Hahaha, ada loh! Kamu mah suka gitu, pura-pura lupa padahal mah inget! Orang baru beberapa hari yang lalu kok kamu bilang gitu, apa karena disini ada ibu jadi kamu malu bilangnya?" ujar Reno.
"Gak juga, emang aku gak pernah bilang begitu kok!" ucap Lyota dengan bibir mengerucut.
"Hahaha, parah parah!" ujar Reno.
"Hey! Udah dong, jangan pada debat! Iya, ibu akui kok Tania itu gemesin seperti kamu nak Reno!" ucap Bu Julia menengahi keduanya.
"Nah kan, ibu aja setuju!" ujar Reno tersenyum.
Lyota hanya memutar bola matanya sembari memeluk sang ibu, menurutnya tak penting meladeni obrolan Reno yang tidak jelas itu dan ia lebih memilih memeluk tubuh ibunya disana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1