
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 356
(Bermalam di hotel)
...•...
...•...
Tania yang sudah menunggu lumayan lama, akhirnya merasa senang karena kekasihnya telah datang membawakan barang-barang yang ia minta untuk dibeli oleh sang kekasih.
Tania pun langsung menghampiri Revan di ruang tamu dan duduk di dekatnya, terlihat juga ada William sang papa yang merasa heran dengan sikap Tania pada Revan itu.
"Tania!" ujar William dengan suara beratnya.
"Eee iya pah, kenapa?" tanya Tania bingung.
"Kamu itu kok nyuruh nyuruh Revan kayak gitu sih? Dia itu kan calon suami kamu, harusnya kamu patuh dan hormat sama dia bukan begini!" tegur William.
"Eee papa kok bilang gitu sih? Aku gak sama sekali nyuruh Revan tau, aku cuma minta tolong!" ucap Tania.
"Iya pah, Tania gak salah kok! Lagian dia kan lagi menstruasi, mungkin kalo buat jalan keluar itu berat rasanya. Makanya Tania minta tolong sama saya, gak masalah juga kok pah!" ucap Revan.
"Haduh Revan, kamu emang pria yang baik! Maafkan Tania ya, dia emang suka gitu!" ujar William.
"Iya pah, tenang aja!" ucap Revan tersenyum.
"Oh ya, mana barang-barang punya aku?" tanya Tania pada Revan.
"Eee ini sayang, lengkap tuh!" ucap Revan.
Revan pun memberikan plastik di tangannya pada Tania, tampak gadis itu langsung sumringah dan membukanya disana.
"Wah ini dia nih snack yang enak banget! Papa mau coba juga gak?" ujar Tania.
"Gausah, buat kamu aja!" tolak William.
__ADS_1
"Ohh yaudah deh aku makan sendiri aja, kamu juga gak mau kan Van?" ucap Tania.
"Ahaha enggak kok, abisin aja!" ujar Revan.
"Tania, jangan begitu ah! Kalau kamu niat tawarin sama Revan, ya kamu tanya dulu dong jangan langsung nebak Revan gak bakal mau!" tegur William sembari menepuk pundak putrinya.
"Umm iya maaf pah! Revan, ini buat kamu satu! Kan kamu udah beliin ini tadi, ayo ambil aja!" ucap Tania menyodorkan satu snack ke arah Revan.
"Gausah sayang, kamu abisin aja cantik! Aku gak doyan begituan kok, lagian kan kamu tadi katanya lapar! Kalau kamu kasih ke aku satu, nanti kamu kurang loh!" ucap Revan menolak.
"Oh yaudah. Tuh pah, Revan gak mau!" ucap Tania.
"Hadeh Tania Tania..."
William menepuk jidat dengan kelakuan putrinya, entah mengapa ia merasa tidak enak pada Revan karena Tania sekilas seperti memanfaatkan pria itu.
•
•
Sementara itu, Rianti sudah berada di dalam mobil bersama suaminya menuju ke rumah.
Lionel masih merasa jengkel pada Rianti dan ingin wanitanya itu meminta maaf atas kesalahan yang sudah ia lakukan tadi, tentunya Lionel tak ingin jika terjadi sesuatu pada Rianti, apalagi wanita itu saat ini tengah mengandung anaknya.
Rianti yang merasa salah pun terus menunduk sembari memainkan jarinya dan menggigit bibir bawahnya, ia memang tak seharusnya pergi diam-diam seperti itu tanpa meminta izin dari Lionel.
"Mas, ya pasti aku anggap kamu dong! Aku ini kan istri kamu dan aku sayang sama kamu, yakali aku gak anggap kamu?" jawab Rianti.
"Terus kenapa pergi diem aja? Kok gak minta izin dulu sama suami? Kalau kamu anggap aku, ya harusnya kamu kasih kabar dong sayang minimal sms lah! Aku ngerasa gak dihargai loh sebagai seorang suami, bukan apa-apa aku cuma takut kamu dan calon anak kita kenapa-napa!" tegur Lionel.
"Iya mas, aku minta maaf ya! Tapi kan tadi aku ke minimarket gak sendiri, aku diantar supir! Kamu jangan marah-marah begitu dong mas, serem tau aku jadi takut!" ucap Rianti ketakutan.
"Hahaha, kamu itu bisa aja sih bikin aku gak bisa marah sama kamu! Iya iya Rianti, aku gak marah kok sama kamu! Asalkan kamu mau lakuin apa yang tadi aku bilang, bisa gak kamu pamit ke aku dulu kalo mau pergi kemana-mana?!" ucap Lionel.
"Eee iya mas, aku bisa kok. Makasih ya mas udah mau maafin aku!" ucap Rianti.
"Nah yaudah, masalah ini kita tutup cukup sampai disini! Aku udah maafin kamu, dan gak ada yang perlu dibahas lagi! I love you Rianti sayang, jangan pernah begitu lagi ya!" ucap Lionel.
"Love you too, mas!" ucap Rianti tersenyum.
Lionel tersenyum kemudian mengecup pipi sang istri dengan lembut, ia juga mengusap perut Rianti yang berisi calon anaknya itu.
Cupp!
__ADS_1
"Mas, kalau anak kita lahir nanti kamu mau kasih nama siapa?" tanya Rianti pada suaminya.
"Umm entahlah aku belum kepikiran," jawab Lionel.
"Yah aku kira kamu udah cari-cari nama yang bagus mas buat anak kita, kok malah belum sih? Terus gimana kalau nanti dia udah lahir terus kamu belum dapetin namanya?" ucap Rianti heran.
"Tenang aja sayang! Nama itu kan bisa kita diskusikan bareng nanti menjelang kelahiran, kamu gausah khawatir sayang! Lagian kan masih ada dua bulan lagi sebelum anak kita lahir, jangan cemberut gitu dong sayang!" ucap Lionel tersenyum.
Lionel mengusap dagu istrinya membuat sang istri seketika tersenyum padahal sebelumnya cemberut.
"Bisa aja kamu mas, tapi iya sih emang bener! Yaudah nanti kita diskusiin bareng-bareng ya mas!" ucap Rianti.
"Iya sayang...."
...•••...
Disisi lain, Reno dan Lyota juga telah bersiap untuk tidur di hotel tempat mereka menginap. Bahkan pria itu sudah lebih dulu berbaring di ranjang empuknya menanti kehadiran sang istri yang sedang mandi.
Tak lama kemudian, Lyota keluar dari kamar mandi memakai bathrobe yang tersedia di hotel itu. Lalu, berjalan menghampiri suaminya yang sudah terbaring di atas ranjang lebih dulu.
"Masss...."
Lyota memanggil suaminya sambil duduk di pinggir ranjang sampingnya, ia mengelus wajah Reno dengan lembut bermaksud membangunkannya dari tidurnya.
"Mas bangun mas! Kamu kok malah tidur sih? Tadi katanya mau nungguin aku mandi?" ujar Lyota.
"Mmhh kamu lama banget sih sayang mandinya! Makanya aku sampe ngantuk nih, yaudah sini sayang tidur samping aku!" ucap Reno tersenyum.
Pria itu bangkit dan bersandar, meminta Lyota untuk tidur di sebelahnya.
"Iya mas, tapi kamu jangan merem dong!" ucap Lyota mengusap wajah suaminya.
"Enggak kok sayang, ini aku udah melek. Makanya kamu naik sini, biar aku bisa peluk-peluk kamu sayangku!" ucap Reno.
"Iya deh..."
Lyota pun berbaring di samping tubuh suaminya, dengan cepat Reno mendekapnya erat lalu menciumi aroma tubuh Lyota yang wangi itu tanpa henti.
"Uhh kamu wangi banget sayang! Aku paling suka cium tubuh kamu pas abis mandi kayak gini, malam ini kamu gak akan bisa lepas dari aku sayang! Kamu harus puasin aku!" ucap Reno.
"Iya mas, kamu bebas lakuin apa aja kok yang penting jangan kelewatan aja!" ucap Lyota.
"Oke sayangku!"
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...