
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 338
(Pergi)
...•...
...•...
Keesokan harinya, Rania tengah bersama Velove serta William di sofa ruang tamu. Gadis kecil itu tampak menghitung uang hasil pemberian orang pada lebaran kemarin, ya Rania memang mendapat cukup banyak uang dari orang-orang.
Melihat itu, membuat William terkekeh karena Rania begitu menggemaskan saat menghitung uang.
"Waduh, dapat berapa banyak tuh uangnya Rania?" tanya William sambil terkekeh.
"Eh papa Willi, gak tahu nih aku pusing soalnya banyak banget! Makanya aku minta bantuan mama buat ngitung uangnya," ujar Rania.
"Hahaha, ya bagus itu! Jangan lupa uangnya dipakai buat keperluan kamu ya sayang! Sama satu lagi, jangan dihambur-hamburkan untuk sesuatu yang gak penting!" ucap William mengingatkan.
"Iya pah, aku pasti ingat itu!" ucap Rania.
"Nah, kalo gitu sini biar mama yang simpan uangnya buat kamu sayang!" ucap Velove.
"Boleh mah," ujar Rania.
Velove pun membantu putrinya menghitung uang tersebut, sedangkan William hanya geleng-geleng sambil meminum kopi miliknya.
Tak lama kemudian, Arsen muncul dan melihat ketiga orang itu disana. Ya Arsen pun tersenyum lalu bergerak menghampiri Velove serta yang lainnya, ia duduk di samping Velove dan merangkulnya.
Sontak Velove terkejut karena Arsen tiba-tiba muncul dan langsung merangkulnya dari samping.
"Wih banyak banget tuh duit!" ujar Arsen.
"Ya ampun, kak Arsen ngagetin aku aja deh!" ujar Velove mengelus dadanya.
"Hehe, maaf sayang! Itu uang siapa?" tanya Arsen.
__ADS_1
"Uang aku dong, kak!" jawab Rania.
"Wah mantap Rania! Pasti dari hasil lebaran kemarin, ya?" ujar Arsen.
"Iya kak," ucap Rania nyengir.
"Kamu harus hati-hati sayang! Kalau uang kamu dipegang sama mama kamu, nanti bisa diambil diem-diem loh!" ujar Arsen bercanda.
"Ish, kamu apaan sih? Aku cuma bantu simpan, bukan mau ngambil!" ujar Velove kesal.
"Hahaha, jangan marah-marah dong sayang! Kamu kalo lagi ngambek gitu, bikin aku tambah gemes sama kamu! Sini deh aku bantuin ngitung uangnya, supaya lebih cepat!" ucap Arsen.
"Papa Arsen sama mama serasi banget ya, papa Willi?" ujar Rania tersenyum renyah.
"Iya benar kamu, papa aja sampe iri ngeliat Arsen sama Velove makin lama makin serasi!" ucap William ikut terkekeh.
"Iya dong pah, kan calon pengantin!" ujar Arsen.
Velove hanya diam menunduk, ia tersipu karena tingkah Arsen.
"Wah wajah mama merah!" ledek Rania.
"Hahaha, iya tuh sayang! Kayaknya mama kamu lagi malu-malu kucing deh," ujar Arsen tertawa.
"Apa sih kalian?!" Velove ngambek.
"Oh ya, Arsen. Kamu rencananya kapan mau nikahin Velove? Apa mau dibarengin aja sama pernikahan Tania dan Revan?" tanya William.
"Eee aku sih pengen secepatnya, pah. Tapi, kayaknya kalo bareng sama Tania enggak deh! Biarin aja Tania sama Revan duluan yang nikah, seminggu berikutnya baru deh aku sama Velove nyusul! Bukan apa-apa, aku kan pengennya ngadain pesta pernikahan yang mewah supaya bisa dikenang seumur hidup!" jawab Arsen tersenyum.
"Ya bagus juga niat kamu! Pernikahan itu momen sakral, jadi kamu gak boleh asal-asalan!" ujar William.
"Kak, kenapa harus mewah?" tanya Velove.
"Ya biar berkesan dong sayang! Udah, kamu nurut aja deh sama aku cantik! Nanti kamu bakal didandani sama perias profesional yang ahli, supaya kamu bisa tambah cantik sayang!" ucap Arsen.
"Duh, aku jad gak enak!" ujar Velove malu-malu.
"Gapapa sayang, gausah malu!" ucap Arsen.
Arsen pun mencubit pipi gadisnya, ia sangat senang melihat Velove tersenyum malu-malu seperti itu karena tampak lebih imut dan manis.
"Saya yakin saya gak salah pilih, kamu emang wanita yang istimewa Velove!" batin Arsen.
__ADS_1
•
•
Disaat Arsen tengah berbahagia bersama Velove di ruang tamu, Tania justru tampak bersedih karena ia sebentar lagi akan berpisah dengan Jordi alias ayah angkatnya itu.
Ya saat ini Jordi tengah berpamitan pada Tania, pria itu hendak pergi ke luar pulau menyusul Joshua yang sedang berada di penjara. Jordi baru tahu tentang itu dari polisi, makanya ia akan pergi kesana menyusul Joshua.
"Bang, beneran abang mau nyusul Joshua ke Kalimantan?" tanya Tania.
"Iya Tania, gue gak tega dengar kabar si Joshua ditahan di penjara gara-gara cewek. Gue harus kesana buat cek kondisi dia," jawab Jordi.
"Bang, tapi itu kan jauh!" ujar Tania.
"Ya gapapa Tania, demi Joshua!" ucap Jordi.
"Ish, jangan nekat lah bang! Di Kalimantan itu keras dan belum tentu lu bisa bertahan disana, bang! Gue gak kasih izin lu buat pergi kesana, mending lu disini aja bang!" tegas Tania.
"Tania, lu tolong ngertiin gue dong! Joshua itu saudara gue!" ujar Jordi.
"Iya gue tahu, bang. Masalahnya, gue gak mau lu kenapa-napa lagi bang! Tolong deh nurut aja, lu disini ya bang!" paksa Tania.
"Maaf Tania! Gue gak bisa begitu!" ujar Jordi.
Tania mengusap wajahnya kasar, ia tak habis pikir karena Jordi begitu kekeuh ingin pergi menyusul Joshua ke Kalimantan. Padahal gadis itu sudah berusaha mencegahnya agar tidak pergi.
"Yaudah ya, gue mau siap-siap dulu! Lu jaga diri disini, gue yakin sih lu bakal baik-baik aja karena banyak orang yang bisa jaga lu! Makasih ya Tania, lu selalu bantu gue dan anggap gue ini seperti bapak lu sendiri! Maaf, karena gue gak bisa kasih apa-apa ke lu di hari lebaran ini!" ucap Jordi bersedih.
"Gapapa bang, gue juga gak ngarep apa-apa kok dari lu! Yang penting lu sehat-sehat, itu aja gue udah seneng banget bang!" ucap Tania.
Jordi tersenyum, ia menggerakkan tangan untuk mengusap puncak kepala putrinya itu.
"Bang, lu hati-hati ya disana! Gue selalu doain yang terbaik buat lu, jaga diri baik-baik ya!" ucap Tania menahan tangisnya.
"Iya, pasti!" ucap Jordi tersenyum.
Tania tidak bisa lagi menahan kesedihannya, karena ia sudah menganggap Jordi seperti ayah kandungnya sendiri. Ya gadis itu pun memeluk Jordi dengan erat dan menangis di dalam pelukannya.
Jordi tahu betul perasaan Tania, ia pun turut bersedih karena akan berpisah dengan anak angkat yang selalu baik kepadanya. Padahal dahulu ia sudah membuat Tania sengsara dan beberapa kali masuk ke penjara.
"Gue sayang sama lu, bang!" ucap Tania.
"Ya, gue juga sayang banget sama lu! Gue akan selalu inget semua kenangan tentang lu, makasih Tania udah selalu baik sama gue!" ucap Jordi disertai tangis yang terisak.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...