
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 151
(Tembak!)
...•...
...•...
Setelah berhasil menjauh dari Reno yang tanpa sengaja mereka temui tadi, kini Tania bersama Revan tengah bermain satu wahana yang cukup mengasyikkan yakni tembak tepat sasaran dan bila menang mereka bisa memilih salah satu hadiah yang disediakan oleh pembuat wahana itu.
Tania cukup ceria dan antusias untuk bermain itu walau banyak juga yang mengantri disana karena hadiahnya lumayan, sedangkan Revan malah bengong rupanya masih memikirkan kejadian tadi saat mereka bertemu Reno disana dan ia sangat khawatir kalau Reno merebut Tania darinya.
"Van, ayo kita main itu!" ucap Tania mengajak Revan sembari menarik-narik lengan baju pria itu.
"Ah iya iya..."
Revan terkejut karena tiba-tiba Tania memanggil dirinya dan menarik-narik lengannya, ia tersadar dari lamunan yang membuatnya tidak fokus sehingga Tania kini menatapnya heran.
"Kamu kenapa, Van?" tanya Tania kebingungan.
"Eee... gak kok, aku gak ada apa-apa! Kamu tadi mau main itu kan? Yaudah ayo kita ngantri aja!" ucap Revan ngeles sambil nyengir.
"Iya, ayo!"
Tania menggandeng lengan kekasihnya kembali lalu menariknya menuju antrian permainan itu, namun ia masih merasa ada yang tidak beres dengan Revan karena tadi ia yakin betul kalau Revan sedang melamun walau ia tak tahu apa yang tengah dipikirkan Revan sebelumnya.
"Kira-kira Revan mikirin apa, ya?" batin Tania bertanya-tanya kebingungan.
Setelah mengantri lumayan lama, kini giliran Tania serta Revan lah yang akan menembak menggunakan pistol mainan tersebut dan mereka harus bisa mengarahkan peluru tepat ke tengah lingkaran kecil agar mereka bisa memilih hadiahnya.
Tania sebagai penembak pertama diberikan sebuah pistol yang sudah diisi peluru oleh si penyelenggara, ya dengan bantuan Revan ia pun mengarahkan pistol ke depan dan tampak gugup karena baru pertama kali memainkan ini.
"Gausah gemetaran gitu, tembak aja ke depan! Kayak waktu kamu nembak aku tadi, inget kan?" ucap Revan menggoda gadisnya.
__ADS_1
"Ish, mana ada aku nembak kamu!" ujar Tania memanyunkan bibirnya.
"Hahaha, yaudah iya bukan kamu yang nembak aku tapi aku yang tembak kamu! Nah sekarang kamu tembak aja tuh sasaran di depan, mau menang kan?" ucap Revan mengajarkan Tania.
"Iya..."
Gadis itu mengangguk pelan lalu berkonsentrasi penuh terhadap sasaran di depan matanya yang terlihat mudah padahal sulit, sedangkan Revan tampak tersenyum sembari terus mengusap lembut rambut kekasihnya.
Doorrr...
Sayang sekali tembakan pertama dari Tania meleset dan hanya mengenai lingkaran besar yang artinya ia gagal, untungnya penjual itu memberikan dua kali kesempatan sehingga Tania masih bisa menembak sekali lagi untuk menang.
"Fokus cantik, jangan tremor gitu!" bisik Tania.
Doorrr...
Tembakan kedua dari Tania sekaligus yang terakhir juga gagal ia arahkan ke lingkaran kecil di depan sana, alhasil Tania pun gugur dan tidak bisa memilih hadiah kesukaanku karena sudah menggunakan dua kali kesempatan yang diberikan.
"Yah aku gagal deh, kamu sih kasih taunya gak bener!" ujar Tania malah menyalahkan Revan.
"Lah kok jadi aku sih, sayang? Kan kamu yang nembak, kenapa nyalahin aku?" tanya Revan heran.
"Ya pokoknya salah kamu! Udah, sekarang kamu harus bisa menang supaya aku bisa bawa pulang robot yang keren itu!" ucap Tania.
Pria itu pun maju ke depan mengambil pistol yang akan ia gunakan untuk menembak sasaran di depan sana, Revan menghela nafas sejenak lalu menatap wajah Tania dan tersenyum untuk bisa menyemangati dirinya sendiri.
Doorrr...
•
•
"Reno, tunggu!"
Suara teriakan seorang wanita membuat Reno menghentikan langkahnya, ia menggerakkan telinganya karena merasa tidak asing dengan suara tersebut dan ia cukup yakin kalau yang didengar olehnya adalah suara gadis temannya.
Reno pun menoleh ke asal suara lalu tersenyum karena tebakannya benar, ya wanita yang berdiri disana adalah Lyota alias temannya dan mereka sudah lumayan dekat bahkan beberapa kali sempat bertemu sampai makan berdua.
"Lyota...." ucap Reno sembari mengukir senyum.
Gadis itu mendekat lalu membalas senyuman Reno sambil menatapnya dengan menyatukan kedua tangannya di depan, sedangkan Reno tak bisa berkedip melihat paras cantik gadis di hadapannya yang membuat kedua bola matanya merasa indah.
__ADS_1
"Kamu disini juga?" tanya Reno penasaran.
"Iya, aku kebetulan suka sama acara kayak gini! Kamu sendiri, kok bisa sih orang kaya mau main ke tempat beginian?" ucap Lyota terheran-heran.
"Hadeh, kamu masih aja ya kayak gitu!" ujar Reno tersenyum renyah.
"Hehe, ya kan bener kamu tuh orang kaya dan berada! Aku heran aja kenapa kamu mau main kesini, biasanya kan orang kaya tuh mainnya di mall atau tempat-tempat mewah yang lain!" ucap Lyota.
"Harus berapa kali aku bilang sih? Aku ini bukan orang kaya, kenapa kamu masih aja kayak gitu?" ucap Reno tersenyum jengkel.
"Iya iya, maaf! Yaudah aku gak akan bilang begitu lagi sama kamu, oh ya ngomong-ngomong kamu kesini sendiri atau sama keluarga atau pacar kamu?" ucap Lyota bertanya pada Reno.
"Aku sendiri kok, eh ngomong-ngomong kamu sekarang udah mulai sopan ya? Bicaranya jadi aku-kamu..." ucap Reno tersenyum heran.
Lyota baru menyadari kalau sedari tadi ia berbicara dengan Reno dengan kata aku-kamu, ia reflek memegangi mulutnya sekaligus membuang muka karena malu ditatap sambil tersenyum oleh pria di hadapannya itu.
Sementara Reno tampaknya mulai tertarik pada gadis tersebut, ia merasa banyak kesamaan antara Lyota dan Tania walau tentu kedua gadis itu sangat berbeda, terutama dalam urusan sikap serta penampilan.
"Kamu kenapa nanyain aku pergi sendiri atau bareng yang lain? Ohh, pasti kamu mau ngajak aku jalan berdua ya disini?" tanya Reno memancing Lyota.
"Hah? Gak kok, orang gue cuma nanya doang! Basa-basi lah kayak orang biasanya, gak usah kegeeran deh lu!" jawab Lyota gelagapan.
"Hahaha, yaudah biasa aja kali!" goda Reno.
"Eee...."
Lyota pun tampak tersipu dan salah tingkah sendiri karena kata-kata dari Reno, ia tersenyum membelakangi Reno membuat pria yang melihatnya sangat tergoda sekaligus gemas dengan tingkah wanita tersebut.
"Hey, kamu lebih bagus kalo ngomongnya aku-kamu deh daripada lu-gue!" ujar Reno.
"Kenapa gitu?" tanya Lyota sambil membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Reno.
"Kedengeran lebih imut aja, lagian lebih sopan kalo kita ngomongnya sama-sama pake aku-kamu!" jawab Reno tersenyum.
"Ohh, tapi gue gak terbiasa!" ucap Lyota.
"Lah tadi sebelumnya kamu udah ngomong pake aku-kamu kan, kenapa dipindah lagi?" ucap Reno.
"Yaaa.... suka-suka gue lah!" ucap Lyota kembali salah tingkah.
Reno hanya terkekeh melihat tingkah Lyota serta gaya bicara gadis itu yang mendadak tambah menggemaskan, sejenak ia pun melupakan kesedihan di dalam hatinya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...