
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 196
(Buah langganan)
...•...
...•...
Reno dan putrinya sampai di toko buah langganan keluarga mereka yang terletak di pinggir jalan.
Ya walau Reno dan keluarganya adalah orang kaya, tetapi mereka juga tidak sungkan untuk membeli buah-buahan pinggir jalan karena menurut mereka rasanya juga tak kalah dibanding buah supermarket.
Tania langsung turun dari mobil menghampiri penjual dan menyapa penjual tersebut, ya karena ia dan penjual itu sudah cukup dekat.
"Hai, om penjual buah!" ucap Tania kecil.
"Eh eh eh, ada nona Tania kecil yang imut dan gemesin! Apa kabar kamu sayang?" ucap si penjual yang terkejut saat melihat kehadiran Tania disana, ia sampai lupa melayani pembelinya.
"Aku baik, om! Om sendiri apa kabar?" ucap Tania kecil.
"Hahaha, bagus deh! Om juga Alhamdulillah selalu baik kok! Apalagi sekarang, tambah baik deh soalnya ada kamu disini!" ucap si penjual.
Tania senyum-senyum sambil melihat buah jeruk yang ada di depannya.
Tak lama Reno menyusul turun setelah memastikan mobilnya terparkir dengan benar.
Reno tersenyum ketika melihat putrinya sangat akrab dengan si penjual dan banyak pembeli yang merasa gemas padanya.
"Assalamualaikum..." ucap Reno memberi salam.
"Waalaikumsallam, eh tuan Reno!" ucap si penjual.
"Apaan sih, pak? Panggil aja saya Reno, lagian saya ini kan lebih muda dari bapak. Agak gimana gitu kalau bapak panggil saya pakai sebutan tuan, kurang nyaman aja!" ucap Reno.
"Ahaha, iya siap kang Reno!" ucap si penjual.
"Yaudah deh, agak mendingan dibanding yang sebelumnya juga!" ucap Reno tersenyum.
"Pak, mana ini buah saya?" protes pembeli disana.
"Eh iya, maaf banget ya Bu! Saya keasyikan ngobrol jadi lupa, nah ini buah ibu yang tadi udah ditimbang totalnya jadi lima puluh satu ribu!" ucap si penjual menyerahkan buah itu pada pembeli.
"Nah gitu dong, pak! Ini ya uangnya!" ucap pembeli.
__ADS_1
"Terimakasih, ini kembaliannya!" ucap si penjual.
Setelahnya, pembeli itu pergi sembari mencolek wajah gemas Tania.
"Oh ya, kang Reno mau beli buah apa nih?" tanya si penjual.
"Ah saya jadi bingung nih, kira-kira menurut bapak buah yang pas buat orang sakit itu apa ya?" ucap Reno meminta saran pada si penjual karena ia bingung ingin membeli buah apa.
"Ohh, buah jeruk cocok kok kang!" jawab si penjual.
"Wah boleh deh, jeruknya dua kilo ya! Sekalian sama ini deh, manggisnya juga terus buah naga buat putri saya yang gemesin ini!" ucap Reno.
"Ahaha, siap atuh kang!" ucap si penjual.
Penjual itu pun mengambil beberapa buah yang diinginkan Reno lalu menimbangnya.
Setelah dirasa cukup, penjual langsung menyerahkan buah itu pada Reno dan Reno pun membayarnya.
"Ini pak, gausah kembali ya! Seperti biasa buat bapak aja, itung-itung saya berbagi kan sebentar lagi kita mau memasuki bulan puasa yang suci!" ucap Reno tersenyum menyerahkan uang pada si penjual.
"Wah terimakasih, kang! Jadi gak enak nih saya, makasih banyak ya!" ucap penjual itu.
"Sama-sama, yaudah yuk Tania sayang kita pergi! Kamu pamit dulu sama om penjualnya!" ucap Reno.
"Iya pah, om aku pamit ya? Assalamualaikum," ucap Tania kecil pamit pada si penjual sembari mencium tangan penjual tersebut.
Reno dan Tania kecil pun kembali ke mobil.
Tak disangka, Reno melihat Rianti tengah bersama Tania dewasa yang baru keluar dari cafe.
•
•
Rianti dan putranya berpamitan pada Tania serta Revan untuk pulang, tak lupa juga mereka mencubit pipi Rania yang menggemaskan itu.
"Tania, Revan aku sama Athar pamit dulu ya?" ucap Rianti tersenyum.
"Iya Rianti, makasih juga buat waktunya udah mau cerita ke aku tentang kamu!" ucap Tania.
"Ahaha, harusnya aku yang makasih sama kamu! Karena kamu bisa bikin aku sadar dan gak lagi ingat-ingat tentang masa lalu, makasih ya Tania!" ucap Rianti.
Akhirnya kedua perempuan itu berpelukan disana.
"Rania, mamaku sama kakak kamu ngomongin apa sih? Aku kok gak paham ya sama yang dibahas mereka?" bisik Athar pada Rania.
"Aku juga gak tau, begitulah orang dewasa! Udah, sekarang kita fokus aja sama kegiatan kita sendiri para anak kecil!" ucap Rania.
Revan sepertinya mendengar obrolan kedua anak kecil tersebut, ia pun senyum-senyum sendiri.
Setelah saling berpelukan, kini Rianti kembali merangkul putranya untuk segera pulang.
__ADS_1
"Yaudah, yuk Athar kita langsung pulang sekarang! Papa kamu pasti udah nungguin di rumah, Athar pamit gih sama Rania dan kak Tania! Jangan lupa juga sama kak Revan!" ucap Rianti.
"Iya mah, aku pulang dulu ya Rania?" ucap Athar mendekati Rania lalu berpamitan padanya.
"Iya Athar, hati-hati ya!" ucap Rania.
Athar juga mencium tangan Tania dan Revan.
"Aku pamit pulang ya kak Tania, kak Revan? Dadah!" ucap Athar pada kedua orang dewasa itu.
"Iya Athar, duh kamu gemesin banget sih! Kakak jadi pengen cubit pipi kamu terus!" ucap Tania.
"Iya sama, aku juga gak bisa lepas dari wajah Athar yang gemesin ini!" sahut Revan.
"Yeh ikut-ikutan aja!" cibir Tania.
Revan hanya tersenyum pada gadisnya.
"Hahaha, yaudah sayang kita pulang yuk! Oh ya Rania, tante sama Athar pamit dulu ya? Makasih loh kamu udah mau jadi temen putranya tante, jangan nyesel ya temenan sama Athar!" ucap Rianti.
"Gak bakal kok, tante! Aku seneng banget malah bisa kenal sama Athar!" ucap Rania tersenyum.
Setelah selesai berpamitan, Rianti dan Athar pun pulang menggunakan mobil miliknya bersama dengan seorang supir.
Saat di dalam mobil, Rianti tersenyum sembari mengusap puncak kepala putranya.
"Tania benar, aku gak boleh terus terjebak dalam masa lalu! Memikirkan Joshua ataupun Reno gak akan ada manfaatnya buatku, lebih baik aku fokus mengurus Athar dan Christy!" batin Rianti.
Athar mendongak menatap wajah mamanya karena ia penasaran dengan tingkah sang mama.
"Mah, mama kenapa?" tanya Athar heran.
"Mama gapapa kok, mama cuma seneng aja karena Athar punya temen baru disini! Jadi mama gak perlu cemas lagi deh sama kamu!" jawab Rianti.
"Iya mah, aku juga seneng bisa kenal Rania! Dia itu orangnya baik, sama kayak temen-temen ku dulu!" ucap Athar tersenyum.
"Bagus, semoga pertemanan kamu dan Rania langgeng terus ya!" ucap Rianti memeluk putranya sembari mengecup puncak kepala Athar.
"Iya mah," ucap Athar singkat.
Ciitttt....
Rianti terkejut saat sang supir menginjak pedal rem secara mendadak.
"Ada apa sih, pak?" tanya Rianti cemas.
"Maaf nyonya, itu di depan ada mobil yang tiba-tiba nyalip terus cegat mobil kita! Makanya saya terpaksa ngerem mendadak, biar gak nabrak!" jawab supir.
"Hah?" Rianti terkejut.
Rianti coba mencari tau siapakah yang mencegatnya dari depan, ia syok saat seorang pria muncul dari dalam mobil tersebut.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...