
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 143
(Rania yang pilih)
...•...
...•...
Rania masih berpelukan erat dengan mamanya yang tak lain adalah Velove, terlihat Cakra berdiri tegak di samping mereka dan tersenyum melihat keakraban anak dan ibu itu, matanya kini beralih menuju Tania yang tengah berdiri seorang diri tak jauh darinya sembari sesekali melirik ke arah Rania.
Cakra pun menghampiri Tania disana entah untuk apa, Tania yang sadar Cakra hendak mendekatinya pun berpura-pura menatap langit-langit serta sekelilingnya agar Cakra tidak mengira kalau ia tengah memperhatikan Rania dan putrinya yang berpelukan disana cukup erat.
"Tania!" ucap Cakra menyapa gadis itu, kini ia berdiri tepat di samping Tania dan tersenyum padanya.
Tania pun menoleh lalu membalas senyuman Cakra walau hanya sekilas, ia menatap mata Cakra sembari membenarkan rambutnya yang terbawa angin karena kebetulan suasana disana sedang dikerubungi angin kencang padahal gak mendung.
"Ada apa, ya?" tanya Tania memasang wajah dingin.
"Eee... gak ada apa-apa sih, saya cuma mau minta izin sama kamu! Ya walau seharusnya saya gak perlu minta izin segala, tapi saya ingin menghargai kamu yang sudah menjaga Rania selama ini!" ucap Cakra.
"Emangnya mau minta izin ngapain?" tanya Tania.
"Ya, rencananya saya dan Velove mau membawa Rania jalan-jalan bahkan mampir ke rumah kami! Tentunya kami mau Rania jadi lebih dekat keluarga kandungnya yaitu kami, boleh kan?" ucap Cakra.
"Gak! Untuk kali ini saya gak bisa kasih izin, Rania harus pulang ke rumah saya!" ucap Tania tegas.
__ADS_1
Cakra tersenyum menatap wajah Tania yang terlihat dipenuhi kecemasan serta kekhawatiran kalau dia akan kehilangan Rania, sepertinya Cakra paham betul akan itu dan mencari cara untuk coba menenangkan Tania agar mau mengizinkannya juga membawa Rania pergi.
"Kamu tenang aja, Tania! Saya janji akan memulangkan Rania kembali ke rumah kamu setelah kami puas jalan-jalan, untuk sekarang ini saya masih memberi kesempatan bagi kamu untuk bersama Rania dan merawatnya!" ucap Cakra.
"Apa maksud anda bicara seperti itu? Dengar ya, kalau anda bicara soal siapa yang berhak merawat Rania itu sudah jelas saya yang lebih berhak! Kenapa? Ya karena saya lebih dulu bersama dia, memang anda keluarga kandungnya... tapi ingat, anda sudah membuang Rania di sungai!" ucap Tania.
"Sabar, Tania! Saya kan tidak ingin cari ribut disini, kalau kamu saja tidak bisa kehilangan Rania apalagi saya dan anak saya! Kami sangat rindu dengan Rania, sekian tahun kami berusaha mencari dia tetapi gagal! Dan begitu sekarang kami berhasil, mengapa kamu malah menghalangi kami untuk bisa bersama dia lagi?" ujar Cakra.
"Udah deh, gausah drama jadi orang! Saya cuma mau lepas Rania kalau dia sendiri yang memintanya, tanpa ada intimidasi dari anda maupun putri anda itu!" ucap Tania.
"Oke, saya yakin Rania pasti akan memilih untuk bersama keluarga kandungnya dibanding bersama kamu yang sudah jelas bukan siapa-siapanya!" ucap Cakra menerima kemauan Tania.
Akhirnya Cakra kembali menghampiri Velove yang kini sudah melepas pelukannya dari Rania, mereka berdua juga nampaknya penasaran apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Cakra & Tania sampai terlihat di wajah keduanya kalau mereka tengah tegang.
"Pah, papa kenapa sih?" tanya Velove.
"Gapapa, sayang!" jawab Cakra.
"Rania, kamu sekarang jawab pertanyaan kakek ya!" ucap Cakra beralih menatap Rania yang berada di samping mama kandungnya.
Tania pun kini juga sudah berada di dekat mereka bertiga untuk mendengar sendiri apa yang akan dijawab oleh Rania, ia sangat yakin kalau Rania pastinya akan memilih untuk bersamanya.
"Kamu lebih pilih tinggal sama kakek dan mama, atau sama kakak Tania....??" ucap Cakra.
Sontak Rania terkejut mendengar pertanyaan kakeknya itu, begitupun dengan Velove yang reflek menutupi mulutnya saat papanya bertanya seperti itu pada putrinya yang masih baru mereka temukan.
"Kenapa kakek tanya begitu? Emangnya gak bisa kalo kita tinggal bareng-bareng aja berempat?" tanya Rania dengan wajah polosnya.
"Gak bisa, sayang! Udah sekarang kamu jawab, mau tinggal sama kakak atau mereka...???!!" ucap Tania sambil tersenyum menatap wajah adiknya.
Rania terdiam sejenak memikirkan jawaban yang harus ia pilih saat ini, tentu sulit baginya kalau diberi pilihan seperti itu karena ia sangat menyayangi semua orang yang dekat dengannya sejak kecil.
•
__ADS_1
•
"Pak, stop pak!"
Revan meminta pada supir taksinya untuk berhenti karena ia melihat sosok wanita yang dicintainya tengah berada di depan sebuah sekolah dasar, wajahnya pun tampak sumringah dan senyum renyah terpampang di bibirnya begitu melihat wanita yang tak lain adalah Tania.
"Saya turun disini aja, pak! Ini ongkosnya..." ucap Revan sembari memberikan sejumlah uang pada supir taksi tersebut.
Setelahnya, Revan pun turun dari mobil lalu berjalan menghampiri Tania yang tengah berbicara bersama Rania dan keluarga kandungnya yang mempermasalahkan mengenai hak asuh Rania atau siapa yang lebih berhak merawat Rania.
Revan yang tadinya hendak menghampiri Tania lalu berbicara dengannya, mendadak berubah pikiran dan mengurungkan niatnya itu lantaran ia melihat kalau Tania sedang bicara serius bersama kedua orang di hadapannya itu dan tak ingin mengganggunya.
"Ah kalo gue deketin nanti malah ganggu lagi, tapi gue pengen banget ketemu Tania!" gumam Revan.
Revan pun berpikir keras untuk memilih apakah ia harus tetap lanjut berjalan ke depan menemui Tania, atau justru ia akan pergi kembali ke tempat kerjanya untuk lanjut membuka jam praktek bagi orang-orang stress di luaran sana.
Akhirnya Revan memutuskan untuk menghampiri Tania di depan sana karena ia ingin berbicara dengan gadis itu, ia juga penasaran apa sebenarnya yang sedang dibicarakan oleh Tania bersama kedua orang di hadapannya hingga seserius itu.
"Tania..."
Seketika mereka berempat menoleh secara bersamaan ke arah Revan begitu muncul suara memanggil nama Tania, tentu saja Revan terkejut karena yang ia panggil hanya Tania tapi yang nengok semuanya.
"Eee... sorry aku ganggu, aku cuma kebetulan lewat!" ucap Revan tampak merasa bersalah.
Tania pun langsung mengubah wajahnya dari tegang menjadi tersenyum manis saat melihat Revan, hal itu membuat Revan sedikit lega karena ternyata gadisnya tidak marah atau sekedar kesal padanya yang telah mengganggu obrolan mereka.
"Gapapa kok, kamu gak ganggu sama sekali malah! Oh ya, kamu lagi ngapain disini?" ucap Tania.
"Aku emang suka lewat sini kalo mau ke tempat kerja, tapi sebelum ini aku gak pernah lihat kamu!" ucap Revan.
"Ohh, mungkin antara aku udah pulang atau belum dateng!" ucap Tania.
Akhirnya pembicaraan antara keempat manusia itu harus ditunda lantaran Revan muncul, dan Tania pun mengizinkan Cakra serta Velove membawa Rania jalan-jalan dengan syarat habis ashar harus pulang kembali ke rumahnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...