Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 74 (Pertarungan)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


Oke guys karena sekarang sudah memasuki episode 20 (wah gak kerasa yaπŸ˜±πŸ˜‚) jadi author akan bikin sesuatu yang spesial pada cerita novel ini, yap apakah itu...???


Ayo langsung baca aja guys biar tau😁


...happy reading....πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...|||...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 20


(Aksi preman cantik)


...β€’...


...β€’...


Tania bersama Riko dan 2 pengawalnya datang ke sebuah rumah yang lumayan besar dan bertingkat, tampak Tania sedikit menurunkan kacamata hitamnya saat sampai disana.


"Boleh juga rumahnya...." ucap Tania perlahan sambil melirik ke rumah tersebut dari dalam mobil.


Setelah mobilnya berhenti sempurna, barulah Tania turun dari sana dengan membawa sling bag di tangannya... tak lupa juga para pengawalnya mengikuti ia dari belakang.


Saat sampai di depan gerbang, Tania langsung disambut oleh 2 orang berpakaian hitam yang sepertinya adalah penjaga rumah itu.


"Heh, mana yang namanya Rudolf...??" ujar Tania bertanya pada dua orang itu sambil mendekat ke pagar.


"Siapa lu ha? Datang-datang langsung teriak aja, emangnya lu gak pernah diajarin sopan santun apa sama emak bapak lu? Ini tuh rumah orang seenaknya aja main teriak-teriak..!!" ujar salah seorang dari mereka.


Tania tersenyum meledek lalu menurunkan sedikit kacamata hitamnya dan melihat nama yang tertera di baju sergama pria itu.


"Ohh nama lu Aziz, denger ya bang Ajis! Buat apa gue sopan sama orang-orang kayak kalian sih? Udah bagus loh gue tanya dulu sama kalian, biasanya sih gue kalo masuk rumah orang itu langsung masuk aja tanpa permisi!" ujar Tania tersenyum kembali.


"Songong banget lu cewek, mentang-mentang ada bodyguard yang ngawal lu jadi belagu kayak gini! Emang lu siapa ha, berani lu sama kita berdua..??" ujar Aziz.


"Gue Tania anak angkat bang Jordi, gue kesini mau ketemu sama Rudolf karena gue ada urusan sama dia! Jadi kalian mending panggil bos kalian itu suruh kesini temuin gue, karena gue gak mau lama-lama bicara sama kalian! Kalian itu gak penting sama sekali buat gue, jadi cepetan panggil dia...!!" ujar Tania dengan nada bicara yang keras.


"Kurang ajar banget nih cewek, heh kalo mau ketemu sama bos Rudolf itu harus ada janji dulu! Nah lu udah buat janji belum sama si bos? Jangan main seenaknya aja jadi orang, denger ya jangan mentang-mentang lu punya bodyguard kita jadi takut sama lu..!!" ujar Aziz.


"Yaelah ribet amat sih, mau ketemu sama rentenir aja pake segala harus bikin janji! Udah cepet lu panggil bos lu suruh kesini, kalo gak gue bakal obrak abrik rumahnya yang gak terlalu besar ini! CEPET...!!!" ujar Tania.

__ADS_1


"Buseh makin nyolot aja nih cewek, lu minta dihajar ha?" ujar Aziz tersulut emosi lalu membuka gembok pintu pagar tersebut.


Tania pun mundur 2 langkah menjauh dari Aziz, sementara penjaga itu terus mendekati Tania dan bersiap menghajarnya.


"Sini lu lawan gua...!!" teriak Aziz.


"Cih cari mati, pak Riko tolong pegang sebentar ya saya mau olahraga dulu udah lama nih gak begini!" ucap Tania tersenyum lalu menitipkan sling bag nya pada Riko.


"Hati-hati non...!!" ucap Riko yang sebenarnya cemas karena ia belum tau kalau Tania jago bela diri saat masih jadi copet dulu.


Tania pun mengambil ancang-ancang untuk menyerang 2 pria penjaga rumah itu, kebetulan saat ini ia memakai celana jadi bisa leluasa bergerak.


Aziz langsung melayangkan pukulan ke wajah Tania, namun dengan cekatan Tania mampu menangkisnya dan berbalik menyerangnya dengan lutut bagian kanannya tepat ke arah perut Aziz.


"Aaaaa...." rintih Aziz saat perutnya terkena tendangan dan tangannya dipelintir oleh Tania.


Tania pun melepaskan tangan Aziz, pria itu langsung membungkuk memegangi tangan dan perutnya yang sakit.


Itu dijadikan kesempatan oleh Tania untuk memukul punggung Aziz dengan sikunya, sontak pria itu langsung tergeletak di aspal.


Setelah temannya kalah, penjaga satunya yang bernama Herman pun maju coba memukul Tania dengan tongkatnya.


Namun, dengan mudah juga Tania melumpuhkan Herman dan mengambil tongkatnya lalu ia gunakan untuk memukul tubuh Herman hingga tergeletak di samping Aziz.


Setelah keduanya tepar, Tania pun masuk ke dalam bersama Riko dan 2 pengawalnya.


Di dalam, bodynya Rudolf makin banyak yang berdatangan menghadang Tania... tampak mereka mengetahui kalau Tania sudah menghajar dua rekannya hingga terkapar.


"Heh, berani-beraninya lu cari keributan disini! Emang dasar cewek aneh lu...!!" teriak salah seorang dari mereka.


Tania hanya tersenyum sinis saat itu, ia melepas kacamata hitamnya dan memperlihatkan wajah cantiknya di hadapan bodyguard bodyguard Rudolf itu.


"Kalian juga mau bernasib sama seperti dua teman kalian disana itu?" tanya Tania berlagak sombong sambil menunjuk ke arah dua penjaga yang sudah terkapar.


"Cih justru kita yang bakal bikin lu tepar lebih parah dari mereka...!!!" teriak salah seorang dari mereka lalu mulai maju menyerang Tania.


Karena jumlahnya cukup banyak, Riko dan 2 pengawalnya pun turut bertarung membantu Tania karena tak mungkin kalau gadis itu mengatasi mereka sendirian.


Bahkan saat ini saja Tania harus menghadapi dua orang bertubuh besar sekaligus yang mengepungnya dari arah berlawanan.


β€’


β€’


Di dalam rumah, terlihat Rudolf kebingungan karena ada suara keributan dari luar rumahnya.


Ia pun bertanya pada asistennya sebut saja namanya Alif mengenai suara keributan tersebut, karena sebelumnya rumah itu aman-aman saja.

__ADS_1


"Alif, apa yang terjadi di luar? Kenapa seperti ada orang yang sedang bertarung??" tanya Rudolf.


"Begini bos, jadi tadi ada seorang wanita datang kesini dengan 3 pengawalnya! Dia mau ketemu sama bos tapi dari cara bicaranya dia seperti ingin menantang bos, makanya bodyguard bos terpancing emosi dan akhirnya terjadilah keributan diantara mereka..." jelas Alif.


"Ohh, siapa wanita itu Alif dan ada apa dia ingin bertemu dengan saya...??" tanya Rudolf kembali.


"Dari yang saya dengar sih, dia anak angkatnya Jordi si bos copet di kota ini! Mungkin dia datang kesini karena ingin balas dendam bos, soalnya Jordi kan masuk rumah sakit setelah dihajar oleh bodyguard bos..." jawab Alif.


"Ohh jadi dia ingin balas dendam? Hahaha punya nyali besar juga gadis itu, baiklah saya akan temui dia di luar! Siapa tau saya bisa gunakan gadis itu sebagai alat pemuas saya!" ujar Rudolf tertawa sendiri kemudian berjalan ke luar rumahnya dengan menggunakan tongkat dan juga dibantu oleh Alif.


"Mari bos saya bantu...." ucap Alif membantu Rudolf berjalan dengan memegangi tongkatnya dan juga tangan pria tua itu.


Saat di luar, Rudolf langsung syok karena mendapati para bodyguard nya sudah tergeletak di aspal.


"Apa? Tidak mungkin...!!! Bagaimana bisa seluruh anak buah ku dikalahkan olehnya?" ujar Rudolf tak percaya saat itu.


Tania pun melihat keberadaan Rudolf disana, ia langsung menatap tajam ke arah pria tua itu dan langsung menghampirinya.


Rudolf tampak ketar-ketir saat Tania mendekati dirinya, dengan sigap Alif langsung melindungi bosnya itu agar tak disentuh oleh Tania.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Rudolf.


"Gue mau lunasin hutang ayah gue, tapi bodyguard lu malah ngelarang gue buat masuk! Jadi ya terpaksa gue hajar mereka supaya bisa kasih uangnya ke lu...." jawab Tania.


"Haha, baguslah kalau begitu tolong maafkan kelakuan bodyguard saya! Mungkin mereka hanya ingin menjaga saya, karena mereka mengiranya kamu ingin menghajar saya!" ujar Rudolf sambil tertawa.


"Gausah ketawa lu, udah Howard serahin uangnya ke dia terus kita balik..!!" ujar Tania dengan wajah jutek lalu memerintahkan Howard alias pengawalnya untuk memberikan koper berisi uang pada Rudolf.


Rudolf yang tadi tertawa mendadak terdiam saat Tania membentaknya, tapi ia kembali sumringah saat menerima koper berisi uang dari Howard.


"Apa ini jumlahnya sudah sesuai dengan hutang-hutang Jordi dan juga bunganya?" tanya Rudolf.


"Iya, itu totalnya 500 juta... sengaja gue lebihin itung-itung santunan buat kakek panti jompo," jawab Tania kemudian memakai kembali kacamata hitamnya dan memberi kode pada Riko dan 2 pengawalnya untuk pergi dari sana.


Sontak mereka berempat pergi meninggalkan Rudolf yang masih syok namun bahagia saat membuka isi koper, sedangkan para bodyguardnya masih pada tergeletak.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


Nah itu dia ya guys cerita spesialnya, Tania kembali seperti dulu jadi tomboy lagi😍 itu kan yang kalian mau selama ini?πŸ˜πŸ˜‚


Tapi tenang aja guys Tania belum kepikiran kok buat balik nyopet lagi, tapi ada kemungkinan kalau dia bakal jadi preman lagiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


...❀️❀️❀️...

__ADS_1


__ADS_2