
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 75
(Berat)
...•...
...•...
Rianti membuka matanya lalu kebingungan karena saat ini ia berada di rumah sakit dan tengah terbaring di atas ranjang, matanya melihat ke sekeliling sambil memegangi keningnya yang pusing. Sampai akhirnya pandangannya tertuju pada seorang pria yang tengah memandanginya dari belakang pintu.
Ya pria itu ialah Lionel alias suaminya, Lionel tersenyum melihat Rianti telah sadar lalu berjalan ke dekatnya tanpa menghilangkan senyumnya. Sementara Rianti masih menatap heran ke arah suaminya, ia tahu betul sekarang dirinya berada di ruang bersalin. Saat suaminya sudah sangat dekat, Rianti malah mengalihkan pandangannya ke arah lain. Rupanya rasa kesal di hati Rianti masih belum hilang, tentu saja karena ia menyaksikan sendiri suaminya selingkuh dengan wanita lain.
"Kok malah buang muka? Udah bagus loh tadi kamu mau tatap aku lumayan lama, lihat kesini lagi dong! Sayang, aku gak bisa terus-terusan dicuekin begini sama kamu!" ucap Lionel menggenggam telapak tangan Rianti sambil membungkuk sedikit.
"Apaan sih, mas? Ini kenapa aku bisa ada di rumah sakit coba?" ujar Rianti terheran-heran.
"Ya tadi kan kamu pingsan, makanya sebagai suami siaga aku langsung bawa kamu ke rumah sakit untuk diperiksa sama dokter! Eh ternyata kamu itu bukan sakit, tapi lagi hamil anak kita yang kedua..." jawab Lionel menjelaskan sambil tersenyum.
Sontak Rianti semakin dibuat terkejut mendengar perkataan suaminya, ia hamil? Bagaimana mungkin dirinya bisa hamil disaat seperti ini, padahal seharusnya Rianti sudah pergi jauh dari suaminya dan melupakan semua tentang Lionel. Namun, ia malah mengandung kembali anak dari suaminya itu dan tentunya tidak mudah baginya untuk pergi dalam kondisi hamil seperti ini.
"Hah? Maksud kamu? Gausah ngaco deh, mana mungkin aku hamil!" ujar Rianti.
"Gak ada yang gak mungkin, kita kan selalu berhubungan setiap malam! Jadi ini hasil dari proses yang kita lakukan itu, sayang! Usia kandungan kamu sudah menuju 4 bulan loh..." ucap Lionel tersenyum bahagia sambil mengusap-usap rambut sang istri.
__ADS_1
Momen yang harusnya sangat membahagiakan bagi Rianti ini malah berubah menjadi menyedihkan, ia harus mengandung anak suaminya disaat ia memergoki sang suami selingkuh dengan perempuan lain. Tentu saja hal ini sangat berat bagi Rianti karena ia harus bisa lebih kuat demi menjaga bayi di dalam kandungannya, walau sebenarnya ia tidak mengharapkan kehadiran bayi ini.
Rianti meneteskan air mata saat menolehkan kepalanya ke arah lain, hatinya terluka namun ada nyawa yang harus ia perjuangkan dan tidak mungkin ia biarkan begitu saja. Sementara Lionel juga melihat tetesan air mata mengalir di wajah sang istri, ia ingin sekali menghapusnya dan menggantinya dengan senyuman. Akan tetapi, itu tidak mungkin ia lakukan karena Rianti masih menyimpan amarah padanya.
"Kenapa ini harus terjadi sekarang? Harusnya aku gak hamil, kalau begini sulit buat aku untuk tinggalin mas Lio yang udah berkhianat itu..." batin Rianti.
•
•
Akhirnya Lionel membawa kembali istrinya pulang ke rumah, dengan perasaan terpaksa Rianti harus kembali menginjakkan kakinya di rumah sang suami. Walau sebenarnya ia sangat tidak ingin datang kesana lagi, matanya menatap nanar ke arah rumah besar itu mengingat banyak kenangan romantis yang ia lakukan dengan suaminya. Sayang sekali semua kenangan itu harus ternoda dengan pengkhianatan yang dilakukan Lionel, Rianti pun menghapus air matanya agar anak-anaknya tak ikut bersedih.
Lionel memandang istrinya yang masih belum mau turun dari mobil padahal mereka sudah sampai di rumah, ia pun berusaha menanyakannya pada Rianti dengan berhati-hati agar wanita itu tidak marah.
"Eee sayang, kita turun yuk! Pasti anak-anak seneng banget denger kabar kalau kamu hamil lagi, jangan sedih di depan anak-anak ingat!" ucap Lionel.
Rianti hanya diam menatap wajah suaminya sekilas lalu melepas seat belt yang ia kenakan, Rianti pun turun dari mobil tanpa mengucap sepatah katapun. Lionel memaklumi itu karena istrinya memang masih marah padanya, bagaimanapun juga tindakannya terhadap Shani sudah sangat keterlaluan.
"Aku harus menjauh dari Shani, aku juga harus bikin dia pergi jauh dari kehidupan ku! Gak ada satupun manusia di bumi ini yang bisa pisahkan kita, Rianti! Aku sayang sama kamu, apapun akan aku lakukan demi keutuhan rumah tangga kita..." batin Lionel.
"Jangan dilepas!" ucap Lionel menahan Rianti yang ingin melepas genggamannya. "Kita harus tetap terlihat romantis di depan anak-anak!" sambungnya.
Rianti pun setuju dengan perkataan suaminya, gimanapun juga ia tak ingin melihat putra-putrinya bersedih ketika tau orangtuanya tengah marahan. Akhirnya mereka masuk ke rumah dengan bergandengan tangan walau Rianti masih tampak sangat marah pada lelaki di sampingnya.
"Hey, senyum dong! Kalo muka kamu ketus gitu, nanti orang rumah pada curiga!" ucap Lionel.
"Gausah bawel deh, mas!" ujar Rianti kesal.
"Ini demi anak-anak...." ucap Lionel.
Rianti pun memutar bola matanya sebelum kemudian ia mengeluarkan senyum di wajahnya, Lionel tampak senang melihatnya lalu lanjut berjalan menuju dalam rumah untuk menemui anak-anak mereka dan memberi kabar tentang kehamilan Rianti.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Reno baru menyelesaikan meeting nya bersama William Abraham alias papa Tania. Mereka pun tampak saling tersenyum puas karena meeting kali ini berjalan lancar, terpampang keceriaan di wajah Reno karena bisnis yang ia rintis bersama mendiang istrinya kini akan semakin maju.
"Syukurlah, saya harap setelah ini perusahaan Reno Rosa abadi bisa makin berkembang... kalau kamu masih ada, aku yakin kamu pasti bangga sekali Rosa!" batin Reno.
Mereka pun saling bersalaman sebelum berpamitan karena meeting kali ini sudah selesai, William langsung bangkit dari duduknya hendak pergi meminta izin pada Reno untuk pulang.
"Ya baiklah, semoga proyek kita lancar terus!" ucap William tersenyum.
"Aamiin, pak!" ucap Reno.
"Yasudah, kalau begitu saya dan yang lain langsung pulang ya! Untuk pembahasan selanjutnya akan diurus oleh putri saya, dia yang sekarang memegang kendali atas perusahaan saya ini! Ya umur saya yang sudah tua ini tentu sulit jika harus mengendalikan semua cabang perusahaan, makanya saya mengutus putri saya untuk mengelolanya..." ucap William.
"Benar itu, pak! Orang seusia anda memang sudah harus menikmati masa tua dengan bersantai di rumah sambil nonton tv, sekarang giliran putra-putri anda yang bergantian mengurus perusahaan!" ucap Reno tersenyum.
"Ya itu yang saya maksudkan, tapi entah kenapa putri saya ini sampai sekarang belum mau menikah! Dia ini memang wanita yang unik, tidak pernah berdandan seperti wanita lainnya dan malah suka berkelahi di jalanan! Padahal saya sudah menantikan momen dia menikah lalu memiliki anak, jadi saya bisa menimang cucu dari dia!" ujar William.
"Oh ya? Memangnya nama putri anda itu siapa?" tanya Reno penasaran karena ciri-ciri yang dijelaskan William seperti tidak asing baginya.
"Namanya, Tania! Dia anak bungsu saya, kalau anda ingin berkenalan dengannya maka secepatnya akan saya minta dia untuk ketemu dengan anda!" ucap William.
Sontak wajah Reno berubah, senyum di wajahnya mendadak hilang dan berganti menjadi raut kebingungan tak percaya jika yang di hadapannya saat ini adalah sang papa dari wanita tercintanya.
"Tania? Apa yang dimaksud itu, Tania yang sama dengan yang aku kenal??" batin Reno terkejut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Nah itu dia visualnya Lionel Fransisco Mahendra, yang sekarang udah jadi suami Rianti...
...❤️❤️❤️...