
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 304
(Jaga hawa nafsuu)
...•...
...•...
Rianti masih sangat penasaran apa saja yang dibahas oleh Reno dan juga putranya kemarin saat mereka jalan berdua, ya Rianti sedikit khawatir dan cemas kalau sampai Reno berani mengatakan pada Athar tentang identitas siapa dirinya, tentu pastinya Athar akan sangat marah padanya dan menganggap Rianti adalah tukang bohong yang sengaja merahasiakan itu semua dari Athar.
Melihat istrinya murung di kamar, Lionel pun bergerak menghampiri Rianti sambil tersenyum lalu duduk di samping wanita itu. Lionel memegang dua pundak Rianti dari samping dan membuat istrinya itu terkejut, Rianti menoleh menatap Lionel dengan rasa kaget yang masih ia rasakan. Sedangkan Lionel sendiri justru tertawa kecil melihat reaksi istrinya.
"Hahaha, kamu lucu banget sih sayang! Umur kamu udah lumayan, tapi masih tetap gemesin kayak anak abg gitu! Aku jadi makin makin sama kamu sayang!" ucap Lionel sembari mencubit pipi Rianti.
"Kamu apaan sih, mas? Ngapain coba kamu masuk ke kamar lagi? Bukannya tadi kamu pamit mau main golf sama teman-teman kamu?" tanya Rianti.
"Gak jadi sayang, aku mau disini aja nemenin kamu mumpung hari libur! Jadi, kita bisa berduaan sepuasnya sampai malam bahkan besok paginya lagi! Aku ini kan gak terlalu jauh dari kamu sayang, takutnya aku malah sakit karena aku gak ada di dekat kamu!" ucap Lionel sembari menaruh dagunya di pundak sang istri.
"Haish, kamu gombal mulu ya kerjaannya mas! Aku heran deh sama kamu!" ujar Rianti.
"Tapi kamu suka kan?" tanya Lionel menggoda.
__ADS_1
Rianti hanya memutar bola matanya lalu membuang muka dari tatapan Lionel, namun dengan segera Lionel menarik kembali wajah sang istri dan memberi kecupan kecil di bibirnya.
Cupp!
"Kamu jangan buang muka dong! Aku kan pengen lihat cantiknya wajah kamu, sama aku juga pengen usap bibir kamu yang manis ini!" goda Lionel sembari mengusap bibir mungil istrinya.
"Iya mas, kamu sebenarnya nyamperin aku kesini mau apa sih?" tanya Rianti heran.
"Aku penasaran aja sama kamu, soalnya daritadi aku lihat kamu murung gitu di kamar. Makanya aku samperin aja kamu kesini, cerita dong sayang ada apa sih sebenarnya?!" ucap Lionel.
"Umm, enggak kok mas. Aku cuma mikir sedikit aja soal Athar yang kemarin jalan sama Reno, aku takut Reno ada bicara sesuatu sama Athar soal masalah ayah kandung Athar! Aku gak mau itu sampai terjadi mas, nanti pasti Athar bisa marah!" ucap Rianti.
"Loh emang Reno udah tahu juga masalah kalau aku ini bukan ayah kandung Athar?" tanya Lionel tampak terkejut mendengar perkataan Rianti.
"I-i-iya mas, Reno udah tahu semuanya. Aku sendiri yang cerita ke Reno soal itu," jawab Rianti.
"Hah? Kok bisa sih? Emang seberapa dekat sih kamu dengan Reno itu, sampai masalah pribadi kita aja kamu ceritain ke dia? Aku heran deh sama kamu, katanya cuma temen kok sampe segitunya?" ujar Lionel mulai salah paham.
"Baiklah, cepat jelasin!" ucap Lionel tak sabar.
Rianti terdiam sejenak menelan saliva dengan kasar serta menghela nafasnya, ia masih sedikit ragu untuk bisa menceritakan tentang kejadian masa lalunya dengan Reno yang berakibat pada lahirnya Athar. Biar gimanapun Rianti tetap khawatir kalau suaminya itu kecewa karena ia membohonginya selama ini.
"Eee a-aku itu sama Reno dulu pernah berhubungan, dari hubungan itu aku hamil dan Athar adalah anak kandung Reno. Itulah alasan aku kasih izin Reno buat bawa pergi Athar, karena Reno juga udah tahu kalau Athar itu anak kandungnya!" jelas Rianti.
Degg!
Lionel tersentak kaget mendengar itu.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Tania lumayan terkejut melihat Revan datang ke rumahnya di sore hari menjelang berbuka puasa ini. Namun, tentu Tania sangat senang karena ia akhirnya bisa bertemu sang kekasih di hari pertama puasa dan memang sejak tadi Tania terus saja kepikiran dengan Revan, ya dengan kedatangan Revan pun Tania langsung menghampiri pria itu.
Keduanya kini duduk di taman depan rumah sambil saling mengobrol, Revan terus menatap wajah Tania dari samping dan tersenyum manis, ia cukup senang bisa melihat wajah cantik gadisnya lagi. Sedangkan Tania sendiri tampak malu-malu dan tak berani balik menatap wajah Revan, entah mengapa Tania merasa sangat gugup saat berdekatan dengan Revan kali ini.
"Sayang, kamu kok nunduk aja sih? Aku ada disini loh, harusnya kamu lihat muka aku dong! Kamu kan tahu aku pengen berduaan sama kamu, kalau kamu nunduk aja ya percuma dong!" ucap Revan.
"Eee ma-maaf, Van! Abisnya aku gak tahu mau bicara apa dan mau ngapain sekarang, kita kan lagi puasa makanya aku gak mau banyak bicara takut haus! Terus aku juga gak mau bikin kamu tergoda, nanti puasa kita bisa batal loh!" ucap Tania gugup.
"Hahaha, iya juga sih. Ya minimal jangan nunduk terus lah sayang!" ucap Revan tersenyum.
"Iya, ini aku gak nunduk kok. Aku tatap nih wajah kamu, biar kamu seneng dan enggak protes lagi!" ucap Tania mendongak menatap wajah Revan.
Revan pun tersenyum senang melihatnya, ia mencengkram rahang gadisnya dan memajukan wajahnya menatap Tania dari jarak dekat. Hal itu membuat Tania semakin gugup dan suasana jantungnya tak baik-baik saja, ya Tania cemas Revan akan berbuat yang tidak-tidak padanya disana.
"Van, jangan gitu!" tegur Tania.
"Hahaha, kamu gak perlu takut sayang! Aku ini tahu kok apa yang kamu inginkan, kamu sebenarnya mau dicium kan sama aku sayang? Tenang aja, aku gak akan lakuin itu sekarang biar puasa kita gak batal!" ucap Revan tersenyum.
"Hah? Siapa yang minta dicium? Aku justru takut kalau kamu cium aku, ingat Revan kita lagi puasa dan harus tahan hawa nafsuu! Kalau kamu masih kayak gini, nanti khilaf loh!" ujar Tania.
"Iya iya, aku lepasin deh. Aku juga menjauh dari kamu, biar kita sama-sama gak khilaf!" ucap Revan.
Revan pun melepas cengkraman tangannya dari rahang Tania dan menggeser posisi duduknya agak menjauh dari Tania, namun tetap saja ia terus menatap wajah Tania dan tak mungkin bisa melepas pandangannya itu.
"Gak perlu jauh-jauh lah, Revan! Deketan gapapa, asal kamu bisa tahan nafsuu kamu!" ucap Tania.
"Itu dia yang susah sayang, kamu kan tahu aku ini kayak gimana? Kalau deketan sama kamu, itu rasanya aku pengen terus ciumin kamu!" ujar Revan.
"Hahaha..." Tania terkekeh kecil.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...