Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 121 (Cloud bread)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 65


(Cloud bread)


...•...


...•...


Joshua membawa piring berisi makanan untuk sarapan tahanannya yakni Felicia, memang ia harus melayani wanita itu dengan memberinya makanan setiap tiga kali sehari agar tidak dianggap menyiksa manusia. Joshua sengaja mengantarnya sendiri supaya bisa bertemu dengan gadis itu, sebenarnya ia memiliki seorang asisten rumah tangga yang bisa disuruh melakukan itu tapi ia tidak mau.


TOK TOK TOK...


Sesampainya di depan kamar gadis itu, Joshua langsung mengetuk pintu dengan keras walau sebenarnya itu tak perlu ia lakukan karena pintunya dikunci sendiri olehnya. Namun, Joshua melakukan itu sebagai formalitas saja supaya Felicia bisa siap-siap dulu sebelum bertemu dengannya.


Ceklek...


Joshua membuka pintu perlahan lalu menongolkan wajahnya ke dalam kamar itu, terlihat Felicia tengah duduk di depan cermin menyisir rambutnya dan memakai dress putih yang dibelikan Joshua sebelumnya. Gadis itu tampaknya baru selesai mandi karena terlihat handuk basah terjembreng di dekat gantungan baju, Joshua pun masuk begitu saja lalu menutup kembali pintunya dan berjalan melangkah mendekati Felicia disana.


"Morning, makan nih!" ucap Joshua singkat sambil meletakkan sepiring nasi serta segelas air mineral di atas meja samping tempat tidur.


"Thanks," jawab Felicia dingin tanpa menoleh ke arah Joshua dan terus menyisir rambutnya menghadap cermin seperti tak perduli dengan kehadiran Joshua disana.

__ADS_1


Joshua pun memaklumi jika gadis itu bersikap dingin padanya, tentu karena ia telah merenggut kesuciannya secara diam-diam saat malam itu tanpa meminta persetujuan dulu dari Felicia. Akhirnya Joshua memilih keluar dari kamar itu membiarkan Felicia sendiri memakan makanan darinya.


Setelah Joshua keluar dari kamarnya, Felicia baru melirik makanan yang diberikan Joshua tadi dan terlihat tertarik untuk memakan itu. Ia pun bangkit lalu mengambil piring serta gelas di atas meja dan memakannya saat itu juga, ia tampak sangat lapar karena memang belum sarapan daritadi.


Sementara Joshua masih berdiri di depan pintu kamar Felicia sambil menyunggingkan senyum dengan nampan di tangannya, entah mengapa ia seperti merasakan perasaan yang berbeda saat melihat Felicia mengenakan dress pemberiannya.


"Gadis itu cantik banget pake dress dari gue, kelihatan cocok kayaknya kalo dijadiin istri gue daripada Olivia yang terus-terusan gantung gue!" batin Joshua menyandarkan kepalanya di pintu.


Setelah puas membayangkan wajah Felicia, Joshua pun lanjut berjalan menuruni tangga untuk mengembalikan nampan itu ke dapur dan melanjutkan aktivitasnya yakni menonton kartun di tv seperti anak kecil. Enggak deh, ternyata Joshua cuma mampir di channel kartun karena dia sebenarnya pengen nonton film azab kumenangis yang sangat disukai seluruh orang di mars.




Sementara itu, Olivia tengah dalam perjalanan menuju rumah Joshua dengan mobilnya. Tampak sebuah kotak kue yang dihias dengan pita berwarna pink tergeletak di kursi sampingnya, ya ia sengaja membelikan itu untuk Joshua sebagai hadiah atas pencapaiannya yang telah berhasil menang lotre eh maksudnya berhasil bikin toko sembako miliknya jadi lebih luas dan terkenal bahkan sekarang berubah menjadi minimarket modern.


Olivia tampak sumringah mengendarai mobilnya dengan satu tangan tanpa rasa takut, bahkan ia sambil joget pargoy disana menikmati musik dari radio yang disetelnya. Tak lupa Olivia menaruh ponselnya di atas paha untuk merekam dirinya joget pargoy dari bawah, supaya viral dan fyp.


"Pasti Joshua seneng aku kasih dia kue ini sebagai hadiah, langsung aja deh aku masuk ke dalam dan kasih surprise ke dia..." ucap Olivia tersenyum lalu mengambil kotak kuenya.


Gadis itu pun membuka pagar rumah Joshua kemudian berjalan masuk mendekati pintu depan rumah pria tersebut, tanpa basa-basi lagi ia menekan bel yang terpampang disana berkali-kali supaya Joshua mendengarnya dan segera membuka pintu.


Ceklek...


Pintu terbuka dengan Joshua muncul dari dalam sambil menyambut wanita yang datang itu dengan senyuman di wajahnya, Olivia langsung saja memeluk pria tersebut sangat erat begitupun dengan Joshua yang membalas pelukannya.


"Selamat pagi, Joshua!" ucap Olivia.


"Pagi juga, cantik! Bawa apa kamu tuh?" ucap Joshua mencengkeram dua pundak Olivia.

__ADS_1


"Ohh, ini kue buat kamu Jos! Spesial dari aku sebagai hadiah karena kamu udah berhasil ngembangin bisnis kamu sampai sesukses sekarang, diterima ya!" ucap Olivia lalu menyodorkan kotak berisi kue itu ke arah Joshua.


"Makasih banyak loh, cantik! Yaudah yuk kita masuk ke dalam dan makan ini bareng-bareng!" ucap Joshua menampani kotak itu lalu merangkul pundak Olivia dan mengajaknya masuk.


Saat di dalam rumah, Joshua meninggalkan Olivia sendiri di ruang tamu karena ia ingin meletakkan kue dari gadis itu ke piring sehingga memudahkan mereka untuk memakannya. Ya setelah itu, ia kembali menemui Olivia dengan membawa kue di atas piring dengan tangannya.


"Nah, ini dia langsung bisa dimakan!" ucap Joshua meletakkan piring itu di meja lalu duduk tepat di samping Olivia tanpa ada jarak diantara mereka.


"Mau aku suapin?" tanya Olivia menawarkan diri untuk menyuapi Joshua.


"Boleh,"


Olivia pun mengambil sepotong kue coklat itu lalu memasukkannya ke dalam mulut Joshua, lalu giliran Joshua sekarang yang menyuapi Olivia. Ya begitu terus mereka sampai bikini bottom menang tawuran melawan kampung durian runtuh yang diwakili anak-anak tadika mesra itu.


...•••...


Disisi lain, Lionel mengajak Rianti untuk berbicara berdua di kamar setelah ia merasa kalau istrinya itu bersikap berbeda padanya saat di meja makan tadi. Padahal sebelumnya Rianti sangat ramah bahkan sampai terlalu ramah, namun mendadak kini Rianti malah agak dingin terhadapnya.


"Kamu mau bicara apa sih mas? Bukannya kamu ada janji sama orang pagi ini? Mending kamu cepat berangkat deh sebelum tepat, aku gak mau kamu telat ke kantor mas!" ucap Rianti.


"Sebentar dulu, sayang! Aku cuma heran aja sama kamu, kenapa tadi kamu dingin ke aku di bawah? Ada apa sih sama kamu, sayang? Kalau aku punya salah tolong cerita biar aku bisa memperbaiki kesalahan aku itu..." ucap Lionel.


"Gak ada kok, mas! Maaf ya kalau menurut kamu sikap aku tadi cuek atau dingin, itu mungkin karena aku kecapekan aja mas! Jangan marah ya, aku gak bakal dingin lagi deh sama kamu!" ucap Rianti berusaha bersikap romantis seperti biasa dengan mengelus bagian tubuh suaminya.


"Nah kalo kamu begini kan enak, sayang! Tapi, aku juga minta maaf ya sama kamu karena tadi udah marah-marah gak jelas gitu! Aku tau kamu pasti capek banget harus ngurus rumah sama anak-anak kita, maafin aku ya sayang!" ucap Lionel tersenyum lalu mendekap tubuh Rianti dan menyesap aroma tubuh istrinya itu yang memabukkan baginya.


Disaat Lionel tampak menikmati pelukan tersebut dan terus mencumbu tengkuk sang istri, justru Rianti malah diam memikirkan kejadian semalam saat ia membaca isi pesan dari seseorang yang diberi nama cloud bread oleh suaminya.


"Mungkin sekarang aku belum punya cukup bukti untuk membongkar kebusukan kamu, mas! Tapi aku akan terus cari tau tentang siapa itu cloud bread!"

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2