
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 181
(Tania dijual?)
...•...
...•...
"Papa... papa...."
Tania kecil terus berteriak sembari memukul-mukul punggung pria yang membopong tubuhnya itu, ia sangat ketakutan dan tidak ingin dibawa pergi oleh pria tersebut, namun usahanya sia-sia karena pria itu berhasil membekap mulut Tania dengan saputangan.
Seketika Tania pingsan karena pengaruh obat bius yang ada di saputangan itu, pria tersebut pun melanjutkan langkahnya membawa tubuh Tania di punggungnya, perjalanannya kini menjadi lebih lancar karena Tania sudah pingsan.
Bruuukkk...
Karena tidak melihat-lihat ketika hendak berbelok ke jalan lain, akibatnya pria itu pun menabrak seorang wanita disana dan membuat dirinya terhuyung ke belakang hampir jatuh, untungnya ia bisa menahan diri sembari menahan tubuh Tania kecil.
"Heh, lu gimana sih? Kalo jalan tuh lihat-lihat dong! Hampir aja gue jatuh, dasar gak bener!" bentak pria itu emosi pada wanita tersebut.
"Lah lah kok jadi gue yang disalahin? Lu sendiri belok gak lihat-lihat, main tabrak orang aja!" ujar wanita itu.
"Ah dasar lu! Udah awas gue mau lewat, lu gak lihat nih anak gue kesakitan?" ujar pria itu.
Pria itu pun kembali melangkah pergi melewati wanita yang tadi ia tabrak, ia terlihat buru-buru membawa tubuh Tania yang pingsan pergi dari sana karena takut ketahuan orang-orang kalau sebenarnya ia adalah penculik.
Sedangkan wanita yang tak lain adalah Lyota itu merasa bingung sekaligus penasaran karena anak kecil yang tadi ia lihat mirip sekali dengan Tania alias putri Reno, ia pun bingung harus bagaimana saat ini karena takut jika ia hanya salah mengira.
"Itu yang tadi Tania apa bukan, ya? Mirip banget loh, tapi cowok itu bilang kalau anak kecil itu anaknya!" gumam Tania kebingungan.
Akhirnya Lyota memutuskan untuk mengikuti saja kemana pria tadi pergi membawa anak kecil yang sedang pingsan itu, ia penasaran ingin tau apa benar kalau anak itu adalah Tania atau bukan, karena wajahnya sangat mirip sekali.
__ADS_1
Setelah mengikuti cukup lama, Lyota berhasil sampai di sebuah tempat sepi yang hampir tak ada siapapun disana kecuali dirinya dan juga orang itu. Namun, ternyata ia salah karena di depan sana ada sebuah mobil serta 4 orang berbadan kekar.
Pria itu terlihat menghampiri keempat orang tersebut dan nampak berbincang dengan mereka, Lyota yang penasaran coba berjalan lebih dekat lalu menguping pembicaraan mereka, namun tentunya ia harus berhati-hati agar tidak ketahuan mereka.
"Bang, ini dia anaknya yang saya janjikan kemarin. Saya yakin bang, anak ini pasti laku mahal kalau dijual nanti!" ucap pria itu menyerahkan Tania kepada empat orang di hadapannya.
"Bagus juga, gak salah gue percaya sama lu! Gue bisa jamin bos pasti suka sama anak ini, yaudah makasih atas kerjasamanya!" ucap salah seorang dari keempat pria itu.
Dia memerintahkan ketiga pria lainnya untuk mengambil Tania dari tangan orang tadi, tentu saja pria itu tak mau menyerahkan Tania begitu saja tanpa ada uang pembayaran, ia pun menarik kembali tubuh Tania dari hadapan mereka.
"Heh, apa-apaan lu ha?" tanya orang itu.
"Bang, serahin dulu uangnya ke gue! Baru nanti gue bakal kasih dia ke lu!" ucap pria tersebut.
"Kurang ajar!"
Bughh...
Bukannya uang, justru pukulan keras yang ia dapat dari orang-orang itu sampai perutnya terasa lemas karena pukulan tersebut. Dengan cepat salah seorang dari mereka langsung mengambil Tania dan membawanya ke dalam mobil, sedangkan ketiga pria lainnya memukuli pria tadi disana.
Lyota yang melihat kejadian itu tampak syok, ia kini tau bahwa mereka adalah komplotan penculik anak yang memang sedang marak.
"Gue harus selamatin Tania!" batinnya.
•
•
"Heh, cepat kasih tau saya siapa kalian!!" bentak Reno sembari memelintir tangan pria itu.
"Ampun, ampun!"
"Saya gak akan ampuni anda, sebelum anda kasih tau siapa dan apa maksud kalian menculik putri saya!" ujar Reno.
"Baik, gue bakal kasih tau!"
"Yaudah cepet!!!" bentak Reno.
"Ja-jadi, kami disuruh seseorang untuk mencari anak kecil sebanyak mungkin yang nantinya bisa dijual dengan harga mahal!" jelasnya.
__ADS_1
"Apa? Jadi anda ini penculik anak? Kurang ajar!!" Reno yang emosi kembali menghajar pria itu dengan membabi buta.
Untungnya kerumunan warga serta karyawan minimarket itu berhasil memisahkan Reno sehingga pria tadi tidak sampai meninggal dibuatnya, namun Reno masih saja ingin menghajar pria itu dan memberontak dari pegangan orang-orang.
"Sabar pak, tenang!" ujar seseorang.
"Saya gak bisa tenang, dia ini sudah menculik putri saya!!" ujar Reno emosi.
"Tenang dulu pak, biar kita lapor polisi aja supaya kasus ini bisa diselidiki dan anak bapak juga bisa kembali ke pelukan bapak! Emosi tidak akan menyelesaikan masalah, pak!" ucap orang itu.
"Aaarrgghh!! Yasudah, lepasin saya!" ujar Reno.
Mereka pun melepaskan Reno, tampak Reno memang masih tersulut emosi karena putrinya yang paling ia sayangi itu diculik oleh orang-orang tak bertanggung jawab, Reno pun mendekati pria tersebut untuk bertanya dimana Tania sekarang.
"Heh, kasih tau saya kemana anda membawa putri saya pergi!" ujar Reno.
"Jawab!!!" bentak Reno.
"I-i-iya, dia bawa anak itu ke kebon dekat rel kereta api di belakang sana!" jawab pria itu.
Tanpa basa-basi lagi, Reno pun segera bergegas menuju tempat yang diucapkan pria itu. Ia berlari secepat mungkin agar bisa menyelamatkan putrinya dari orang-orang yang ingin menculiknya, ia akan sangat marah bila tak berhasil menemukan Tania.
Bruuukkk....
Reno malah bertabrakan dengan Lyota yang sedang sama-sama berlari tapi berlawanan arah, akibatnya wanita itu terjatuh ke bawah dengan posisi terlentang, sedangkan Reno hanya terdorong sedikit dan mentok ke tembok.
"Awwhhh..." rintih Lyota memegangi pinggulnya.
"Hey, Lyota. Kamu gapapa?" tanya Reno cemas.
"Gue gapapa kok, itu yang penting sekarang Tania anak lu dibawa sama empat orang pake mobil! Dari yang gue denger, mereka mau jual Tania keluar negeri!" ucap Lyota.
"Apa? Kalo gitu kita ke mobil saya sekarang, kamu masih ingat kan bentuk mobil orang-orang itu?" tanya Reno.
"Iya gue inget, gue juga udah ambil foto mobil itu lewa hp gue! Siapa tau dengan ini bisa bantu buat bebasin Tania dari mereka, gue juga gak mau Tania kenapa-napa!" ucap Lyota.
"Oke, ayo kita kejar mereka!" ucap Reno.
Reno pun membantu Lyota berdiri lalu menggandeng tangan gadis itu dan berlari menuju mobilnya, ia terlihat sangat panik bahkan Lyota sendiri juga begitu, sampai dia tak sadar kalau Reno saat ini memegang tangannya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...