
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 349
(Pergi ke Bali)
...•...
...•...
Tania sudah dijemput oleh kekasihnya yakni Revan untuk pergi jalan-jalan, mereka kini keluar dari rumah dan menuju mobil si pria yang sudah terparkir tepat di depan rumah.
Sepanjang jalan menuju ke depan, Revan menggandeng tangan Tania sambil sesekali menoleh dan mengusap puncak kepala gadisnya itu lalu tersenyum manis.
"Van, kamu kira-kira setuju gak kalau pernikahan kita diundur? Ini demi kak Arsen sama Velove, kan aku juga gak enak kalau ngeduluin kakak aku. Kamu gapapa kan Van, cuma beberapa hari aja kok?" tanya Tania sembari menatap wajah kekasihnya.
Revan terdiam, ia bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan gadisnya barusan.
"Eee entahlah sayang, aku pengennya kan nikahan kita tuh dipercepat bukan diperlambat!" jawab Revan dengan wajah suram.
"Iya sayang, aku tau! Tapi, kan aku gak enak lah ngelangkahin kak Arsen!" ucap Tania.
"Yaudah deh, aku mah ngikut kamu aja. Asal, kamu mau tidur berdua di hotel sama aku!" ucap Revan tersenyum licik.
"Hah? Kan kemarin udah!" ujar Tania kaget.
"Yeh semalam itu mah beda kamar, aku maunya satu kamar sayang. Jadi, aku gak penasaran lagi sama rasa tubuh kamu! Gapapa deh kalo misal kamu pengen nunda pernikahan kita," ujar Revan.
"Ish, gak mau ah! Kamu mah ngada-ngada aja ngasih syarat kayak gitu, gini aja deh kalo kamu berani minta izin sama papa buat tidur berdua di hotel sama aku, baru aku mau! Gimana, kamu berani gak bilang gitu?" ucap Tania cemberut.
"Masa harus minta izin sih? Kamu kan pacar aku, ayolah gapapa dong!" bujuk Revan.
"Van, kamu jangan mesum terus dong! Udah mending sekarang anterin aku ke kantor, aku udah ditunggu nih sama orang sana!" ucap Tania.
"Hehe, iya iya..." ujar Revan nyengir.
__ADS_1
Mereka berhenti bicara, lalu Revan mulai membuka pintu dan menyuruh Tania masuk ke dalam mobilnya. Gadis itu tersenyum sejenak sebelum memasuki mobil tersebut, Revan menyusul masuk ke kursi sebelah Tania.
"Sayang, kapan nih kamu mau terima ajakan aku buat tidur bareng di hotel?" tanya Revan.
"Udah ah jangan tanyain soal itu!" ujar Tania kesal.
"Kenapa sih sayang? Kayaknya tiap kali aku bahas soal itu kamu selalu emosi, padahal aku cuma ajakin kamu tidur bareng loh!" ujar Revan.
"Haish, lama-lama aku pukul juga nih kamu! Udah dong stop Revan, aku gak mau kamu bahas itu terus! Mending sekarang kamu jalanin mobilnya, terus kita pergi ke kantor aku!" bentak Tania.
"Iya iya, ya ampun kamu tuh galak banget sih sayangku cintaku!" ujar Revan.
Tania memutar bola mata sambil menaruh dua tangannya di depan merasa kesal pada kekasihnya yang menyebalkan itu.
"Hey, jangan ngambek gitu lah!" bujuk Revan sambil mencolek dagu gadisnya.
"Bodo! Makanya kamu jangan bahas soal itu terus dong sayang, aku kan jadi bete tau!" ujar Tania.
"Iya iya, sebenarnya aku gak pengen bahas itu. Tapi, tadi mamaku itu nanyain kita udah pernah begituan apa belum. Aku jawab belum, eh mama kecewa! Karena katanya mama tuh pengen supaya kita bisa cepat punya anak, sayang!" ucap Revan.
"Halah kamu ngarang aja! Mana mungkin mama bilang kayak gitu?" ujar Tania.
"Dih gak percaya, serius tau sayang! Tadi kan pas pulang dari hotel aku ketemu mama, terus aku diinterogasi dah tuh. Sampe akhirnya mama tau kalo aku tidur di hotel sama kamu, tapi mama kecewa karena kenapa kita gak sekalian aja bikin anak di hotel katanya!" ujar Revan.
"Iya iya, jangan ngambek ya cantik!" ucap Revan.
"Yaudah jalan!" rengek Tania.
"Iya...."
Revan menurut dan mulai melajukan mobilnya.
...•••...
Disisi lain, Reno dan Lyota sedang bersiap untuk berangkat menuju bandara karena hari ini mereka akan pergi bulan madu ke Bali menikmati momen berdua sebagai pasangan suami-istri.
Reno sudah mempersiapkan semua barang bawaan miliknya di dalam koper, begitu juga dengan sang istri yang saat ini sedang berdandan di depan cermin sembari terus melirik ke arah suaminya.
"Mas, kita gak pamitan dulu sama papa mama?" tanya Lyota.
"Eee ya pamitan dong sayang, kalo enggak nanti mereka marah lagi! Kita kan juga harus temuin Tania dulu walau sebentar, supaya putri kecil kita itu gak nyariin kita nantinya! Lagian ini waktunya masih panjang kok, cukup lah buat mampir sebentar ke rumah papa buat pamitan!" jawab Reno.
__ADS_1
"Oh gitu, yaudah deh mas sebentar ya aku mau pake ini dulu!" ucap Lyota sambil menunjukkan alat make-up miliknya pada sang suami.
"Iya sayang..." ucap Reno tersenyum.
Ya memang sejak menikah dengan Reno, penampilan Lyota berubah drastis dan wanita itu menjadi lebih cantik dari sebelumnya, bahkan sudah tau caranya makeup karena dibelikan oleh Reno.
Reno pun duduk di pinggir ranjang menanti istrinya selesai berdandan, memang bukan sebentar waktu yang dibutuhkan Lyota untuk berdandan, namun Reno tetap sabar menunggu karena melihat sang istri berdandan begitu membuatnya terpesona.
"Sayang, kamu cantik banget sih! Aku lihat punggung kamu aja indah banget, apalagi depannya!" ucap Reno senyum-senyum.
"Mas ih, masih aja mesum! Padahal semalam sama tadi pagi kita udah main, masa belum puas juga sih punya kamu itu ha? Aku aja masih kerasa perih tau, mas!" ucap Lyota terheran-heran.
"Hahaha, punyaku kan strong sayang!" ujar Reno.
Lyota geleng-geleng kepala mendengar perkataan suaminya yang mesum itu.
Lalu, tanpa diduga Reno justru berdiri dan mendekati istrinya di depan sana. Reno melingkarkan tangannya di leher sang istri sembari menciumi area wajah hingga telinga Lyota.
"Eenngghh apaan sih, mas?" ujar Lyota merasa geli.
"Cie kamu baru digituin aja langsung desahh, enak banget ya sayang?" goda Reno sambil nyengir.
Tanpa basa-basi, Lyota langsung mencubit pinggang suaminya dengan kasar.
"Awhh aduh aduh..." rintih Reno kesakitan.
"Rasain! Suruh siapa mesum?" ujar Lyota kesal.
"Hahaha, kamu nakal banget sih sayang! Pake cubit cubit segala, awas ya nanti aku cubit tuh bawah kamu pake punyaku!" ujar Reno.
"Mas Reno...!!"
Lyota makin merasa gerah dengan kelakuan suaminya yang hyper itu, untungnya mereka sudah menikah sehingga Lyota ada sedikit perasaan wajar pada suaminya tersebut.
Reno segera menjauh dari Lyota, tak mau membuat istrinya itu makin geram akan ulahnya.
"Yaudah, kamu lanjut aja dandan nya! Biar aku menjauh dulu dari kamu deh, aku pengen hubungin asisten aku ya?" ucap Reno.
"Iya mas," ucap Lyota mengiyakan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...