
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 344
(Resepsi)
...•...
...•...
Hari resepsi pernikahan Reno dan Lyota telah tiba, kini keduanya pun bersiap menyambut kedatangan para tamu yang sudah diundang sembari berdiri berdampingan di atas pelaminan.
Ada Anggi, Darma serta Tania kecil yang turut menemani mereka bersama Reva dan juga Julia di samping kiri dan kanan.
Ya saat ini Anggi memang sudah terbiasa bahkan sangat akrab dengan Julia, mereka sering berbagi cerita serta tertawa bersama-sama baik ketika ada Reno dan Lyota ataupun tidak.
Hal itu pun membuat kesenangan tersendiri di hati Reno dan juga Lyota melihat kedua mamanya akur.
"Mas, aku bahagia banget deh!" ucap Lyota.
"Sama sayang, aku juga bahagia! Setelah acara ini selesai, aku akan langsung bawa kamu ke kamar dan kita main sampai pagi!" ucap Reno tersenyum.
"Haish, kamu mah mas!" ujar Lyota cemberut.
"Hahaha..." Reno tertawa lepas.
Mendengar suara tawa Reno, membuat Darma penasaran dan bertanya.
"Kenapa kamu Reno?" tanya Darma heran.
"Eh pah, enggak kok bukan apa-apa. Ini tadi Lyota udah gak sabar katanya mau ke kamar, capek dia kayaknya!" jawab Reno sambil terkekeh.
"Ish, mana ada begitu?!" ujar Lyota merasa malu.
Reno hanya tertawa terbahak-bahak, begitu juga dengan Darma serta Tania kecil.
Ya suasana disana perlahan mulai sepi, tentu karena hari juga sudah sore menjelang malam. Banyak orang telah pergi sehabis bersalaman serta menikmati makanan disana, termasuk para karyawan di kantor Reno.
Tak lama kemudian, Tania serta Revan hadir di acara resepsi tersebut. Mereka sengaja memilih datang pada sore hari, selain karena sibuk kerja mereka juga ingin suasana yang tidak terlalu ramai.
"Selamat ya Reno, Lyota! Kalian itu cocok banget deh jadi pasangan suami-istri!" ucap Tania tersenyum.
"Makasih ya Tania! Kalian juga cocok kok, cepat nyusul ya!" ucap Reno.
__ADS_1
"Insyaallah dua Minggu lagi!" ucap Tania.
"Makasih ya Tania, kamu udah mau datang kesini!" ucap Lyota.
"Sama-sama, Lyota! Bahagia terus ya kalian!" ucap Tania.
"Aamiin!" ucap Reno dan Lyota bersamaan.
"Selamat bro!" ucap Revan bersalaman dengan Reno.
"Wah, makasih banyak bro!" ucap Reno.
Setelah mengucapkan selamat, kini Revan dan Tania pun beranjak menuju kursi tamu sambil membawa piring berisi makanan yang sudah mereka ambil sebelumnya.
Mereka juga tampak menikmati hiburan musik yang dihadirkan Reno pada acara tersebut, sehingga Revan pun menginginkan yang seperti itu di hari pernikahan ia dengan Tania nanti.
"Sayang, kamu nanti mau ditambah hiburan kayak gini gak?" tanya Revan.
"Umm, terserah kamu aja deh!" jawab Tania.
"Yaudah, kalo gitu aku mau undang penyanyi papan atas buat hadir di nikahan kita. Kamu maunya siapa? Olivia Rodrigo, Justin Bieber atau Billie Eilish?" ujar Revan.
"Hadeh, iyain aja deh suka-suka kamu Van! Kebanyakan mimpi kamu mah!" ujar Tania geleng-geleng kepala.
"Hahaha..."
Setelah Tania dan Revan yang hadir di acara resepsi Reno serta Lyota, kini giliran Rianti bersama sang suami alias Lionel yang datang.
"Selamat ya Reno, Lyota!" ucap Rianti bersalaman dengan Reno dan juga Lyota.
"Selamat!" ucap Lionel mengikuti.
"Terimakasih kalian sudah mau hadir! Oh ya, Athar sama Christy mana nih? Kok gak diajak?" ucap Reno penasaran.
"Eee mereka lagi istirahat, jadi gak bisa dibawa kesini!" jawab Rianti.
"Oalah, yaudah sekali lagi makasih ya! Silahkan dinikmati makanan sama minuman yang udah kami sediakan!" ucap Reno.
"Terimakasih!" ucap Rianti dan Lionel.
Mereka tak banyak berbicara lagi, karena Rianti merasa sangat canggung dengan Reno yang dahulu pernah ia cintai.
"Gak kerasa, sekarang kamu udah menikah dengan wanita lain Reno!" batin Rianti.
•
•
Tak terasa waktu sudah semakin larut, bahkan pesta pernikahan Reno dan Lyota juga telah selesai karena orang-orang pun sudah pada pergi meninggalkan acara tersebut.
__ADS_1
Reno menggendong istrinya ke kamar masih dengan pakaian pengantin yang mereka kenakan, Reno membuka jas serta kemeja miliknya lalu mulai merebahkan diri di samping sang istri.
"Sayang, kita kayak baru jadi pengantin ya!" ucap Reno tersenyum.
"Ahaha, iya juga ya. Vibes nya udah kayak pengantin yang baru nikah, tapi malam ini aku gak mau layanin kamu dulu ya mas!" ucap Lyota tersenyum.
"Lah kenapa?" tanya Reno kecewa.
"Iya mas, aku capek banget tau! Tadi kan kita berdiri terus di depan, makanya aku pengen langsung tidur istirahat. Ini ngantuk banget mas, besok-besok lagi aja ya pas kita bulan madu?" ucap Lyota.
"Oh iya ya, abis ini kan kita mau langsung terbang ke Bali buat honeymoon. Yaudah deh gapapa malam ini aku gak dapat tubuh kamu, tapi nanti pas dua Minggu di Bali aku bakal gas terus sama kamu sampe jadi anak!" ucap Reno terkekeh.
Lyota geleng-geleng kepala, Reno pun mendekat dan mendekap tubuh sang istri dengan erat sembari mengelus punggung nya.
"Mas, jangan kayak gini ah! Nanti malah kamu kebablasan lagi!" ucap Lyota.
"Enggak kok, sini aku bantu lepasin gaun kamu! Pasti kamu gerah kan sayang? Mau mandi dulu atau enggak nih?" ujar Reno sembari menurunkan resleting gaun Lyota.
"Besok aja ah mas mandinya!" ucap Lyota.
"Ohh, yaudah terserah kamu aja!" ucap Reno.
Reno telah berhasil melepaskan gaun yang dikenakan istrinya, kini Lyota pun hanya mengenakan baju dalamnya sehingga membuat Reno terkesima.
"Tubuh kamu itu seksi banget sih sayang! Kayaknya aku gak tahan deh kalo gak main sama kamu, kita main satu ronde aja ya?! Abis itu baru deh kamu boleh tidur, gimana?" bujuk Reno.
Lyota menghela nafasnya sambil memutar bola mata mendengar perkataan suaminya.
Cupp!
Reno mengecup bibir istrinya, lalu membelainya lembut memberikan sensasi nikmat di tubuh Lyota.
"Atau kamu tidur aja deh, biar aku yang nikmatin tubuh kamu. Udah tenang aja, aku mainnya lembut kok gak kasar! Kamu merem dan nikmati, gak boleh nolak permintaan suami loh!" goda Reno.
Belum sempat Lyota menjawab, Reno sudah langsung beranjak menindih tubuh istrinya sambil melumatt bibir sang istri dengan lembut.
"Mmppphhh..."
Tangan-tangan pria itu juga tak tinggal diam, mereka melancarkan aksinya merabaa-rabaa tubuh sang istri membuat Lyota mengerang pelan merasakan sensasi nikmat di tubuhnya.
Reno melepas pagutannya, lalu menggigit leher Lyota memberikan tanda cinta disana.
"Mmmhh.." desahh Lyota tertahan.
"Jangan ditahan sayang! Lepasin aja, aku mau dengar suara kamu!" bisik Reno di telinga istrinya.
"Aaahhh..."
Lyota langsung menurut dan mengeluarkan desahann yang membuat Reno makin bersemangat.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...