
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 303
(Sakit hati)
...•...
...•...
Hari ini adalah hari pertama puasa, Tania sekeluarga masih berkumpul di ruang tamu dan saling berbincang satu sama lain mengenai agenda yang akan mereka lakukan. Ya kebetulan juga hari ini adalah hari Minggu yang artinya Rania tidak sekolah sehingga mereka bisa berkumpul untuk menjalani puasa Ramadhan hingga waktu berbuka tiba nanti.
Tania, Rania, Jordi serta William terlibat perbincangan kecil di sofa. Mereka terlihat riang dan semangat sekali untuk menjalani ibadah puasa di tahun ini, terlebih William karena saat ini ia bisa kembali merasakan berpuasa bersama orang-orang tercintanya seperti Tania dan juga Rania disana, ya tentu saja itu adalah yang diinginkan oleh semuanya.
"Rania sayang, gimana nih kamu masih kuat apa udah mulai goyah?" tanya William sambil nyengir.
"Eee kuat dong, pah! Ini kan baru adzan Dzuhur, ya walau aku udah mulai ngerasa lapar sedikit sih pah!" jawab Rania.
"Hahaha, pintar kamu sayang! Teruskan ya sampai adzan Maghrib nanti!" ucap William.
"Iya Rania, tapi kalau kamu misalnya gak kuat dan udah lapar banget, gapapa kok kamu buka aja duluan! Kamu itu kan masih kecil, jadi gak masalah kalau belum bisa sampai Maghrib!" ucap Tania.
"Iya kak, pah!" ucap Rania.
Tak lama kemudian, Arsen dan Velove juga ikut muncul disana dan mereka tampak dekat serta sudah rapih seperti pasangan yang ingin pergi.
"Wah mama sama kak Arsen serasi banget! Mama cantik, terus kak Arsen ganteng!" ujar Rania.
__ADS_1
"Hah? Kamu bisa aja Rania, jangan dipuji begitu kak Arsen mah! Nanti dia bisa kegeeran terus ngerasa dirinya ganteng, mending Rania puji mama aja!" ucap Velove tersenyum.
"Loh kok gitu? Yang dibilang Rania bener loh, aku emang ganteng gak ada lawan! Kalau kamu gak percaya, coba aja tanya sama Rania atau papa! Mereka juga pasti setuju sama kata-kata Rania, anak kecil itu gak pernah bohong Ve!" ucap Arsen.
"Hahaha, iya deh iya!" ujar Velove tertawa.
"Eh ya, kalian pada mau kemana ini? Kok udah rapih begitu?" tanya William penasaran.
"Eee begini pah, aku mau antar Velove ke rumah tantenya yang ada di Jakarta. Kasihan dia kalau harus berangkat sendirian, makanya aku inisiatif buat anterin Velove!" jelas Arsen.
"Oh gitu, emang ada urusan apa kamu Ve? Kok tumben mau dateng ke rumah tante kamu?" tanya William menatap wajah Velove.
"Eee kebetulan beberapa hari lagi, Rizky mau lamar aku secara resmi. Nah karena yang aku punya disini tinggal tante, makanya aku mau minta sama tante aku buat temenin aku di acara lamaran nanti!" jawab Velove sedikit gugup.
Seketika ruangan itu hening, William melirik ke arah Arsen dan merasa kasihan pada putranya itu.
"Iya pah, Velove ini kan tinggal sebatang kara di Bogor sekarang. Sejak papanya harus pergi jauh, dia jadi gak ada yang bisa nemenin lagi deh! Untung aja dia masih punya tantenya," ucap Arsen coba mencairkan suasana disana.
"Umm, i-i-iya pak Willi. Akhirnya aku emang harus terima lamaran Rizky, karena menurutku Rizky bisa dan cocok sebagai ayahnya Rania!" jawab Velove.
"Wah, jadi om Rizky bakal jadi papa aku, mah?" ujar Rania langsung girang.
Velove manggut-manggut tersenyum, kemudian Rania si gadis kecil itu langsung berdiri dan loncat-loncat di hadapan mereka semua karena merasa kegirangan.
Sementara Arsen hanya bisa tersenyum menahan rasa sedih yang ada di dalam hatinya, walau begitu tetap saja William dan Tania tahu betul kalau Arsen sedang menyimpan kesedihan, mereka pun merasa kasihan pada sosok Arsen saat ini.
...•••...
Disisi lain, Reno bersama putri kecilnya yang cantik yakni Tania datang ke rumah Lyota selepas mereka melaksanakan ibadah Dzuhur. Reno sengaja ingin mengajak putrinya bermain di rumah Lyota karena itu adalah hal yang paling diinginkan Tania kecil, apalagi disana juga ada Niko alias adik dari Lyota yang bisa dibilang seumuran lah sama Tania kecil saat ini.
Keduanya turun dari mobil, Reno pun menggandeng tangan Tania kecil memasuki halaman rumah Lyota yang kebetulan pintu gerbangnya tidak digembok hanya dislot saja. Begitu sampai di depan pintu, secara tiba-tiba pintu terbuka dan Reva keluar dari dalam rumah itu, Reva pun terkejut melihat kehadiran Reno dan Tania kecil di depan rumahnya.
"Assalamualaikum, Reva. Saya sama anak saya ingin main dengan Lyota!" ucap Reno tersenyum.
__ADS_1
"Eh Reno, Tania. Waalaikumsallam, duh kalian datang kok gak pake bilang-bilang dulu? Jadinya kan rumah ini belum aku beresin, tuh lihat aja halaman masih pada penuh sama daun-daun kering!" ucap Reva.
"Gapapa Reva, itu bukan masalah kok! Oh ya, Lyota ada kan di dalam? Soalnya ini loh, Tania mau banget ketemu sama calon mamanya itu!" ucap Reno.
"Ah masa? Tania atau kamu nih Ren, yang udah kebelet pengen nikah dan bisa berduaan terus sama Lyota? Ngaku aja kali, gapapa kok aku malah seneng dengernya!" goda Reva sambil senyum-senyum.
"Hahaha, kamu bisa aja Rev! Beneran kok, Tania emang pengen main sama Lyota!" ucap Reno.
"Iya, tante Reva. Aku udah kangen pengen main sama mama Lyota dan bang Niko, nih aku juga udah bawa mainan dari rumah! Biar supaya aku bisa main sama mereka di dalam, boleh kan tante Reva?" ucap Tania kecil dengan nada menggemaskan.
"Sama Lyota dan Niko aja nih? Gak mau main juga sama tante Reva? Parah nih Tania, masa yang dikangenin cuma mereka aja sih?" tanya Reva.
"Ahaha, iya maaf tante! Aku juga kangen dan pengen main sama tante Reva kok," jawab Tania kecil.
Reva pun berjongkok menyamai tinggi Tania dan memegang wajah gadis kecil itu dengan dua tangannya, sedangkan Reno hanya tersenyum dari posisinya sekarang ketika melihat Reva berjongkok.
"Nah gitu dong, baru tante bolehin kamu masuk ke dalam!" ucap Reva tersenyum.
"Hehe, yaudah main yuk tante!" ucap Tania kecil.
"Ayo!" ucap Reva manggut-manggut.
Akhirnya Reva berdiri kembali dan menggandeng Tania kecil memasuki rumahnya, tak lupa juga Reva meminta Reno ikut masuk ke dalam dan menunggu di sofa sembari ia memanggil Lyota.
"Reno, kamu duduk aja dulu! Biar aku yang panggilin Lyota di dalam, kebetulan dia tadi abis sholat mau tadarus katanya!" ucap Reva.
"Oh gitu, Masya Allah!" ucap Reno.
Reva pun bergerak menuju kamar Lyota ditemani oleh Tania kecil yang sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Lyota, sedangkan Reno menunggu di sofa seorang diri sembari senyum-senyum.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1