
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 141
(Sudah clear)
...•...
...•...
Reno sudah berkeliling ke seluruh ruangan sekolah putrinya, akan tetapi ia sama sekali tidak menemukan Tania dimana pun padahal semua ruang disana sudah ia telusuri dan ternyata benar kalau semua murid memang sudah pulang serta tidak ada lagi di dalam taman kanak-kanak.
"Gimana, pak? Benar kan disini sudah tidak ada murid satupun, mungkin saja anak bapak juga sudah pulang atau keluar dari sini!" ucap satpam itu.
"Duh, tapi sekarang anak saya dimana? Bapak ini gimana sih? Kan bapak satpam disini, harusnya bapak bisa jagain anak saya dong!" ujar Reno.
"Maaf, pak! Tapi, saya tadi tidak melihat anak bapak keluar atau anak-anak yang jalan sendirian melintasi gerbang ini!" ucap satpam itu.
"Yaudah, saya gak mau tau bapak harus bantu saya buat temuin anak saya! Kalau dia sampai gak ketemu, saya bisa tuntut bapak karena lalai dalam bertugas!" ujar Reno.
"Waduh, jangan gitu dong pak! Yasudah kita cari aja anak bapak, mungkin aja dia jalan ke sekolah sebelah soalnya disana banyak jajanan!" ucap satpam itu.
"Oke, ayo kita kesana pak!" ucap Reno.
Mereka pun keluar dari taman kanak-kanak tersebut, lalu menuju ke sekolah dasar yang terletak di sebelah taman kanak-kanak itu dengan tergesa-gesa karena Reno sangat mengkhawatirkan kondisi putrinya yang hilang entah kemana itu.
Sesampainya disana, terlihat banyak sekali murid sekolah dasar tersebut yang baru keluar dari sekolah mereka karena ini juga sudah masuk jam pulang sekolah bagi anak-anak SD.
"Pak, mana putri saya?" tanya Reno panik.
"Sebentar pak, kita cari saja anak-anak yang memakai pakaian TK! Siapa tahu anak bapak memang benar ada disini, mari pak!" ucap satpam.
Reno mengangguk lalu mulai berpencar mencari dimana putrinya saat ini, ia sangat-sangat panik karena hingga kini belum juga dapat menemukan keberadaan Tania kecil padahal hari sudah memasuki waktu Dzuhur.
__ADS_1
Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah berhenti di depan sekolah dasar tersebut dan seorang wanita turun dari sana dengan style sederhana yang tak lain sudah tentu ialah Tania dewasa alias putri William yang merupakan mantan copet.
Reno yang melihat kedatangan Tania disana langsung dengan cepat menghampiri gadis tersebut untuk meminta bantuannya, ya barangkali ia bisa menemukan Tania kecil dengan bantuan Tania dewasa yang memang lumayan dekat dengannya.
"Tania!" ucap Reno menyapa gadis itu.
"Eh, lu ngapain disini? Bukannya anak lu masih TK, ya?" tanya Tania menatap penuh heran.
"Iya, ini aku lagi cari Tania kecil! Dia hilang dan sampai sekarang aku belum bisa temuin dia, kira-kira kamu mau bantu aku cari dia gak? Soalnya aku khawatir banget dia kenapa-napa, aku sadar ini kesalahan aku sendiri karena telat jemput dia! Tapi, gimanapun juga aku harus bisa temuin dia!" jawab Reno menjelaskan dengan rinci.
"Ohh, yaudah gue bantu cari! Sekalian gue juga mau ke dalam jemput Rania, lu ikut aja ayo! Siapa tahu anak lu ada di dalam, mungkin dia nyasar!" ucap Tania mengajak Reno masuk ke dalam.
"Oke, makasih ya Tania! Kamu udah mau bantu aku buat cari Tania putri aku..." ucap Reno.
"Sama-sama," ucap Tania singkat sambil memberi senyum tipis sekilas, kemudian maju melangkah melewati Reno dengan sikap dinginnya.
Reno pun mengikuti Tania dari belakang sembari celingak-celinguk barangkali Tania kecil ada di sekitar sana, ya tapi hasilnya tetap sama karena putrinya itu tidak ada disana.
•
•
Ya sedangkan Tania kecil diminta menunggu diluar dengan ditemani oleh Taufiq alias satpam disana, hal itu karena supaya suasana di dalam ruangan tersebut tidak terlalu ramai.
Pak Lukman selaku pengawas cctv kini mulai memutar rekaman yang terjadi beberapa waktu lalu tepatnya di kantin saat Athalla bersama teman-temannya sedang makan, mereka semua pun tampak melihat layar dengan serius untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah rekaman tersebut selesai diputar, Lydia pun dapat memutuskan semuanya sekaligus untuk mendamaikan dua muridnya itu yang sempat berselisih hanya karena salah paham.
"Nah, sekarang semuanya udah jelas! Athalla, kamu lihat sendiri kan yang dilakuin Rania? Dia itu cuma mau bantu kamu, supaya uang kamu gak jatuh!" ucap Lydia menatap wajah Athalla.
"Iya, Bu!" ucap Athalla menunduk malu.
"Yasudah, sekarang ayo kamu minta maaf sama Rania karena udah bikin dia jadi dituduh maling!" perintah Lydia.
Athalla pun mengangguk pelan sambil terus menundukkan kepalanya, lalu ia maju mendekati Rania sembari menyodorkan tangannya ke arah gadis kecil tersebut untuk meminta maaf padanya.
"Maafin aku ya, Rania!" ucap Athalla.
"Iya kak, gapapa kok!" ucap Rania tersenyum meraih tangan Athalla lalu bersalaman dengannya.
__ADS_1
"Nah kalo kalian akur gini kan, Bu guru jadi ikutan seneng! Jangan berantem lagi ya, kamu Athalla sebagai kakak kelas harus tunjukin sikap yang baik ke junior kamu!" ucap Lydia.
"Iya, Bu! Yaudah, saya mau pulang sekarang ya Bu?" ucap Athalla.
"Oke, kamu udah boleh pulang!" ucap Lydia.
"Makasih, Bu! Assalamualaikum...." ucap Athalla pamit pada gurunya sembari mencium tangan.
"Waalaikumsallam, hati-hati kamu!" ucap Lydia.
Setelahnya, Athalla pun keluar dari dalam ruangan tersebut karena semua masalahnya sudah clear dan tidak ada lagi yang perlu dibicarakan atau dibahas lagipun ia juga sudah meminta maaf pada Rania.
Sementara Rania sendiri masih berada disana bersama Lydia alias yang biasa dipanggil Bu guru cantik olehnya, ya tampaknya Rania masih ketakutan setelah tadi sempat dikejar-kejar oleh rombongan kakak kelasnya sendiri.
"Rania, yuk ibu antar kamu keluar!" ucap Lydia.
"Iya Bu guru cantik," ucap Rania pelan.
Lydia tersenyum sembari mengelus wajah Rania, lalu ia menatap ke arah pak Lukman selaku pengawas cctv disana untuk berterima kasih padanya.
"Pak Lukman, makasih ya sudah bantu saya menyelesaikan masalah antara anak-anak!" ucap Lydia sambil tersenyum.
"Sama-sama, Bu!" ucap pak Lukman.
"Kalo gitu saya dan Rania permisi dulu ya, pak? Silahkan dilanjut kerjanya!" ucap Lydia.
"Iya Bu, silahkan!"
Lydia bersama Rania pun keluar dari ruangan tersebut dengan bergandeng tangan, kini mereka bertemu Taufiq serta Tania yang masih setia menunggu di depan ruangan itu.
"Pak Taufiq, semuanya sudah beres! Sekarang bapak bisa kembali berjaga di depan, kalau-kalau terjadi sesuatu nantinya!" ucap Lydia.
"Siap, Bu! Kalo gitu saya permisi..." ucap Taufiq.
Taufiq pun langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka disana, sedangkan Tania kecil yang masih duduk tampak bingung harus apa sekarang karena belum juga bertemu dengan papanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1