
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 44
(Kangen)
...•...
...•...
Disaat Tania tengah sibuk-sibuknya memikirkan Rania yang diculik, Reno justru sedang duduk di ruang tamu sambil melihat album foto kenangannya bersama Rosa ketika masa-masa pacaran dan menikah dulu.
Malam ini sepertinya Reno merasa rindu dengan mendiang istrinya, sampai-sampai ia membuka kembali album foto yang sudah cukup lama ditutup itu.
Reno mulai membuka album foto tersebut dan foto pertama yang ia lihat adalah ketika ia tengah bersama Rosa di dalam kereta api.
"Kamu cantik sekali Rosa, jujur aku memang belum sepenuhnya buka hati untuk kamu ketika kita menikah waktu itu! Tetapi, perlahan-lahan rasa cinta itu mulai muncul ketika kita semakin sering bersama...." gumamnya sambil mengelus foto mendiang istrinya itu.
Ia membalik lembaran berikutnya untuk melihat foto-foto Rosa lainnya, kali ini adalah foto Rosa seorang diri yang tengah menoleh ke luar jendela kereta api dan difoto tentunya oleh Reno sendiri.
Ya itu dia fotonya Rosa ketika berada di dalam kereta api bersama Reno, kala itu mereka hendak menuju ke luar kota sebagai hadiah dari Reno atas satu tahun pacaran mereka.
Lagi-lagi air mata menetes membasahi foto mendiang istrinya tersebut, Reno memang merasa sangat sedih membayangkan kejadian indah antara dirinya dengan sang istri dulu.
__ADS_1
"Seandainya aku masih bisa ngeliat senyuman kamu ini lagi secara langsung Rosa, sudah pasti aku akan terkena diabetes karena senyummu ini sangat manis sayang..." gumam Reno mengelus lembut foto tersebut tepat di bagian bibir milik Rosa.
Tiba-tiba saja lampu di ruangan itu menyala membuat Reno kaget dan reflek menutup album foto tersebut, ia melihat ke sekeliling dan ternyata ada mamanya yang datang.
"Reno, lagi ngapain sih kamu malam-malam masih disini? Memangnya kamu gak ngantuk apa?" tanya Anggi heran mengetahui anaknya masih berada di ruang tamu.
"Ish mama ini ngagetin aku aja, iya mah aku tuh belum ngantuk jadi disini dulu duduk-duduk santai sambil nunggu ngantuk!" jawab Reno tersenyum menggoyang-goyangkan kakinya agar Anggi tak curiga kalau ia tengah bersedih.
Namun, itu belum cukup membuat Anggi percaya kalau anaknya tersebut baik-baik saja dan tidak ada sesuatu yang terjadi padanya.
Anggi pun menghampiri Reno sambil tersenyum dan kemudian duduk di samping sang anak lalu menggenggam tangan Reno.
"Reno sayang, mama ini mama kamu loh! Jadi kamu gak bisa bohongin mama kayak gitu, mama tau kamu pasti lagi sedih kan?" ucap Anggi mencolek hidung Reno. "Nah ini buktinya kamu pegang album foto kenangan kamu dan Rosa, pasti kamu kangen ya sama Rosa?" sambungnya saat melihat album foto di tangan Reno.
Sontak pria itu langsung gugup karena mamanya cukup sulit dikadalin, ya akhirnya ia pun mengatakan yang sejujurnya pada sang mama kalau dirinya sedang kangen pada mendiang istrinya yang telah lama tiada.
"Iya ma, aku tiba-tiba keinget lagi sama Rosa! Makanya aku turun ke bawah cari-cari album ini buat lihat semua kenangan aku sama Rosa, Alhamdulillah setelah lihat foto Rosa aku jadi lumayan tenang ma...." ucap Reno menahan tangis dengan menggigit bibir bawahnya.
"Iya ma, makasih ya ma!" ucap Reno lalu menempelkan kepalanya ke pundak sang mama kemudian tangisnya pun mulai pecah.
Anggi coba menenangkan putranya dengan membiarkan Reno melepaskan kesedihannya di dalam pelukannya, tentu saja pelukan seorang ibu adalah obat penenang terbaik.
Tanpa disadari, tangan Reno tak sengaja membuka album foto tersebut dan memperlihatkan wajah Rosa di dalam album itu yang tengah duduk di kursi pesawat saat mendiang istrinya itu hendak pergi ke luar negeri.
Ya itulah fotonya yang sengaja dikirim oleh Rosa saat itu ke ponsel sang suami agar Reno merasa tenang, namun sejak kepergian istrinya Reno mencetak semua foto Rosa lalu menempelkannya di dalam album tersebut.
...•••...
Disisi lain, Tania ketiduran saat tengah berjaga di luar gudang bersama Rizky... pria disampingnya itu tampak terkekeh saat mengetahui Tania tertidur dan sedari tadi ia berbicara sendirian.
__ADS_1
"Hadeh, dasar cewek! Pantes aja gue ajak ngobrol daritadi diem-diem bae, eh ternyata udah ngorok duluan..." ujar Rizky menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis memandangi wajah gadis itu.
"Omong-omong nih cewek manis juga ya kalo lagi tidur gini, malah lebih manis begini daripada pas lagi bangun! Udah cerewet, bawel lengkap dah gak enaknya untung cantik!" ucap Rizky mendekatkan wajahnya ke wajah Tania.
Pria itu menarik pelan kepala Tania lalu menaruhnya di atas pundaknya, ia juga membelai rambut Tania yang menutupi wajahnya agar bisa melihat wajah mulus gadis itu tanpa tertutupi rambutnya.
"Kasihan sekali kamu Tania, pasti kamu sangat sedih karena adik kamu diculik! Aku janji bakal berusaha semampuku buat bantuan kamu, karena sebenarnya aku juga sedang menyelidiki mafia tersebut!" ucap Rizky sambil terus mengelus-elus wajah Tania.
Tiba-tiba saja ponselnya berdering, ia pun bingung harus bagaimana karena takut Tania akan bangun jika ia bergerak mengambil ponsel di saku celananya.
Akhirnya Rizky terpaksa meletakkan kepala Tania bersandar di dinding sejenak, ia pun mengambil ponsel lalu mengangkat telepon yang ternyata dari atasannya itu.
📞"Halo bos," ucap Rizky memelankan suaranya agar tak ada yang mendengar termasuk Tania.
📞"Kamu lagi dimana? Bagaimana penyelidikan kamu itu? Apa sudah ada kemajuan yang membuktikan kalau pak Cakra Ramandika terlibat dalam kasus pencurian dana negara lewat pembangunan pelabuhan di daerah Kalimantan?"
📞"Eee belum bos, tapi saya masih melakukan penyelidikan dan jika ada info-info yang akurat pasti saya akan laporkan pada bos! Untuk sekarang ini mohon maaf bos, saya harus mematikan teleponnya...." ucap Rizky.
📞"Baiklah, selamat bertugas!"
📞"Siap pak!"
Rizky langsung mematikan teleponnya dan menaruh ponselnya kembali di saku celananya, ia melirik ke arah Tania lalu tersenyum karena gadis itu masih tertidur pulas.
Rizky menaruh kembali kepala Tania di pundaknya agar gadis itu bisa tidur nyaman tanpa sakit kepala, ia juga membelai rambut Tania lalu tersenyum memandangi wajah Tania yang memang terlihat sangat cantik.
"Setelah urusan penculikan ini selesai, saya harus cari penyamaran lainnya untuk bisa mencari info tentang Cakra Ramandika! Seharusnya saya bisa aman dengan menyamar sebagai orang kaya seperti ini, tapi pasti anak pak Cakra sudah mengetahui identitas saya!" gumam Rizky memikirkan penyamaran selanjutnya sambil mengerutkan keningnya.
Tiba-tiba Tania bergerak sepertinya mencari posisi yang lebih nyaman, tanpa disengaja tangan Tania malah jatuh tepat di atas area sensitif milik Rizky hingga pria itu sedikit menjerit menahan miliknya agar tak berdiri.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...