
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 312
(Masih galau)
...•...
...•...
Velove sudah tampak rapih dengan pakaian khas miliknya dan bersiap untuk pergi ke rumah tantenya karena esok hari adalah saatnya gadis cantik itu dilamar oleh Rizky. Velove pun keluar dari kamarnya sembari menenteng tas berisi segala perlengkapan yang akan ia gunakan nanti, perasaan sedih kini menghiasi hatinya saat ia akan pergi dari sana.
Velove masih belum bisa melupakan kalau Arsen alias kakaknya Tania itu menyukai dirinya, dan jujur Velove juga mulai tertarik pada pria itu karena selalu menaruh perhatian padanya. Namun, Velove sudah lebih dulu berjanji pada Rizky kalau ia bersedia dilamar oleh lelaki itu, sehingga tak mungkin tentu ia membatalkan semua yang sudah disiapkan.
"Huft, aku harus kuat! Semoga ini pilihan terbaik buat aku untuk bersama Rizky, walau aku gak tega dan kasihan ngeliat kak Arsen terus bersedih setiap kali berpapasan sama aku!" gumam Velove.
Disaat wanita itu sedang mengunci pintu kamarnya, tiba-tiba ia dipeluk dari belakang oleh seorang gadis kecil yang tak lain adalah Rania putrinya. Ya Rania memeluk erat pinggang mamanya dengan tampang sedih yang menghiasi wajahnya, hal itu membuat Velove sang mama ikut merasa bersedih dan akhirnya berbalik lalu berjongkok di depan Rania.
"Rania sayang, kamu kenapa nak? Kok tiba-tiba peluk mama kayak gini sambil sedih?" tanya Velove.
"Mama mau pergi ya?" ucap Rania bertanya.
"Eee iya sayang, mama sebentar lagi mau pergi. Tapi, Rania gausah sedih atau khawatir sama mama ya! Kan mama cuma pergi sebentar, lagian nanti mama pasti balik lagi kok temuin Rania disini!" ucap Velove.
__ADS_1
"Yah, kenapa mama pergi sih? Aku kan pengen dekat sama mama terus, aku sedih tau ditinggal sama mama kayak gini!" ucap Rania cemberut.
"Jangan sedih sayang! Mama kan cuma mau urus lamaran mama sama om Rizky, katanya Rania mau punya papa tiga? Ini mama kan udah mau nikah sama om Rizky, kenapa tiba-tiba Rania malah sedih kayak gini sih? Mama cuma sebentar kok sayang, nanti balik lagi kesini!" ucap Velove.
"Mah, emang jadi mama mau nikah sama om Rizky?" tanya Rania dengan wajah polosnya.
"Eee insyaallah jadi sayang, ini mama kan baru mau urus lamaran. Mungkin beberapa hari ke depan baru deh mama lanjut ngurus pernikahan, emang kenapa sayang?" jawab Velove tersenyum.
"Gapapa mah, aku cuma tanya aja. Oh ya, kenapa mama gak nikah sama kak Arsen aja sih? Kata kak Tania, mama sama kak Arsen itu cocok banget tau! Apalagi kalau mama lagi deketan sama kak Arsen, itu kayak serasi gitu!" ujar Rania.
Velove terdiam mendengar kata-kata putrinya, ia heran bagaimana mungkin Rania bisa berkata seperti itu padanya mengenai Arsen.
"Eee Rania, kamu kenapa bicara begitu sih? Mama ini kan sebentar lagi mau menikah sama om Rizky, masa Rania malah bilang mama cocoknya sama kak Arsen? Emang menurut Rania, mama ini gak cocok sama om Rizky?" ujar Velove heran.
"Maaf mah! Tapi, aku lebih suka kalau mama itu nikah sama kak Arsen!" jawab Rania.
"Hah? Kenapa gitu sayang?" tanya Velove.
"Eee sayang, gak bisa dong main batalin gitu aja! Mama ini kan udah janji sama om Rizky, lagian mau itu sama om Rizky atau kak Arsen sama aja kok. Kan Rania sama-sama punya papa tiga nantinya, udah ya jangan sedih lagi!" ujar Velove mencolek dagu Rania.
"Yah..." Rania tampak kecewa dan seketika wajahnya berubah cemberut.
...•••...
Disisi lain, Tania sedang bersama Arsen alias kakaknya itu di kamar. Ya tadi Tania tak sengaja melihat Arsen melamun seorang diri sambil menekuk wajahnya di dalam kamar tanpa menutup pintu, oleh karena itu Tania memilih untuk masuk ke dalam dan menemui sang kakak lalu mencoba menghiburnya, karena ia merasa kasihan padanya.
Akan tetapi, Arsen tetap saja tidak berubah dan masih terus melamun dengan raut wajah sedih seperti tengah memikirkan sesuatu yang menyedihkan di dalam kepalanya. Tentu saja Tania mengira kalau kakaknya itu sedih karena Velove sudah akan dilamar oleh Rizky, ia pun coba untuk berbicara pada Arsen mengenai hal itu.
"Kak, kalau kak Arsen emang suka sama Velove dan gak pengen dia dilamar sama Rizky, harusnya kakak itu ungkapin dong perasaan kakak ke dia! Siapa tau kan Velove bisa berubah pikiran?" saran Tania.
__ADS_1
Sontak Arsen menoleh ke arah adiknya dengan wajah terkejut, ia berpikir bahwa mungkin juga apa yang dikatakan Tania barusan itu.
"Kamu sejak kapan ada disini?" tanya Arsen heran.
"Loh emang daritadi kakak gak sadar? Aku kan udah ketuk pintu tadi ngucap salam, eh kakak malah ngelamun aja! Aku tahu banget kakak pasti lagi mikirin Velove, iya kan? Makanya aku langsung aja kasih saran begitu ke kakak, udah kak coba aja lakuin dulu yang aku bilang!" ucap Tania.
"Haish, gak semudah itu Tania! Kakak ini bukan tipe cowok pemberani, lagian kakak juga gak mau dianggap jadi perusak hubungan orang! Kalaupun emang Velove pengen nikah sama Rizky, kakak bisa apa sayang?" ucap Arsen.
"Hadeh, ini nih yang aku gak suka dari kak Arsen! Harusnya kak Arsen beranikan diri dong, katanya kak Arsen jagoan?" cibir Tania.
Arsen mengepalkan tangan, lalu berdiri menatap wajah Tania dengan tatapan tajam.
"Hey, hal ini beda masalah ya! Gak ada sangkut pautnya sama kata-kata kakak jagoan, kalau masalah cinta kakak ini kalah pengalaman dibanding kamu!" ucap Arsen tegas.
"Nah itu tau, kalo gitu lakuin aja saran dari aku! Nanti kalau misal berhasil, kan aku juga ikut senang ngeliat kakakku senang!" ucap Tania tersenyum.
"Udah deh, kamu keluar sana! Kakak ini lagi pengen sendiri dan gak mau diganggu, mending kamu kemana kek gitu! Main sama Rania atau ajak Revan ketemuan, apapun asal jangan ganggu kakak!" ucap Arsen mengusir adiknya keluar.
"Huft, kakak jangan galau terus dong! Oh ya, kenapa kakak gak main golf aja sama kak Ezra? Kayak dulu loh kak, biar kakak gak sedih kayak gini melulu!" ucap Tania memberi saran lagi.
"Kakak udah lama gak hubungin dia," ucap Arsen.
"Yaudah atuh kak, hubungin! Aku lebih suka lihat kak Arsen main golf terus senyum, daripada ngelamun di kamar kayak gini!" ucap Tania.
"Gak mau, udah sana kamu keluar!" ujar Arsen.
"Ish, iya iya aku keluar! Tapi, kakak emang gak mau ikut keluar juga? Itu Velove udah mau berangkat loh ke rumah tantenya, gak ada niatan buat anterin Velove lagi nih?" ucap Tania.
"Hah??" Arsen terkejut mendengarnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...