Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 281 (Gak setuju)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 224


(Gak setuju)


...•...


...•...


"Apa?? Kamu mau menikah dengan wanita ini??"


Anggi terkejut bukan main mendengar penjelasan Reno yang mengatakan jika ia ingin segera menikah dengan Lyota dalam waktu dekat, tentu saja Anggi merasa tidak suka karena ia tau kalau Lyota bukan berasal dari keluarga berada dan menurutnya Lyota tak pantas bersanding dengan Reno.


"Iya mah, itu yang aku inginkan." jawab Reno dengan tegas dan serius. Matanya menyiratkan jika ia tidak sama sekali berbohong ataupun bercanda dalam mengucapkan kalimat itu.


Anggi pun menggelengkan kepala sembari menaruh tangan di kening dan sedikit menunduk, Anggi masih tak percaya jika putranya akan menikah dengan seorang wanita sederhana seperti Lyota yang sama sekali tidak selevel dengan keluarga mereka. Tentu yang ia harapkan adalah Reno mencari istri yang sesuai dengan kekayaan keluarganya.


Sementara Darma masih terdiam dan duduk disana tanpa berkata-kata, memang Darma tak terlalu mempermasalahkan soal kasta seperti istrinya.


"Reno, tolong kamu pikirkan lagi niat kamu itu! Jangan sampai kamu salah ambil keputusan dan menikahi wanita yang salah! Kamu ini baru kenal dia beberapa hari, kamu belum tau kan sifat dia itu seperti apa? Dari penampilannya aja udah ketahuan, dia ini bukan cewek baik-baik! Mana bisa dia jadi pengganti Rosa dalam hidup kamu?" ujar Anggi.

__ADS_1


"Mah, aku bukan ingin mencari pengganti Rosa! Aku justru ingin menemukan seorang istri yang baik dan juga sayang pada Tania, aku temuin itu di Lyota. Mama gak bisa menyamakan antara Lyota dengan Rosa, bagaimanapun juga mereka itu berbeda dan tidak bisa disamakan!" ucap Reno.


"Ya itu kamu tau! Lyota ini masih gadis kecil loh, Ren. Dimana pikiran kamu sampai kamu pengen nikah sama gadis piyik kayak dia? Gimana bisa dia layanin kamu dan ngurus kamu nantinya?" ujar Anggi.


"Mah, Lyota itu gak seperti yang mama pikirin! Aku tau kalau Lyota gadis yang mandiri, dia juga sering bantu mamanya jualan. Apa itu masih kurang buat mama percaya kalau Lyota anak mandiri? Lagian aku juga yakin kok, mah! Lyota pasti bisa jadi istri sekaligus ibu yang baik buat aku dan Tania!" ucap Reno sembari melirik sekilas ke arah Lyota.


Lyota hanya bisa menunduk dengan bibir mengatup, rasanya ia canggung sekali berada disana. Apalagi Anggi terlihat sangat meremehkannya dan tidak mau menerimanya menjadi menantu disana, ia pun agak ragu untuk menikah dengan Reno.


Darma melihat dan mengetahui jika Lyota tengah merasa tidak nyaman akibat perbuatan istrinya, ia berusaha menahan Anggi untuk tidak lagi berbicara mengenai hal yang membuat Lyota sakit hati. Darma ingin membiarkan Reno memilih sendiri pasangan hidupnya, tanpa ada tekanan dari Anggi seperti ini.


"Mah, mama udah dong! Reno ajak Lyota kesini kan supaya kita bisa kenal lebih dekat sama dia. Jadi kalau emang mama pengen tau tentang Lyota, seharusnya mama tanya-tanya dulu ke Lyota jangan main asal bicara gitu aja!" tegur Darma.


"Papa apaan sih? Gak perlu mama tanya juga mama udah tau, Lyota itu bukan wanita yang pantas buat Reno anak kita, pah!" ujar Anggi.


"Hus! Pantas atau tidak pantasnya itu bukan dinilai dari dia kaya apa enggaknya, mah. Tapi, dari sikapnya dan hatinya! Papa yakin kok, yang dikatakan Reno tadi itu benar kalau Lyota ini anak yang mandiri dan juga baik!" ucap Darma.


Anggi langsung berdiri dan pergi begitu saja dari sana meninggalkan ketiga orang tersebut, tampaknya Anggi tidak mau lagi melanjutkan perdebatan itu.


...•••...


Disisi lain, Velove sampai di rumahnya setelah tadi ia sempat mampir ke rumah Tania lebih dulu untuk mengambil mobilnya yang tertinggal disana. Kini Velove pun turun dari mobil, lalu berjalan menuju ke dalam rumahnya sambil senyum-senyum penuh kebahagiaan karena Tania sudah memberi izin padanya untuk tinggal bersama Rania di rumah William dan ia bisa mulai datang kapanpun.


Saat Velove hendak melangkah mendekat ke halaman rumahnya, tiba-tiba saja tangannya dicekal dari belakang oleh seseorang. Velove panik dan langsung berusaha melepaskan diri sembari memukul-mukul pria yang mencengkram lengannya itu dengan kuat, namun ia berhenti saat melihat dan mendengar suara dari pria tersebut.


Ya pria itu ialah Rizky alias lelaki yang selalu saja datang ke rumahnya selama ini.


"Rizky...??" ujar Velove menganga sedikit.

__ADS_1


"Hahaha, iya ini gue. Lu kenapa sih sampe segitunya banget? Takut ya kalo yang dateng itu penculik? Lagian lu ngapain takut sih, mana ada juga orang yang mau nyulik lu? Yang ada mereka bangkrut, makan lu kan banyak banget!" ujar Rizky.


"Haish, ngeselin lu! Udah, lu mau apa sih datang ke rumah gue lagi? Gak cukup emang lu udah gangguin gue selama ini?" tanya Velove penasaran.


"Gak! Gue masih akan gangguin lu, sampai lu berhenti gangguin kehidupan Tania dan Rania. Kalau lu gak mau diganggu, yaudah jangan ganggu orang! Simpel kan?" jawab Rizky.


"Hadeh, gak jelas lu! Siapa juga yang gangguin Tania sama Rania? Nih denger ya, Rania itu putri gue dan gue sebagai ibunya berhak dong deketin dia! Lagian mulai sekarang Tania juga udah kasih izin ke gue buat tinggal bareng sama Rania di rumah papanya, jadi lu gak bisa lagi gangguin gue!" ucap Velove.


"Hah? Masa sih? Kok gue gak percaya ya? Kan lu tukang ngibul dan suka halu" ujar Rizky.


"Ya terserah aja sih, intinya gue bicara jujur. Nih sekarang gue mau siap-siap ambil baju sama barang gue yang lainnya, lu mending pulang gih sana!" ucap Velove sambil tersenyum.


"Gak mau ah! Gue disini aja nemenin lu, siapa tau kan gue bisa bantu lu beberes?" ucap Rizky.


"Jangan ngaco deh ya! Di dalam rumah gue tuh kosong, gak orang lain! Kalo lu ikut masuk, nanti kita cuma berdua dong di dalam sana. Gue gak mau ya sampe ada salah paham, apalagi kalo lu sampe punya niat macam-macam!" ucap Velove.


"Gak akan kok, gue ini laki-laki berkelas. Yakali gue bakal punya niat buruk ke cewek? Tenang aja, gue cuma mau bantu lu kok!" ucap Rizky.


"Udah, gausah! Gue bisa sendiri kok kalo cuma ambil barang-barang gue yang di dalam, kan gue gak bakal bawa semua barang di dalam rumah gue. Dah ah sana pulang aja!" ujar Velove.


"Iya iya...."


Velove pun berbalik dan pergi masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil pakaian serta barangnya yang lain, sedangkan Rizky menunggu di depan sana sampai gadis itu keluar kembali.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2