
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 12
(Bawa ke rumah sakit)
...•...
...•...
Tania & Rania kembali ke markas Jordi setelah membeli perlengkapan untuk sekolah Rania, namun disana tak terlihat Jordi dan hanya ada beberapa anak buahnya termasuk Fajar & Tama.
"Kak, ayah kemana ya? Kok gak ada sih disini? Gak biasanya loh jam segini ayah pergi, harusnya dia stay disini buat nerima hasil nyopet temen-temen!" ujar Rania bertanya pada Tania sambil menatapnya.
"Iya kakak juga kurang tau, coba aja yuk kita tanya sama om Fajar dan om Tama disana... siapa tau mereka tau dimana ayah kamu sekarang!" ucap Tania sambil menunjuk ke arah 2 pria itu.
"Ayo kak!" ucap Rania tersenyum lalu langsung berjalan menarik tangan Tania.
Menyadari kedua wanita itu hendak menghampirinya, Fajar dan juga Tama pun maju mendekati mereka.
"Om Fajar, om Tama, kalian lihat ayah aku gak?" tanya Rania pada 2 pria itu seraya menatapnya.
Fajar & Tama sempat bingung karena Rania memanggil mereka dengan sebutan om, padahal biasanya Rania selalu memakai lu gue walaupun itu berbicara pada orang yang lebih tua.
"Om, kenapa diem? Tau gak dimana ayah??" tanya Rania lagi dengan sedikit lebih keras karena mengira Fajar & Tama kurang mendengar suara dia tadi.
"Eh iya iya maaf Rania, itu anu ayahnya Rania ada di rumah kok!" jawab Fajar sedikit gugup.
"Kok ayah di rumah sih om? Emangnya ayah lagi ngapain disana??" tanya Rania kebingungan.
"Ayah Rania lagi istirahat, kalau Rania mau tau ya Rania samperin aja ayahnya di rumah..!!" jawab Tama sambil tersenyum mendekati Rania.
__ADS_1
"Ohh gitu ya om, yaudah yuk kak kita pulang ke rumah aja aku penasaran ayah kenapa!" ujar Rania beralih memandang Tania.
"Iya Rania," ucap Tania tersenyum kemudian menggandeng tangan Rania dan pergi dari sana menuju rumahnya untuk mengecek Jordi.
Terlihat Fajar serta Tama saling menatap mungkin merasa kasihan pada Rania karena ayahnya habis digebukin debkolektor tadi.
•
•
Sesampainya di rumah, Rania langsung nyelonong masuk ke dalam meninggalkan Tania begitu saja karena tidak sabar ingin melihat ayahnya dan menunjukkan barang-barang yang baru ia beli padanya.
Namun, Rania tak menemukan keberadaan ayahnya disana setelah mengitari satu rumah itu... hingga akhirnya terdengar suara batuk dari dalam kamar ayahnya yang itu berarti kalau Jordi ada disana.
"Ayah, pasti ayah di dalam kak!" ucap Rania kemudian langsung menuju kamar ayahnya.
TOK TOK TOK...
Rania mengetuk pintu kamar ayahnya lebih dulu tak seperti biasanya yang langsung masuk begitu saja, ya ini juga telah diajarkan Tania padanya.
"Boleh Rania..." jawab Jordi pelan karena tak sanggup bersuara keras akibat perutnya yang sangat sakit setelah dipukul 2 kali oleh debkolektor tadi.
Rania pun membuka pintunya lalu segera berlari menghampiri ayahnya yang sedang terbaring lemah di kasur, sementara Tania menaruh barang-barang belanjaannya di luar barulah setelah itu ia masuk menyusul Rania.
"Ayah, ayah kenapa?? Ayah sakit ya???" tanya Rania setelah mengetahui ayahnya dalam kondisi lemah dan terdapat lebam di wajahnya.
"Gak kok Rania, ayah gapapa uhuk uhuk..." jawab Jordi sambil terbatuk-batuk dan meringis kesakitan memegangi perutnya.
"Ayah, ayah kenapa yah apanya yang sakit??" ujar Rania mencemaskan kondisi ayahnya itu.
"Bang Jordi..." ucap Tania yang juga ikut panik karena kondisi Jordi terlihat lemah dan kesakitan.
"Kak, gimana ini kak? Aku khawatir ayah kenapa-napa..!!" ujar Rania melihat ke arah Tania.
"Tenang ya Rania! Ayah kamu pasti baik-baik aja kok, biar kakak tanyain dulu ke ayah kamu..." ucap Tania menenangkan gadis itu kemudian maju mendekati Jordi untuk melihat kondisinya.
Tampak Jordi mulai membuka matanya setelah tadi terus tertutup karena menahan rasa sakitnya.
__ADS_1
"Bang, bang Jordi kenapa? Apa abang abis berantem lagi sama orang? Kasih tau sama aku bang, ada masalah apa sih sampe abang kayak gini??!!" ujar Tania yang cemas sambil menatap tubuh Jordi yang penuh luka lebam.
"Gue gapapa Tania... ini tadi cuma kena pukulan sedikit aja kok, tapi gak terlalu parah sama gue juga gak ada masalah apa-apa tenang aja!" ucap Jordi berusaha menahan rasa sakitnya agar Tania tak bertambah cemas.
"Bang, udah deh jangan bohong sama aku! Aku bisa tau kok kalau bang Jordi pasti lagi ada masalah, oh ya abang aku bawa ke rumah sakit aja ya? Takutnya luka abang tuh parah...!!!" ucap Tania meminta Jordi untuk pergi ke rumah sakit.
"Gausah Tania, gue uhuk uhuk.. gapapa kok... lu gak perlu panik apalagi mau bawa gue ke rumah sakit, palingan bentar lagi juga sakitnya hilang kok!" ucap Jordi sambil terbatuk-batuk.
"Ish jangan begini lah bang! Udah ayo kita ke rumah sakit, itu buktinya abang masih batuk-batuk! Yuk ikut aku ke rumah sakit biar cepet sehat..!!" ujar Tania.
"Iya yah, ayah pergi ke rumah sakit aja ya! Rania gak mau kalau ayah kenapa-napa..!!" ucap Rania ikut memaksa ayahnya agar mau dibawa ke rumah sakit.
"Uhuk, uhuk... jangan sedih Rania! Iya deh iya ayah mau ke rumah sakit demi kamu, tapi jangan sedih lagi ya!" ucap Jordi mengusap-usap kepala Rania pelan.
"Yaudah bang, bentar ya aku telfon bodyguard aku dulu buat bantu bawa abang dari sini ke mobil!" ucap Tania kemudian menghubungi Riko.
Ya setelahnya pun Riko bersama 2 pengawal pribadi Tania masuk ke dalam rumah itu dan membawa Jordi menuju mobilnya lalu pergi ke rumah sakit.
...•••...
Sementara itu, Tania kecil bersama Anggi alias omah nya sampai di rumah sakit kembali tempat Reno dirawat.
Mereka pun langsung masuk ke ruangan vip untuk menemui Reno disana... tampak saat ini Reno sudah sadar dan bisa berbicara kembali, walau ia masih belum boleh banyak menggerakkan kepalanya.
"Papah..." teriak Tania kecil saat masuk ke ruang itu sambil berlari ke arah Reno dan duduk disampingnya.
"Eh sayang, abis darimana kamu nak?" ucap Reno pelan sambil tersenyum menoleh ke arah anaknya, ia juga mengelus wajah Tania kecil dengan tangannya.
"Ini loh pah, aku sama omah abis beli buku gambar baru buat dibawa ke sekolah besok! Oh iya pah, tadi pas di toko buku aku ketemu sama tante Tania loh! Terus katanya tante Tania juga mau kesini buat jengukin papah, hehehe aku gak sabar deh pengen lihat tante Tania datang kesini dan ketemu sama papah!" ucap Tania kecil tertawa ia terlihat sangat bahagia saat menceritakan tentang Tania dewasa.
Reno seketika terdiam saat anaknya menyebut nama tante Tania, ya ia pun langsung gembira dan berharap kalau yang dikatakan putrinya adalah benar.
"Semoga benar kamu akan kesini Tania! Walau sekarang aku gak lagi mengharapkan kamu untuk bisa bersama aku, tapi seenggaknya ngeliat kamu di dekat aku itu juga membuat aku bahagia.." gumam Reno yang tersenyum menatap putrinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1