
...HALO LAGI GUYS!...
...~~~...
...Ketika mereka mulai menjauhi diriku,...
...Aku hanya bisa menatap punggungnya,...
...Lalu berkata, “Bertahanlah”...
...berapa lama lagi aku bisa bertahan?...
...Sebab semakin lama membuatku semakin sakit...
...Semakin sulit untuk ku sembunyikan...
...Layaknya ditarik hingga ke dasar samudera...
...Hingga nafasku pun habis sudah......
...***...
PREMAN CANTIK S2 EPS. 3
(Tania & Tania)
...•...
...•...
Setelah puas menemui Jordi, Tania pun pergi dengan mobilnya ditemani sang supir serta 2 orang pengawal setianya yang memang diperintahkan sang ayah untuk menjaga putri cantiknya itu.
Di dalam perjalanan, Tania teringat akan momen terakhir kalinya ia bertemu dengan Reno sebelum akhirnya ia pergi ke Finland bersama abangnya.
"Bagaimana kabar kamu sekarang Reno? Apa kamu sudah berhasil menemukan orang yang tulus menyayangi kamu? Sudah 8 tahun aku tak pernah lagi mendengar kabarmu, maaf aku sudah ingkar janji karena tak menghubungi kamu lagi Ren.."
TIIINNN..
Tiba-tiba saja sang supir menginjak pedal rem secara mendadak, membuat Tania hampir menabrak kursi di depannya karena efek pengereman mendadak itu.
"Ada apa sih pak? Kenapa ngerem mendadak coba? Hampir aja loh saya kepentok kursi, emang bapak mau kena hukuman karena udah bikin saya luka?" ucap Tania sedikit terbawa emosi karena ia sangat kaget saat itu.
__ADS_1
"Maaf non maaf, tapi di depan ada anak kecil tadi lari sembarangan jadi saya terpaksa rem mendadak supaya anak itu gak ketabrak.." jelas sang supir yang juga ikut deg-degan.
Tania pun melihat ke kaca depan mobil, memang benar disana ada seorang anak kecil berusia sekitar 5 tahun sedang jongkok menutup telinganya seperti ketakutan karena hampir tertabrak mobil.
"Yaudah pak, saya mau keluar temuin anak itu dulu! Kasian dia kayaknya ketakutan deh, kalian semua tunggu disini ya!" ucap Tania pada supir dan juga pengawalnya itu.
"Baik non!" ucap Howard.
Tania membuka pintu mobilnya lalu turun mendekati anak kecil yang sedang jongkok di depan mobilnya itu, ia pun ikut berjongkok sambil perlahan memegang tubuh anak kecil itu.
"Dek..." ucap Tania pelan karena tak mau mengagetkan anak yang sedang ketakutan itu.
Dengan perlahan anak itu menoleh ke arah Tania sambil seluruh badannya bergetar akibat ketakutan yang dialaminya, Tania pun tersenyum saat melihat wajah cantik anak kecil di depannya itu.
"Kamu jangan takut ya! Kamu udah aman kok sekarang, kita duduk disana yuk kalau disini terus bisa bahaya buat kamu! Nanti kakak beliin es krim deh, mau ya?" ucap Tania merayu anak itu agar mau menepi dari jalan raya.
"Ka-kakak bu-bukan orang ja-jahat kan..??" ucapnya sedikit gugup karena masih diterpa ketakutan bahkan kedua tangannya masih menutupi telinganya.
"Tenang aja cantik, kakak orang baik kok! Justru kakak mau bantu kamu supaya gak ketakutan lagi, yuk kita kesana sambil makan es krim!" ucap Tania tersenyum lalu mendekatkan tubuhnya pada si anak.
Akhirnya anak itu mengangguk dan mau ikut bersama Tania ke pinggir jalan, Tania memerintahkan Howard untuk memesan es krim yang ada di dekat situ.
"Oh ya nama kamu siapa cantik?" sambung Tania yang coba untuk lebih akrab pada si anak agar dia tak terus ketakutan.
"A-aku namaku..." ucapan anak itu menggantung dan belum sempat terselesaikan karena seorang pria berteriak-teriak kencang menyebut namanya.
"TANIAAA.. TANIAAAA..."
Sontak Tania yang merasa namanya dipanggil pun menoleh, begitu juga dengan sang anak disampingnya yang langsung bangkit dari duduknya lalu berlari menghampiri pria yang berteriak itu.
"Papaahhh...!!!" ucapnya berteriak juga memanggil pria itu sambil berlari mendekatinya.
Tania pun membiarkan anak itu menghampiri papahnya, namun ia merasa tak asing dengan pria yang disebut papah itu karena wajahnya mirip Reno.
Anak itu langsung memeluk papahnya dan sang papah yang sangat khawatir pada kondisi anaknya juga langsung membalas pelukan anak itu.
"Kamu kemana aja sayang? Papah kan tadi bilang tunggu sebentar papah lagi beli barang, kenapa kamu malah pergi sih sayang kan papah jadi cemas?" ucap sang papah memeluk erat putrinya itu.
Tania berdiri saja memandangi pria dan anaknya yang sedang berpelukan itu, namun karena rasa penasaran yang tinggi ia pun menghampiri mereka.
"Maafin aku pah, tadi aku kejar kupu-kupu soalnya dia indah banget pah! Oh ya pah aku ketemu kakak cantik loh tadi, dia juga nolongin aku pas hampir ketabrak mobil.." ucap sang anak lalu melepas pelukannya dari papahnya.
__ADS_1
"Oh ya? Siapa sayang??" tanya papahnya penasaran dengan ucapan sang anak barusan.
"Itu loh pah!" jawab putri kecilnya itu sambil berbalik badan dan menunjuk ke arah Tania yang berdiri tak jauh dari mereka.
Sontak pria itu melihat ke arah yang ditunjuk oleh putrinya, tawa di wajahnya seketika hilang saat melihat wanita yang berdiri disana sambil menatapnya.
Pria itu pun berdiri sambil melepas kacamatanya lalu mengucek-ngucek matanya untuk memastikan bahwa yang ia lihat sekarang ini benar adanya.
"Reno..." ucap Tania yang saat ini terpaku tak bisa menggerakkan kakinya ketika pria di depannya melepas kacamata dan terlihat jelas wajah Reno lelaki yang ia rindukan selama ini.
"Tania..." ucap pria itu memasang kembali kacamatanya lalu berjalan mendekati Tania sambil menggandeng putrinya juga.
"Hey, terimakasih sudah menyelamatkan putri saya! Kamu benar-benar penyelamat bagi saya, saya sangat berterimakasih pada kamu Tania!" ucap Reno sambil terus berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.
"Jadi itu anak kamu Ren? Kamu gak perlu berterimakasih sama aku, justru mobil aku yang hampir menabrak dia.. harusnya aku minta maaf sama kamu karena anak kamu jadi ketakutan tadi!" ucap Tania dengan mata berkaca-kaca.
"Iya ini anak aku dan Rosa namanya Tania juga, dia emang punya trauma sama mobil jadi wajar kalau dia sampai ketakutan begitu.. karena mobil yang bikin dia jadi anak piatu sekarang!" jelas Reno pada Tania.
"Maksud kamu? Rosa..."
"Iya, sudah setahun yang lalu memang kejadian itu! Tapi sampai sekarang Tania kecil selalu trauma setiap berdekatan dengan mobil, maka dari itu aku menjual semua mobil yang aku punya supaya dia tidak ketakutan terus.." potong Reno.
"Aku turut berdukacita ya atas kepergian Rosa, maaf aku gak bisa hadir ke pernikahan kalian waktu itu bahkan juga ke pemakaman Rosa! Tapi pasti aku bakal doain dia kok supaya dia bisa tenang disana," ucap Tania tersenyum dan kali ini air mata keluar membasahi pipinya setelah ia tidak dapat menahannya lagi.
"Gapapa, aku tau kamu kan sibuk di Finland! Oh ya kapan kamu kembali ke Indonesia..??" tanya Reno.
"Baru kemarin, aku boleh tau gak kenapa kamu kasih nama anak kamu seperti nama aku?" ucap Tania bertanya-tanya mengapa anak kecil itu diberi nama sama dengannya.
"Eee.. Itu karena aku sangat sayang sama wanita bernama Tania, tapi aku tidak bisa memilikinya maka dari itu aku memberi nama anak pertama ku dengan nama Tania supaya aku bisa selalu mengingat wanita yang dulunya aku sayangi.." jelas Reno.
Sontak Tania merendahkan posisi tubuhnya, ia memegang dua pundak anak kecil cantik itu sambil tersenyum.
"Ternyata nama kita sama ya kakak, aku berharap pas gede nanti aku juga bisa secantik kakak!" ucap anak itu.
"Iya Tania kecil nama kita emang sama dan kita juga menyayangi pria yang sama, bedanya kamu bisa bersama pria itu sedangkan kakak gak bisa.. kakak yakin pasti ketika kamu besar kamu akan tumbuh jadi wanita yang kuat dan cantik seperti mamah kamu!" ucap Tania mencolek hidung dan pipi anak itu.
Reno pun melepas kembali kacamatanya untuk menyeka air mata yang sudah mulai keluar akibat mendengar ucapan Tania & Tania itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1