
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 215
(Dipanggil a'a)
...•...
...•...
Akhirnya Reno sampai di depan rumah Lyota dan tentunya ia bersama gadis itu karena memang ia sedang mengantarnya pulang, Reno pun menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumah Lyota yang tak terlalu tinggi serta panjang itu.
Reno dan Lyota melepas sabuk pengaman mereka secara bersamaan, sontak Lyota heran lantaran ia mengira kalau Reno hanya akan mengantarnya dan langsung pulang ke rumah. Namun, ternyata Reno malah melepas juga sabuk pengamannya yang artinya mungkin saja Reno ingin ikut masuk ke dalam rumahnya itu.
Lyota pun memandangi wajah Reno dengan tatapan aneh, membuat Reno yang menyadarinya tampak terheran-heran. Ya namun, tentu saja Reno senang karena ia dipandangi seperti itu oleh Lyota dan mengira kalau Lyota mulai tertarik padanya.
"Sayang, kamu terpesona ya sama ketampanan saya?" ucap Reno sambil tersenyum.
"Hah? Apaan? Mana ada gue gitu?" ujar Lyota.
"Ya itu buktinya kamu tatap muka saya terus daritadi, kan artinya kamu mulai suka sama saya. Udah deh, mending cepetan kamu bilang iya dan bersedia jadi istri saya. Supaya kamu bisa pandangin saya sepuas hati kamu, dan saya juga bisa lumatt bibir kamu sesuka hati saya!" ucap Reno sambil nyengir.
"Ish, dasar gak jelas! Gue tuh ngeliatin lu, karena gue heran sama lu. Ngapain coba lu pake lepas sabuk pengaman lu segala? Emang lu mau ikut mampir ke dalam rumah gue?" ucap Lyota.
"Ohh, ya iya dong. Saya kan mau ketemu sama ibu kamu selaku calon mertua saya, ya itung-itung sekalian silaturahmi sama saya juga mau minta restu sama ibu kamu itu buat nikahin anaknya. Kan enak rasanya kalau udah dapet restu dari mertua, jadi pernikahan bisa gampang!" ucap Reno.
"Hah? Jangan macem-macem deh ah! Gue aja belum jawab loh pertanyaan lu, masa lu udah mau minta restu sama ibu gue buat nikahin gue?" ujar Lyota.
__ADS_1
Cupp..
Reno dengan cepat langsung menyergap bibir Lyota dan melumattnya begitu saja sembari menahan tengkuk leher Lyota, Reno dengan lihainya mampu membuat Lyota membuka mulutnya sehingga ia bisa memasukkan lidahnya ke dalam sana dan bermain-main disana.
Lyota berusaha lepas dari Reno, tetapi tenaganya kalah kuat dibanding milik Reno. Ya apalagi Lyota adalah seorang wanita dan usianya juga masih lumayan jauh di bawah Reno, sehingga Lyota hanya bisa pasrah saat bibirnya dilumatt oleh Reno.
"Akhirnya bisa juga saya makan bibir kamu," ucap Reno tersenyum tipis sembari mengelus lembut bibir Lyota yang sudah ia gauli itu.
Tampak Lyota menatap geram ke arah Reno karena pria tersebut sudah membuatnya kesal, bisa-bisanya Reno malah tersenyum santai setelah melumatt habis bibirnya sampai Lyota tak bisa bernafas.
Namun, nyatanya itu hanyalah bayangan Lyota saja. Padahal Reno sama sekali tidak bergerak dari tempat duduknya sekarang, mungkin Lyota memang sedang ingin dicium oleh Reno sampai bisa membayangkan hal seperti itu.
"Kamu kenapa?" tanya Reno heran melihat gadisnya terbengong begitu saja.
"Gak kok, lupain aja! Udah yuk, kita masuk ke dalam rumah gue! Kan katanya lu mau ketemu sama ibu gue?" ucap Lyota tersenyum malu.
"Oke, yuk kita turun!" ucap Reno.
Reno pun membuka pintu mobilnya, lalu turun keluar dari mobilnya. Sedangkan Lyota masih tetap duduk disana memikirkan apa yang tadi ia bayangkan sembari memegangi bibirnya.
Akhirnya Reno membukakan pintu mobil tempat Lyota duduk, karena sedari tadi gadis itu tak kunjung keluar dan hanya diam disana.
"Kamu kenapa sih?" tanya Reno.
"Eee gapapa, udah yuk!" jawab Lyota.
Lyota pun turun dari mobil Reno dengan sikap anehnya, ia terus saja tersenyum memandangi wajah Reno membuat Reno salah tingkah tak mengerti mengapa gadis itu jadi seperti ini.
"Lyota kenapa sih?" gumam Reno di dalam hatinya merasa heran.
Setelahnya, mereka pun masuk ke dalam rumah secara bersamaan. Bahkan Lyota sendiri yang mulai menggandeng tangan Reno kali ini, entah apa yang merasuki gadis itu.
•
__ADS_1
•
Saat di dalam, tampak ibu dari Lyota itu tengah makan bersama Niko sang adik dari Lyota di ruang depan. Ya Niko memang rajin membantu ibunya dan mengurus tiap keperluan sang ibu selama ibunya itu masih sakit, bahkan saat ini Niko tengah menyuapi ibunya itu disana.
Lyota dan Reno yang melihatnya tampak tersenyum bahagia, mereka merasa terharu pada sikap serta perhatian yang diberikan oleh Niko ke ibunya. Jarang sekali ada anak kecil yang mau mengurus ibunya seperti Niko ini, sebab itulah Reno bangga sekali dengan sang adik dari Lyota itu yang nantinya juga akan menjadi adik iparnya.
Reno pun beralih memandang Lyota tanpa melepas genggaman tangannya, Lyota yang sadar akan itu juga menoleh ke arah Reno lalu tersenyum manis. Reno tampak senang kemudian mendaratkan kecupan lembut di kening gadisnya.
"Masuk yuk!" ucap Lyota.
Reno hanya mengangguk sambil tersenyum, ia masih belum mengerti memang apa yang terjadi pada Lyota saat ini. Namun, ia merasa senang dan berharap Lyota akan terus seperti ini padanya.
"Assalamualaikum..." ucap Lyota memberi salam sebelum masuk ke dalam rumahnya.
"Waalaikumsallam, eh Lyota." ucap sang ibu menjawab salam Lyota lalu tersenyum.
Reno pun langsung menghampiri calon mertuanya itu untuk mencium tangan dan juga mengucap salam, sang ibu itu tampak senang melihat putrinya sudah pulang apalagi bersama calon suaminya.
"Duduk dulu! Nanti biar Niko yang buatin minum untuk kalian berdua, pasti kalian haus kan?" ucap ibu itu menawarkan minuman.
"Gausah, Bu! Saya tadi udah minum kok di jalan, jadi belum haus sekarang ini. Ibu lanjut aja makannya, yang banyak supaya cepat sehat!" ucap Reno sambil tersenyum dan duduk di sofa.
"Iya Bu, bener kata a'a Reno. Sini deh, biar aku gantian yang siapin ibu!" ucap Lyota.
"Gak boleh! Biar aku aja kak yang suapin ibu, udah kakak duduk aja disitu sama kak Reno!" ucap Niko menolak memberikan piring makanan itu.
"Ohh, yaudah deh.." ucap Lyota mengalah.
Reno tersenyum, namun bukan karena kelakuan Niko barusan. Melainkan karena ia masih memikirkan perkataan Lyota tadi yang memanggil namanya dengan sebutan a'a, tentu saja Reno sangat senang mendapat panggilan itu dari Lyota.
"Kayaknya udah tanda-tanda nih, kalau Lyota emang tertarik sama saya. Pasti sebentar lagi, Lyota juga bakal terima lamaran saya!" batin Reno.
Lyota pun duduk juga di samping Reno, ia melirik sekilas ke arah Reno lalu tersenyum.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...