Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 338 (Kejar-kejaran)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 281


(Kejar-kejaran)


...•...


...•...


Hugg..


"Kak Arsen, makasih bantuannya!" ucap Tania yang kini berhasil mendekati kakaknya dan memeluk tubuh Arsen dengan erat.


"Iya Tania, sama-sama!" ucap Arsen lembut sembari mengusap punggung adiknya itu.


"Komandan, pria itu kabur dan membawa koper uang yang tadi diberikan Tania! Apa kita kejar mereka dengan mobil dinas bersenjata itu?" ucap seseorang penembak jitu anak buah Arsen.


"Ya, kejar dan tangkap dia!" tukas Arsen geram.


"Siap!"


Pasukan itu langsung memasuki mobil mereka dan mengejar Asrul, mereka meninggalkan Arsen yang masih berpelukan dengan Tania disana. Ada juga Revan serta Riko bersama mereka dan nampak lega melihat Tania telah berhasil diselamatkan, terlebih Revan yang sedari tadi terus saja cemas terhadap kondisi Tania sang kekasih dan calon istrinya itu.


"Kak, apa mereka bisa kejar penculik itu dan bebasin bang Jordi?" tanya Tania menatap Arsen penuh harap dengan mata berkaca-kaca.


"Pasti bisa kok! Mereka itu pasukan yang dapat diandalkan, kakak yakin penculik itu bisa ditangkap dengan mudah oleh mereka dan keberadaan bang Jordi bisa segera kita temukan!" ucap Arsen tegas.


"Semoga deh kak! Aku gak sabar banget pengen ketemu lagi sama bang Jordi!" ucap Tania.


"Aamiin!" ucap Arsen tersenyum.

__ADS_1


Revan yang sedari tadi hanya memandangi Tania bersama Arsen, kini bergerak menghampiri kedua orang itu sambil tersenyum dan berhenti tepat di dekat Tania kekasihnya. Revan tampak senang bisa melihat Tania dalam keadaan baik-baik saja tanpa ada luka sedikitpun, ya walau tadi nyawa Tania sempat terancam saat ditangkap oleh preman.


"Tania, aku senang banget ngeliat kamu baik-baik aja dan gak ada yang luka! Tadi aku cemas banget loh mikirin kamu, untungnya kamu gak kenapa-napa dan bisa cepat ditolong!" ucap Revan lega.


"Iya Revan, kamu gak perlu cemas lagi sekarang! Aku kan udah baik-baik aja, kita tinggal tunggu kabar tentang bang Jordi!" ucap Tania tersenyum.


"Kamu benar! Semoga bang Jordi bisa segera ditemukan dan dalam keadaan baik-baik saja! Walau aku belum terlalu kenal dekat sama bang Jordi, tapi aku juga gak pengen kalau sampai bang Jordi itu kenapa-napa!" ucap Revan.


Tania melepas pelukannya dari Arsen, lalu beralih menatap Revan dan mendekatinya.


"Makasih ya doanya, kamu emang calon suami yang baik dan aku gak salah udah pilih kamu! Makasih juga karena kamu tadi bantu aku lepas dari mereka, aku bangga banget sama kamu!" ucap Tania sambil memeluk kekasihnya itu.


"Sama-sama, Tania!" ucap Revan.


Revan mengeratkan pelukannya dan menaruh dagu pada pundak Tania, tangannya juga terus mengusap lembut punggung Tania dan sesekali menyesap aroma tubuh gadis yang ia cintai itu.


"Ehem ehem!" Arsen berdehem pelan sembari menutupi mulutnya dan memalingkan wajah.


Sontak Tania dan Revan langsung melepas pelukan mereka karena ulah Arsen itu, keduanya tampak malu dan saling salah tingkah serta tak berani menatap wajah Arsen. Sedangkan Arsen sendiri justru senyum-senyum saja setelah berhasil mengerjai adiknya, ia seperti tak memiliki rasa bersalah sedikitpun pada Tania ataupun Revan.


"Kenapa dilepas? Udah pelukan aja kali, tadi tuh kakak cuma gatal aja tenggorokan! Gak maksud buat ganggu kalian kok, ayo pelukan lagi aja yang mesra gak usah canggung gitu!" ucap Arsen.


"Jangan sayang, itu bahaya! Sekarang pasti pasukan kakak lagi kejar si penculiknya di jalan, bisa jadi mereka terlihat baku tembak! Kalau kita ikut nyusul mereka, entar kena peluru nyasar gimana?" ucap Arsen mencegah niat Tania.


"Yah, masa kita harus nunggu disini aja kak?" tanya Tania.


"Iya begitu, udah mending kamu pelukan aja lagi sama Revan sambil nunggu kabar dari pasukan kakak itu!" ucap Arsen terkekeh kecil.


"Kakak bener-bener ya, nyebelin dasar!" ujar Tania.


"Hahaha," Arsen tertawa puas melihat reaksi adiknya yang tampak tersipu malu itu.




Aksi kejar-kejaran terjadi antara mobil Asrul dengan para pasukan Arsene di jalanan itu, Asrul yang panik terus saja melaju tanpa perduli dengan kendaraan yang ada di depannya. Ya tak terhitung berapa sudah mobil dan motor yang ia tabrak dengan sengaja untuk menghindar dari kejaran para pasukan Arsen tersebut, Asrul sudah sangat kalut dan panik saat ini.

__ADS_1


Dor!


Tembakan peringatan diberikan oleh pasukan Arsen kepada Asrul untuk berhenti, namun masih tetap tak digubris oleh Asrul yang terus saja melaju bahkan lebih kencang dibanding sebelumnya. Ada beberapa pasukan juga yang berhenti ke pinggir jalan membantu para korban akibat ulah Asrul, tentu mereka tidak tega melihat banyak korban berjatuhan dan mendengar suara tangis dari ibu-ibu disana.


Dor!


Akhirnya pasukan itu meluncurkan tembakan tepat ke arah kaca belakang mobil Asrul, seketika itu juga kaca pun pecah dan Asrul semakin panik melihat mobil penembak sudah ada di sampingnya. Tanpa berpikir panjang, Asrul membanting setir ke kiri dan menabrakkan mobilnya pada mobil pasukan Arsen sehingga mobil yang mengejarnya itu oleng.


"Hahaha, tidak semudah itu ferguso untuk bisa menangkap saya!" ujar Asrul tertawa gembira.


Dor!


Satu lagi tembakan kembali diarahkan ke mobil Asrul, kali ini tepat mengenai ban mobil pria tersebut dan berakibat pada olengnya Asrul yang tak bisa mengendalikan mobil dengan benar.


"Waduh waduh, gimana ini?! Gue harus tenang, gue pasti bisa kendalikan ini semua!" ujar Asrul panik.


Tiiinnnn...


Tiba-tiba sebuah klakson panjang terdengar dari arah berlawanan, itulah truk tronton besar yang sedang melaju dan hendak menabrak mobil Asrul yang sudah keluar jalur. Asrul pun bertambah panik dan berteriak ketika mobilnya hendak ditabrak oleh truk tronton tersebut, ia mencoba mengendalikan mobilnya tetapi sulit karena bannya sudah pecah.


"Aaaaa...." teriak Asrul dengan mulut terbuka.


Braakkk!


Jeder!


Tabrakan maut tejadi antara truk tronton dengan mobil Asrul, mobil si penculik itu terpental cukup jauh dan terguling-guling hingga beberapa meter jauhnya. Membuat seluruh orang yang melihatnya panik dan tak percaya, termasuk juga para pasukan Arsen yang berhenti tidak jauh dari lokasi terjadinya kecelakaan tersebut.


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un, sepertinya penculik itu sudah meninggal!" ucap seorang pasukan.


"Kita harus lapor komandan!" ucap yang lainnya.


"Benar! Cepat kalian kabari komandan, katakan jika kita gagal menangkap pelaku!" titah pasukan yang pangkatnya lebih tinggi.


"Baik!"


Akhirnya salah seorang dari pasukan itu melaporkan kejadian yang terjadi kepada Arsen melalui sebuah alat komunikasi khas mereka, tampak mereka bersedih disana dan menangis bukan karena Asrul meninggal, tetapi karena mereka gagal menangkap Asrul sesuai perintah dari Arsen sebelumnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2