Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 168 (Rencana licik)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 112


(Rencana licik)


...•...


...•...


Rianti berjalan dengan tatapan kosong dan terus memikirkan perkataan Shani tentang kondisinya saat ini yang tengah mengandung anak hasil pemerkosaan suaminya, tentu Rianti makin sulit untuk menerima semuanya karena tindakan suaminya itu memang benar-benar salah.


Sepanjang perjalanan pulang dari mall, Rianti hanya diam melamun karena bingung apa yang harus ia lakukan saat ini untuk kelanjutan rumah tangganya dengan Lionel. Di satu sisi Rianti merasa kasihan pada Shani yang harus mengandung anak karena ulah suaminya, namun disisi lain ia juga akan sangat menyesal bila mengizinkan Lionel menikahi Shani karena nanti takut jika anak-anaknya akan terlantar.


Melihat nyonya nya tengah melamun seperti itu, Aliyah pun berinisiatif untuk mendorong stroller Christy supaya tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan karena Rianti seperti sedang tidak fokus saat ini.


"Maaf nyonya, biar saya aja yang dorong non Christy!" ucap Aliyah.


"Ah iya, makasih Aliyah!" ucap Rianti kaget.


Kini Rianti pun leluasa untuk terus berpikir apa yang akan ia ambil setelahnya demi kebaikan keluarganya dan juga kesejahteraan bagi Shani, tentu sebagai sesama wanita Rianti akan sangat kasihan pada Shani terlebih lagi dahulu Rianti juga pernah mengalami hal yang sama.


Ya Rianti pernah hamil sebelum pernikahannya dengan Lionel, kehamilannya itu juga yang tidak diterima oleh Joshua sang kekasih karena merasa telah dikhianati oleh Rianti. Untunglah Tuhan mempertemukan Rianti dengan Lionel yang mau menerimanya dan juga anak dalam kandungannya, namun sekarang Tuhan ternyata menunjukkan sisi lain Lionel yang belum diketahuinya.


"Mas Lio, aku masih gak nyangka kamu bisa seperti ini sama aku dan anak-anak kita!" batinnya.

__ADS_1


Athar yang tengah memakan es krim sontak merasa terheran-heran melihat mamanya terus melamun tak karuan sembari berjalan, ia khawatir mamanya akan kenapa-napa karena jalan sambil melamun seperti itu memang cukup membahayakan.


"Mah, mama!" panggil Athar berteriak di dekat Rianti, ia juga menarik-narik baju mamanya itu.


"Eh iya Athar, kenapa nak?" ucap Rianti terkejut dan sadar dari lamunannya.


"Mah, kata guru aku di sekolah jalan sambil ngelamun itu bahaya loh! Emang mama lagi mikirin apa sih sampe kayak gitu?" ucap Athar.


"Hahaha, kamu pinter banget sih sayang! Enggak kok, mama gak mikirin apa-apa! Udah yuk kita pulang sekarang, Athar mau mama gendong gak?" ucap Rianti memegang wajah putranya.


"Gausah deh mah, sekarang kan mama lagi ngandung adek aku yang kedua! Nanti mama malah kecapekan lagi terus aku dimarahin sama papa, mending aku jalan sendiri aja mah tapi sambil gandengan sama mama!" ucap Athar.


"Oh iya ya, untung kamu ingetin sayang! Oke kita gandengan aja ya?" ucap Rianti tersenyum.


Rianti pun menggandeng tangan putranya lalu lanjut berjalan keluar mall, ia kini tak lagi melamun karena tidak ingin membuat putranya khawatir.


...•••...


Entah mengapa Lionel sangat sedih mengingatnya karena ia telah mengkhianati janjinya kepada sang istri untuk selalu setia padanya, namun ia juga tidak bisa jika disuruh meningkatkan wanita itu dan menikahi Shani sesuai kemauan sang istri.


"Rianti, kenapa kamu selalu minta aku menikah dengan wanita yang tidak aku cintai? Sebenarnya kamu ini cinta atau enggak sama aku sih, sayang?" batinnya dengan mata berkaca-kaca.


Ceklek...


Tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka dan seorang wanita seksi bergincu merah memasuki ruangan Lionel, ya mata pria itu terbelalak sekaligus kesal pada sosok wanita yang dilihatnya saat ini.


"Shani? Mau apa kamu kesini dan kenapa gak ketuk pintu dulu?" tanya Lionel dengan tampang kesal.


Tak lama, sekretarisnya masuk ke dalam ruangan itu seperti menyusul Shani dan wajahnya juga tampak panik serta cemas karena Shani menerobos masuk begitu saja ke dalam ruangan Lionel.


"Maaf pak, saya sudah berusaha cegah bu Shani tapi beliau memaksa masuk!" ucap sekretaris itu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Rifna! Kembalilah bekerja!" ucap Lionel.


"Baik, pak!"


Sekretarisnya itu pun kembali keluar dari ruangan Lionel dengan wajah bersalah dan terus menunduk karena menganggap dirinya gagal bekerja dengan baik.


Setelah Rifna pergi, Shani memulai aksinya dan mendekati Lionel lalu merangkul lengan pria tersebut seraya membenamkan wajahnya pada pundak Lionel seorang pria yang sudah merenggut kesuciannya.


"Sayang, kamu makin ganteng aja deh!" ucap Shani tersenyum menggoda Lionel, ia mengelus lembut wajah pria tampan itu dengan jarinya.


Dengan cepat Lionel menyingkirkan tangan Shani dari lengannya serta menjauhkan diri dari wanita tersebut karena ia tak mau semakin membuat Rianti sakit hati nantinya, ia pun saat ini juga kesal dan kecewa pada Shani karena selalu saja menggangunya.


"Ngapain sih kamu kesini lagi? Aku sudah hentikan kontrak kerjasama perusahaan aku sama perusahaan papa kamu, jadi artinya kamu sekarang gak ada kepentingan lagi disini!" ucap Lionel.


"Sayang, kamu gimana sih? Untuk sekarang ini kan aku udah resmi jadi pasangan kamu, emang kamu lupa waktu itu kita udah ngelakuin apa?" ucap Shani terus saja menggoda Lionel, ia kembali merangkul pria tersebut dengan bagian dadanya sengaja ia rekatkan pada tubuh Lionel untuk menggodanya.


Lionel memalingkan wajah sembari mengusapnya kasat karena bingung harus bagaimana menghadapi Shani yang terus saja menggodanya, ia sudah berusaha keras mengusirnya dan menghindari Shani tetapi wanita itu masih terus menggangunya.


"Shani, tolong jangan seperti ini terus! Ingat Shani, aku ini sudah menikah dan sampai kapanpun aku gak akan pernah mau nikahin kamu!" ucap Lionel.


"Loh kok kamu bilang gitu sih, sayang? Kamu udah nyuri perawan aku loh, masa kamu gak mau tanggung jawab dan nikahin aku?" ucap Shani.


"Hey, itu semua bukan salah aku! Kamu sendiri yang terus-terusan minta digituin, jadi aku gak berhak buat tanggung jawab apalagi nikahin kamu!" ucap Lionel.


"Sayang, asal kamu tau ya sekarang aku lagi mengandung anak kamu loh! Pasti kamu gak mau kan kalo aku cerita ini semua ke Rianti, istri kamu itu? Bayangin aja deh sayang kalau Rianti tau, dia pasti bakalan benci banget sama kamu!" ucap Shani.


Lionel terkejut mendengar perkataan Shani, ia reflek menoleh menatap tajam ke arah wanita itu. Sedangkan Shani senyum-senyum penuh kepuasan karena berhasil mengelabui pasangan suami-istri itu sekaligus dalam satu hari, sebentar lagi ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Hahaha, mas Lionel cuma boleh sama aku! Sebentar lagi aku pasti bisa menikah dengan Lionel dan Rianti sendiri yang meminta itu ke suaminya, lalu setelahnya baru aku akan singkirkan Rianti!" batin Shani.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2