
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 47
(Malapetaka)
...•...
...•...
Sesuai janji, Tania bersama Rizky membawa Velove ke sebuah tempat untuk ditukarkan dengan Rania yang telah disepakati oleh mafia tersebut.
Tampak juga sebuah mobil sudah menunggu disana yang sepertinya itu adalah mobil milik si mafia, Rizky pun menghentikan mobilnya tepat di samping mobil tersebut.
"Heh, lu tunggu disini jaga dia! Biar gue aja yang turun dan pastiin kalau mafia picik itu gak ngibulin kita!" ucap Tania menatap mata Rizky.
"Iya iya, gausah galak-galak gitu kali santai aja sama gua mah santai! Nanti cantiknya ilang loh kalo marah-marah mulu kayak gitu!" ucap Rizky tersenyum menggoda Tania.
"Apaan sih? Udah ah gue mau turun, jagain yang bener jangan sampe lepas!" ujar Tania memberi peringatan pada Rizky.
"Iya santai aja...." ucap Rizky tersenyum.
Tania pun melepas seat belt nya lalu membuka pintu mobilnya, ia turun dari mobil dan berjalan menghampiri mobil yang ada disebelahnya.
Ketika ia sampai di dekat mobil tersebut, perlahan pintu mobil itu terbuka dan memperlihatkan seorang pria berjas dengan membawa tongkat di tangannya.
"Mana anak saya?" tanya pria itu tanpa menoleh ke arah Tania.
"Ada di mobil, sekarang mana adik gue?" ucap Tania menjawab kemudian berbalik melontarkan pertanyaan yang sama pada pria tersebut.
"Hahaha, serahkan dulu putri saya baru setelahnya saya akan menunjukkan keberadaan Rania pada anda!" ucap pria itu.
"Kita kan udah sepakat buat saling tukar, ayo sekarang lu kasih tau dimana Rania atau gue akan sakitin anak lu!" ujar Tania mengancam.
"Tenang saja, Rania berada dekat dari sini kok jadi setelah kamu memberikan Velove pada saya maka saya juga akan menyerahkan Rania pada kamu!" ucap pria itu.
__ADS_1
"Gak bisa, pokoknya Rania juga harus ada disini dan gue baru mau serahin anak lu kalau gue udah lihat Rania ada disini! Jangan kira lu bisa segampang itu kerjain gue!" ucap Tania.
Mafia itu tersenyum menyeringai, ia menoleh ke arah Tania dan dari matanya terlihat seperti ia tengah bermain kode dengan seseorang.
"Rania akan saya serahkan ke kamu setelah Velove putri saya ada di tangan saya, jika tidak maka saya juga tidak akan memberikan Rania kepada kamu cantik!" ucap mafia itu.
"Licik banget sih lu, tadi kan kita udah sepakat sebelum datang kesini! Cepet kasih tau gue dimana Rania sebelum kesabaran gue habis!" ujar Tania mulai emosi dan mengeraskan suaranya di hadapan mafia itu.
Lagi-lagi mafia tersebut seperti memberi kode pada seseorang lewat matanya, namun Tania masih tak menyadari hal itu karena ia fokus pada adiknya yakni Rania.
"Woi jangan diem aja!" teriak Tania.
Tiba-tiba saja seseorang membekap mulut Tania dengan kain yang telah diberi obat bius, gadis itu berusaha melawan tapi 2 orang lainnya juga datang memegangi tangan Tania.
"Mmpphhh..." suara yang bisa terdengar dari Tania ketika mulutnya dibungkam.
Mafia itu pun tertawa puas karena rencananya berhasil yakni menjebak Tania, ia turun dari mobilnya mendekati gadis yang masih dalam proses menuju pingsan itu.
"Hahaha, gadis cantik seperti kamu tidak akan bisa mengalahkan saya..." ucap mafia itu mengelus wajah mulus Tania.
"Cepat, kalian geledah mobil itu!" sambungnya memberi perintah pada anak buahnya yang lain untuk menyelamatkan Velove.
3 orang bodyguard yang sedari tadi bersembunyi pun keluar lalu segera menuju mobil Rizky, mereka berusaha membuka pintu mobil tersebut tapi susah.
"Maafin gue Tania, tapi gue terpaksa tinggalin lu dan pergi dari sini! Jangan khawatir pasti gue bakal kembali buat selamatin lu!" gumam Rizky sambil menarik persneling mobilnya.
Mobil itu pun bergerak mundur membuat para bodyguard mafia itu kaget, dengan cepat Rizky memutar balik mobilnya untuk bisa pergi menjauh dari tempat itu.
"Sial, cepat kejar mobil itu dan selamatkan putri saya!" teriak mafia itu kesal mengepalkan tangannya.
"Baik bos!" ucap ketiga bodyguard itu secara bersamaan lalu menuju ke mobil dan mengejar mobil Rizky yang sudah melaju.
Sementara Tania mulai keleyengan karena terus menghirup obat bius itu, tenaganya untuk berontak pun telah habis dan tubuhnya terasa sangat lemas sekarang.
"Rania, semoga kamu baik-baik saja..." gumam Tania masih memikirkan adiknya.
Mafia itu kembali menoleh ke arah Tania dan mencengkeram dagu gadis itu, ia tampak kesal karena merasa telah dipermainkan oleh Tania.
"Kurang ajar kamu, kenapa kamu bawa orang lain untuk datang kesini ha? Berani sekali kamu bermain-main dengan saya, lihat saja kamu akan saya bikin menderita cantik!" ujar mafia itu begitu geram pada Tania.
Ia menarik tangannya dari dagu Tania dengan kasar lalu terlihat sangat geram sampai menendang apa saja yang ada di bawahnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Tania akhirnya pingsan tak sadarkan diri setelah efek obat bius itu masuk ke seluruh bagian otaknya membuat kesadarannya menghilang.
"Bos, dia udah pingsan nih! Mau kita apain cewek ini bos?" tanya seseorang yang tadi membekap mulut Tania.
"Bawa dia ke mobil saya!" jawab mafia itu.
"Baik bos!"
Mereka bertiga pun membawa Tania ke dalam mobil bosnya, sementara si mafia baru naik setelah Tania didudukkan.
"Baguslah, aku bisa mendapatkan 2 berlian berharga milik Jordi sekaligus!" ucap mafia itu tersenyum puas sambil menarik dagu Tania dan memandangi wajah gadis itu.
•
•
Sementara itu, Rizky sangat panik karena ada mobil yang mengejarnya dan melaju cukup cepat bahkan hampir menyusul mobilnya.
"Gawat, jangan sampe mereka berhasil susul gue!" ujar Rizky panik lalu menambah kecepatan mobilnya.
Tak lupa Rizky juga terus mengecek ke kursi belakangnya untuk memastikan bahwa Velove masih berada disana, tampak gadis itu tetap diam terduduk tak banyak bergerak mungkin karena sudah pasrah kalau dirinya tidak bisa lepas dari ikatan tali itu.
Rizky pun merasa aman setelah melihat Velove hanya terdiam, ia kini fokus menyetir untuk menghindari mobil-mobil yang mengejarnya di belakang.
"Ini semua karena kebodohan Tania! Harusnya dia mau nurut sama gue, kalo gitu kan kejadiannya gak bakal kayak gini!" gumam Rizky gusar dan terus melihat ke spionnya untuk memastikan jaraknya dengan mobil-mobil di belakang itu tak tersusul.
Rizky yang sudah sangat panik tak menyadari jika wanita di kursi belakangnya kini menatap tajam ke arahnya, ya Velove ternyata telah berhasil lepas dari ikatan tali di tangannya.
Rupanya sedari tadi ia diam karena sedang fokus melepaskan ikatannya dengan serpihan kaca yang ia temukan di gudang tadi, Velove pun membuka lakban di mulutnya lalu tersenyum ke arah Rizky.
"Hey bodoh!" ucapnya.
Sontak Rizky terkejut saat suara itu muncul, ia menoleh ke belakang dan tambah syok karena tawanannya telah berhasil melepaskan diri.
"Hah? Gimana bisa?" ujar Rizky kaget.
Velove tersenyum menyeringai lalu maju ke depan dan mencekik leher Rizky dari belakang serta mengancam pria itu dengan pecahan kaca di tangannya.
"Lepasin gue atau lu akan mati!" ucap Velove.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...