
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 207
(Ikut sama aku)
...•...
...•...
Setelah puas berkeliling di area perkebunan, kini Reno bersama Lyota pun berniat untuk menjemput Tania kecil karena sudah memasuki waktunya bagi Tania kecil untuk pulang sekolah.
Lyota tampak senang karena diajak jalan-jalan oleh Reno dan semakin dekat dengan pria tersebut.
"Ren, kapan-kapan kita jalan bertiga ya sama anak lu juga! Pasti bakal seru banget deh, tadi aja kita berdua udah seru apalagi kalo ditambah sama Tania! Soalnya Tania itu kan anaknya aktif dan selalu pengen tau, pastinya dia bikin suasana jadi semakin seru deh!" ucap Lyota.
Cupp...
Diluar dugaan Reno justru mengecup bibir Lyota sekilas lalu menatap wajah gadis itu dari dekat dengan tatapan serius.
Lyota yang terkejut hanya bisa diam mematung sembari memegangi bibirnya, Lyota tak menyangka secepat itu ia mendapat kecupan dari Reno yang bahkan belum menjadi suaminya.
"Kamu tenang aja! Saya pasti akan ajak kamu buat jalan-jalan sama Tania, tapi supaya lebih seru mending kamu segera nikah sama saya!" ucap Reno.
Ucapan Reno semakin membuat jantung Lyota berdetak tak karuan, rasanya ia ingin segera pergi dari sana dan mengganti wajahnya karena tidak tahan lagi dengan rasa malu yang ia rasakan sekarang akibat tindakan Reno barusan.
"Gimana sayang? Udah ada jawabannya?" tanya Reno menatap penuh harap.
"Eee... sabar ya, gue masih butuh waktu. Lagian kan belum ada satu hari loh, sabar dulu dong!" jawab Lyota agak gugup.
"Oke,"
Cupp...
Untuk yang kedua kalinya kali ini Reno kembali mengecup bibir Lyota dengan sekilas.
Tanpa rasa bersalah, Reno menyapu bibir gadis itu dengan lidahnya lalu bergerak menjauh sembari membelai rambut Lyota dan tersenyum.
"Ren, bibir gue jadi gak suci lagi kan gara-gara lu! Emang ya lu itu pencuri, dasar om-om mesum!" ujar Lyota dengan raut wajah kesal.
"Ahaha, gapapa dong. Toh sebentar lagi kita bakal jadi suami-istri, jadi saya bakal lebih sering nantinya buat cium bibir kamu!" ucap Reno.
__ADS_1
"Ren, gue aja belum jawab loh!" ujar Lyota.
"Ya itu dia, makanya aku kecup bibir kamu tadi. Kalau kamu udah jawab, pasti langsung aku lumatt loh bibir kamu tanpa ampun!" ucap Reno.
"Hah??" Lyota terkejut bukan main mendengarnya.
Reno pun menancap gas pergi meninggalkan tempat itu bersama Lyota menuju sekolah Tania kecil.
Lyota yang masih terkejut tampak linglung sendiri memikirkan perkataan Reno tadi.
"Om-om ini bahaya juga!" batin Lyota.
Reno tau jika Lyota masih syok dengan perkataannya tadi, ia pun hanya senyum-senyum saja sambil sesekali melirik ke arah Lyota.
"Heh! Lu kenapa senyum-senyum gitu ke gue? Ngeledek gue, lu apa gimana?" ujar Lyota kesal.
"Kamu kok tau aja sih kalo saya lagi senyum sama kamu? Jangan-jangan kamu punya indra keenam, ya?" ucap Reno sambil tersenyum renyah dan mencolek hidung Lyota.
"Ish, ya tau lah!" bentak Lyota.
"Tuh kan, gak sopan lagi sama saya. Inget loh Lyota, usia saya itu di atas kamu sedikit dan kamu gak boleh ngomong ngegas gitu sama saya!" ucap Reno.
"Ah bodoamat! Lu aja udah ngeselin, main cium-cium bibir orang aja! Buat apa gue harus sopan dan hormat sama om-om mesum kayak lu?" ucap Lyota sambil melipat kedua tangannya di depan.
Reno tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lyota itu.
Lyota terdiam tak lagi berbicara.
...•••...
Disisi lain, Tania juga tampak senang karena diajak jalan-jalan berdua oleh calon suaminya yang tak lain ialah Revan pagi hari ini. Tania pun sedari tadi terus saja tersenyum memandangi wajah Revan tanpa melepaskan genggaman tangannya itu.
Revan ikut senang melihat gadisnya senang, apalagi baru kali ini ia dan Tania jalan berduaan tanpa ada gangguan atau apalah itu.
"Van, seru ya kalo misal kita nanti piknik di tempat ini. Apalagi ajak Rania sama papa juga, pasti bakal lebih seru deh!" ucap Tania tersenyum sembari bergelayut manja pada lengan lelakinya.
"Iya kamu benar, nanti kapan-kapan kita adain aja piknik sekeluarga disini!" ucap Revan setuju.
"Boleh tuh, awas loh kalo bohong!" ucap Tania mengancam Revan sembari menunjuk ke wajah pria itu mengenakan telunjuknya.
Revan tersenyum lalu mengelus wajah gadisnya.
"Kamu gak perlu diimut-imutin begitu juga udah imut kok, ya tapi yang sekarang tambah imut sih! Aku makin gemes jadinya, pengen makan tuh bibir rasanya tapi disini banyak orang!" ucap Revan.
"Haish, orang aku ngancem kamu supaya kamu gak bohong. Kok malah jadi pengen makan bibir aku?" ucap Tania terheran-heran.
"Hahaha..." Revan justru tertawa kecil mendengar itu.
__ADS_1
Saat mereka baru saja hendak melihat ke tempat lain disana, tiba-tiba ponsel Revan berdering.
"Eh bentar ya, sayang! Aku angkat telpon dulu, barangkali penting!" ucap Revan.
"Iya iya..." ucap Tania mengangguk.
Revan pun mengambil ponselnya dari saku celana, ia melihat nama asistennya terpampang disana. Tanpa berlama-lama, ia pun langsung mengangkat telpon tersebut barangkali ada yang penting.
📞"Halo, Lexa! Ada apa?" tanya Revan penasaran kepada asistennya itu.
📞"Iya halo, dok. Begini, pasien anda yang bernama Karina ingin bertemu dengan anda sekarang juga! Saya sudah bilang kalau hari ini dokter libur dan gak ada jam dinas, tapi beliau memaksa ingin bertemu sama dokter sekarang! Ini gimana ya, dok?"
📞"Haish, Karina itu bukan pasien saya! Dia cuma ambil kesempatan buat dekat dengan saya, jadi lebih baik kamu usir dia dari sana! Saya gak akan pernah mau ketemu sama dia!" ucap Revan tegas.
📞"Eee tapi dok, mbak Karina sudah mendaftar di tempat ini sebagai pasien anda yang membutuhkan bantuan anda sebagai dokter. Kalau saya mengusirnya, pasti beliau bisa saja melaporkan kami ke pihak rumah sakit dan menggugat kami di kantor polisi nanti!"
📞"Hadeh, bener-bener tuh cewek! Yaudah, saya akan datang kesana sekarang!" ucap Revan.
📞"Baik, dok! Maaf sebelumnya karena sudah mengganggu waktu anda!"
📞"Tidak apa, terimakasih infonya!" ucap Revan.
📞"Sama-sama, pak."
Tuuutttt...
Revan memutus telponnya, lalu kembali menatap wajah Tania yang masih berdiri di belakangnya.
"Sayang..." ucap Revan pelan sembari mendekati Tania dan memegang bahu gadis itu.
"Kenapa?" tanya Tania penasaran.
"Aku harus ke rumah sakit sekarang, ada pasien yang mau ketemu sama aku. Maaf banget ya, padahal aku lagi libur sekarang supaya bisa jalan sama kamu! Eh malah ada pasien dadakan kayak gini, aku jadi gak bisa lanjut jalan lagi sama kamu!" ucap Revan.
"Gapapa, aku paham kok. Lagian pasien kamu itu lebih penting daripada aku, udah sana kamu berangkat gih!" ucap Tania.
"Makasih ya, kamu udah ngertiin aku! Tapi, gimana kalau kamu ikut aja sama aku ke rumah sakit? Aku gak sebentar kok disana, paling cuma beberapa menit." ucap Revan.
"Umm, emang gak ganggu kamu?" tanya Tania.
"Ya enggak lah! Aku sekalian juga mau kenalin kamu sama semua teman-teman aku disana, udah yuk ikut aja sama aku ke rumah sakit!" ucap Revan.
"Yaudah deh, iya aku ikut." ucap Tania tersenyum.
Akhirnya Revan pun menggandeng tangan Tania dan membawa gadis itu ke dalam mobilnya, mereka berdua akan pergi menuju rumah sakit tempat Revan harus bertugas.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...