
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 150
(Bujukan Velove)
...•...
...•...
Keesokan harinya, Velove bersama Cakra sang papa datang ke rumah William untuk menemui putri mereka yakni Rania disana, ya hingga kini memang mereka masih belum bisa membawa pulang Rania karena Tania tak mengizinkannya.
Mereka berdua juga menanti jawaban dari Rania sendiri untuk memilih apakah dia masih ingin tinggal bersama Tania disana, atau pulang bersama mereka ke rumah orang tua kandungnya yang saat ini sudah berhasil menemuinya dan merindukannya.
Pasangan ayah dan anak yang juga telah memiliki seorang putri dari hasil hubungan terlarang itu, kini duduk di sofa ruang tamu menunggu kehadiran Rania kesana sembari menikmati minuman yang sudah disediakan oleh pelayan disana.
"Pah, kapan kita bisa bawa pulang Rania ke rumah? Aku gak sabar banget mau tinggal bareng sama putri aku pah, katanya papa mau usahain itu!" tanya Velove penasaran.
"Sabar sayang, papa juga lagi usaha! Yang penting kita harus datangi Rania terus setiap hari, supaya anak itu ngerasa nyaman sama kita dan milih buat ninggalin Tania..." jawab Cakra.
"Tapi sampe kapan, pah?" tanya Velove lagi.
"Ya itu dia, kamu harus banyak-banyak sabar! Untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, kamu butuh waktu dan gak bisa instan!" jawab Cakra.
"Huft, yaudah iya!" ucap Velove mendengus kesal.
Akhirnya Cakra merangkul putrinya lalu mengusap-usap puncak kepala Velove dengan lembut sembari mengecup kening gadis itu, tampak Velove hanya diam memejamkan mata menikmati usapan lembut sang papa yang sudah menghamilinya juga.
Tak lama kemudian, Rania si gadis kecil nan cantik yang ditunggu-tunggu oleh mereka akhirnya datang kesana muncul dari atas sembari tersenyum renyah berlari menghampiri mamanya disana.
"Mama..." teriak Rania.
__ADS_1
Sontak Velove langsung menoleh ke asal suara dan melepaskan diri dari rangkulan papanya, ia tersenyum senang melihat putrinya tengah berlari ke arahnya lalu bangkit dan menghampiri Rania menyambut kedatangan putrinya itu dengan pelukan.
Hugg...
"Sayang, mama kangen loh sama kamu!" ucap Velove sembari memeluk putrinya erat.
"Aku juga kangen sama mama, akhirnya mama dateng lagi ke rumahku!" ucap Rania.
Velove pun melepas pelukannya lalu membelai rambut serta memegang wajah putrinya sambil tersenyum bahagia, tatapan mata yang indah dari Rania membuat Velove makin tidak sabar untuk bisa tinggal bersama Rania.
"Sayang, supaya bisa ketemu terus sama mama dan gak bakal kangen-kangenan lagi... kamu mau gak tinggal sama mama di rumahnya kakek?" ucap Velove coba menggoda putrinya.
"Umm... aku mau banget dong, mah! Tapi, apa aku kesana bisa sama kak Tania juga?" ucap Rania.
Mendengar ucapan Rania membuat Velove terhenyak, ia tak habis pikir mengapa Rania terus saja membahas Tania yang bukan merupakan siapa-siapanya dan hanya orang lain yang ingin coba menjauhkan seorang mama dari putrinya.
"Buat apa kamu ajak kak Tania, sayang? Emangnya Rania gak mau tinggal aja sama mama sama kakek?" tanya Velove penuh harap.
"Bukan gak mau, mah! Tapi, aku gak bisa kalo gak sama kak Tania disana! Soalnya aku sama kak Tania itu udah deket banget dan kami gak bisa dipisahkan, mah!" jawab Rania.
"Wah apa tuh, mah? Mama mau kasih aku hadiah, ya?" ujar Rania tampak sumringah.
"Ada deh, makanya kalo Rania mau tau ayo Rania ikut mama ke sofa sama kakek!" ucap Velove tersenyum sambil mencolek hidung Rania.
"Oke, mah...!!"
...•••...
Disisi lain, Tania tengah berada di luar bersama Revan yang merupakan calon suaminya dan sebentar lagi mereka akan melaksanakan pertunangan lalu barulah pernikahan yang juga telah disiapkan oleh kedua orang tua mereka.
Revan sengaja lebih sering mengajak calon istrinya untuk jalan-jalan berdua supaya mereka tentunya bisa lebih dekat dan akrab, Tania pun tampak gembira juga karena Revan selalu bertindak romantis padanya membuat suasana hatinya ceria.
Kali ini mereka berdua tampak serasi dan romantis ketika pergi berjalan ke bazar yang ada di kota, keduanya pun mencoba berbagai permainan sembari menikmati permen kapas yang nikmat dan lembut serta manis seperti kamu.
"Tania, aku seneng deh kalo sekarang kamu udah gak kayak kemarin lagi..." ucap Revan tersenyum.
"Iya, maaf ya soal kemarin itu! Aku cuma masih gugup aja untuk bilang kalo aku udah mantap pilih kamu buat jadi suami aku, makanya aku diem aja!" ucap Tania membalas senyuman Revan.
__ADS_1
"Gapapa kok, kamu kelihatan lebih gemesin juga! Tapi, tetep aja aku lebih suka kamu yang sekarang!" ucap Revan mencolek pipi Tania.
Gadis itu pun tampak tersipu sembari menempelkan wajahnya pada pundak sang kekasih, sedangkan Revan langsung mengusap wajah Tania yang ada di pundaknya sembari memberi kecupan manis pada kening gadisnya itu.
"Kita kesana yuk! Aku lihat disana ada permainan yang lebih asyik lagi deh, kamu mau kan?" ujar Revan sembari menunjuk ke arah depan.
"Umm... kemana aja asal sama kamu, aku mah mau-mau aja kok!" jawab Tania dengan tingkah manja yang membuat Revan makin gemas.
"Aduh, aku jadi terbang kan digituin sama kamu!" ucap Revan tersenyum sembari mencolek pipi mungil menggemaskan milik Tania.
Akhirnya mereka lanjut berjalan sambil bergandengan dan saling menempel lengket, sesekali Tania juga menyuapi permen kapas di tangannya ke arah mulut lelakinya yang tampak menikmati momen kali ini.
Tiba-tiba saja mereka berdua malah tak sengaja berpapasan dengan seorang pria yang hingga kini masih mencintai Tania, ya ialah Reno laki-laki tampan yang juga menjadi cinta pertama bagi Tania walau itu hanyalah masa lalunya.
"Tania...??" sapa pria itu yang nampak tercengang.
Bukan hanya Reno, bahkan Tania sendiri juga sama terkejutnya dengan Reno karena mereka tak sengaja berpapasan di tempat tersebut, begitupun dengan Revan yang nampak tak senang melihat kehadiran Reno disana bertemu dengan gadisnya.
"Mau apa anda disini?" tanya Revan tak suka.
"Loh, ini tempat umum! Siapa saja boleh datang kesini, kan?" ucap Reno membela diri.
Revan pun memutar bola matanya menahan emosi, Tania berupaya meredam kekesalan kekasihnya itu agar tidak terjadi keributan disana yang tentunya bisa mengakibatkan keramaian.
"Kita pergi aja yuk!" bisik Tania di telinga Revan.
Revan mengangguk pelan kemudian melanjutkan langkah mereka berdua pergi melewati Reno, nampak Reno hanya diam memandangi wajah Tania yang perlahan meninggalkan dirinya.
"Kayaknya emang kamu lebih bahagia sama dia, Tania!" batin Reno sepertinya bersedih.
Reno pun juga memilih untuk pergi dari sana dengan perasaan hampa, niatnya untuk menghibur diri malah semakin menambah beban dalam pikirannya karena ia bertemu dengan wanita yang dicintainya.
"Reno, tunggu!"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1