
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 363
(Pulang ke Bogor)
...•...
...•...
Reno dan Lyota tengah bersiap-siap untuk kembali ke Bogor setelah menjalani hari yang cukup panjang di Bali, ya pria itu memutuskan untuk pulang karena Lyota terus-menerus meminta padanya agar segera pulang sehingga Reno tak bisa menolaknya.
Lyota pun tampak senang karena suaminya mau menuruti permintaannya, ia memasukkan baju-baju miliknya ke dalam koper dengan sangat gembira sebab ia sudah amat rindu pada ibunya dan ingin segera bertemu dengan sang ibu nantinya.
"Hey, kamu kok kayaknya seneng banget kita mau pulang? Ada apa sih emang di Bogor?" tanya Reno.
"Ish mas, kamu gimana sih? Aku ini kangen loh sama ibu, aku pengen ketemu sama ibu dan kak Reva juga sih! Emangnya kamu sendiri gak kangen sama mama papa dan Tania?" jelas Lyota.
"Ohh iya juga sih," ujar Reno tersenyum.
"Yaudah mas, itu baju kamu masukin juga dong ke koper! Jangan malah main hp terus, kamu niat pulang apa enggak sih mas?!" tegur Lyota.
"Sabar dong sayang! Ini aku lagi pesan tiket loh, kamu jadi mau pulang kan? Gimana caranya kita balik ke Bogor tanpa tiket pesawat, sayangku cintaku manis ku?" ujar Reno sedikit kesal.
"Eee hehe maafin aku mas, aku gak tahu kalau kamu lagi pesan tiket!" ucap Lyota merasa bersalah.
"Yaudah gapapa, kamu tolong aja sekalian itu masukin baju-baju aku juga ya! Supaya cepat aja sayang, jadi begitu aku dapat tiket kita tinggal langsung cus ke bandara!" ucap Reno.
"Kita ke bandara naik apa mas?" tanya Lyota.
"Naik becak sayang, ya pesan taksi lah! Masa iya ke bandara naik becak?" jawab Reno.
"Ih kamu kok jadi emosian sih mas?" ujar Lyota.
"Bukan emosi cantik, aku cuma kebawa suasana aja gara-gara kamu itu terlalu cantik dan bikin aku gemes banget sama kamu!" ucap Reno.
Pria itu berusaha membujuk istrinya dengan terus mencubit pipi Lyota berkali-kali, ya karena Reno tak mungkin bisa bila Lyota marah padanya.
"Ohh yaudah sini aku yang masukin pakaian kamu, tapi beneran kan kamu pesan tiket? Bukan lagi main game atau nonton film anu-anu?" ujar Lyota menaruh curiga pada suaminya.
"Ya ampun sayang, kamu curigaan banget sih sama suami sendiri! Nih beneran tuh nih, aku pesen tiket! Ya kan?" ujar Reno gregetan sendiri.
"Iya iya maaf...!!" ucap Lyota.
Reno pun geleng-geleng kepala sembari menepuk jidatnya, kali ini ia benar-benar dibuat gemas sekali oleh istrinya tersebut. Kalau saja mereka tidak ingin pulang hari ini, pasti Reno sudah kembali menghajar Lyota disana karena rasa gemasnya itu.
Dertt dertt....
Tiba-tiba saja ponsel milik Lyota bergetar, itu menandakan ada telpon masuk dari seseorang. Lyota pun bergegas mengeceknya, dan ternyata yang menelponnya adalah Reva sang kakak.
"Mas, kak Reva nelpon aku nih!" ucap Lyota.
"Yaudah angkat aja sayang!" ucap Reno.
"Oke mas!" ucap Lyota.
Lyota pun mengangkat telponnya di depan Reno.
📞"Halo kak, assalamualaikum!" ucap Lyota.
📞"Waalaikumsallam, ya ampun Lyota akhirnya gue bisa dengar suara lu lagi! Lu kok lama banget sih di Bali nya? Perasaan waktu itu lu bilang cuma sebentar deh, ini kok hampir sebulan?" ujar Reva.
📞"Eee hehe iya nih kak, aku sama mas Reno betah disini. Jadi aja kita gak mau pulang-pulang, mas Reno juga sampe booking lagi hotelnya!" ujar Lyota.
📞"Oalah pantesan! Terus kalian berdua itu kapan pulangnya? Ini ibu udah kangen banget loh sama lu, dari kemarin nanyain kabar lu terus! Katanya pengen ketemu dan peluk lu, kasihan nih ibu sampe kangen banget begini!" ucap Reva.
📞"Hah? Duh, aku jadi gak enak sama ibu! Iya kak, bilangin aja sama ibu ya kalau hari ini aku pulang kok! Ini aku sama mas Reno lagi packing pakaian kami, mungkin siang atau sore kita baru terbang ke Jakarta nantinya! Tapi, kondisi ibu baik-baik aja kan kak? Gak sakit atau apa?" ucap Lyota cemas.
📞"Alhamdulillah enggak! Ibu cuma kangen aja sama lu Lyota," ucap Reva.
📞"Oh syukurlah! Terus ibu ada gak kak? Aku mau bicara dong sama ibu, boleh kan?" tanya Lyota.
__ADS_1
📞"Yah ibu lagi keluar tadi sama si Niko, nanti deh gue telpon kalo ibu udah pulang. Eh atau gausah deh, mending lu cepet-cepet balik sini terus langsung temuin ibu!" usul Reva.
📞"Umm iya juga sih, yaudah kak kalo gitu aku lanjut beres-beres dulu ya? Sampai ketemu nanti, assalamualaikum!" ucap Lyota.
📞"Oke, waalaikumsallam!" balas Reva.
Tuuutttt...
Lyota menutup telponnya, ia menaruh ponsel di atas meja lalu kembali melanjutkan memasukkan pakaian milik Reno ke dalam koper.
"Apa kata Reva?" tanya Reno penasaran.
"Itu loh mas, katanya ibu tuh kangen sama aku!" jawab Lyota.
"Ohh, udah bilang kan mau pulang sekarang?" tanya Reno.
Lyota mengangguk sambil fokus membereskan baju-baju milik suaminya itu.
"Ya baguslah!" ucap Reno.
"Iya mas,"
Reno pun kembali ke aktivitasnya, ia bermain ponsel menipu Lyota. Padahal urusan tiket sudah beres sedari tadi, ia hanya beralasan karena ingin membuka akun sosmed miliknya.
•
•
Sementara itu, Rianti dan Darma masih terlibat dalam pembicaraan. Mereka berdua berbicara agak jauh dari Anggi yang masih berdiri penasaran di dekat mobilnya itu, ya karena tentunya Darma tak mau jika Anggi sampai mendengar semuanya.
Darma yang cemas terus-menerus menoleh ke belakang memperhatikan istrinya, ia khawatir Anggi akan mendengar pembicaraan mereka. Sedangkan Rianti juga tampak ragu untuk berbicara melihat Darma yang tidak bisa fokus.
"Oh ya, jadi apa yang kamu mau omongin sama saya?" tanya Darma penasaran.
"Umm saya gak mau bicara banyak sih om, saya cuma mau minta maaf aja sama om! Ini menyangkut penipuan yang saya lakukan delapan tahun lalu ke om Darma, karena sebelum saya dapat maaf dari om saya ini ngerasa gak tenang om dan selalu kebawa pikiran!" jelas Rianti.
"Aduh, kejadian yang udah berlalu biarlah berlalu Rianti! Saya aja udah lupain itu kok, emang waktu itu saya kesal sekali dengan kamu karena sudah menipu saya! Tapi, saya juga sadar kalau yang saya lakukan itu salah karena saya sudah sempat menduakan istri saya demi wanita seperti kamu!" ucap Darma.
"Jadi, apa om mau memaafkan saya?" tanya Rianti.
"Tenang aja! Saya sudah maafin kamu dari lama, apalagi masalah ini kan udah berlalu cukup lama juga dan harta milik saya juga sudah kembali utuh berkah bantuan Reno!" ucap Darma.
"Gak kok, saya ini bukan tipe orang yang pendendam! Oh ya kalau boleh tau, apa kamu masih bekerja sebagai wanita penipu seperti dulu?" ucap Darma.
"Eee enggak om, sejak kejadian dengan om itu saya ini udah berhenti kok nipu orang. Menurut saya, kerjaan itu selalu bikin saya sial! Lagian kan Reno juga langsung kasih saya pekerjaan sebagai asisten dia di kantor, ya walau cuma sebentar sih!" jelas Rianti tersenyum.
"Kalau soal itu saya tahu sih, tapi setelah keluar dari kantor Reno, kamu kerja dimana lagi sekarang? Masih kerja atau udah enggak nih?" tanya Darma penasaran.
"Eee kebetulan aku udah nikah om, dan aku punya dua anak. Salah satunya anak aku dengan Reno, dia ada di dalam mobil loh om. Apa om mah ketemu dengan cucu om yang lainnya selain Tania kecil?" ucap Rianti sambil tersenyum.
"Apa maksud kamu? Bagaimana caranya kamu bisa punya anak dari Reno?" tanya Darma heran.
"Iya om, sebelum Reno mengusir saya dari perusahaannya dia sempat menghamili saya lebih dulu tepat di malam sebelum saya dipecat! Dan asal om tau, tindakan Reno itu terpicu karena saya sudah menipu om! Setelahnya, Reno meninggalkan saya sehingga saya harus berjuang seorang diri merawat dan membesarkan anak saya dan Reno! Untungnya saya bertemu dengan seorang pria yang baik hati, dia mau menikahi saya meskipun dia tau saya sedang mengandung anak dari Reno!" jelas Rianti.
"Hah? Gak, gak mungkin Reno berbuat seperti itu! Gak mungkin! Kamu pasti ngarang kan? Jangan pernah kamu jelek-jelekin anak saya! Ingat Rianti, saya baru aja maafin kamu loh! Kenapa kamu malah melakukan ini ke saya, ha?" ujar Darma emosi.
"Terserah om mau percaya apa enggak, intinya semua itu benar om! Kalau om gak percaya sama kata-kata saya, om bisa tanya langsung ke Reno nanti! Dia juga udah ketemu kok sama anak kandungnya, tapi saya gak akan pernah sudi membiarkan Reno mengambil Athar dari saya!" ucap Rianti tegas.
Darma terdiam menunduk, ia tak habis pikir dengan kelakuan putranya di masa lalu pada Rianti.
"Yaudah om, itu aja yang mau saya sampaikan sekarang. Kalau om pengen ketemu sama cucu om, saya bisa kok panggilin dia sekarang! Tapi, kalau gak mau juga gapapa!" ucap Rianti.
"Tidak usah, saya masih belum percaya dengan apa yang kamu ucapkan tadi. Saya akan bertanya langsung pada Reno nanti, jika memang itu semua benar baru saya akan menemui anak Reno sekaligus cucu saya itu!" ucap Darma.
"Baik om! Kalo gitu saya mohon izin permisi, saya masih harus menemui suami saya di kantornya!" ucap Rianti tersenyum.
Rianti bangkit dari duduknya dan hendak pergi kembali ke dalam mobilnya.
"Silahkan!" ucap Darma singkat.
Setelahnya, Rianti pun masuk ke dalam mobil dan duduk di samping putranya seperti tadi. Sedangkan Darma tetap berdiam diri disana memikirkan perkataan Rianti.
"Apa benar yang dikatakan Rianti?" batinnya.
Sementara Rianti langsung meminta supirnya untuk bergegas pergi dari sana, karena ia tak ingin terlambat sampai di kantor suaminya.
"Pak, langsung jalan ya!" ucap Rianti.
__ADS_1
"Baik Bu!" ucap si supir.
"Mah, itu tadi siapa sih? Kok mama ngobrol sama dia?" tanya Athar penasaran.
"Eee teman mama sayang," jawab Rianti tersenyum.
"Ohh,"
Rianti pun memeluk putranya itu, entah mengapa ia menjadi sedih selepas menceritakan semuanya pada Darma mengenai Athar. Ia kini tak tahu apa yang akan terjadi berikutnya setelah ia menceritakan itu pada Darma.
"Kira-kira, apa yang terjadi nantinya ya? Apa Reno bakal marah sama aku?" gumam Rianti dalam hati.
❤️
Setelah mobil Rianti pergi dari sana, Anggi mendekati suaminya sambil menggandeng Tania kecil karena ia sangat penasaran dengan yang terjadi disana.
"Oma, opa itu ngobrol sama siapa sih tadi?" tanya Tania kecil penasaran.
"Eee Oma juga gak tahu sayang, yuk kita samperin aja opa terus tanya langsung!" ucap Anggi.
"Oke Oma!"
Keduanya berhenti tepat di depan Darma, melihat itu membuat Darma terkejut dan langsung berdiri menyamai Anggi dan Tania.
"Papa, ada urusan apa sih sebenarnya?" tanya Anggi.
"Oh gak ada kok mah, dia cuma mau minta maaf! Ini kan masih suasana lebaran," jawab Darma.
"Masa sih? Kok mama gak percaya ya? Pasti ada yang disembunyiin sama papa, iya kan?" ujar Anggi.
"Gak ada mama, udah yuk kita lanjut pergi!" ucap Darma.
"Huh yaudah deh...."
Anggi mendengus pelan, lalu pergi kembali ke mobil bersama Darma dan Tania kecil yang sedari tadi hanya diam tak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Oma opanya itu.
"Aku gak yakin sama ucapan papa, pasti ada sesuatu yang penting nih! Buktinya papa kelihatan gelisah gitu pas selesai bicara sama cewek tadi, hmm kira-kira ada apa ya?" gumam Anggi di dalam hati.
Tak lama kemudian, ponsel milik Anggi berdering membuat ia berhenti sejenak untuk mengangkat nya.
"Pah, sebentar ya ini Reno telpon!" ucap Anggi.
"Ohh iya mah," ucap Darma mengizinkan.
"Oma, itu papa? Aku mau bicara dong sama papa, aku kangen tau sama papa!" ucap Tania kecil.
"Sabar ya sayang! Oma duluan," ucap Anggi.
"Oke Oma!"
Anggi pun mengangkat telponnya disana.
📞"Halo Reno! Ada apa kamu tumben telpon mama?" tanya Anggi penasaran.
📞"Iya mah, gak ada kok. Aku cuma mau kasih kabar ke mama kalau hari ini aku dan Lyota pulang ke Bogor, tapi maaf ya mah oleh-oleh yang mama minta belum bisa kita wujudin!" jawab Reno.
📞"Serius sayang? Gapapa kalau soal itu mah, yang penting kalian udah berusaha! Nanti juga dikasih kalau emang udah rezekinya, sabar aja ya sayang! Oh ya, kapan kalian naik pesawatnya jam berapa gitu? Terus kira-kira sampe disini kapan? Biar mama sama papa jemput kamu di bandara!" ucap Anggi.
📞"Eee iya mah, agak siangan nanti pesawatnya berangkat kira-kira jam dua. Mungkin sampai disana jam lima atau enam sore, tapi mama gausah repot-repot jemput aku sama Lyota lah! Aku bisa naik taksi kok nanti, kasihan mama capek!" ucap Reno.
📞"Gapapa Ren, biar mama jemput aja! Sekalian ini Tania juga udah kangen banget sama kamu katanya, dia pengen bicara sama kamu!" ucap Anggi.
📞"Oh ya? Boleh deh mah, aku pengen ngobrol juga sama Tania!" ucap Reno antusias.
📞"Iya iya sebentar ya!" ucap Anggi.
Anggi pun menyerahkan ponselnya pada Tania kecil.
"Sayang, ini papa mau bicara!" ucap Anggi.
"Oke Oma!" ujar Tania girang.
Tania kecil sangat senang dapat berbicara dengan papanya.
📞"Halo papa! Papa apa kabar? Aku kangen banget sama papa!" ucap Tania kecil.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...