
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 83
(Tergesa-gesa)
...•...
...•...
Rania sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, dengan begitu Cakra pun langsung membawa Rania keluar dari rumah sakit untuk menemui Tania di kebun bambu sesuai janji. Gadis kecil itu tampak berbahagia sekali karena akan bertemu kembali dengan kakaknya, sedangkan Cakra justru bersedih menatap Rania berkaca-kaca belum siap melepaskan Rania dari tangannya.
Mereka kini sudah berada di mobil dalam perjalanan menuju kebun bambu, Cakra terus saja memandangi wajah gadis kecil di sampingnya sembari mengusap lembut kepala Rania dan menahan tangisnya. Rania sendiri tak menyadari itu, karena ia terlalu bahagia dan sudah tidak sabar untuk bertemu kakaknya nanti. Namun, saat gadis kecil itu menoleh ke samping ia melihat air mata lolos dari wajah Cakra dan membuatnya merasa heran lalu bertanya.
"Om, kenapa om nangis?" tanya Rania dengan wajah polosnya menatap pria di sampingnya.
Sontak Cakra langsung reflek menyeka air matanya dengan tangan, ia pun mencoba terlihat bahagia di depan Rania dengan melontarkan senyum.
"Gak kok, om gak nangis! Barusan tuh om kelilipan, ngapain juga om nangis kan? Justru om ikut bahagia karena sebentar lagi Rania bakal ketemu kakaknya Rania, itu kan yang Rania mau selama ini?" ucap Cakra pura-pura tersenyum sembari mengusap pucuk kepala gadis kecil itu.
"Ohh, tadi aku kira om nangis karena mau pisah sama aku! Syukur deh, makasih ya om udah mau turutin kemauan aku buat pulang!" ucap Rania.
"Iya, sayang!"
Rania kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia menatap keluar jendela memandangi jalan sembari menggoyang-goyangkan kakinya. Sementara Cakra sibuk menghapus air matanya agar tidak memalukan ketika bertemu Tania nanti, sesekali ia melirik ke arah Rania lalu tersenyum.
"Om senang, lihat kamu ceria seperti ini! Walau sebenarnya om sedih sekali akan berpisah dengan kamu, yang om inginkan hanyalah menolong anak-anak kecil yang sengsara di kota ini! Tidak ada satupun niat om untuk menyakiti kamu, maafkan om karena sudah memisahkan kamu dari kakakmu!" batin Cakra menghela nafasnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di kebun bambu tempat Cakra sudah membuat perjanjian dengan Tania untuk bertemu dan menukarkan Rania dengan Velove disana. Cakra tampak celingak-celinguk mencari keberadaan Tania, namun belum ada siapa-siapa disana sehingga Cakra harus sabar menunggu beberapa waktu disana.
"Om, kok kita malah kesini? Katanya om mau bawa aku ketemu kak Tania, ini mah kebun-kebun om! Gak mungkin lah kak Tania ada disini, om!" ujar Rania merasa dibohongi oleh Cakra.
"Iya, om udah janjian buat ketemu sama kakak kamu disini kok! Tunggu ya, sebentar lagi pasti kakak kamu itu bakal datang buat jemput kamu!" ucap Cakra santai sembari mencolek dagu Rania.
"Ohh, oke deh om!"
Rania pun tenang kembali lalu menoleh kesana-kemari mencari kakaknya, sementara Cakra mengetik pesan untuk dikirimkan ke Tania yang isinya mengatakan kalau ia sudah sampai.
...•••...
Sementara itu, Tania sendiri baru sampai di tempat ia menyekap Velove bersama Rizky. Ia turun dari mobil dan meminta Riko serta Rusli menunggu disana, tentu karena ia tak mau Riko kepo dan nantinya malah memberitahu papanya soal ini.
"Pak Riko sama pak Rusli tunggu di mobil aja ya, nanti aku bakal balik lagi kok buat lanjut jalan!" ucap Tania tersenyum menarik tas selempang miliknya.
"Baik, non!" ucap Riko mengangguk.
Tliingg...
Langkah Tania terhenti karena ponselnya berdering, ia mengambil sejenak ponselnya dari dalam tas untuk mengecek siapakah yang mengirim pesan.
💌Penculik : Tania, saya sudah sampai! Cepat datang karena Rania tidak sabar bertemu kamu!
Tania pun makin panik setelah membaca isi pesan itu, ia langsung berlari kencang ke dalam gudang tanpa membalas pesan dari Cakra karena takut tidak terburu waktunya nanti. Bahkan ia saja tidak sempat menaruh ponselnya kembali dan terus digenggam di telapak tangannya, gadis itu terus berlari sampai akhirnya ia tiba di dalam gedung tersebut.
Tampak Rizky masih berada disana dan tertidur pulas di atas kursi dengan mulut terbuka, Tania langsung menghampiri pria itu kemudian mencubit hidungnya sehingga Rizky gelagapan karena sulit bernafas dan akhirnya terbangun dari tidurnya.
"Heh, sialan banget lu ah! Lu mau bunuh gue?" ujar Rizky marah-marah pada Tania.
"Udah gausah ngomel, mana kuncinya? Gue mau bawa Velove ketemu papanya, hari ini gue udah atur pertemuan sama Cakra di tempat kemarin dan dia udah sampai disana sama Rania!" ucap Tania menengadahkan tangannya di depan Rizky.
"Kenapa mendadak banget sih? Harusnya lu kasih tahu dari kemarin atau minimal semalam gitu, jadi gue kan bisa persiapan gak buru-buru kayak gini!" ujar Rizky masih saja mengomel.
__ADS_1
"Ish udah gausah bawel ah! Cepet buka pintunya, gue harus bawa Velove pergi dari sini!" bentak Tania.
"Ah iya iya..."
Rizky langsung berjalan melewati Tania lalu membuka pintu tempat mereka menahan Velove, setelah pintu terbuka mereka langsung masuk ke dalam dengan tergesa-gesa menemui Velove.
Begitu melihat Tania & Rizky masuk ke ruangan itu, mata Velove langsung terbelalak lebar. Ia takut kedua manusia itu akan menyiksanya seperti kemarin dan mengancam papanya, namun setelah melihat senyum di wajah Tania gadis itu sedikit merasa lega dan tenang.
"Gausah takut! Kita mau bebasin lu kok, bokap lu udah dateng di tempat kemarin bawa adik gue! Jadi, lu bakal balik lagi sama dia!" ucap Tania membebaskan ikatan di tubuh Velove.
Sementara Rizky berdiri saja di belakang Tania sambil menguap dan mengucek-ngucek matanya.
"Ish, lu malah diem lagi! Sini bantu gue lepasin ikatannya!" bentak Tania menatap wajah Rizky.
"Yaelah manja amat sih, gitu aja minta bantuan gue!" ujar Rizky berjalan mendekati Tania dengan malas.
Mereka pun melepaskan ikatan di tubuh Velove secara bersamaan, tampak Tania sangat terburu-buru sampai terpentok kepala Rizky.
"Duh!" rintih Tania memegangi keningnya.
"Sorry, lu sih buru-buru amat udah kayak orang dikejar hutang aja!" ujar Rizky.
"Yeh kan si Cakra udah sampe, nanti kalo dia mikirnya gue gak dateng gimana? Dia nanti malah pulang lagi, terus gue gak bisa ketemu Rania!" ucap Tania mengusap-usap keningnya.
"Yaelah kan bisa lu kabarin dia dulu! Bilang, kalau lu lagi otewe kesana!" ujar Rizky.
"Oh iya, kenapa gue gak kepikiran ya?" ujar Tania nyengir lalu membuka hp nya dan langsung mengirim pesan balasan ke nomor Cakra.
"Ya iyalah, yang di otak lu kan cuma cerewet!" umpat Tania pada gadis di sampingnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1