Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 221 (Ana bukan Tania!)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 164


(Ana bukan Tania!)


...•...


...•...


KRIIIINNGGGG... KRIIIINNGGGG....


Bel pulang telah berbunyi, Rania kini sudah berada di luar sekolahnya menunggu jemputan sembari celingak-celinguk barangkali mobil kakaknya sudah muncul. Namun, cukup lama Tania tak kunjung datang membuat Rania merasa pegal dan letih.


Akhirnya Rania memilih masuk kembali ke dalam sekolahnya menunggu di pos satpam bersama Taufiq agar tak kepanasan dan keletihan, tentu sang satpam membolehkan karena ia juga senang bisa berbincang bersama Rania disana.


"Rania, mau minum gak?" ucap Taufiq menawarkan minum kepada gadis kecil itu.


"Enggak om satpam, aku gak haus! Cuma capek aja sama kepanasan tadi disana, soalnya nunggu kak Tania lama banget gak dateng-dateng!" ucap Rania menggelengkan kepala.


"Ohh, yaudah Rania nunggunya disini aja sama om satpam biar gak kepanasan!" ucap Taufiq.


"Iya om, makanya aku kesini!" ucap Rania tersenyum sembari duduk di kursi dan menunggu kakaknya datang menjemput disana.


Tak lama kemudian, Lydia atau yang biasa dipanggil bu guru cantik oleh Rania muncul kesana. Ia melihat Rania tengah duduk manis di pos satpam bersama Taufiq, akhirnya Lydia yang hendak pulang pun menghampiri Rania lebih dulu.


"Hai, Rania!" ucap Lydia menyapa gadis mungil itu.


"Eh Bu guru cantik!" ucap Rania tersenyum saat melihat Lydia menghampirinya, ia langsung turun dari kursi lalu mencium tangan gurunya itu.


"Rania lagi ngapain disini? Emang Rania gak pulang ke rumah?" tanya Lydia heran.


"Justru itu Bu guru cantik, aku lagi nunggu dijemput sama kak Tania! Soalnya tadi aku udah nunggu lama di depan sana tapi kak Tania gak dateng juga, makanya aku pindah kesini biar gak capek sama kepanasan!" jawab Rania.

__ADS_1


"Ohh, yaudah kamu sabar aja ya sayang! Mungkin kakak kamu itu lagi di jalan kejebak macet, atau ada urusan lain yang dia kerjain!" ucap Lydia.


"Iya Bu guru cantik, aku juga sabar kok nunggu kak Tania sampai dateng buat jemput aku!" ucap Rania.


"Bagus murid ibu yang cantik ini, yaudah kamu nunggunya biar ditemenin sama ibu ya? Kebetulan ibu juga masih ada sisa sandwich nih yang belum sempat dimakan tadi, Rania mau gak?" ucap Lydia.


"Wah mau mau Bu guru cantik, aku juga lapar lagi nih gara-gara kelamaan berdiri tadi!" ucap Rania.


"Oke, kalo gitu ini satu sandwich nya buat Rania! Terus yang satu lagi buat ibu, kita makan bareng-bareng ya biar Rania gak lapar lagi!" ucap Lydia memberikan sebuah sandwich pada Rani.


"Iya Bu guru cantik, makasih!"


Rania pun menampani sandwich dari tangan Lydia lalu mulai memakannya bersama juga dengan Lydia yang memakan sandwich miliknya, sedangkan Taufiq disana tampak menahan lapar melihat kedua wanita itu tengah menikmati sandwich yang lezat.


"Ehem ehem... terus ini buat saya mana, ya?" ujar Taufiq bergurau.


"Ohh, pak Taufiq mau juga?" tanya Lydia.


"Hehe ya mau dong Bu, masa kalo dikasih saya nolak!" jawab Taufiq nyengir.


"Yah tapi udah abis pak, itu sisa satu kan udah dikasih ke Rania!" ucap Lydia tersenyum.


"Hadeh, yaudah gapapa deh Bu! Emang nasib saya ini mah gak kebagian makan enak!" ujar Taufiq.


"Waduh kamu emang paling baik dah, tapi gapapa om udah kenyang kok!" ujar Taufiq menolak.


"Rania!"


Disaat mereka tengah asyik berbincang sambil bergurau, tiba-tiba saja muncul suara seorang wanita dari depan memanggil nama Rania dan membuat mereka bertiga menoleh secara bersamaan.


...•••...


Disisi lain, Reno mengajak Lyota secara paksa untuk bertemu dengan putrinya yakni Tania kecil dan menjemput Tania di sekolahnya. Kebetulan sekarang juga sudah masuk waktu pulang sekolah bagi Tania, dan Reno ingin memperkenalkan putrinya pada Lyota alias gadis yang mulai mencuri perhatiannya.


Berulang kali Lyota berupaya untuk pergi dan minta dilepaskan oleh Reno, akan tetapi pria itu masih kekeuh untuk membawa Lyota menemui putrinya di sekolah dan memperkenalkan mereka. Akhirnya Lyota pun terpaksa mau menuruti kemauan Reno, walau ia sangat ragu untuk melakukan itu.


"Papa...!!"


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menunggu Tania pulang sekolah, karena begitu sampai mereka langsung disambut oleh suara teriakan seorang gadis kecil yang cantik dan menggemaskan dari arah dalam sembari berlari menghampiri papanya yang juga baru turun dari mobil.

__ADS_1


Hug...


Tania kecil langsung memeluk erat papanya begitu ia mendekati Reno, Reno pun menggendong tubuh putrinya lalu berputar dua kali untuk bermain dengan putrinya disana. Tania tampak senang dan tertawa karena kelakuan papanya, namun tiba-tiba ia berhenti tertawa saat melihat sosok wanita disana.


"Pah, itu siapa?" tanya Tania sembari menunjuk ke arah Lyota dan menatapnya penasaran.


"Ohh, itu temen papa sayang! Yuk Tania kenalan dulu sama tante Lyota, supaya Tania juga bisa akrab sama tante Lyota!" jawab Reno lalu menurunkan tubuh putrinya untuk dikenalkan pada Lyota.


"Hah? Jangan panggil tante ya sayang, panggil kakak aja! Kak Lyota, karena aku belum tante-tante!" ucap Lyota berjongkok di hadapan Tania kecil lalu mencolek gemas pipi gadis itu.


"Oke kak Lyota! Kenalin ya namaku Tania..." ucap Tania menyodorkan tangannya ke depan.


"Ahaha, pinter ih kamu! Nama kakak Lyota, salam kenal ya anak manis!" ucap Lyota berjabat tangan dengan Tania lalu mencubit pipi gadis tersebut.


Tania tertawa gemas saat pipinya dicubit oleh Lyota, lalu tanpa diduga ia langsung memeluk tubuh Lyota di hadapan papanya. Lyota yang terkejut hanya bisa diam membiarkan Tania memeluknya, ia pun juga membalas pelukan Tania sembari mengusap punggung gadis kecil itu.


"Kak Lyota wangi ya..." ucap Tania.


"Hahaha, iya dong kan kakak pake minyak wangi! Tania juga wangi kok, wangi banget malah!" ucap Lyota tersenyum.


"Sayang, papa kan udah bilang sama kamu sebelumnya... mulai sekarang nama kamu itu Ana bukan Tania lagi, kamu ngerti kan?" ucap Reno memotong pembicaraan mereka sembari mengusap puncak kepala putrinya.


"Tapi pah, aku suka nama Tania!" ucap Tania.


"Sayang, ngertiin papa dong! Ana itu nama yang bagus loh, lagian kan juga diambil dari ujung nama mama kamu!" ucap Reno.


"Iya sih pah, tapi kan—"


"Gak ada tapi tapi, sayang! Pokoknya papa mau mulai sekarang kamu itu sebut nama kamu Ana, bukan Tania!" potong Reno.


Seketika Tania cemberut dan matanya mulai berkaca-kaca hendak menangis, nampaknya ia kesal juga pada sang papa yang memaksanya mengganti nama menjadi Ana padahal ia tidak mau.


"Papa jahat!" ujar Tania kesal.


"Sayang, sabar ya!" ucap Lyota langsung memeluk tubuh Tania kecil dan menenangkannya.


"Ren, kamu jangan kayak gitu dong sama anak kamu!" bentak Lyota pada Reno.


Reno hanya menghembuskan nafas sembari memutar bola matanya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2