
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 98
(Nikah sama tembok)
...•...
...•...
Setelah puas memandangi pohon kenangan dirinya bersama sang mantan terindah yakni Joshua, Rianti pun lanjut berjalan mengelilingi taman yang indah dan penuh kenangan itu sembari menatap ke sekeliling keindahan dari taman tersebut.
Mendadak Rianti merasa lebih tenang saat berada di taman itu, seakan semua masalah yang ia derita dan rasakan saat ini telah hilang karena suasana di taman tersebut memang cukup asri dan damai. Keindahan taman yang dipenuhi bunga-bunga cantik serta dekorasi indah nan unik, membuat siapapun yang melihat atau mendatanginya menjadi merasa sejuk serta mendapat ketenangan.
Memang inilah yang ia inginkan sejak kemarin, ya tentu saja ketenangan dan kedamaian di dalam hatinya setelah banyak sekali masalah yang menimpa dirinya saat ini. Rianti memerlukan itu semua agar ia tak stress terus-terusan memikirkan perselingkuhan suaminya, apalagi Lionel sang suami juga tetap kekeuh tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya yang sudah memperkosa wanita.
Rianti pun menghentikan langkahnya saat sampai di sebuah kursi berbentuk love dengan hiasan bunga berjejer di sekitarnya, sontak wanita itu teringat saat Joshua melamarnya disana dan terlihat sangat romantis. Walau akhirnya itu semua berakhir tragis dan menyedihkan karena Joshua tahu kalau Rianti sedang mengandung anak, wanita itu memang terpaksa jujur pada Joshua sebelum mereka menikah tentu agar Joshua tidak marah atau kecewa.
__ADS_1
Rianti terlihat sedang mengelus kursi tersebut sembari menatap bunga-bunga indah disana, ia terduduk disana menatap langit yang cerah nan indah dengan sinar matahari terik membuat ia harus menyipitkan matanya karena tak kuat menatap teriknya sinar matahari tersebut.
Sementara Lionel juga masih terus mengikuti kemanapun istrinya pergi, ia tak mau Rianti sampai kenapa-napa apalagi dijahatin orang. Lionel kini bersembunyi memandang sang istri dari jauh, ia tersenyum ketika melihat istrinya berhasil menemukan ketenangan di tempat ini.
"Syukurlah, Rianti! Aku senang melihat kamu tersenyum seperti itu, walaupun aku juga masih bingung mengapa kamu terus memaksa aku untuk menikah dengan Shani? Padahal seharusnya kamu senang karena aku tidak mau menikahi wanita itu, aku ini hanya menyayangi kamu Rianti!" gumam Lionel tanpa mengalihkan pandangannya dari Rianti.
Rianti ternyata tidak duduk lama disana, ia kembali berdiri lalu lanjut berjalan meninggalkan tempat duduk yang indah tersebut. Wanita itu memang hendak mencari ketenangan di taman itu bukannya kenangan menyedihkan yang ia dapat dahulu, makanya sekarang Rianti kembali berkeliling taman menikmati suasana indah disana.
Lionel yang melihat itu pun juga bergerak mengikuti sang istri melangkah, ia tak mau kehilangan jejak istrinya karena takut kalau Rianti kenapa-napa. Memang Lionel sangat mencintai istrinya dan hanya Rianti yang ia sayangi, itu juga menjadi alasan mengapa Lionel mau menerima Rianti walau ia tahu kalau Rianti sedang mengandung anak orang lain.
Rianti secara tiba-tiba menghentikan langkahnya, ia curiga dan memiliki feeling tidak enak kalau ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Sontak Rianti memutar kepalanya menghadap ke arah belakang untuk memastikan, akan tetapi disana tidak ada siapapun kecuali pohon dan bunga cantik.
"Kok gak ada ya? Perasaan tadi kayak ada yang ngikutin aku, apa cuma perasaan aku doang? Ah iya kali, lagian mana mungkin ada orang yang mau ngikutin aku sampai kesini!" batin Rianti.
...•••...
Disisi lain, Joshua berada di restoran mewah bersama gadisnya yakni Olivia. Mereka bertemu lantaran hendak membahas kelanjutan rencana pertunangan mereka, ya Joshua memang sudah melamar Olivia kemarin karena ia harus segera menikahi gadis itu sebelum terlambat.
Biar bagaimanapun Joshua lah yang sudah merenggut kesucian Olivia, itulah mengapa ia harus bertanggung jawab dengan menikahi gadis tersebut dan tentunya memang itu juga yang ia inginkan sedari awal.
Lain halnya dengan Joshua yang merasa senang akan segera menikahi gadisnya, Olivia justru merasa sedih dan hancur serta kecewa menyesali perbuatannya yang telah melakukan itu sebelum menikah. Walau ia sedikit lega karena kesuciannya diambil oleh Joshua, laki-laki yang ia cintai. Namun, tentu saja Olivia belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan ini karena melakukannya dalam kondisi mabuk dan tidak sadar.
Joshua yang melihat gadisnya terus diam melamun sambil menunjukkan wajah sedih, langsung meraih dua tangan gadis itu dan menggenggamnya serta mencium punggung tangan Olivia secara lembut.
__ADS_1
"Sayang, don't cry! Aku tahu kamu masih belum bisa menerima ini semua, tapi kamu gak perlu terus-terusan sedih dan menyesali perbuatan kita! Lagian cepat atau lambat semuanya juga bakal terjadi kok walau kamu gak mabuk malam itu, karena aku sayang sama kamu dan benar-benar serius akan menikahi kamu dalam waktu cepat!" ucap Joshua.
"Iya Jos, aku tau! Aku juga sayang sama kamu, tapi kita gak seharusnya ngelakuin itu sebelum sah jadi suami-istri! Aku masih gak nyangka aja kalau sekarang aku udah gak virgin, ya walau aku juga lega karena kamu yang ambil itu dari aku!" ucap Olivia.
Joshua pun tersenyum lalu merangkul gadisnya, ia mengusap dan mengecup lembut Olivia untuk menenangkan gadis yang tengah galau tersebut. Joshua memperlakukan Olivia dengan penuh kemanisan karena ia tak mau gadis itu terus menangis, ia pun juga mengatakan hal-hal romantis pada gadisnya dengan tujuan menghibur.
"Kamu tenang ya, ambil aja hikmah dari kejadian ini yaitu aku akan segera menikahi kamu dan kita bisa menjadi sepasang suami-istri yang sah dimata hukum dan agama! Kamu emang gak seneng mau nikah sama aku dan jadi istri aku?" ujar Joshua.
"Bukannya gak senang, Joshua! Aku tuh cuma belum percaya aja kalau aku bisa ngelakuin itu, padahal selama ini aku selalu menjaga kesucian tubuh aku supaya gak disentuh laki-laki sebelum menikah! Tapi, malah aku sendiri yang sodorin tubuh aku ke kamu dan akhirnya kita begituan!" ucap Olivia.
"Ya bagus dong, artinya tubuh kamu emang sengaja disiapin buat aku ya kan? Buktinya pas lagi mabuk kamu malah goda goda aku, ya udahlah gausah dipikirin lagi! Kamu itu gak gagal menjaga tubuh kamu, kan yang ambil virgin kamu itu aku bukan orang lain!" ucap Joshua berdesis di telinga Olivia.
Gadis itu bergidik ketika hembusan nafas Joshua menyentuh area tengkuknya, tampak Joshua tersenyum tipis sembari membelai rambut gadisnya.
"Sekarang makan, kamu perlu nutrisi dan gizi yang sehat sebelum kita menikah besok!" ucap Joshua disertai tawa.
"Ish, ngaco! Kamu nikah aja sama tembok kalo mau besok, orang semuanya belum disiapin main nikah-nikah aja!" ujar Olivia.
"Hahaha, gapapa deh sama tembok asalkan ditempelin foto kamu disana!" ujar Joshua tertawa.
Olivia pun tersenyum geleng-geleng kepala mendengarnya, Joshua merasa senang karena berhasil membuat gadisnya tersenyum kembali.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...