
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 188
(Lamar kamu!)
...•...
...•...
"Aku baru tau kalau kamu ternyata jualan kupat tahu begitu, udah sejak kapan?" ucap Reno bertanya pada Lyota sembari menatapnya.
Ya saat ini Lyota terpaksa ikut bersama Reno mengantar Tania kecil ke sekolahnya dan meninggalkan gerobak jualannya di tempat tadi karena tak ada pilihan lain selain menuruti kemauan Tania kecil daripada gadis kecil itu ngambek.
Reno juga sudah membayar seseorang untuk menjaga dan menggantikan Lyota berjualan kupat tahu di tempat tadi, nantinya hasil penjualan itu tetap akan diberikan pada Lyota sepenuhnya agar gadis itu tidak mengalami kerugian hari ini.
"Itu jualan ibu aku, tapi sejak ibu sakit jadinya aku yang gantiin deh." jawab Lyota tersenyum.
"Ohh, anak rajin ya kamu. Tuh Tania, nanti kalo kamu udah gede harus berbakti sama orang tua kamu contoh nih kak Lyota!" ucap Reno.
"Iya pah, kak Lyota kan emang panutan aku!" jawab Tania kecil sambil tersenyum.
Reno senyum-senyum sembari menatap gadis di belakangnya itu, ya Reno sangat senang karena Lyota mampu membuat putrinya menjadi ceria kembali seperti dulu, tadinya ia berpikir kalau hanya Tania dewasa yang bisa melakukan itu.
"Syukurlah! Saya ikut senang melihat Tania senang, semoga aja Lyota mau menjadi pengganti Rosa di kehidupan kami!" batin Reno.
"Pah, papa ngapain sih lirik-lirik ke belakang mulu? Udah deh, papa mending fokus aja nyetirnya jangan ngelirik kak Lyota dulu! Nanti kalo kita nabrak kan gawat, emang papa mau kejadian mama dulu terulang?" ucap Tania kecil.
Entah mengapa ucapan putrinya membuat Reno terhenyak hatinya, ia kembali teringat pada sosok Rosa mendiang istrinya yang telah tiada akibat kecelakaan mobil beberapa tahun lalu.
"Tenang aja sayang, papa hati-hati kok!" ucap Reno.
"Iya Tania, papa kamu itu mantan pembalap mobil dulu barang Michael Schumacher. Jadi skill mengemudinya gak perlu diragukan lagi, ya tapi tetep aja kalau ngeliat muka kakak terus-terusan bakal bikin papa kamu salah fokus sih!" ucap Lyota.
__ADS_1
"Hahaha, iya bener kak." ujar Tania tertawa.
Reno pun hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua wanita di belakangnya yang terus saja mengejeknya.
Tak lama kemudian, mereka bertiga akhirnya sampai di sekolah Tania kecil tepat waktu. Ya untung saja bel belum berbunyi dan pembelajaran juga belum dimulai, sehingga Tania masih bisa masuk ke dalam sana bersama dengan papa serta kakaknya.
"Ayo sayang, kita masuk!" ucap Reno.
"Iya pah, kak Lyota ikut kan?" tanya Tania kecil.
"Ikut dong sayang, kakak kan mau temenin Tania sampai ke depan kelas. Tania mau kakak gendong juga gak?" ucap Lyota.
"Wah mau dong kak! Yeay asyik aku digendong sama kak Lyota...!!" ujar Tania kecil kegirangan.
"Hey, papanya gak mau sekalian digendong juga nih?" bisik Reno di telinga Lyota sambil terkekeh.
"Hah? Yang ada lu yang gendong gue, kan badannya juga gedean badan lu! Lagian mana ada cewek gendong cowok coba?" ujar Lyota.
Lyota pun mulai menggendong tubuh Tania lalu membawanya masuk ke dalam sekolah, tampak Tania kecil sangat gembira dan terus tertawa.
Sementara Reno tersenyum di depan sana, ia memikirkan perkataan Lyota tadi dan menganggap kalau itu merupakan kode dari gadis tersebut.
"Kayaknya Lyota minta digendong deh, oke fine." gumamnya sambil senyum-senyum.
•
•
Setelah selesai mengantar Tania, Reno kini kembali mengantarkan Lyota ke tempat sebelumnya ia berjualan untuk mengambil gerobaknya yang masih ada disana.
Sepanjang perjalanan Reno terus memandangi wajah Lyota sambil tersenyum, ia berusaha meraih tangan mulus gadis itu yang tergeletak di sampingnya, namun Lyota langsung mengangkat tangannya begitu sadar Reno ingin memegang nya.
"Mau ngapain lu?" ujar Lyota tegas.
"Ya ampun, galak amat sih! Saya cuma mau pegang tangan kamu loh, masa gak boleh sih?" ucap Reno.
"Jelas dong gak boleh!" ujar Lyota.
"Pelit banget! Cuma elus aja deh, boleh ya? Saya pengen banget ngerasain ngelus tangan mulus kamu itu!" ucap Reno.
__ADS_1
"Biar apa sih? Udah ah gausah ngaco!" ujar Lyota.
"Hahaha, yaudah deh. Sekarang saya mau tanya aja sama kamu, kamu itu anak keberapa sih?" ucap Reno bertanya pada gadis itu.
"Kedua dari tiga, kenapa?" ucap Lyota.
"Ohh anak tengah, pantes cantik. Terus terus kakak kamu itu kemana? Kok malah kamu sih yang jualan? Emangnya kamu gak sekolah gitu?" tanya Reno sepertinya sangat penasaran dengan kehidupan Lyota.
"Aku udah lulus, kalo kakakku itu masih kuliah. Dia tadi ada kelas pagi dan sebentar lagi juga ujian, makanya gak bisa bantu jualan." jawab Lyota.
"Ohh, kamu sendiri kenapa gak lanjut kuliah? Kan gadis cantik dan muda kayak kamu itu masih cocok loh buat kuliah, gak kepengen gitu?" tanya Reno.
"Ish, lu ngapain sih nanya-nanya mulu? Mau cosplay jadi wartawan apa gimana? Heran gue daritadi kayaknya lu kepo banget sama kehidupan gue, biar apa sih ha?" ujar Lyota kesal.
"Ya kan sebelum melamar, seorang lelaki harus tau dulu tentang wanitanya ini." ucap Reno.
"Hah? Maksudnya??" tanya Lyota terkejut.
"Iya, nanti saya akan lamar kamu. Jadi, kamu bakal bisa ketemu Tania terus-menerus. Gimana, senang kan kamu?" ucap Reno tersenyum.
"Dih, lu gila ya? Gausah becanda deh!" ujar Lyota.
"Siapa juga yang bercanda ha? Saya serius kok mau ngelamar kamu, tunggu aja tanggal mainnya nanti. Tapi, sekarang saya harus tau dulu tentang kehidupan kamu dan keluarga kamu!" ucap Reno.
"Jangan ngada-ngada deh! Gue belum mau nikah, gue masih mau bantu ibu gue!" ucap Lyota.
"Hahaha, kan baru lamar. Nikahnya masih beberapa hari setelah lamaran, jadi kamu bisa persiapkan diri kamu dulu!" ucap Reno tersenyum.
"Enggak enggak, gue gak mau dilamar sama om-om beranak satu!" ujar Lyota menggeleng.
"Heh, sembarangan saya dibilang om-om! Saya ini masih muda tau, baru juga 27 tahun. Lagian emang kenapa kalo saya nikah sama kamu? Kan gak ada larangannya juga di dalam aturan pernikahan," ucap Reno tersenyum menggoda.
"Ya iya sih, tapi—"
"Ssshhh! Saya gak terima penolakan, nanti saya mau sekalian mampir ke rumah kamu ya? Saya mau ketemu sama ibu kamu alias calon mertua saya, oke?" ucap Reno memotong ucapan Lyota.
Lyota tampak kesal namun hanya bisa diam mengumpat di dalam hati.
"Haish, bisa-bisanya gue kejebak cinta sama om-om beranak satu kayak dia! Ya emang sih dia ganteng, tapi kan masa iya gue nikah sama cowok yang umurnya jauh banget dari gue?" batinnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...