
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 54
(Selamat)
...•...
...•...
Tania sampai di rumahnya setelah diantar pulang oleh mafia tersebut alias Cakra, ia sebenarnya belum mau pulang sebelum Rania bisa dibebaskan dari tangan mafia itu.
Cakra melihat ke luar memandangi rumah besar yang terlihat mewah itu, senyumnya melingkar lalu beralih menatap wajah Tania.
"Ini rumah kamu?" tanya mafia itu sok akrab.
"Bukan, ini rumah kakak ku! Kak Arsen, tapi sekarang dia gak ada disini makanya rumah ini aku yang tinggalin supaya gak sepi!" jawab Tania tanpa ekspresi.
Mafia itu menghilangkan senyum di wajahnya, ia seperti kaget saat mendengar nama yang disebutkan Tania barusan.
"Arsen? Berarti benar gadis ini adalah putri keluarga Abraham, sebaiknya saya tidak lagi berurusan dengan dia atau saya akan berada dalam bahaya...." gumam Cakra ketakutan.
Melihat mafia itu tiba-tiba memalingkan wajahnya, Tania pun bingung tapi tak mau ambil pusing dan memilih pamit padanya.
"Yaudah, gue mau turun sekarang! Makasih udah anterin gue pulang, permisi!" ucap Tania dingin kemudian membuka pintu mobil.
"Ya," jawab Cakra singkat sambil tersenyum tipis ke arah Tania, ia terus memandangi gadis itu sampai masuk ke rumahnya.
Setelah Tania memasuki pagar rumahnya, Cakra pun meminta supirnya lanjut pergi dari sana karena ia masih harus mencari putri kesayangannya yang belum ditemukan.
Sementara Tania langsung disambut oleh para pengawalnya di rumah itu, mereka tampak bahagia menyambut kedatangan Tania disana.
"Non Tania?" ujar Howard yang telah pulang dari rumah sakit karena lukanya sudah sembuh.
__ADS_1
"Iya, kamu udah keluar dari rumah sakit?" tanya Tania pada pengawal setianya itu.
"Sudah non, saya langsung cemas begitu mendapat kabar dari Hendi semalam kalau non diculik dan kami juga langsung menyebar ke seluruh kota untuk mencari keberadaan non Tania! Syukurlah sekarang non sudah pulang, jadi saya sangat merasa lega..." ucap Howard.
"Oh ya lalu dimana pak Hendi sekarang? Terus apa kabar sama pak Riko??" tanya Tania.
"Saya disini non," ucap Riko yang tiba-tiba muncul dari barisan belakang menghadap ke depan nona nya disana.
"Baguslah," ucap Tania tersenyum saat melihat Riko ada disana dan baik-baik saja.
"Sekarang Hendi masih ada di luar non bersama beberapa anak buahnya, mereka mungkin masih mencari non Tania!" ucap Riko memberitahu tentang Hendi.
"Kalau begitu kabari Hendi minta dia kembali kesini, aku ingin masuk dulu!" ucap Tania tersenyum lalu melangkah ke dalam rumahnya.
Para pengawal itu langsung memberi jalan bagi Tania agar bisa masuk ke rumahnya, lalu Riko menyuruh Howard menghubungi Hendi sesuai apa yang diperintahkan oleh Tania tadi.
"Howard, cepat kamu hubungi Hendi dan suruh dia pulang! Kabari juga kalau non Tania sudah kembali dengan kondisi selamat, saya harus ke dalam menjaga non Tania..." ucap Riko.
"Baik pak!" ucap Howard lalu mengambil ponselnya dari saku celana.
Sedangkan Riko masuk ke dalam menyusul nona nya yang sudah lebih dulu kesana, ya sebagai orang kepercayaan Arsen ia harus terus menjaga Tania dan tidak boleh kecolongan lagi seperti kemarin.
•
•
Mereka cukup bingung kemana lagi harus mencari Tania saat ini, sudah semalaman lebih mereka mencari keberadaan gadis itu tapi belum kunjung menemukannya.
Tak lama kemudian, ponsel milik Hendi berbunyi yang membuatnya harus mengangkat sejenak telepon tersebut.
"Sebentar mas, saya harus mengangkat telepon ini dulu! Mungkin ada kabar tentang non Tania dari teman saya ini," ucap Hendi.
"Silahkan pak!" ucap Rizky memberi izin, ia menunggu sembari duduk disana.
Hendi pun memencet tombol hijau untuk mengangkat telepon dari Howard tersebut.
📞"Halo, ada apa?" tanya Hendi.
📞"Halo Hen, gue mau kasih kabar sama lu! Non Tania sekarang udah pulang ke rumah, jadi sekarang lu sama yang lain bisa balik kesini perintah dari non Tania!" jelas Howard.
__ADS_1
📞"Oke Ward, thanks infonya!" ucap Hendi.
📞"Sama-sama," ucap Howard.
Telepon pun dimatikan oleh Hendi, ia menyampaikan kabar itu pada seluruh anak buahnya serta Rizky yang sedang duduk.
"Permisi mas, barusan teman saya kasih kabar katanya non Tania sudah pulang ke rumah dengan selamat dan beliau meminta saya langsung kembali kesana!" ucap Hendi.
"Oh ya? Syukurlah kalo gitu, yasudah kamu sama yang lain boleh pulang kok! Saya akan kembali ke tempat penyekapan itu lagi, jangan lupa kabari Tania kalau anak dari mafia itu masih berada di tangan saya!" ucap Rizky.
"Baik mas, kalo gitu kami izin permisi!" ucap Hendi membungkukkan sedikit badannya.
"Ya silahkan," ucap Rizky memberi izin bagi Hendi serta anak buahnya untuk pulang.
Mereka pun pergi dari sana meninggalkan Rizky seorang diri, ia tersenyum bahagia mengetahui kalau Tania sudah selamat.
"Syukurlah kamu baik-baik saja Tania, saya bangga pada kamu karena bisa lepas dari mafia itu dalam keadaan sehat dan tidak kenapa-kenapa.... saya berharap bisa bertemu kamu lagi Tania, walau kamu itu cerewet tapi ternyata kalau gak ketemu kamu bikin aku kangen seperti ini!" gumam Rizky senyum-senyum sendiri.
Rizky pun kembali ke mobilnya, ia melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat ia menyekap Velove kemarin.
...•••...
Disisi lain, Reno menemui seorang pria berpakaian rapih di sebuah cafe.... tampak pria itu langsung bangkit menyambut kedatangan Reno disana lalu bersalaman dengannya.
"Silahkan duduk pak!" ucap pria itu mempersilahkan Reno duduk di depannya.
"Terimakasih," ucap Reno tersenyum lalu menarik kursi dan duduk disana.
"Oh ya, bagaimana perintah saya apa anda sudah berhasil mencari info tentang siapa saja perampok berkedok badut di kota ini?" tanya Reno pada pria di hadapannya itu.
"Iya pak sudah, saya telah berhasil mengumpulkan data-data para perampok atau penjahat yang berkostum badut dalam melakukan aksinya itu! Diantara mereka ada yang sudah tertangkap dan masih berkeliaran namun menjadi buronan polisi, ini dia pak untuk lebih jelasnya silahkan anda lihat sendiri!" ucap pria itu memberikan sebuah amplop coklat yang didalamnya berisi informasi mengenai penjahat berkostum badut.
Reno pun mengambil amplop tersebut dan membukanya disana, ia membaca satu persatu biodata badut tersebut dan mengingat seperti apa bentuk badut yang memukulnya malam itu.
Mata Reno tertuju pada sebuah kostum badut yang sama persis dengan orang yang telah memukulnya, ia pun cukup yakin kalau badut itulah pelakunya dan ternyata badut itu masih dalam pencarian polisi.
"Gue harus cari badut ini, gue gak bisa diem aja karena dia udah berani masuk ke rumah gue dan bahkan mukul kepala gue dari belakang!" gumam Reno tampak sangat geram pada badut di dalam berkas tersebut.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...