Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 72 (Ternyata baik)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 18


(Rania dimaafkan)


...•...


...•...


Tania, Rania & Revan sampai kembali di rumah sakit setelah gadis kecil itu memutuskan untuk menemui orang yang dia copet dan meminta maaf secara langsung serta mengembalikan uang yang ia curi.


Ketiganya turun dari mobil Revan dan langsung masuk ke dalam rumah sakit, tiba-tiba saja pria yang dicopet itu muncul bersama satpam saat mereka bertiga hendak masuk ke dalam.


"Nah ini nih pak, dia ini copetnya yang udah ambil semua uang saya..!!" ujar pria itu menunjuk-nunjuk ke arah Rania yang saat ini bersembunyi di balik rok Tania karena takut dengan si pria yang terlihat emosi.


"Benar dia pelakunya, tapi tenang jangan main hakim sendiri pak! Biar kita selesaikan ini secara kekeluargaan, gimanapun juga adek ini masih di bawah umur..." ujar satpam menenangkan pria itu yang hendak maju menyerang rania.


Revan pun meminta Rania maju dan menjelaskan semua yang terjadi pada pria di depannya, sontak gadis kecil itu menurut dan mulai membuka mulutnya walau sambil menundukkan kepalanya.


"Heh, mana uang saya ha? Dasar penjahat, masih kecil udah jadi copet! Gedenya mau jadi apa kamu? Ini pasti orang tua kamu gak pernah ngajarin atau mendidik kamu nih..!!!" ujar pria itu tampak sangat emosi, wajar saja karena ia baru saja kecopetan.

__ADS_1


"Sabar pak sabar, jangan bikin keributan disini! Semuanya bisa diselesaikan secara baik-baik, tidak perlu pakai emosi seperti itu..!!" ujar satpam lagi-lagi mengingatkan pada pria tersebut untuk tenang.


"Habisnya saya emosi pak, bisa-bisanya copet seperti dia masuk ke rumah sakit sebesar ini! Jujur saya jadi merasa tidak aman kalau ingin berobat kembali disini, kecuali jika ada jaminan kalau tempat ini akan bebas dari copet..!!" ujar pria itu.


"Tenang pak jangan emosi! Saya tau perasaan anda sekarang karena saya juga pernah dicopet, tapi kasihan anak ini dia sangat ketakutan saat ini akibat suaravl teriakan anda yang cukup keras itu! Lagipula anak ini sudah mau bertanggung jawab, dia sendiri yang meminta diantar untuk kembali kesini menemui anda pak..!!" ucap Revan.


"Halah untuk apa saya berbelas kasihan pada copet seperti dia? Justru seharusnya dia itu dihukum cambuk karena sudah berani mencuri harta orang yang lebih tua darinya, kalian harusnya malu karena sudah melindungi penjahat seperti dia..!!" ujarnya yang malah menambah volume suaranya.


"Sekali saya ingatkan pada anda untuk tenang pak, ini rumah sakit bukan kebun binatang! Banyak pasien yang sedang dirawat disini, jadi sebaiknya kecilkan suara anda atau saya terpaksa mengusir kalian semua dari sini..!!" ujar satpam.


Lalu, tiba-tiba Rania maju perlahan mendekati pria yang ia copet tadi.... Tania pun bingung dan menoleh ke arah Revan, sedangkan Revan hanya membalas dengan senyuman yang berarti ia meminta Tania untuk tenang tak perlu cemas.


"Pak, ini semua uang bapak yang tadi saya copet! Tolong maafkan kesalahan saya ya pak, tadi saya benar-benar sudah khilaf dan di luar kendali! Saya juga memohon pada bapak untuk tidak melaporkan saya ke kantor polisi, karena saya masih harus merawat dan menemani ayah saya yang sedang sakit!" ucap Rania gugup sambil memberikan sejumlah uang kepada pria yang ia copet, tampak wajah pria itu langsung berubah dari menyeramkan jadi seperti merasa kasihan.


"Ya baiklah saya maafin kamu dek, tapi lain kali jangan diulangi lagi perbuatan kamu! Ingat yang namanya mencuri harta orang lain itu perbuatan dosa dan tidak dibenarkan, harusnya kalau ayah kamu sedang sakit kamu mendoakan kesembuhan dia bukannya malah mencopet..!! Terimakasih sudah mau mengembalikan uang saya, semoga ayah kamu cepat sembuh ya adek cantik! Saya janji kok gak akan melaporkan kamu ke polisi, maaf ya kalau tadi saya marah-marah dan bikin kamu ketakutan!" ucap pria itu merendahkan posisi tubuhnya lalu mengelus kepala Rania dengan lembut.


"Makasih ya doanya pak! Saya juga janji gak akan nyopet lagi, semoga rezeki bapak lancar terus ya karena sudah mau berbaik hati memaafkan saya!" ucap Rania.


"Aamiin, yasudah saya permisi dulu!" ucap pria itu berpamitan pada semua orang disana, tak lupa juga ia mencolek pipi Rania dan lalu pergi dari sana.


Tania pun langsung menghampiri Rania dan memeluknya, ia tampak salut dengan gadis kecil itu karena telah berhasil meluluhkan hati pria yang sebenarnya sangat emosi tadi.


"Kamu hebat sayang, orang tadi sampe langsung jadi berubah 180 derajat loh gara-gara kamu! Emang gak salah kalau kakak bilang kamu ini anak pintar..!!" ucap Tania mencubit hidung Rania.


"Hehe iya kak aku juga gak nyangka sih bisa bikin bapak itu jadi tiba-tiba baik sama aku, makasih ya kak selalu ngajarin aku tentang sopan santun dan kebaikan!" ucap Rania memberi kecupan di wajah Tania sambil tersenyum.


"Sama-sama sayang...." ucap Tania.

__ADS_1


Sementara Revan hanya tersenyum saja memandangi dua kakak-beradik yang sedang berpelukan di depannya itu, tampak Tania juga menatap ke arahnya dan melempar senyum untuknya.


"Manis sekali, belum pernah saya melihat senyuman semanis ini..." gumam Revan sambil membalas senyuman dari Tania.


...•••...


Disisi lain, Reno bangkit dari tidurnya secara perlahan sesuai arahan dari dokter... ia masih merasakan sakit pada bagian kepala dan lehernya akibat pukulan dari badut tempo hari.


"Awhh..." rintih Reno sambil memegangi bagian kepalanya yang sakit, dokter pun langsung meminta Reno untuk merebahkan tubuhnya kembali karena memang kondisinya belum memungkinkan untuk bangkit apalagi berjalan.


"Sebaiknya bapak istirahat kembali ya, mungkin besok atau lusa kondisi bapak sudah agak memungkinkan untuk bisa berjalan kembali!" ucap dokter kemudian membantu Reno merebahkan tubuhnya kembali dengan bantuan suster.


"Pah, papah jangan maksain buat bangun ya! Papah harus banyak istirahat dulu sampai sembuh, biar kita bisa cepat main kayak dulu lagi!" ucap Tania kecil yang ada disana setia menemani papahnya.


"Iya sayang, maafin papah ya karena sekarang ini papah belum bisa ajak kamu jalan-jalan lagi!" ucap Reno tersenyum ke arah anaknya.


"Gapapa kok pah, kan papah sakit sekarang! Makanya papah harus istirahat dan nurut apa kata dokter biar bisa cepat sembuh, aku sayang banget sama papah...!!" ucap Tania kecil.


"Iya sayang, papah juga sayang banget sama kamu! Makasih ya selalu ada buat papah..!!" ucap Reno.


Semua orang di ruangan itu tersenyum melihat keharmonisan antara ayah dan anak, bahkan Anggi juga sampai meneteskan air mata karena terharu.


"Andai kamu masih ada disini Ros, pasti tentunya kebahagiaan mereka akan lengkap!" gumam Anggi saat mengingat kembali wajah menantunya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


...|||...


__ADS_2