Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 292 (Tetangga masa gitu?)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 235


(Tetangga masa gitu?)


...•...


...•...


Rizky ikut tersenyum saat melihat Velove tampak bahagia bersama Tania dan yang lainnya di dalam sana, walau ia hanya bisa menyaksikan semua itu dari luar rumah karena tak mungkin ia ikut masuk ke dalam saat ini. Ya tentu saja Rizky merasa canggung jika ikut masuk ke dalam, apalagi ia sekarang ini bukan siapa-siapa disana dan hanya seorang tamu.


Setelah dirasa cukup baginya untuk menemani Velove disana, akhirnya Rizky memilih untuk pergi dan kembali pulang saja ke rumahnya karena sudah tidak ada yang bisa ia lakukan disana. Apalagi ia melihat kalau keluarga Tania juga menerima dengan baik kehadiran Velove disana, itu artinya memang mereka semua sudah berbaikan saat ini.


"Syukurlah! Sekarang gue gak perlu cemas lagi sama Velove, semoga dia bisa bahagia terus setelah tinggal disini sama putri kandungnya!" gumam Rizky.


Disaat Rizky berbalik badan dan baru saja hendak melangkah pergi, tiba-tiba justru muncul Riko yang merupakan penjaga disana mendekat ke arah Rizky dan berhenti tepat di depan pria tersebut. Ya Riko tampak penasaran pada Rizky karena pria itu hanya berdiri saja di depan rumah majikannya, Riko pun melontarkan pertanyaan kepada Rizky disana.


"Kenapa anda gak masuk ke dalam dan bergabung seperti yang lain?" tanya Riko curiga.


"Eee saya datang kesini hanya untuk mengantar Velove yang ingin tinggal disini, saya bukan orang penting dan tak ada hubungan apa-apa dengan keluarga di dalam. Jadi, saya tidak enak jika ikut masuk begitu saja tanpa diminta." jawab Rizky.


"Oh begitu, lalu sekarang anda mau kemana?" tanya Riko kembali karena penasaran.

__ADS_1


"Saya ingin pulang. Velove kan tinggal disini, jadi pasti dia tidak perlu saya lagi untuk mengantar dia pulang. Makanya saya ingin pulang saja dari sini, karena tak ada keperluan lagi disini." jawab Rizky.


"Ohh, kenapa gak pamit dulu?" tanya Riko.


"Saya gak pengen ganggu mereka. Biarlah mereka semua bergembira saat ini, karena jarang-jarang kan Velove dan Tania bisa berkumpul dan berbincang bersama seperti sekarang. Oleh karena itu, saya tidak mau mengganggu momen ini dan biarkan mereka semua berkumpul dulu." jelas Rizky.


"Baiklah, anda memang benar. Kalau begitu, mari saya antar sampai depan gerbang!" ucap Riko menawarkan diri untuk mengantar Rizky keluar dari rumah majikannya itu.


"Terimakasih!" ucap Rizky tersenyum.


Riko hanya mengangguk sambil melempar senyum juga kepada Rizky, lalu mereka pun mulai melangkah pergi dari teras depan rumah Tania yang cukup luas dan mewah itu menuju pintu gerbang. Tampak Rizky terus menundukkan kepalanya saat jalan bersama Riko, ia memang bukan tipe orang yang mudah mencari topik pembicaraan dengan orang lain.


"Velove sekarang sudah mulai tinggal di rumah Tania, lalu apa gue masih bisa buat deketin dia lagi? Kalaupun iya, apa mungkin Tania kasih izin gue buat masuk ke dalam rumahnya?" batin Rizky.


Perasaan Rizky memang masih cemas tak karuan memikirkan nasib masa depannya, menurutnya ia sudah harus bisa menemukan calon istri untuk ia nikahi secepatnya. Ya tentu saja karena masa cuti yang diberikan oleh atasannya hanya tersisa beberapa bulan saja, itulah sebabnya ia harus bisa segera menikah dengan wanita idamannya.


Memang Rizky sempat menginginkan Tania untuk menjadi istrinya, akan tetapi ia terlambat karena Revan lebih dulu melamar gadis tersebut dan membuatnya harus rela melupakan Tania. Ya kini Rizky tengah berusaha mendekati Velove, tapi itu dia jalannya selalu berkelok dan tidak pernah lurus mulus dalam melakukan pendekatan pada Velove.


Disisi lain, Lyota tengah mengajak calon suaminya yakni Reno untuk jalan-jalan di sekitaran kampung tempat tinggalnya dan mengenalkan pada Reno bahwa kampungnya itu lumayan bagus. Ya Lyota tampak senang bisa jalan bersama dengan Reno di sore hari yang cerah ini, terlebih pria tersebut juga tampak ramah pada warga sekitar yang merupakan tetangganya disana.


Memang Reno jarang sekali datang ke perkampungan seperti ini, namun ia sudah tahu betul suasana disana walau belum terlalu hafal lantaran ia hanya pernah beberapa kali datang kesana. Reno juga merupakan pria yang mudah berbaur dan suka berinteraksi dengan siapapun yang ia temui, itulah sebabnya Reno cukup disenangi oleh para warga di tempat yang ia singgahi saat ini bersama Lyota.


"Heh Lyota! Itu calon suami lu?" tegur salah seorang warga disana yang sedang jemur keripik.


"Eee iya, Mpok Irma. Ini calon suami aku, kenalin namanya Reno!" jawab Lyota mengenalkan Reno kepada tetangganya itu sambil tersenyum.


"Ohh, orang kaya ya mas?" ujar Mpok Irma.


"Aamiin! Saya ini cuma orang biasa kok, sama seperti Mpok Irma dan juga Lyota. Kita semua kan sama di mata Tuhan, yang membedakan hanya iman dan taqwa kita!" ucap Reno tersenyum.

__ADS_1


"Halah! Sok ngerendah lu! Kelihatan dari gaya pakaian lu yang kayak gitu, beda banget sama model baju gue nih yang udah jelek begini! Eh ngomong-ngomong bagi duit ngapa, kan lu mau nikah tuh sama Lyota!" ujar Mpok Irma.


"Hah? Mpok, Mpok gak bisa seenaknya dong minta uang ke pacar aku kayak gitu!" bentak Lyota.


"Lyota, sabar sayang!" ucap Reno menenangkan kekasihnya itu dan mengusap punggung Lyota agar gadis itu bisa lebih tenang.


"Ya abisnya dia ngeselin!" ujar Lyota geram.


"Yeh lebay lu! Gue kan cuma minta duit sama orang yang lebih berada dari gue, apa itu salah? Kalo emang rezeki lu lebih bagus dari gue, bagilah sedikit sini buat gue! Bentar lagi kan mau puasa, lu gak kasihan apa sama gue?" ujar Mpok Irma.


"Eee..." Reno tampak gugup dan bingung harus bagaimana saat ini.


"Ren, udah yuk kita pergi aja! Mpok, kita permisi dulu ya? Kalo mau duit itu kerja, cari uang sana yang banyak! Jangan bisanya cuma minta-minta aja, dasar orang gak bener!" cibir Lyota kesal.


Akhirnya Lyota menarik pergi kekasihnya dari sana dengan cepat meninggalkan Mpok Irma.


"Yeuh bilang aja pelit lu! Gue tau lu gak mau bagi-bagi duit sama gue, ye kan?" teriak Mpok Irma justru merasa kesal.


Kini Lyota baru melepaskan genggaman tangannya dari Reno begitu sampai di dekat sungai.


"Sayang, kamu gak boleh gitu dong sama tetangga kamu sendiri! Biar begitu juga dia kan lebih tua dari kamu, gak sopan kamu kayak gitu ke dia!" ucap Reno menasehati kekasihnya.


"Ya maaf! Abisnya aku kesel sama dia! Bisa-bisanya dia malah minta uang dari kamu, maksudnya apa coba kayak gitu? Kan aku jadi malu sama kamu, niatku pengen kasih lihat pemandangan di kampung eh malah jadi kayak gini!" ujar Lyota.


Cupp...


Reno tersenyum dan justru mengecup bibir mungil Lyota dengan sekilas, lalu membelainya lembut.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2