Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 210 (Kepikiran)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 153


(Kepikiran)


...•...


...•...


"Mas, ini pesanannya!" ucap si penjual memberikan jagung pesanan Revan & Tania disana.


"Oh ya, makasih pak!" ucap Revan menampani plastik berisi jagung. "Ini uangnya," Revan memberikan sejumlah uang pada penjual itu tanpa meminta kembalian.


"Makasih banyak ya, mas!" ucap penjual itu senang.


"Sama-sama, pak!"


Sesudah membayar, Revan pun mengajak Tania untuk segera pergi dari sana karena pesanan mereka juga telah siap dan juga supaya Tania tidak perlu melihat Reno lagi disana yang semakin menjadi-jadi berusaha memancing Tania.


"Sayang, kita langsung pulang aja yuk!" ucap Revan.


Tania hanya mengangguk sembari tersenyum tipis, mereka pun sama-sama bangkit dari duduknya dan bergandengan tangan untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Reno melirik sekilas ke arah Tania seorang gadis yang dicintainya, jujur ia memang masih belum bisa melupakan gadis itu apalagi menghapus rasa cintanya kepada Tania yang sudah terlanjur menguasai hatinya.


"Reno, lu kenapa sih? Kayaknya daritadi lu sering banget ngeliatin cewek itu, emang lu kenal sama dia?" tanya Lyota penasaran.


"Hah? Gak kok, siapa juga yang lihatin cewek itu? Orang saya lagi ngeliatin pemandangan!" ucap Reno.


Lyota merasa kalau ada yang disembunyikan oleh Reno darinya, ia tak yakin Reno memang benar-benar melihat pemandangan bukannya gadis tadi alias Tania, karena Lyota juga yakin kalau Reno memang tengah memandangi Tania sedari tadi.


"Oh yaudah, kalo gitu kita balik aja yuk!" ucap Lyota.


"Balik?"


"Iya, udah malem juga gue kayaknya harus pulang sekarang deh!"

__ADS_1


"Yah jangan dulu dong! Ini jagungnya aja belum habis, nanti deh kalo jagungnya udah abis baru kita pulang terus biar saya yang antar kamu sampe rumah!" ucap Reno membujuk Lyota.


"Hah? Lu emang gak lihat?" tanya Lyota.


"Lihat apa?"


"Ya ini kan jagung gue udah abis, punya lu mah masih ada orang lu daritadi ngeliatin cewek mulu gak fokus makan!"


Reno baru sadar kalau jagung milik Lyota memang sudah habis sedari tadi, sedangkan miliknya masih lumayan banyak karena memang hanya sesekali ia sentuh atau makan sehingga kini belum juga habis disaat Lyota sudah menghabiskan jagungnya.


"Oh iya, yaudah kamu tungguin saya sampe habisin jagung saya dulu!" ucap Reno tersenyum.


"Haish... emang gak boleh apa gue langsung pulang sendiri gitu? Gue kan bawa motor, jadi lu gak perlu repot-repot nganterin gue!" ujar Lyota.


"Gak repot kok, cantik! Justru saya suka antar kamu pulang, gapapa kan?" ucap Reno.


"Umm... bebas deh suka-suka lu aja, gue mah nurut aja itung-itung balas budi sama lu karena udah nolong gue waktu itu!" ucap Lyota.


Reno tersenyum melihat gadis di hadapannya mau menurut walau dengan alasan hutang budi, sedangkan Lyota kembali duduk tegak disana sambil meminum sebotol teh yang tadi dibelikan Reno untuknya.


"Buruan tapi makannya, jangan lelet kayak anak bayi!" bentak Lyota.


"Hooh, tenang aja sayang!" ucap Reno menggoda.


Reno hanya tersenyum sambil memakan jagung di tangannya tanpa menjawab pertanyaan Lyota, tentu saja gadis itu semakin kebingungan penasaran mengapa Reno tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan sayang kali ini.


"Nih orang kenapa sih, ya?" batin Lyota bingung.




Sementara Revan & Tania kini sudah berada di dalam mobil menuju rumah setelah mereka puas berduaan di tempat tadi, tampak Revan terus saja memperhatikan Tania yang sepertinya sedang sedih mungkin teringat pada Reno.


"Sayang, kamu kenapa bengong? Itu jagung di tangan kamu juga kok gak dimakan sih?" tanya Revan sambil menatap wajah gadisnya dari samping.


"Ah iya maaf..."


Tania terkejut karena Revan yang tiba-tiba mengajaknya berbicara, padahal ia sedang bengong memikirkan Reno serta wanita yang bersamanya di bazar tadi, entah mengapa Tania merasa tak suka melihat Reno jalan bersama wanita lain.


"Kamu ini lagi kenapa sih, ha?" tanya Revan heran.


"Umm... maaf ya Van, aku cuma kepikiran aja sama Reno tadi! Tapi, ini bukan karena aku masih cinta sama dia kok!" jawab Tania.

__ADS_1


"Ohh, pasti kamu penasaran ya sama cewek yang diajak Reno makan jagung tadi?" ujar Revan.


Tania mengangguk pelan tanda kalau ia membenarkan tebakan Revan, bukannya marah justru Revan malah mengusap puncak kepala gadisnya sambil tersenyum dan kini menggenggam telapak tangan Tania erat.


"Mungkin aja cewek itu adalah jodohnya Reno, harusnya kamu seneng karena Reno udah berhasil moveon dari kamu!" ucap Revan.


"Iya, maafin aku ya Van! Harusnya aku kan gak mikirin cowok lain, kamu pasti marah ya?" ucap Tania.


"Gak ada kok, buat apa aku marah sama kamu? Itu hak kamu mau mikirin siapa, aku mana mungkin ngelarang kamu buat gak mikirin Reno? Tapi, saran aku sih ya jangan terlalu dipikirin!" ucap Revan.


"Iya, pasti aku gak akan mikirin dia lagi kok! Sekali lagi aku minta maaf sama kamu, karena aku malah masih mikirin Reno..." ucap Tania.


"Gapapa, sayang! Udah ah gausah minta maaf terus belum lebaran juga, mending kamu makan tuh jagungnya mumpung masih anget! Tadi kan kamu yang minta disana, masa giliran udah dibeli malah kamu anggurin!" ucap Revan.


"Iya, kamu mau coba juga gak?" tanya Tania.


"Boleh, suapin ya?"


"Iya bayi besar...."


Tania pun menyodorkan jagung di tangannya ke arah mulut Revan yang tengah menyetir, Revan langsung menggigit jagung itu dan kemudian memakannya sembari tersenyum ke arah Tania.


"Uhh... rasanya enak banget, tapi manisnya sih masih kalah sama kamu!" ucap Revan.


"Apaan sih? Masih sempat-sempatnya kamu gombalin aku, emang dasar cowok!" ujar Tania.


"Hahaha, gausah salting gitu sayang!" ucap Revan sambil mencolek dagu kekasihnya.


Akhirnya perjalanan yang semula sepi dan sunyi itu berubah menjadi asyik dan menyenangkan, mereka saling menikmati jagung yang dibeli di bazar tadi sambil tertawa serta berbagi keceriaan.


Walau sebenarnya Revan tahu bahwa gadisnya itu masih menyembunyikan sesuatu di dalam hatinya yang tak ingin dia ungkapkan, ya Revan menangkap kalau Tania belum bisa melupakan Reno seutuhnya apalagi mereka tadi bertemu dengan pria itu.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di pelataran rumah William yang luasnya seperti lapangan golf dan banyak sekali tanaman serta keindahan lainnya.


"Sampe nih, kamu mau langsung turun atau..." ucap Revan menggantung sembari mendekatkan wajahnya ke arah Tania.


"Atau apa?" tanya Tania tak mengerti.


Revan tersenyum kemudian membelai lembut bibir mungil gadisnya yang berada dekat sekali dengan wajahnya saat ini, perlahan ia juga memajukan bibirnya mendekati milik Tania sambil terus mencengkeram dagu gadisnya.


Daaaannnn.....


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2