
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 333
(Hari kemenangan)
...•...
...•...
Keesokan paginya, Tania dan Rania turun ke bawah secara bersamaan sambil bergandengan tangan dengan senyum di wajah mereka. Keduanya juga telah rapih memakai pakaian serba putih untuk bersiap pergi keliling komplek melakukan halal bihalal dengan para tetangga disana, ya kebetulan mereka juga sudah selesai shalat dan makan pagi.
Terlihat William, Jordi, Arsen dan juga Velove sudah bersiap-siap duduk di sofa ruang tamu sambil mengobrol ria dan menikmati berbagai macam kue yang dibuat sendiri oleh Velove dan Tania dengan bantuan pekerja disana. William sangat senang, karena di hari lebaran kali ini ia dapat berkumpul lagi dengan anak-anaknya tanpa ada yang terpisah.
"Halo semuanya! Lihat nih, Rania udah cantik banget pake baju baru yang dibeliin papa William kemarin di mall! Yuk Rania sayang, kita samperin mama kamu sama yang lainnya!" ucap Tania tersenyum renyah.
"Iya kak," ucap Rania singkat sambil mengangguk.
"Wah anak mama cantik banget nih! Udah siap belum buat dapet banyak duit?!" ujar Velove.
"Hahaha, benar sayang! Rania itu cantik banget, sama seperti mamanya yang juga cantik dan manis! Aku beruntung bisa dapetin mamanya, terus sekalian sama anaknya juga! Ibaratnya beli satu dapat dua sekaligus!" sarkas Arsen.
"Apaan sih? Kamu ngaco deh! Emangnya kamu mau nikahin Rania juga gitu? Dia masih kecil kak, gak boleh atuh!" ujar Velove.
"Yeh gak gitu sayang, duh kamu gemesin banget sih kayak Rania!" ucap Arsen mencubit pipi Velove.
"Hahaha, mama sama papa Arsen lucu!" ucap Rania tertawa karena melihat kelakuan Arsen dan Velove.
"Oh iya dong sayang, namanya juga calon suami-istri pasti lucu lah! Nanti kalau papa udah nikah beneran sama mama kamu ini, kita bisa tidur bertiga sayang terus main-main deh sampe pagi!" ujar Arsen.
__ADS_1
"Ah masa mau bertiga yakin kamu?" ujar William.
"Ya yakin dong pah, tapi sesekali aja. Kalo keseringan nanti yang ada Rania gak dapat-dapat adik," ucap Arsen nyengir.
"Ish, kamu kalo ngomong ya!" tegur Velove.
Setelahnya, Tania yang sedari tadi berdiri kini beralih menatap William sang papa lalu bersimpuh di hadapan papanya itu. Tania mencium dua tangan sang papa lalu berbicara sambil terisak.
"Papa, aku minta maaf ya sama papa?! Aku sadar belum bisa jadi anak yang baik, aku juga belum mampu bahagiain papa! Maafin aku ya, pah?" ucap Tania.
Mendengar itu membuat William terharu, ia mengusap rambut Tania sambil tersenyum.
"Iya sayang, papa maafin kamu kok! Papa juga doakan kamu semoga bisa langgeng sama Revan dan kalian cepat menikah! Jangan lupa nanti kalau udah nikah, buru-buru kasih cucu buat papa ya!" ucap William coba mencairkan suasana.
"Pasti pah! Aku senang kalau lihat papa senang!" ucap Tania mendongak lalu tersenyum.
"Sini sini peluk papa!" ucap William.
Tania mengangguk pelan, kemudian bangkit dan berpelukan dengan sang papa sambil menangis melepas kesedihannya.
Sementara Arsen juga mengajak Velove serta Rania untuk meminta maaf pada William dan Jordi, tentu sebagai tradisi di hari raya idul Fitri dimana yang muda meminta maaf pada yang tua.
"Iya, tapi kamu duluan!" ucap Velove.
"Jangan dong! Kita barengan aja, supaya kesan calon suami-istri nya itu kerasa loh! Kita kan sebentar lagi udah mau nikah sayang," ucap Arsen tersenyum.
"Eee yaudah iya, terserah kamu aja!" ucap Velove.
"Papa, mama, aku duluan ya? Aku mau cium tangan ayah Jordi!" ucap Rania minta izin.
"Eh iya iya sayang, yaudah sana!" ucap Velove.
"Oke mah!"
Rania pun melangkah mendekati ayah angkatnya itu, bagaimanapun juga ia tak bisa melupakan jasa dari Jordi yang telah menolongnya.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Reno bersama Lyota dan Tania kecil juga tengah dalam perjalanan menuju rumah sang istri untuk silaturahmi dengan ibu mertuanya yang sudah lumayan lama tak ia kunjungi. Ya mereka hanya pergi bertiga lantaran Anggi dan Darma sedang pergi ke luar kota untuk jalan-jalan, namun tentunya mereka sudah sempat minta maaf pada Anggi serta Darma.
Reno dan Lyota duduk di jok bagian depan karena Reno memang menyetir sendiri, sedangkan Tania kecil duduk sendirian di belakang membiarkan mama papanya itu berduaan. Reno pun sesekali mengusap serta mengecup wajah sang istri yang terlihat sangat cantik dengan baju barunya itu, ia bahkan tak tahan untuk segera memeluk Lyota.
"Sayang, ini kira-kira ibu ada di rumah apa enggak ya? Takutnya nanti kita udah kesana, eh tapi ibu sama Reva malah gak ada kan gak lucu sayang kalau kita harus bolak-balik!" tanya Reno.
"Eee insyaallah ada sih, mas. Tadi kan aku juga udah chat kak Reva dan katanya ibu baru mau pergi habis halal bihalal di sekitar rumah, maaf ya mas aku lupa bilang sama kamu soal aku yang udah chat kak Reva tadi!" ucap Lyota tersenyum.
"Yeh kamu ini mah kebiasaan lupa mulu, lain kali jangan gitu dong cantik!" ucap Reno.
"Hehe, iya mas maaf!" ujar Lyota nyengir.
"Mama, papa, aku dapat uang banyak loh tadi dari Oma sama opa! Harusnya papa beliin aku baju yang kantongnya banyak dong!" ucap Tania kecil.
"Hahaha, iya ya sayang nanti papa beliin lagi deh baju yang kantongnya banyak buat kamu! Supaya pas kita main ke rumah saudara-saudara Oma di Jogja, kamu bisa simpan uangnya!" ucap Reno tertawa kecil.
"Yeay asik, makasih papa!" ucap Tania kecil.
"Mas, emang kampung mama itu di Jogja ya?" tanya Lyota penasaran.
"Iya sayang, sore nanti rencananya kita juga mau ke Jogja bareng-bareng kok. Sekalian aku mau kenalin kamu ke semua saudara aku yang ada disana, pasti mereka pada terpukau dengan kecantikan kamu yang luar biasa ini!" ucap Reno tersenyum.
"Hah? Kamu apaan sih mas? Sukanya kok ya gombalin istrinya terus, padahal belum tentu saudara kamu disana suka sama aku!" ucap Lyota.
"Hey, kata siapa? Aku yakin kok mereka pasti suka, orang kamu cantik banget! Ya kan Tania?" ujar Reno.
"Benar kata papa, mah! Mama itu cantik banget, buktinya papa sampe tergoda sama mama! Nanti kalau aku udah besar, aku pengen banget bisa cantik kayak mama!" ucap Tania kecil.
"Sayang, kamu itu kan emang udah cantik!" ujar Lyota tersenyum.
"Ahaha, tapi mama lebih cantik!" ujar Tania kecil.
Reno hanya tersenyum melihat istri dan anaknya itu saling beradu argumen, ia mengelus wajah istrinya dan kembali mengecup pipi Lyota disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...