
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 116
(Berubah sikap)
...•...
...•...
Lionel sampai di rumahnya dengan kondisi suntuk dan penuh keletihan, ia terus memikirkan perkataan Shani yang mengatakan kalau sekarang wanita itu tengah mengandung anaknya akibat dari perbuatannya yang tidak mampu menahan gairah sehingga kini Rianti pasti akan sangat terluka jika mengetahui suaminya mempunyai anak bersama wanita lain.
Tak seperti biasanya, kali ini justru Rianti menyambut Lionel layaknya seorang istri pada suami dan seperti ini juga yang Rianti lakukan ketika mereka belum terbombardir oleh masalah perselingkuhan yang dilakukan Lionel beberapa waktu silam. Lionel pun heran mengapa sang istri bersikap baik padanya saat ini, padahal sebelumnya Rianti sangat marah pada ia bahkan sampai tak mau berbicara dengannya.
"Mas, kamu udah pulang? Tumben kamu pulang cepet, sini biar aku bawain jas kamu!" ucap Rianti menghampiri suaminya, ia membantu melepaskan jas yang dikenakan Lionel sambil tersenyum.
Ya Lionel masih diam menatap sang istri penuh keheranan, pasalnya ia justru semakin merasa takut bila sikap istrinya mendadak baik dan perhatian seperti ini padanya. Ya tentu ia begitu karena sebelumnya mereka tengah dirundung masalah, jadi tak mungkin Rianti akan tiba-tiba bersikap baik padanya jika tak terjadi sesuatu.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Lionel pelan.
Rianti yang tengah menenteng jas milik Lionel serta menggandeng lengan suaminya itu pun menoleh menatap wajah sang suami, ia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan malah tersenyum renyah ke hadapan wajah suaminya yang masih melongok.
"Aku gapapa, mas! Emangnya kamu pikir aku kenapa?" ucap Rianti tersenyum.
__ADS_1
"Eee... ya syukurlah, aku pikir kamu lagi ada yang disembunyiin dari aku!" ucap Lionel memberikan senyuman tipis di wajahnya.
"Gak ada kok mas, aku kan bukan kamu! Udah yuk kita langsung ke kamar, kamu pasti mau mandi kan?" ucap Rianti masih berusaha santai.
"Iya, makasih sayang!" ucap Lionel.
Mereka pun lanjut berjalan menuju anak tangga di dekat sana untuk naik ke kamar atas, namun tiba-tiba Athar muncul memanggil papanya dan langsung memeluk tubuh Lionel begitu saja.
"Papa....!!!" teriak Athar.
"Eh iya jagoan papa, kenapa?" ucap Lionel.
"Gapapa, Athar kangen aja peluk papa kayak gini!" jawab Athar tanpa melepas pelukannya.
Lionel pun tersenyum sembari mengusap puncak kepala putranya, diikuti oleh Rianti yang juga merasa senang karena melihat Athar begitu bahagia ada di pelukan papanya. Itu juga membuat Rianti makin ragu untuk meminta suaminya menikah lagi dengan Shani, tentu ia tak mau merenggut kebahagiaan putranya yang sangat menginginkan kasih sayang dari papanya.
Ya Rianti mencoba bersikap sebagai istri yang baik dan menyayangi suaminya lantaran ia tak ingin Lionel berpaling ke Shani, memang sebelumnya Rianti sangat ingin berpisah dengan Lionel dan membiarkan pria itu menikahi Shani sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai lelaki. Namun, mendadak Rianti khawatir kalau ia dan putranya akan kehilangan sosok Lionel bila mereka pergi dari sana.
"Nah iya betul kata mama, nanti kita main jadi superhero lagi ya kayak sebelumnya? Sekarang papa mau mandi dulu bareng mama, Athar tunggu disini sama mbak Aliyah!" ucap Lionel.
"Oke deh pah, mah!" ucap Athar langsung melepas pelukannya dari pinggang papanya, ia pun berlari keluar hendak bermain dan diikuti oleh Aliyah.
Sementara Lionel kini menatap wajah istrinya yang terlihat lebih cerah dari biasanya, ia memberi kecupan lembut pada kening sang istri sebagai tanda kasih sayangnya dan juga kesenangan dirinya akan sikap dan perlakuan Rianti saat ini.
...•••...
Disisi lain, Felicia masih bingung harus menjelaskan apa pada wanita di hadapannya yang juga terus saja mencecar dirinya dengan beragam pertanyaan menyulitkan dan mengancam akan melaporkan Felicia ke polisi bila tidak menjelaskan apa yang sedang ia lakukan di dalam rumah Joshua itu.
Felicia pun terpaksa menceritakan semuanya pada wanita itu walau ia sudah berjanji tak akan melakukannya, ia menjelaskan semua yang terjadi padanya dan bagaimana perlakuan Joshua selama ini yang selalu menjadikan dirinya sebagai pemuas nafsuu dan juga mencampakkannya begitu saja.
__ADS_1
Sontak wanita yang tak lain adalah Olivia pun terkejut dan syok amat sangat, ia menutup mulutnya dengan telapak tangan lalu matanya melebar seperti masih tak percaya dan juga geleng-geleng kepala. Olivia benar-benar syok dan tak menyangka kalau Joshua calon suaminya tega melakukan itu pada perempuan lain, padahal mereka akan segera melangsungkan pernikahan dalam beberapa Minggu ke depan.
"Ka-kamu serius, gak bohong?" tanya Olivia tampak gugup coba memastikan.
Felicia mengangguk dengan air mata yang juga telah merembes membasahi hampir seluruh wajahnya, tentu ia tak bisa menahan tangis saat mengingat semua kejadian yang menimpa dirinya dan dilakukan oleh si jahat Joshua yang haus akan sekss.
Olivia pun mau tidak mau pasti percaya pada Felicia karena gadis itu terlihat serius dari ekspresi wajahnya dan bahkan sampai menangis sesenggukan, ia juga merasa kecewa pada kelakuan kekasihnya sekaligus calon suaminya itu karena telah berkhianat darinya.
"Nama kamu siapa, kamu berasal darimana?" tanya Olivia penasaran, air mata juga mulai menetes membasahi pipinya.
"Aku Felicia, waktu itu aku ketemu sama Joshua di bar dan aku dalam keadaan mabuk!" jawab Felicia.
Olivia kembali bersedih sembari menjambak rambutnya sendiri, ia menangis sejadi-jadinya mengutuk semua perbuatan yang sudah dilakukan oleh Joshua kepada Felicia. Ia sungguh membenci lelaki seperti Joshua yang hanya suka mempermainkan hati wanita dan mengincar perawan nya saja, ia juga menyesal telah mau memberikan kesuciannya pada Joshua.
"Hey, kenapa nangis? Memangnya apa hubungan kamu dengan Joshua sampai kamu sedih seperti ini?" tanya Felicia tak mengerti.
"A-aku calon istrinya, Joshua!" jawab Olivia, bahkan ia sangat berat mengatakan hal itu dan ingin sekali memuntahkan seluruh isi perutnya.
Felicia terkejut mendengar jawaban dari Olivia, ia baru tahu kalau Joshua ternyata sudah memiliki pacar dan sebentar lagi malah akan menikah. Sungguh ia tak mengerti mengapa Joshua melakukan itu pada dirinya disaat pria itu sebenarnya sudah memiliki calon istri, ia juga bingung bagaimana bisa ada lelaki seperti Joshua.
"Aku harus pergi sekarang, aku udah gak tahan terus-terusan ada disini..." ucap Felicia mendekati Olivia sambil memegang pundak gadis itu.
"Ya, kamu memang harus pergi dan selamatkan diri kamu! Bahkan kamu juga boleh kok lapor ke pihak berwajib atas kelakuan Joshua, dia pantas dihukum dan masuk penjara!" ucap Olivia mulai emosi.
"Ada apa ini...??"
Tiba-tiba muncul suara seorang pria dari arah dalam rumah tersebut, ya bisa jadi itu Joshua yang baru keluar dan hendak menemui Olivia di depan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...