Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 212 (Ajak pergi)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 155


(Ajak pergi)


...•...


...•...


Keesokan harinya, Tania tampak bingung sekaligus kesal karena Cakra & Velove sudah datang di pagi hari untuk minta izin menemui Rania serta mengajak gadis kecil itu jalan-jalan ke tempat wisata, tentu Tania merasa khawatir jika mereka akan membawa Rania pergi darinya untuk selamanya.


Biar bagaimanapun juga, Tania adalah sosok paling dekat dengan Rania dibanding kedua orang tersebut yang baru beberapa hari saja bertemu dengan Rania, ya walau kenyataannya mereka adalah orang tua dari Rania si gadis kecil cantik yang sudah dianggap seperti adik kandung sendiri oleh Tania.


Saat ini mereka tengah berkumpul di ruang tamu bersama juga dengan William selaku papa Tania, sudah tersedia pula gelas-gelas minuman di atas meja yang tentunya untuk mereka minum selagi berbincang-bincang hangat.


"Jadi gimana, apa boleh kami ajak Rania pergi?" tanya Cakra setelah menyeruput tehnya.


William pun menoleh ke arah putrinya yang berada di sampingnya saat ini, ia merasa kalau Tania memang tidak suka dengan keinginan Cakra & Velove untuk mengajak Rania pergi walau hanya sekedar jalan-jalan menikmati waktu liburan.


Tania sendiri juga masih terdiam mengatupkan bibirnya dan berpikir keras sekiranya ia harus melakukan apa saat ini, jujur ia takut jika kedua orang itu malah menjadikan kesempatan ini untuk membawa Rania pulang ke rumah mereka.


"Eee.... memangnya kalian ini mau bawa Rania itu pergi kemana sih?" tanya William.


"Jalan-jalan dong, pak Liam! Ini kan hari libur, jadi kami mau ajak Rania pergi sekaligus mempererat hubungan kita! Secara kita ini kan keluarga kandungnya Rania, jadi kita harus lebih sering deketan sama Rania..." jawab Velove.


"Ya benar itu, gak logis dong kalau keluarga kandung Rania malah jauh dari Rania itu sendiri!" sahut Cakra.


"Hahaha, okelah yang kalian bilang memang benar! Tapi, tetap saja putri saya juga berhak menentukan apakah dia membolehkan kalian membawa Rania pergi! Karena selama ini Tania juga yang sudah merawat Rania, betul kan?" ucap William.


"Nah maka dari itu kami datang kesini pak, kami kan ingin minta persetujuan dari Tania!" ucap Cakra.

__ADS_1


"Kalau begitu kalian tunggu saja sampai putri saya ini menjawab, jangan pernah tekan dia apalagi memaksa Tania untuk mengizinkan kalian membawa Rania!" ujar William.


"Tentu saja tidak, pak!" ucap Cakra.


William pun kembali memandang wajah Tania dari samping sambil tersenyum tipis, tangannya bergerak menggenggam telapak tangan Tania yang terasa dingin karena gadis itu bingung harus bagaimana sekarang, ia ragu untuk mengizinkannya mereka membawa Rania namun ia juga tidak mungkin tega pada Rania jika harus menolak mereka.


Akhirnya Tania pun mau angkat bicara dan membuka bibirnya yang sedari tadi mengatup, namun ia melirik sekilas ke arah papanya dengan raut wajah gugup menandakan ia memang belum sepenuhnya yakin jika kedua orang itu akan menuruti peraturan yang dibuatnya yakni tidak membawa Rania ke rumahnya.


"Umm...."


Cakra & Velove tampak senang sekaligus berharap kalau Tania akan mengizinkan mereka, keduanya duduk tegap sambil memajukan wajah masing-masing menanti perkataan selanjutnya dari mulut Tania yang masih belum selesai sempurna malah gadis itu kembali mengatup.


"Oke, aku bakal izinin kalian buat bawa Rania pergi jalan-jalan! Tapi, ingat ya kalian jangan sampe ajak Rania ke rumah kalian!" ucap Tania.


"Tenang aja, Tania! Kita ini orang penurut kok, kita gak mungkin kayak gitu!" ucap Cakra.


"Iya bener, kamu gak perlu khawatir begitu Tania! Percaya aja sama kita berdua, setelah jalan-jalan pasti kita bakal bawa Rania kesini lagi!" sahut Velove.


"Bagus, semoga kalian amanah!" ucap Tania.


"Rania masih di kamar, sebentar biar aku panggil dia dulu!" ucap Tania langsung berdiri.


Cakra & Velove pun mengangguk pelan sembari menyandarkan punggung mereka pada sofa, sedangkan Tania berjalan melewati mereka untuk menuju kamar Rania memanggil gadis kecil itu keluar menemui orangtuanya disana.


Sesudah Tania pergi dari sana, William mulai bergerak menggeser tubuhnya ke dekat mereka berdua sembari memajukan sedikit wajahnya dengan kedua tangan ia taruh di atas paha.


"Kalian ingat ini, jangan pernah coba-coba membawa kabur Rania atau kalian akan berurusan langsung dengan saya!" ucap William tampak serius.




TOK TOK TOK...


"Rania, buka pintunya dong sayang! Ini kakak mau bicara sama kamu, sebentar aja!" ucap Tania.


Tania langsung mengetuk pintu kamar Rania begitu ia sampai di depan kamar gadis kecil itu, ia coba memanggil adiknya agar mau keluar membuka pintu dan menemui keluarga kandungnya di depan sana karena mereka akan mengajak Rania pergi.

__ADS_1


Ceklek...


Akhirnya Rania si gadis kecil yang cantik itu mau keluar membuka pintu dan menemui kakaknya, tampak wajahnya begitu ceria serta cerah saat menatap Tania dari balik pintu.


"Kak, kenapa?" tanya Rania.


"Kamu mau ikut kakak gak ke depan?" ucap Tania yang berjongkok menyamai tinggi adiknya sembari memegang dua pundak Rania.


"Mau ngapain kak ke depan?" ucap Rania.


"Ada kakek sama mama kamu, mereka katanya mau ajak Rania jalan-jalan! Ini kan hari libur, pasti Rania seneng kan mau pergi sama mama?" ucap Tania.


"Yang bener kak?"


"Iya dong, makanya Rania sekarang ikut kakak ke depan buat temuin kakek sama mama Rania!" jawab Tania meyakinkan adiknya.


"Iya deh kak, tapi aku kan belum siap-siap... gimana kalo aku mandi dulu di dalam sekalian ganti baju, gak mungkin kan kak kalo aku pergi pake baju kayak gini dan belum mandi!" ucap Rania.


"Umm... iya juga sih, yaudah biar kakak temenin Rania siap-siap ya?" ucap Tania.


"Wah boleh, makasih ya kak!" ucap Rania tersenyum.


"Iya, yaudah yuk kita masuk ke dalam biar kakak bisa pilihin baju yang bagus buat kamu!" ucap Tania tersenyum manis sambil mencolek hidung Rania.


"Oke kak, yuk!"


Rania pun langsung menggandeng tangan kakaknya dan membawa Tania masuk ke dalam kamarnya, mereka pun sama-sama melangkah ke dalam lalu menutup pintu karena Rania akan segera mandi sekaligus berdandan sebelum pergi dengan mama serta kakeknya.


"Nah Rania sekarang mandi, biar kakak siapin perlengkapan Rania ya!" ucap Tania.


"Iya kak," jawab Rania mengangguk.


Gadis kecil itu masuk ke kamar mandi membawa handuknya dan menutup pintu, sedangkan Tania menunggu disana sembari memilihkan baju untuk adiknya agar Rania terlihat tambah cantik dan manis serta menggemaskan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2