
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 145
(Reno or Revan?)
...•...
...•...
Sesampainya di sailor cafe, Tania tampak gugup sebelum ia memasuki cafe tersebut dan menemui Revan di dalam sana karena ia ingin meminta pada pria tersebut untuk sesegera mungkin menikahi dirinya yang sudah siap dengan semua itu.
Tania berhenti sejenak tepat di depan pintu cafe mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskan secara kasar untuk menenangkan dirinya, sedangkan Riko yang menunggu di dekat mobil merasa heran karena nona nya tak langsung masuk kesana.
Akhirnya setelah berhasil merasa tenang dan kepalanya terasa dingin, Tania pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam dengan memejamkan mata sembari menyatukan jari-jarinya sebagai tanda kalau ia masih agak gugup dan grogi.
"Tania!"
Suara seorang pria berteriak memanggil namanya dari arah timur tempat duduk cafe tersebut, sontak Tania menoleh lalu tersenyum saat melihat kalau yang memanggilnya adalah Revan pria yang dipilihnya sebagai calon suami saat ini.
Tania pun segera melangkah ke arah pria itu dengan terburu-buru, sedangkan Revan tampak berdiri tersenyum ceria menyambut kedatangan calon istrinya sembari menarik kursi agar Tania bisa lebih mudah duduk disana.
"Silahkan, cantik!" ucap Revan.
"Makasih..." ucap Tania tersenyum manis.
Keduanya pun duduk berhadap-hadapan dengan dua gelas minuman yang sudah tersedia di atas meja, rupanya Revan telah memesankan itu untuknya dan juga Tania agar gadisnya bisa langsung minum begitu sampai dari perjalanannya.
"Minum dulu, pasti kamu haus!" ucap Revan.
__ADS_1
"Iya, makasih..." ucap Tania pelan.
Nampaknya Tania memang masih grogi untuk bertemu langsung dengan Revan, bahkan tangannya gemetar saat mengambil gelas di atas meja ke dekat bibirnya lalu menyedot es cappucino tersebut sedikit dengan mata terus diarahkan ke bawah.
Revan tampak heran dengan sikap Tania saat ini yang jauh berbeda ketika sebelumnya mereka bertemu baik di rumah sakit maupun di rumah, ya Tania memang jarang grogi begini ketika bertemu seseorang apalagi orang itu adalah pria.
"Tania, kamu kenapa sih?" tanya Revan yang penasaran sembari menatap wajah gadisnya.
"Ah? Eee... a-aku gapapa kok, emangnya aku kenapa ya?" ucap Tania gugup dan malah bertanya balik.
"Kamu kelihatan grogi gitu, santai aja kali kayak baru pertama kali aja ketemu sama aku! Kita kan udah sering ketemu, sayang! Ayolah, kan aku ajak kamu kesini supaya kita makin akrab!" ucap Revan.
Tania malah tambah gugup saat Revan memanggilnya dengan sebutan sayang, entah apa yang terjadi pada dirinya sehingga saat ini ia benar-benar dibuat gugup oleh pria pilihan hatinya serta papanya itu.
"Tania? Kok malah diem?" ucap Revan.
"I-i-iya, maaf!" jawab Tania lagi-lagi tampak gugup.
Revan pun tersenyum sembari geleng-geleng kepala dan mengusap wajahnya, ia tak mengira cewek tomboy seperti Tania ternyata bisa gugup juga saat sedang berdua dengan lelaki padahal yang ia tahu Tania adalah wanita pemberani.
"Kalau kamu gini terus, yang ada kita malah susah deket loh!" ucap Revan.
"Hahaha, iya gapapa! Aku maklumin deh, mungkin kamu gugup karena belum pernah pacaran kan sebelumnya? Aku tahu itu dari papa kamu, katanya kamu emang anti cowok banget!" ucap Revan.
"Yaaa..."
Revan terkekeh kecil menyaksikan keluguan Tania yang jarang terlihat di manapun dan kapanpun, ia merasa sebagai pria paling beruntung karena bisa mendapatkan hati seorang gadis seperti Tania yang cantik dan unik.
"Semoga kamu beneran bisa jadi milik aku, Tania! Apapun akan aku lakukan, untuk mendapatkan kamu!" batin Revan.
...•••...
Disisi lain, Reno menantikan jawaban dari Tania yang hingga kini belum juga diberikan oleh gadis itu padahal ia telah lama menunggu untuk memastikan masa depannya dan Tania kecil yang selalu merindukan sosok ibu di hidupnya.
Reno mencoba menghubungi Tania dengan memberi sebuah pesan ajakan bertemu, akan tetapi Tania hanya membacanya tak sama sekali merespon atau membalas pesan darinya itu yang akhirnya membuat Reno cukup frustasi mendekati Tania.
__ADS_1
"Tania, kamu kenapa sih? Kalau emang kamu gak mau nikah sama aku, harusnya kamu bilang jangan malah cuekin aku kayak gini!" batin Reno.
Pria yang sudah menunggu Tania di taman tempat ia sering bertemu dengan gadis tersebut, kini bangkit dari duduknya sembari mengusap wajahnya kasar serta menjambak rambutnya sendiri sebagai tanda penyesalan di dalam dirinya.
"Aaarrgghh...!!!"
Reno berteriak cukup kencang di taman yang kosong dan sepi itu, ia meluapkan semua kekesalan di dalam tubuhnya karena terlalu berharap pada sosok wanita yang bahkan untuk sekedar berbicara dengannya saja tidak mau.
Reno juga sangat menyesali perbuatannya dulu karena tidak langsung segera menyatakan cintanya pada Tania, ya sebagai pria ia terlalu lembek dan takut untuk menyatakan itu hingga akhirnya Tania malah pergi ke Finland bersama kakaknya.
"Gue gak boleh kayak gini, gue harus kuat demi Ana dan harus siap untuk jadi ayah sekaligus ibu buat Ana!" batinnya.
Mulai saat ini, Reno tidak mau menyebut putrinya dengan nama Tania lagi karena itu hanya akan membuatnya semakin teringat pada sosok wanita tercintanya yang gagal ia miliki.
Ya Reno pun memilih nama Ana yang diambil dari nama lengkap putrinya yakni Tania Meliana, pria itu hendak menghapus semua kenangan tentang Tania dari dalam hidupku dan tak ingin lagi memikirkan gadis itu walau hanya sebentar.
"Masss...."
Disaat Reno baru hendak melangkahkan kakinya pergi dari taman itu, tiba-tiba muncul suara seorang wanita memanggil namanya dari arah belakang dan suara itu tidak asing lagi di telinganya.
Reno menoleh lalu syok saat melihat mendiang istrinya berdiri disana sambil menatap kecewa ke arah wajahnya, Reno tak mengerti mengapa Rosa seperti itu karena ia tidak memiliki kesalahan apapun sebelumnya.
"Rosa, kamu kenapa?" tanya Reno heran.
"Kamu yang kenapa, mas! Harusnya kamu jangan nyerah kayak gitu dong, kamu harus terus kejar Tania dan berusaha sekuat mungkin untuk bisa dapetin cinta sejati kamu...!!" ujar Rosa.
"Enggak, Rosa! Semuanya udah selesai, aku gak bisa nikah sama Tania!" ucap Reno tegas.
"Kamu salah, mas! Ini belum usai, kisah ini masih akan terus berlanjut sampai kamu bisa mendapatkan cinta sejati kamu dan hidup bahagia bersama dia! Aku yakin cuma Tania yang bisa bikin kamu bahagia, begitupun sebaliknya cuma kamu yang bisa bikin Tania bahagia...!!" ucap Rosa.
"Terus aku harus gimana lagi, Rosa? Tania aja udah menghindari aku, buat apa coba aku terus-terusan kejar hal yang gak pasti?" ucap Reno pasrah.
"Kamu lemah, mas!" ucap Rosa.
Reno tersentak mendengar perkataan mendiang istrinya barusan, ia merasa kesal dan tak terima walaupun semua yang dikatakan Rosa adalah benar karena ia memang sosok pria lemah yang mudah menyerah dan putus asa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...