Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 232 (Akhirnya ketemu)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 175


(Akhirnya ketemu)


...•...


...•...


Velove dan Rania akhirnya sampai di sekolah sesuai tujuan mereka awalnya, ada Rizky juga di dalam mobil itu menemani mereka untuk berjaga-jaga agar Velove tidak berbuat yang aneh-aneh dan membawa Rania pergi jauh dari Tania saat ini.


Velove terpaksa menerima Rizky yang ingin ikut dengannya mengantar Rania, karena ia tak bisa berbuat apa-apa ketika Rizky mengeluarkan ancaman kepadanya dan akan membunuh papanya bila tidak mau menuruti kemauannya itu.


"Yeay udah sampe, Rania bisa sekolah deh sekarang!" ucap Velove tersenyum sembari mencolek hidung serta pipi putrinya.


"Iya mah, aku seneng diantar ke sekolah sama mama dan kak Rizky! Yuk mah kita langsung turun, aku mau temen-temen ngeliat mama juga!" ucap Rania.


"Iya sayang, yaudah yuk kita turun barengan!" ucap Velove langsung menarik handle pintu.


Mereka berdua pun turun dari mobil dengan bergandengan tangan dan saling tersenyum, sedangkan Rizky juga ikut menyusul turun menemani mereka, Rania tampak gembira karena ada mamanya serta Rizky disana.


"Mah, kak Rizky! Aku mau deh kalau kak Rizky jadi papa aku yang ketiga, soalnya kak Rizky cocok banget loh sama mama!" ucap Rania.


"Hah? Sayang, kamu kenapa bicara begitu? Mama gak mau ah denger Rania bilang itu lagi, gak baik sayang!" ucap Velove.


"Beneran nih Rania? Kakak sama mama kamu cocok? Terus Rania mau jadi anaknya kakak?" tanya Rizky sengaja menggoda Velove.


"Iya kak, cocok banget!" jawab Rania sambil mengacungkan jempolnya ke depan.


Velove tampak tersipu dan wajahnya terlihat memerah karena keusilan Rizky barusan, apalagi perkataan putrinya benar-benar membuat ia malu tak bisa berkata-kata kali ini. Sedangkan Rizky senyum-senyum saja sembari menatap Velove.


"Udah ah, jangan bahas itu lagi!" ucap Velove.


"Iya mah, tapi bener kok mama sama kak Rizky itu kelihatan cocok banget! Pasti aku bakal tambah seneng kalau mama sama kak Rizky deketan, kan papa aku jadi ada tiga deh!" ucap Rania.


"Eee... sayang, udah ya jangan dibahas lagi!" ucap Velove sembari mengusap rambut putrinya.

__ADS_1


"Hehe, iya maaf mah!" ucap Rania nyengir.


"Gapapa kok Rania, nanti kakak bakal nikahin mama kamu supaya kakak bisa jadi papa kamu juga! Rania pasti seneng kan?" ucap Rizky.


"Seneng banget, kak! Kapan kakak mau nikahin mama aku??" ucap Rania.


"Secepatnya!" jawab Rizky.


"Yeay asyik, aku punya papa baru!!" ujar Rania kegirangan sambil jingkrak-jingkrak.


Velove hanya tersenyum sembari membelai rambutnya ke belakang, ia benar-benar heran dengan perkataan putrinya yang seperti sudah mengerti tentang urusan orang dewasa, ia pun menoleh ke arah Rizky dan memandangnya sinis.


"Kenapa? Mau aku nikahin sekarang?" goda Rizky.


"Dasar gila! Jangan mancing-mancing anak aku deh, sama jangan ngajarin yang gak bener ke dia! Aku gak mau Rania dewasa lebih cepat!" ujar Velove.


"Hahaha, apa salahnya sih? Kan cuma ngomongin pernikahan, bukan proses bikin anak!" ucap Rizky.


Velove pun geleng-geleng kepala mendengar perkataan Rizky yang tak senonoh, sedangkan pria itu malah tampak nyengir cengengesan melihat ekspresi Velove, lama-kelamaan sepertinya Rizky mulai tergoda dengan kecantikan wajah Velove.


"Yaudah sayang, kamu masuk gih ke dalam! Sekolah yang bener ya, sama jangan dengerin omongan kak Rizky yang sableng barusan ya!" ucap Velove.


"Mah, emang proses bikin anak itu gimana sih?" tanya Rania dengan wajah polosnya.


...•••...


Disisi lain, Tania dan Revan sedang dalam perjalanan menuju sekolah Rania untuk mencari tau apakah gadis kecil itu ada disana atau tidak. Tania sudah tampak tak sabar ingin bertemu dengan adiknya dan sangat berharap kalau Rania ada disana.


Sementara Revan juga mempercepat laju mobilnya disaat kebetulan kondisi jalan juga tengah sepi dari kendaraan yang melintas, sesekali ia menoleh ke arah gadisnya sembari menenangkan Tania dengan memegang pundaknya lalu tersenyum tipis.


"Sabar ya, jangan panik!" ucap Revan.


"Iya, udah fokus aja nyetirnya jangan meleng!" ucap Tania dengan nada ketus dan jutek.


"Kamu masih marah sama aku?" tanya Revan.


Tania tak menjawab. Ia hanya mendengus lalu melipat kedua tangan di dada, nampaknya memang benar kalau Tania masih kecewa pada Revan yang belum berhasil membawakan Rania untuknya.


Revan pun tersenyum saja memaklumi sikap Tania padanya yang seperti itu, ia juga tau betul kalau dirinya salah karena gagal menemukan Rania sesuai janjinya pada Tania, namun kali ini ia yakin sekali kalau Rania ada di sekolahnya bersama Velove.


Tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai di dekat sekolah Rania dan Revan segera menghentikan mobilnya tepat disana. Revan melihat sosok gadis kecil yang mirip dengan Rania, ia pun memberitahukan itu pada Tania gadisnya.


"Sayang, itu Rania kan?" ucap Revan sambil menunjuk ke arah depan dengan telunjuknya.

__ADS_1


"Iya bener, aku harus langsung turun!" ucap Tania tampak ceria lalu bergerak cepat menarik handle pintu mobil dan turun ke jalan.


Revan yang melihatnya hanya bisa tersenyum menggelengkan kepala, ia pun juga turut mengikuti gadisnya turun dari mobil menghampiri Rania di depan sana yang tampak tengah bersama Velove serta seorang pria yakni Rizky.




"Mah, aku masuk ke sekolah dulu ya?" ucap Rania berpamitan dengan mamanya sambil mencium tangan wanita di hadapannya itu.


"Iya sayang, belajar yang rajin ya!" ucap Velove.


"Pasti mah, yaudah aku masuk ya? Dadah mama, dadah kak Rizky..." ucap Rania melambaikan tangan pada mamanya serta Rizky disana.


"Dadah juga Rania...."


Rania pun masuk ke dalam sekolah bertemu dengan teman-temannya yang juga baru datang, ia tampak sangat ceria pagi ini karena diantar langsung oleh mamanya bahkan Rizky, ya tentu Rania menceritakan itu kepada teman-temannya disana.


Sementara Velove kini tinggal berdua dengan Rizky di depan pagar sekolah, ia melirik sinis ke arah pria di sampingnya sembari melipat tangan di dada lalu membuang muka dengan cepat, Velove sangat emosi nampaknya pada pria tersebut.


"Hahaha, mau lihatin muka gue mah lihat aja kali! Gue tau kok gue ganteng, terus imut lagi!" ucap Rizky menggoda gadis di sampingnya.


"Dih, kepedean banget!" cibir Velove.


"Ya gapapa dong, lagian gue emang ganteng kok! Oh ya, penjelasan lu keren deh tadi ke Rania! Gue gak nyangka ternyata iq lu tinggi ya, bisa-bisanya kepikiran begitu...." ucap Rizky.


"Haish, awas ya kalo lu ngomong begitu lagi di depan Rania! Jangan ngajarin yang enggak-enggak dong ke anak gue!" ancam Velove.


"Iya maaf...." Rizky nyengir memperlihatkan gigi-giginya.


Velove yang emosi hanya bisa mendengus sembari geleng-geleng kepala melihat Rizky seperti itu, sedangkan pria itu tampak terus memandangi Velove dan sesekali juga berusaha menggodanya.


"Heh, Velove!"


Suara wanita memanggil namanya membuat Velove terkejut lalu reflek menoleh ke asal suara, begitupun dengan Rizky yang juga sama terkejutnya dengan Velove ditambah lagi saat melihat siapa wanita tersebut yang memanggilnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Terimakasih yang sudah mau baca❤️...

__ADS_1


__ADS_2