
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 133
(Sampai di Bogor)
...•...
...•...
Tania & Revan kini tengah jalan mengelilingi sekitar rumah berduaan setelah mereka selesai makan, ya orang tua keduanya sama-sama setuju membiarkan mereka berdua jalan berduaan supaya lebih akrab dan bisa mengenal satu sama lain dengan baik.
Tampak keduanya sama-sama canggung kali ini karena masih tak menyangka bisa bertemu dan dijodohkan oleh orang tua mereka, Revan berusaha memulai obrolan dengan melirik Tania walau ia masih bingung harus mengatakan apa saat ini.
"Umm... Tania!" ucap Revan pelan.
"Ya?"
Ketika Tania menoleh ke arahnya dan menatap wajahnya, entah mengapa tiba-tiba jantung Revan serasa berdetak lebih kencang dari biasanya seperti ada sesuatu yang aneh dari dalam tubuhnya saat ditatap oleh Tania dari jarak dekat.
"Kenapa, Revan?" tanya Tania heran.
"Gapapa kok, aku cuma bingung aja kenapa kita diem-dieman kayak gini? Harusnya kan kita saling bicara seperti yang diminta orang tua kita, ya kan?" ucap Revan sambil tersenyum tipis.
"Umm.... ya iya bener sih, tapi masalahnya gue gak tahu harus ngomong apa sama lu!" ucap Tania.
__ADS_1
"Hahaha, iya sama kayak aku! Daritadi aku juga coba buat cari topik supaya kita bisa saling ngobrol dan gak garing kayak gini, eh tapi gak nemu-nemu!" ujar Revan sambil nyengir memperlihatkan gigi-giginya.
"Lagian gue masih gak nyangka kalo cowok yang dimaksud bokap gue itu elu, dunia sempit banget ya ternyata?" ucap Tania sembari geleng-geleng.
"Iya sama, aku juga masih ngira kalau ini cuma mimpi! Jujur aku gak nyangka banget yang mau dikenalin ke aku itu kamu, di satu sisi aku seneng banget sih karena aku kan udah lumayan kenal sama kamu sebelum ini! Ya daripada aku harus dijodohin sama perempuan yang belum aku kenal, ya kan?" ucap Revan tersenyum manis.
Tania hanya manggut-manggut malu sembari menundukkan kepalanya, mereka kini berada di sebuah taman belakang rumah yang cukup luas dan indah dipenuhi oleh bunga-bunga serta air mancur yang indah menambah romantis momen mereka berdua walau gak ada sama sekali tindakan manis yang dilakukan mereka disana.
"Tania, kita duduk disitu yuk! Kayaknya seru duduk-duduk sambil ngobrol dan nikmatin pemandangan indah ini, jujur rumah kamu bagus banget!" ucap Revan mengajak Tania duduk sembari memuji keindahan rumah gadis itu.
"Makasih, semua ini yang buat kakak gue! Yaudah ayo kita kesana, lagian gue juga capek jalan terus daritadi keliling rumah!" ujar Tania.
Revan tersenyum kemudian memberanikan diri memulai aksi romantis dengan menggandeng tangan gadis tersebut, Tania tampak terkejut karena tiba-tiba tangannya digenggam oleh Revan tanpa ada sepatah katapun.
"Gapapa kan kalo aku gandeng tangan kamu?" tanya Revan sembari memandang wajah Tania.
"Eee... ya gapapa sih, lagian udah terlanjur lu gandeng juga kan? Buat apa coba pake izin segala kalo udah digandeng kayak gini..??" ujar Tania menahan senyum.
Mereka pun jalan berdua sembari bergandengan tangan, keduanya tampak anggun dengan pakaian masing-masing terlebih Tania yang mengenakan gaun kesayangan sang mama sehingga ia terlihat mirip dengan mamanya malam ini.
Keduanya kini telah sampai di tempat duduk, ya tanpa basa-basi mereka langsung duduk disana menempatkan tubuh mereka di atas kursi tanpa melepas genggaman tangan mungkin karena sudah nyaman seperti ini sampai keterusan.
...•••...
Disisi lain, pagi-pagi sekali Rianti bersama suaminya dan anak-anaknya sudah sampai di hotel yang terletak di Bogor tempat mereka akan menginap sementara waktu sembari mencari-cari rumah di daerah sekitar situ yang bisa mereka tinggali selama berada di Bogor.
Ya mereka memang hanya terbang berempat ke Bogor karena Aliyah serta bik Susi tidak bisa ikut dengan mereka, ya kedua pekerja di rumahnya itu harus terus dekat dengan keluarga dan tak bisa ikut bersama majikannya pindah ke Bogor.
Jadi terpaksa untuk sementara ini Rianti harus mengurus putra-putrinya sendirian termasuk juga melayani suaminya, namun sang suami tidak tega dan akhirnya memutuskan untuk membantu istrinya mengurus Christy serta Athar.
Begitu sampai di hotel, Athar langsung berlari lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk membuat Rianti serta Lionel menggeleng sambil tertawa menyaksikan tingkah putra mereka itu.
__ADS_1
"Wah pah, mah! Kasurnya empuk banget terus nyaman lagi, kayaknya Athar bakal betah deh tidur disini terus!" ucap Athar sambil berbaring.
"Hahaha, bagus deh kalo Athar suka! Yaudah kalo emang Athar ngantuk atau capek, Athar tidur aja dulu! Nanti papa bangunin pas waktunya makan, biar kita bisa sarapan bareng-bareng di bawah!" ucap Lionel mendekati putranya.
"Oke, pah!"
Athar pun melepas sepatu yang ia kenakan serta jaket di tubuhnya, lalu ia menarik selimut menutupi setengah tubuhnya dan kemudian memejamkan mata untuk tidur disana.
Sementara Rianti terlihat tengah menyusui putrinya yakni Christy sambil duduk di sofa, memang saat di taksi tadi Christy selalu rewel seperti kehausan tapi tak mungkin Rianti menyusui di dalam taksi karena disana ada sang supir yang bisa melihatnya.
Lionel pun menghampiri istrinya lalu duduk di samping Rianti dan mengelus kening Christy dengan lembut, tampak Rianti langsung memberi isyarat pada suaminya untuk diam dengan menempelkan jari telunjuk di bibir karena Christy tengah tertidur.
"Yaudah sayang, aku mau ngerapihin pakaian yang ada di koper dulu!" ucap Lionel berbisik.
Rianti hanya mengangguk karena ia masih fokus untuk menidurkan putrinya dengan cara menepuk-nepuk pinggul serta mengayunkan tubuh Christy, sedangkan Lionel pun langsung berdiri kembali dan mulai mengeluarkan pakaian miliknya dari dalam koper untuk dimasukkan ke lemari agar lebih mudah mengambilnya.
Setelah Christy tampak pulas, Rianti pun meletakkan tubuh putrinya di samping Athar untuk ditidurkan dengan perlahan agar kedua anaknya itu tidak terbangun jika ia bersuara atau tak berhati-hati dalam menaruh Christy di atas ranjang sana.
Kini Rianti menghampiri suaminya untuk membantu pria itu merapihkan pakaian miliknya, ya tampak Lionel memang masih belum selesai merapihkan semuanya karena cukup banyak pakaian milik sepasang suami-istri itu.
"Sayang, udah kamu mandi aja gih sana! Biar aku yang lanjut beresin semua ini, kamu pasti capek kan abis terbang?" ucap Rianti tersenyum.
"Pengertian banget sih kamu, sayang! Yaudah kamu yang lanjutin, ya? Tapi inget, jangan sampe kecapekan! Aku gak mau loh calon bayi kita ini kenapa-napa....!!" ucap Lionel mengingatkan sang istri sembari mengusap perut Rianti lembut.
"Iya, mas!"
Cupp...
Secara mendadak Lionel mengecup bibir Rianti dengan kilat, namun karena ketagihan mereka malah beradu bibir kembali dan saling memagut satu sama lain sampai terdengar suara decakan di dalam kamar itu yang terasa panas.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...