
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 361
(Susah tidur)
...•...
...•...
Arsen dan Velove telah sampai di apartemen, sepasang suami-istri itu memasuki kamar mereka dengan bergandengan tangan, tak lupa pula Arsen mengunci pintu rapat-rapat agar ia bisa berduaan saja dengan sang istri di dalam sana sampai pagi.
Arsen menoleh ke arah Velove dan menatap wajah istrinya itu sambil tersenyum, sedangkan Velove tau apa yang diinginkan oleh suaminya itu saat ini karena ini memang merupakan malam pertama mereka, ia merasa cemas karena ia belum siap melakukan itu bersama Arsen.
Perlahan Arsen maju mendekati Velove dan mendorong tubuh wanita itu sampai ke dinding, ia mengungkung istrinya disana, pandangannya tak lepas dari wajah cantik milik Velove itu.
"Kamu cantik banget sayang!" ucap Arsen.
"Makasih kak! Tapi, aku minta maaf sama kakak! Malam ini aku belum siap buat layanin kak Arsen, karena aku masih trauma!" ucap Velove pelan.
"Hey, kamu keinget ya sama kejadian sewaktu kamu diperkosa?" tanya Arsen.
"I-i-iya kak, sampai sekarang aku belum bisa lupa sama kejadian itu. Maaf banget ya kak, bukannya aku nolak atau gimana! Aku mohon kak Arsen ngerti sama keadaan aku, mungkin besok atau lusa baru aku siap kak!" ucap Velove.
"Tenang aja sayang! Aku gak maksa kamu kok buat begituan sama aku sekarang, tapi ini kan malam pertama kita sayang. Ya seenggaknya ada sesuatu yang bisa bikin aku seneng lah!" ujar Arsen.
"Eee kak Arsen mau apa?" tanya Velove bingung.
"Aku pengen lihat tubuh kamu tanpa sehelai benangpun, boleh kan sayang? Aku janji deh gak akan sentuh kamu dulu!" ucap Arsen.
"Eee maksud kakak, aku telanjang gitu di depan kakak sekarang?" tanya Velove.
"Iya sayangku, cuma itu aja kok! Aku juga mau kita tidur nanti tanpa pakai baju apapun, tapi tenang aku tetap bisa kontrol diri aku kok! Ya kecuali kalau kamu berubah pikiran dan mau layani aku, cukup pake tangan sama mulut kamu aja!" ucap Arsen nyengir.
"Umm, pake tangan sama mulut aku tuh gimana ya kak? Aku gak ngerti, emang bisa aku layanin kakak cuma pake tangan dan mulut aku?" tanya Velove dengan polosnya.
Ya biarpun sudah tidak perawan lagi, namun Velove belum terlalu paham mengenai hal itu.
"Iya, bisa kok sayang! Gimana? Kamu mau apa enggak puasin aku pake mulut dan tangan kamu?" ucap Arsen tersenyum.
"Eee yaudah deh, aku mau kak!" ucap Velove.
"Ahaha makasih sayang! Kalo gitu izinin aku buka gaun kamu sekarang, ya? Aku pengen lihat satu persatu bentuk tubuh kamu yang indah itu dari jarak dekat, boleh kan?" ucap Arsen.
Wanita hanya mengangguk pelan memberi izin pada Arsen suaminya itu untuk membuka gaun yang ia kenakan, walau sebenarnya ia masih ragu dan malu jika harus bertelanjang di hadapan Arsen yang selama ini ia anggap sebagai kakaknya.
Perlahan Arsen mulai melucuti pakaian Velove, ia membuka resleting gaun wanita itu lalu melepas gaun biru itu dari tubuh sang istri. Kini Velove telah resmi telanjang, tubuh mulusnya itu terekspos jelas di depan mata Arsen yang langsung terbelalak.
"Wow ini luar biasa sayang! Aku bisa bayangin rasanya kalau aku remass itu!" ucap Arsen.
Arsen menggerakkan tangannya ke dekat Velove, wanita itu pun mencegahnya dan menutupi dua gundukan kenyal miliknya dengan kedua tangan.
"Kak jangan dulu!" cegah Velove.
"Eee iya iya, maaf sayang aku khilaf! Yaudah, kita duduk di ranjang yuk!" ucap Arsen.
"Iya kak,"
Pandangan pria itu mengarah pada bagian bawah Velove, lubang yang mulus disertai bulu halus nan tipis itu membuatnya terpukau dan tak sabar ingin segera merasakan lubang itu.
"Itu sih bisa bikin si junior puas banget!" gumam Arsen di dalam hati.
...•••...
Sementara itu, Tania dan William juga baru sampai di rumah setelah menyaksikan resepsi pernikahan Arsen dengan Velove. Keduanya duduk sejenak di sofa ruang tamu karena memang hari ini lumayan melelahkan bagi mereka berdua.
Rania sang adik juga ada bersama mereka disana, hanya saja gadis kecil itu sudah tertidur sejak di dalam mobil dan membuat Tania harus menggendong Rania agar adiknya itu tidak bangun ketika mereka turun dari mobil.
"Pah, Rania masih pules nih! Apa aku langsung bawa dia ke kamar aja, ya? Takutnya kalau kelamaan disini dia malah kebangun lagi!" ucap Tania.
"Eee ya itu bagus sayang! Kamu bawa aja Rania ke kamarnya supaya dia bisa leluasa tidur!" ujar William.
__ADS_1
"Oke pah! Kalo gitu aku ke kamarnya Rania dulu, ya? Oh ya, papa mau dibikinin minum apa nih? Kopi atau teh hangat? Pasti papa haus dong, biar aku sekalian ke dapur bikin minum buat papa!" tanya Tania.
"Umm teh aja deh sayang," ucap William.
"Yaudah, sebentar ya pah!" ucap Tania.
William mengangguk memberi izin, Tania pun bangkit sambil menggendong Rania dan membawa adiknya itu ke kamar agar bisa leluasa tertidur tanpa adanya gangguan.
Setelah menaruh Rania di kamarnya, Tania beralih ke dapur meminta pada pelayan disana membuatkan minuman untuk William dan juga dirinya sendiri tentu karena ia juga haus sama seperti papanya.
Barulah Tania kembali ke ruang tamu menemui sang papa yang masih duduk santai disana, ia pun duduk di samping papanya sambil tersenyum mengingat kejadian saat di pernikahan kakaknya tadi.
"Udah anterin Rania nya?" tanya William.
"Eh udah kok pah, Alhamdulillah Rania gak bangun pas aku gendong ke kamar!" jawab Tania.
"Ya baguslah! Terus minuman buat papa mana?" ucap William.
"Eee lagi dibikinin pah sama pelayan," ucap Tania.
"Loh katanya kamu yang mau bikin? Kok malah nyuruh pelayan sih?" tanya William heran.
"Eee aku..." Tania terlihat gugup.
"Hahaha, yaudah gapapa. Papa tau kok kamu cuma mau nyuruh pelayan buat bikinin minuman, tadi papa bercanda aja kok!" ujar William.
"Hehe maaf ya pah! Lain kali aku yang bikinin sendiri deh gak nyuruh pelayan, biar papa bisa ngerasain minuman bikinan aku!" ucap Tania tersenyum.
"Iya sayang," ucap William.
"Oh ya pah, kira-kira sekarang kak Arsen sama Velove lagi ngapain ya? Ini kan malam pertama mereka, pasti lagi asik-asik deh berduaan di kamar sambil mesra-mesraan!" ujar Tania.
"Hahaha ya pastilah sayang, namanya juga pengantin baru! Nanti kamu sama Revan juga begitu kalo udah nikah, jadi gak perlu iri sama kakak kamu sayang! Kan gak lama lagi juga kamu bakal nikah tuh, bisa ngerasain sendiri deh!" ucap William nyengir.
"Papa ih, siapa yang iri coba? Aku kan cuma penasaran aja sama mereka!" ucap Tania.
"Hahaha iya sayang iya, kalo penasaran ya kamu coba aja telpon mereka! Video call juga gapapa, biar kamu bisa lihat sendiri mereka lagi apa!" usul William.
"Ish papa gimana sih? Yakali aku video call kak Arsen sekarang, bisa dimarahin habis-habisan aku sama kak Arsen nanti!" ujar Tania.
Tania cemberut saat ditertawakan oleh sang papa, ia pun tidak lagi membahas tentang Arsen.
•
•
Arsen masih sulit tidur karena ia terus kepikiran dengan tubuh telanjang sang istri, ya saat ini memang mereka sedang tidur berdua dengan kondisi tanpa busana sesuai permintaan Arsen sebelumnya pada Velove.
Namun, entah mengapa justru itu membuat Arsen kesulitan untuk bisa fokus tertidur. Pria itu pun bangkit terduduk di samping istrinya sambil garuk-garuk kepala, keringat terlihat membasahi tubuhnya akibat ingin sekali berhubungan saat ini.
"Aduh, kalo kayak gini terus bisa-bisa saya gak tidur sampe pagi! Padahal tadi udah pake tangan dan mulut Velove, kok masih begini ya?" gumamnya.
Mendengar suara berisik akibat gerakan Arsen yang tidak bisa diam di sampingnya, Velove yang tengah tertidur pulas itu akhirnya terbangun membuka matanya dan melihat ke arah sang suami.
Velove cukup heran saat mengetahui Arsen ternyata belum tidur dan malah duduk di sampingnya.
"Loh kak, kak Arsen lagi ngapain?" tanya Velove.
Wanita itu ikut terduduk di sebelah suaminya dan menoleh ke wajah sang suami dengan tatapan heran, karena Arsen masih belum tertidur.
"Eh, maaf ya sayang gara-gara aku berisik kamu jadi kebangun!" ucap Arsen.
"Gapapa kak, kak Arsen sendiri kenapa belum tidur? Ini udah tengah malam loh kak, tadi katanya abis aku puasin pake mulut mau tidur? Kenapa malah sampe sekarang kak Arsen belum tidur juga? Terus itu kak Arsen kok keringetan banget sih?" tanya Velove.
"Eee iya nih sayang, gak tahu kenapa aku gak bisa tidur daritadi. Junior aku pengen banget kayaknya masuk ke punya kamu, dia mungkin gak puas cuma pake tangan sama mulut, makanya sekarang aku keringetan banget sayang! Kamu masih belum siap ya buat kita begituan?" ucap Arsen memelas.
"Duh maaf banget ya kak, aku emang bukan istri yang baik buat kak Arsen! Harusnya aku gak perlu trauma begini, jadinya kak Arsen tersiksa deh!" ucap Velove merasa bersalah.
Arsen tersenyum dan memegang dua pundak Velove sambil menatapnya.
"Gapapa sayang, aku paham kok perasaan kamu kayak gimana! Tapi, kalau kamu mau puasin aku lagi sekarang pasti aku seneng banget sayang!" ucap Arsen.
"Umm, pake tangan lagi kak?" tanya Velove.
"Enggak sayang, dia maunya langsung sama lubang kamu yang nikmat itu! Boleh ya?" ucap Arsen.
"Kak, aku...."
__ADS_1
"Hey, jangan nolak ya! Aku janji akan bikin kamu puas sayang, pasti trauma kamu itu bakal hilang setelah kita melakukan itu cantik!" potong Arsen.
"Eee yaudah deh kak, aku gak bisa nolak lagi kemauan kak Arsen! Tapi, maafin aku ya kalau aku gak bisa bikin puas kak Arsen! Karena aku belum ngerti soal begituan," ucap Velove.
"Gapapa sayang, cukup aku aja yang bergerak! Kamu mah nikmatin aja sayangku!" ucap Arsen.
Velove mengangguk pelan, perlahan Arsen mulai memajukan wajahnya mendekati istrinya. Arsen membelai rambut serta wajah sang istri dengan lembut, membuat Velove terpejam merasakan sentuhan tangan dari suaminya.
Tanpa berlama-lama lagi, Arsen langsung mendorong tubuh Velove hingga tertidur di atas ranjang dengan posisi Arsen berada di atasnya alias menindih tubuh Velove.
"Kamu makin cantik sayang dilihat dari posisi begini, aku seneng banget lihatnya!" ucap Arsen.
"Kak, pelan-pelan ya!" ucap Velove ketakutan.
"Tenang aja! Aku kan suami kamu, mana mungkin aku tega nyakitin kamu?" ucap Arsen tersenyum sambil mengusap wajah istrinya.
Velove menelan saliva dengan kasar, ia sampai sulit bernafas karena suasana jantungnya saat ini sedang tidak normal, tentu saja karena Arsen sang suami ada di atasnya dan siap menikmati tubuhnya.
Cupp!
Arsen mengecup lembut bibir mungil Velove, lalu tersenyum sembari membelainya dengan ibu jari.
"Tutup mata kamu sayang, rasakan sensasi nikmat yang aku berikan!" ucap Arsen.
Velove mengangguk dan memejamkan mata.
Selanjutnya, Arsen mulai melancarkan aksinya untuk membuat Velove merasa nikmat dan tentunya memuaskan juniornya sendiri.
•
•
Pagi harinya, Arsen terbangun dengan rasa puas yang menyelimuti tubuhnya. Ia tersenyum ketika membuka mata dan melihat wajah cantik istrinya yang masih terpejam itu.
Arsen pun mendekat ke arah Velove, lalu mengecup kening istrinya itu dengan lembut. Ia merasa puas dan senang karena telah berhasil membuat Velove mencapai puncaknya selama beberapa kali semalam.
Cupp!
Mendapati sesuatu yang basah menyentuh keningnya, Velove pun tersadar dan membuka matanya. Ia terkejut melihat Arsen berada sangat dekat dengannya, suaminya itu langsung menyambut dengan senyuman manis ke arah sang istri.
"Good morning sayang! Gimana tidurnya? Nyenyak kan?" ucap Arsen lembut.
"Iya kak, kakak sendiri gimana? Bisa pulas kan tidurnya semalam? Gak ada gangguan lagi?" tanya Velove terkekeh.
"Pastinya dong, kan aku udah berhasil bobol lubang kamu yang indah itu! Rasanya nikmat banget sayang, kamu juga ngerasain yang sama kan?" ucap Arsen.
"Iya kak, baru kali ini aku ngerasain hal itu! Kamu emang luar biasa kak!" puji Velove.
Arsen tersenyum puas mendengar jawaban Velove, ia pun kembali mendekap tubuh sang istri dengan erat dan menciumi lehernya hingga membuat Velove menegang lagi.
"Kak, aku masih perih!" ucap Velove.
"Gapapa, aku cuma mau ciumin kamu kok! Aku juga tau punya kamu masih sakit, gimana kalo kita mandi dulu sayang?" ucap Arsen.
"Umm, kamu duluan aja kak! Aku masih pengen rebahan disini, nanti abis kamu baru aku!" ucap Velove sambil mencibirkan bibirnya.
"Ohh masih lemas ya sayang?" tanya Arsen.
"Iya kak, masih ngantuk juga sih!" jawab Velove.
"Hahaha ya wajar sih, semalam kan kita sampe jam berapa tuh masih melek!" ujar Arsen.
"Nah makanya kak, aku capek!" ucap Velove.
"Yaudah, aku temenin kamu deh rebahan disini! Kamu boleh lanjut tidur sayang, nanti biar aku yang siapin sarapan buat kita! Gini-gini aku juga bisa loh masak makanan enak!" ucap Arsen tersenyum.
"Wah keren banget nih kak Arsen! Aku jadi penasaran pengen nyoba masakan kakak!" ucap Velove.
"Siap sayang! Udah kamu tidur aja lagi, makasih ya semalam kamu mau layanin aku! Padahal kamu masih trauma, tapi kamu tetep mau layanin aku!" ucap Arsen.
"Sama-sama kak, aku gak tega aja ngeliat kak Arsen susah tidur!" ucap Velove.
"Hahaha..."
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1