Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 323 (Cium pipi)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 266


(Cium pipi)


...•...


...•...


Velove serta Rania akhirnya sampai di depan rumah mereka setelah selesai makan malam, ya kedua wanita itu diantar pulang oleh Rizky dengan mobil Velove sendiri. Velove pun tampak ingin segera turun dari mobil tersebut dan pergi masuk ke dalam rumah agar bisa lepas dari Rizky, namun tentu saja Rizky tak membiarkan itu terjadi begitu saja.


Rizky bahkan langsung cepat sekali menahan tangan Velove agar ia tidak bisa turun, ya kebetulan sekali tadi Velove duduk di kursi depan karena memang sesuai kemauan Rizky. Sedangkan Rania duduk sendiri di belakang sambil senyum-senyum sendiri melihat mamanya dan Rizky, Rania memang senang jika Velove dekat dengan Rizky atau mungkin nikah.


"Ish, kamu kenapa malah tahan tangan aku? Ini udah sampe di depan rumah Tania, aku sama Rania harus turun sekarang Rizky! Kamu jangan macam-macam ya atau aku bakal teriak, disini banyak penjaganya loh yang bisa hajar kamu nantinya!" ucap Velove.


"Oh ya? Aku gak takut sayang, orang aku gak ngapa-ngapain kamu kok!" ucap Rizky tersenyum.


"Haish, cepet lepasin aku!" bentak Velove.


"Gak mau, kecuali kamu mau bilang makasih terus pamit sama aku dulu! Baru deh setelah itu kamu sama Rania boleh turun, gimana sayang mau kan?" ucap Rizky sambil senyum-senyum genit.


"Hah? Ini kan mobil aku dan kamu sendiri tadi yang minta buat anterin aku pulang, terus kenapa aku harus bilang makasih ke kamu?" ucap Velove.


"Ya iya dong sayang, kan aku udah nganterin kamu loh sampai depan rumah dengan selamat sentosa dan tidak kenapa-napa! Masa cuma bilang makasih aja kamu gak mau sih?" ucap Rizky.

__ADS_1


"Haish, iya iya! Makasih ya Rizky, kamu puas kan sekarang?" ucap Velove jutek.


"Ya puas sih, tapi sedikit banget! Coba dong kamu bilangnya sambil senyum terus cium pipi aku, baru deh aku bisa puas banget! Gimana, mau apa enggak? Kalau enggak mau, ya aku gak akan lepasin kamu gitu aja buat turun!" ucap Rizky tersenyum.


"Hah? Ya ampun, banyak banget sih maunya! Aku udah nurutin kemauan kamu tadi loh, kenapa kamu sekarang malah minta yang lain lagi?" ucap Velove.


"Tenang aja! Aku janji deh gak akan minta yang lain-lain lagi ke kamu sayang, tentunya setelah kamu lakuin apa yang aku minta barusan!" ujar Rizky.


"Haish, yaudah oke aku nurut lagi sama kamu! Tapi, awas loh ya kalau masih minta yang lain!" ucap Velove sembari menunjuk ke arah wajah Rizky.


Rizky tersenyum sembari mengusap punggung tangan Velove lembut.


"Sayang, kamu emang baik banget sih! Udah cantik, penurut lagi! Makin cinta aku sama kamu sayang, udah buruan lakuin apa yang aku minta tadi!" ucap Rizky sambil tersenyum renyah.


Velove menoleh sekilas ke arah Rania di kursi belakang, gadis kecil itu langsung menutup matanya seperti mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Nah, Rania udah tutup mata tuh! Kamu bisa lakuin itu sekarang, nih pipi aku siap kok buat kamu kecup kecup asoy! Cepetan sayang, aku gak sabaran nih pengen ngerasain dicium kamu!" ucap Rizky sambil mencolek pipinya sendiri.


Velove pun mendengus pelan lalu menelan saliva dengan kasar dan maju mendekati Rizky.


"Makasih ya Rizky!" ucap Velove sambil tersenyum.


Cup!


Satu kecupan mendarat di wajah lelaki tersebut sesuai apa yang diinginkannya, Velove langsung mundur menjauh dan memalingkan wajahnya sembari mengelap bibirnya. Sedangkan Rizky tampak tersenyum puas karena mendapat kecupan dari Velove walau singkat.


...•••...


"Sayang, kamu kenapa diem aja? Apa serius kamu emang beneran gak tahu?" tanya Lionel lagi.


"Mas, maksud kamu apa sih? Kamu pikir selama ini aku bohong gitu sama kamu soal cerita kehamilan aku?" ujar Rianti dengan sedikit emosi.

__ADS_1


"Enggak kok sayang, aku gak ada mikir gitu! Maksud aku, emang kamu gak tahu apa-apa soal ciri-ciri orang yang merkosa kamu itu?" ucap Lionel.


Rianti hanya menggeleng tanpa mengeluarkan suara dengan ekspresi datar dan tidak menoleh ke arah suaminya, ia masih ingin menyembunyikan semua itu dari Lionel saat ini. Ya Rianti belum siap mengatakan itu pada Lionel, karena Rianti memang bukan diperkosa tetapi sama-sama ingin melakukan itu setelah Rianti terjebak pesona Reno.


Melihat istrinya hanya diam sembari memalingkan wajah darinya, Lionel pun mendengus dingin lalu juga berbalik badan menatap ke arah lain dan menggaruk kepalanya bingung. Lionel sangat tak mengerti mengapa Rianti selalu tidak ingin membahas mengenai hal tersebut, padahal bisa saja ia akan melaporkan pelaku si pemerkosa Rianti itu.


"Rianti, maafin aku ya kalau kata-kata aku bikin kamu gak suka atau ngerasa gak nyaman gitu! Aku janji deh gak akan paksa kamu buat jawab lagi, maaf banget ya sayangku!" ucap Lionel merasa bersalah.


"Iya gapapa mas," ucap Rianti singkat.


"Syukurlah! Kamu gak marah lagi kan sama aku sayang? Aku janji juga bakal coba bicara sama Athar nanti, aku akan jelasin ke dia!" ucap Lionel.


"Iya mas, itu lebih bagus! Aku harap Athar mau maafin kamu juga, tapi sebaiknya kamu bicara pelan-pelan ke dia dan jangan terlalu memaksa Athar buat maafin kamu!" ucap Rianti.


"Iya sayang, aku tahu kok! Kamu sekarang jangan sedih-sedih lagi ya!" ucap Lionel tersenyum.


Lionel kembali mendekat dan meraih dua tangan Rianti untuk digenggam, ia juga membelai rambut panjang Rianti dengan lembut sambil menciumnya dan menatap wajah sang istri. Sedangkan Rianti hanya diam memandang wajah suaminya sambil tersenyum tipis, Rianti mulai merasa lebih tenang saat ini setelah tadi sempat agak panas dan marah.


"Mas, maafin aku ya! Tadi aku sempat sedikit emosi sama kamu, aku cuma kesel aja karena kamu bicara begitu ke Athar setelah sekian lama kita tutupi rahasia ini dari dia!" ucap Rianti sembari menaruh wajahnya pada bahu sang suami.


"Gapapa sayang, justru aku yang seharusnya minta maaf sama kamu cantik! Karena aku udah bikin masalah hari ini sampai kamu jadi sedih, aku nyesel banget udah ngelakuin itu sayang!" ucap Lionel.


Rianti mendongak menatap wajah suaminya lalu tersenyum, hal itu membuat Lionel gemas dan langsung mengecup kening sang istri masih sambil mengusap rambutnya. Lionel mengalihkan perhatian pada bayi dalam kandungan Rianti yang sudah mulai membesar saat ini, ia mengusapnya lembut sembari mengecup puncak kepala Rianti.


"Aku gak sabar nunggu dia lahir ke dunia, sehat-sehat terus ya buat kalian berdua!" ucap Lionel.


"Aamiin!" ucap Rianti.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2