
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 218
(Kepergok ipar)
...•...
...•...
Reno masih asyik melumatt bibir Lyota yang akan segera menjadi istrinya itu, ia terus menahan telapak tangan Lyota serta membuat tubuh gadis itu terhimpit oleh badan mobil sehingga tak dapat melakukan perlawanan kepadanya. Reno ingin terus merasakan kenikmatan dari bibir sang kekasih sampai semua rongga mulut gadisnya itu bisa ia sesapi dan susuri.
Sangking gairahnya berciuman dengan Lyota, membuat Reno tak mengetahui jika Reva alias sang kakak dari Lyota datang dan menyaksikan adegan tersebut dengan mata kepalanya sendiri. Reva tampak syok sembari menutup mulutnya dengan telapak tangan saat melihatnya, walau Reva juga sering melakukan itu dengan kekasihnya.
Reva pun menghampiri Reno serta adiknya itu karena tak ingin ada warga yang melihat aksi mereka disana, ya bagaimanapun juga mereka berciuman di tengah jalan dan bisa saja ada yang melihat mereka ketiak tengah berciuman disana. Pastinya para warga akan mencap Lyota sebagai wanita tidak benar dan nama baik ibu Julia juga bisa tercemar akibat kelakuan Lyota itu.
"Lyota!" tegur Reva dengan suara melenting keras.
Sontak Reno langsung melepas ciumannya karena terkejut dengan suara tersebut, begitupun dengan Lyota yang tampak syok saat melihat sosok kakaknya sudah berdiri di dekatnya dan menatap ke arahnya seolah tak percaya dengan apa yang sudah ia lakukan disana bersama Reno.
"Kak Reva?" ujar Lyota panik.
Lyota pun meminta Reno untuk melepaskan tubuhnya dengan isyarat mata, Reno yang mengerti langsung melepas cengkeramannya dan membiarkan gadisnya itu berbicara dengan sang kakak agar tidak ada salah paham diantara mereka.
"Lu tuh ngapain ciuman disini? Emang lu gak takut apa ketahuan sama para warga?" tanya Reva.
__ADS_1
"Kak, gue juga gak mau. Cuman tadi kita tuh sangking senengnya sampe kebablasan gitu ciuman disini, ya emang harusnya gue sama Reno tau tempat dan gak sembarangan begini." jawab Lyota.
"Haish, emang seneng kenapa sih?" tanya Reva.
"Iya, Lyota ini baru aja terima lamaran saya. Makanya saya seneng banget dan langsung cium bibirnya disini, karena saya sudah berjanji untuk melakukan itu jika Lyota mau menerima lamaran saya." jawab Reno menyerobot.
"Hah? Maksudnya? Kalian mau nikah gitu?" tanya Reva terheran-heran.
"Ya bener. Saya sama Lyota akan segera melangsungkan pernikahan, sebentar lagi juga anda akan menjadi kakak ipar saya. Maka dari itu, ada baiknya kalau saya panggil anda dengan sebutan kakak supaya lebih sopan." ucap Reno.
"Eee gausah deh! Gue—"
"Udah gapapa, kakak ipar! Oh ya, kakak ipar mau apa? Nanti biar saya belikan apapun yang kakak ipar ingin beli, karena kan saya akan menikahi adik anda yang cantiknya tiada tara ini." potong Reno.
"Ren! Kamu ngapain tawarin begitu ke kak Reva? Gausah lah, soal itu biar urusan aku aja!" bisik Lyota.
"Gapapa sayang, kak Reva kan juga akan jadi kakak ipar saya nanti. Udah kak, bilang aja apa yang kakak mau biar saya langsung belikan nanti!" ucap Reno sambil tersenyum.
"Iya kak, kan waktu emang cepat berlalu." ucap Lyota.
Reno kembali merengkuh pinggang gadisnya lalu mengecup pipi serta kening sang kekasih di hadapan Reva dengan santainya, Lyota hanya bisa menunduk menahan malu. Sedangkan Reva justru terkekeh melihat kelakuan calon iparnya itu.
...•••...
Disisi lain, Rianti tengah memijat kaki suaminya yang kini telah berpindah ke kamar karena merasa lelah dan ingin dipijat secara langsung oleh sang istri. Ya Rianti pun mau tidak mau harus menuruti kemauan suaminya itu, walau ia juga merasa letih setelah harus mengurus Athar yang dibully serta membantu baby sitter sewaannya mengurus Christy.
"Uhh sayang... pijatan kamu itu mantap banget! Rasanya menusuk ke tulang, bikin pegal-pegal di kaki aku jadi hilang. Setelah ini, gantian pundak aku ya!" ucap Lionel.
"Iya mas, tapi kapan aku bisa bicara soal Athar sama kamu kalo gini?" tanya Rianti.
"Ahaha, yaudah sih kamu bicara aja! Aku bakal dengerin kok, kan bisa kamu bicara soal Athar sambil pijat kaki aku." ucap Lionel.
__ADS_1
"Yaudah, tapi kamu jangan tidur loh, mas!" ucap Rianti.
"Iya sayang..." ucap Lionel dengan nada manja.
Rianti pun mulai menceritakan apa yang terjadi pada Athar di sekolah tadi kepada suaminya itu, ia memang masih merasa kesal saja kepada pihak sekolah yang lambat dalam merespon kasus pembullyan tersebut.
Setelah selesai bercerita, Rianti pun tengah menunggu reaksi dari suaminya dan berharap agar Lionel sependapat dengannya kalau pihak sekolah memang harus bertindak tegas terhadap kasus pembullyan seperti itu.
"Mas, jadi gimana menurut kamu? Aku bener kan?" tanya Rianti.
"Iya sayang, kamu bener banget kok! Emang kurang ajar tuh kepala sekolah dongok! Bisa-bisanya dia cuma anggap remeh pembullyan kayak gini, rasanya aku pengen langsung hajar aja tuh dia! Supaya dia kapok dan urus semuanya dengan benar, emang dia gak punya anak apa?" ujar Lionel kesal.
"Itu dia, mas. Aku juga heran banget sama dia! Untung aja Bu Lydia mau kasih hukuman ke orang yang udah bully Athar, jadi aku bisa sedikit lega." ucap Rianti sambil tersenyum.
Tiba-tiba saja, Lionel bangkit dari tidurnya dan duduk tepat di samping istrinya. Ia juga menyingkirkan tangan Rianti dari kakinya, lalu tersenyum sembari menatap ke arah wajah cantik sang istri. Perlahan tangannya bergerak mengelus wajah mulus Rianti dan menelusup melewati rambut hingga sampai pada area tengkuk Rianti.
"Sayang, kamu mau kan?" tanya Lionel.
"Mau apa, mas?" Rianti tak mengerti.
Lionel hanya tersenyum tipis kemudian menarik tengkuk Rianti ke dekatnya, dengan sangat lembut ia melumatt bibir istrinya disana sehingga Rianti tampak sedikit terkejut menerima itu.
Lionel juga menidurkan tubuh Rianti secara perlahan di atas ranjang, lalu menindihnya tanpa melepaskan ciuman mereka. Bibirnya masih terus saja memagut tanpa henti, bahkan semakin panas dan bergairah hingga timbul suara decakan.
Tangan-tangan pria tersebut juga mulai membuka daster tipis yang dikenakan Rianti dan meraup dua gundukan kenyal sang istri tanpa ampun.
"Eengghh.." Rianti hanya bisa melenguh pelan sembari meremass sprei akibat permainan suaminya yang begitu menggairahkan.
Rianti tak mengerti apa yang membuat suaminya itu sangat bergairah, padahal ia sedang emosi dan menceritakan tentang Athar kepada suaminya itu tadi. Namun, ia hanya bisa diam menerima permainan sang suami dengan tubuhnya itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...