Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 71 (Ronde dua)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 17


(Ronde dua)


...•...


...•...


Tania & Revan melihat Rania tengah terduduk seorang diri di pinggir jalan, sontak mereka pun berhenti dan langsung menghampiri gadis kecil itu.


"Rania...." ucap Tania memanggil Rania dan berjalan ke arahnya, gadis kecil itu juga menoleh dan tersenyum saat melihat Tania datang.


Namun, senyum di wajah Rania mendadak hilang saat ia melihat seorang pria di samping Tania yang pernah ia lihat sebelumnya di rumah sakit.


Rania ketakutan dan malah lari pergi meninggalkan Tania & Revan, sepertinya ia mengira kalau mereka akan menangkapnya dan membawa dirinya ke penjara.


"Loh Rania, kenapa lari?" ujar Tania berteriak terkejut karena Rania malah lari padahal tadinya sempat tersenyum ke arahnya.


"Kayaknya dia mengira kalau kita akan menangkap dia, mungkin dia tau kalau kamu sudah mengetahui jika dia mencopet di rumah sakit tadi! Yasudah biar saya saja yang mengejar dia, kamu sebaiknya tunggu disini dan jangan kemana-mana..!!" ucap Revan kemudian berlari sekuat tenaga mengejar Rania.


Ya gadis kecil itu sudah berjarak cukup jauh dengan Revan, memang walau tubuhnya kecil ia bisa berlari dengan cukup kencang bahkan sampai membuat warga yang mengejarnya saat itu kewalahan.


Namun Revan juga tidak selemah para warga, selain psikolog ia juga jago olahraga sehingga untuk hanya berlari itu bukanlah hal yang sulit bagi dirinya.


Akhirnya Revan berhasil mengejar dan menangkap Rania setelah kejar-kejaran cukup lama, ia mencengkram lengan gadis kecil itu.

__ADS_1


"Jangan lari dek! Saya gak akan tangkap kamu kok, saya sama kakak kamu cuma ingin minta uang yang kamu curi dikembalikan ke pemiliknya! Tidak perlu takut apalagi lari, mari kita kembali ke tempat kakak kamu!" ucap Revan meyakinkan Rania kalau ia tidak akan menangkapnya.


"Lu yakin? Gue tau loh kalo lu orang yang udah kasih dompet itu ke pemiliknya, pasti lu sekongkol kan sama mereka buat tangkap gue! Tapi lu pinter dan manfaatin kak Tania buat bantu cari keberadaan gue, terus abis itu lu bakal bawa gue ke mereka kan!" ujar Rania yang tiba-tiba melupakan pelajaran yang telah diberikan Tania kepadanya.


"Kamu ini kecil-kecil songong sekali ya, tapi gapapa saya tidak akan memarahi kamu! Ayo kita kembali ke tempat kakak kamu menunggu, tenang aja saya janji tidak akan bawa kamu ke pemilik dompet yang kamu copet itu asal kamu mau menyerahkan uang itu pada saya!" ucap Revan.


Rania sempat terdiam dan menyesal karena telah bersikap tidak sopan pada pria yang sudah dewasa itu, ia menundukkan kepala dan mengingat ajaran yang diberikan Tania kalau ia harus meminta maaf setelah melakukan kesalahan.


"Maaf kak tadi aku gak sopan sama kakak, aku juga mau kok ketemu sama pemilik dompetnya dan balikin uang ini langsung ke dia karena ini tanggung jawab aku..." ucap Rania.


Revan tersenyum karena gadis kecil itu mendadak berubah jadi lebih sopan, ia juga senang karena gadis sekecil itu sudah tau tentang arti tanggung jawab yang sesungguhnya.


"Wah kamu pintar sekali dek, baguslah kakak juga akan melindungi kamu pas ketemu dengan pemilik dompet itu nanti supaya kamu gak dibawa ke kantor polisi atau diamuk sama dia..." ucap Revan merendahkan posisi tubuhnya dan memegang wajah Rania dengan dua tangannya.


"Makasih kak, ayo kita ketemu kak Tania lagi!" ucap Rania tersenyum dibalas juga oleh senyuman dari Revan sambil mencubit hidung gadis kecil itu.


"Mau kakak gendong gak nih? Pasti kamu capek kan abis lari-lari barusan??" tanya Revan.


"Gausah kak, aku masih kuat kok kan aku udah biasa lari dari kecil jadi gak bakal capek..." jawab Rania.


Mereka tertawa sejenak bersamaan sebelum akhirnya kembali berjalan ke tempat tadi dimana Tania masih menunggu disana.


Sesampainya disana, Tania langsung menyambut mereka dengan senyuman karena ia merasa lega Revan berhasil mengejar Rania dan bahkan membawanya kembali kesana.


"Kak Tania...." teriak Rania melepas genggaman tangannya dari Revan lalu berlari menghampiri Tania dan memeluk tubuh kakaknya itu.


"Maafin aku ya kak, aku tadi khilaf malah nyopet lagi pas di rumah sakit! Padahal kan aku udah janji sama kakak gak bakal lakuin itu lagi, tapi sekarang aku bakal tanggung jawab kok kak atas perbuatan aku! Aku bakal temuin orangnya dan minta maaf secara langsung, aku juga mau balikin uang dia..." ucap Rania yang tampaknya sangat menyesal dan sedih.


"Bagus sayang, bener itu kamu harus minta maaf sama orang yang udah kamu copet! Kakak bangga deh sama sikap keberanian kamu, tapi ingat lain kali kamu jangan mengulangi hal yang sama!" ucap Tania.


"Iya kak, aku bakal berpikir dua kali kalau mau nyopet lagi karena itu berbahaya dan juga dosa! Makasih ya kak karena gak omelin aku..!!" ucap Rania.


"Ahaha iya sayang, yaudah yuk kita sama-sama balik ke rumah sakit buat temuin orang yang kamu copet itu!" ucap Tania mencubit pipi Rania.

__ADS_1


Rania pun mengangguk, lalu mereka bertiga pergi kembali ke rumah sakit menaiki mobil milik Revan.


...•••...


Disisi lain, Rianti dan suaminya sudah menyelesaikan dinas mereka malam hari ini... tampak keduanya sangat kelelahan akibat permainan yang menguras tenaga tapi tentunya mereka puas karena bisa melakukan itu lagi setelah sekian lama.


Kini mereka berdua berbaring di atas ranjang dan masih hanya ditutupi selimut, keringat keduanya cukup banyak sehingga belum mau memakai kembali pakaian mereka.


"Mas, ternyata kamu masih jago aja ya mainnya! Aku sampe susah nafas loh gara-gara permainan kamu," ucap Rianti menoleh ke arah suaminya dan menaruh tangannya di atas dada Lionel serta mengelusnya.


"Kamu juga hebat sayang, aku sampe puas banget loh malam ini! Akhirnya setelah cukup lama aku bisa rasain ini lagi, terimakasih sayang!" ucap Lionel tersenyum lalu memberi kecupan di kening istrinya.


"Yaudah kita mandi dulu yuk mas!" ucap Rianti.


"Kamu mau mandi bareng apa sendiri-sendiri?" tanya Lionel menggoda Rianti dengan mengedip-ngedipkan matanya sambil tersenyum.


"Terserah kamu aja mas, sendiri-sendiri boleh bareng juga gak masalah kok! Kan kita udah suami-istri jadi mau berduaan terus juga bebas..." ucap Rianti.


"Oke, kita mandi bareng!" ucap Lionel yang langsung bersemangat bangkit dari tidurnya dan menurunkan selimut yang menutupi tubuh mereka.


"Ahaha ya ampun mas kamu kok tiba-tiba jadi semangat banget sih? Padahal tadi katanya kamu capek," ujar Rianti tertawa kecil.


"Siapa yang gak semangat kalau mau mandi bareng sama istrinya, sekalian juga kita lanjut ronde dua disana!" ujar Lionel melayangkan kecupan kembali di kening dan juga wajah istrinya yang memerah itu.


Rianti hanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya, tapi di satu sisi ia juga senang karena suaminya terlihat bahagia.


Lionel langsung membopong tubuh Rianti dan membawanya ke kamar mandi, ia juga langsung menutup pintu kamar mandi dan menyalakan air shower disana.


Yaaaa... yaaaa ya udah gitu aja lah ya, mereka mau lanjut ronde dua pasti kalian terbayang juga kan maksud dari author jadi gak perlu dijelasin.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


...|||...


...Siapa yang kalo main juga suka lebih dari satu ronde? Hayo ngaku😁😁😁...


__ADS_2